Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Kelas Immortal


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Satu minggu kemudian. Diluar segel Formasi Hydra)


"Hmmmm… kenapa lama sekali?" Aria mencoba tetap bersikap tenang, namun di dalam hatinya dia sangat cemas karena Theo belum juga keluar dari segel formasi.


"Yahh… ini sudah terlalu lama, Tuan muda Theo bilang, setidaknya hanya perlu beberapa hari." Kata ketua Arsegio.


"Apa kita periksa saja keadaan di dalam?" Ketua Aurelas ikut menanggapi.


"Tapi tuan muda bilang, kita tak boleh ikut campur ataupun melihat kedalam segel formasi dalam prosesnya." Kata Ketua Arsegio.


"Ahhhh, lupakan apa yang dia bilang! Ketua Aurelas, cepat temani aku masuk dan buka segel formasinya, aku akan memeriksanya sendiri ke dalam." Kata Aria, kali ini tak bisa lagi menyembunyikan rasa cemasnya.


"Tapi nona muda.." Ketua Aurelas yang mendapat perintah Aria, masih sedikit ragu-ragu, meskipun dia juga mulai cemas.


"Tidak ada tapi-tapi, cepat!" Bentak Aria, sifat aslinya yang manja dan suka memerintah mulai muncul kembali.


Namun saat Aria masih terlibat perdebatan dengan ketua Aurelas, segel formasi yang berada agak jauh di hadapan mereka mulai bergetar. Beberapa saat kemudian, segel ini mengeluarkan cahaya cerah, menunjukkan tanda-tanda keretakan. Terlihat akan segera meledak pecah.


"Apa yang terjadi!" Ketua Aurelas yang melihat fenomena ini segera menjadi panik.


Segel ini adalah segel penting yang menahan dan melindungi desa mereka dari ledakan elemen sisa serta gas beracun yang keluar dari tubuh Hydra selama ribuan tahun. Bila terjadi sesuatu dengan segel tersebut, itu berarti bencana yang akan menghancurkan desa mereka akan segera terjadi.


"Aurelas, apa yang terjadi? Kenapa segelnya mengeluarkan reaksi seperti itu?" Ketua Arsegio ikut panik dan bertanya dengan buru-buru kepada ketua Aurelas yang merupakan seorang ahli formasi.


"Aku juga tak tahu, selama ribuan tahun, tak pernah ada fenomena seperti ini sebelumnya." Jawab ketua Aurelas.


Ketika ketua Aurelas dan Arsegio masih kebingungan dengan apa yang terjadi pada formasi segel, Aria semakin tampak cemas.


"Lelaki kurang ajar! tak akan kubiarkan kau mati begitu saja di tempat seperti ini setelah semua yang kau lakukan padaku!" Aria terlihat sangat khawatir bercampur marah. Dia mulai berlari menerjang menuju segel formasi yang terlihat akan meledak kapan saja.


"Nona muda, berhenti, itu berbahaya!" Teriak kedua ketua Klan secara bersamaan.


"Diam! Tak akan kubiarkan dia mati sebelum bertanggung jawab! Bahkan bila dewa kematian datang sendiri untuk mencabut nyawanya, aku akan dengan senang hati membunuh dewa kematian tersebut!" Bentak Aria. Tak menghentikan larinya.


*Krataaakkkkkkk…..


Sementara Aria baru setengah jalan menuju segel formasi, retakan di sekitar segel mulai membesar dan menyebar kesegala arah.


*Booooooommmmm…..!!!!


Kemudian, hampir bersamaan dengan retakan yang membesar, segel formasi meledak dengan dasyat. Gelombang ledakan ini melemparkan tubuh Aria menjauhi segel formasi. Ketua Arsegio yang melihat hal itu, segera maju untuk menangkapnya.


"Nona muda, anda tak apa-apa?" Tanya Ketua Arsegio.


Aria tak menjawab pertanyaan itu, setelah mengerang sebentar karena kesakitan, dia membuka matanya dan menatap kearah ledakan dengan tatapan tak percaya.


"Tidak, tidak, kenapa jadi begini? Kenapa? Kau tidak boleh mati, tidak boleh! Aku tak mengijinkannya!" Kata Aria, air mata mulai mengalir dari kedua matanya.


Dia kemudian mulai berontak, mencoba melepaskan diri dari dekapan ketua Arsegio. Sementara ketua Arsegio yang tau Aria sedang dalam kondisi tak tenang, mencoba tetap menahannya.


"Lepaskan aku! Aku akan kesana memeriksanya!" Bentak Aria.


"Nona muda, tenangkan dirimu, lokasi itu masih berbahaya!" Kata ketua Arsegio.


"Nona muda.." Ketua Aurelas yang kini sudah berada di samping ketua Arsegio, ingin mencoba ikut menenangkan Aria.


"Lepaskan aku sekarang juga! Ini semua karena kalian! Ini semua karena kalian! Kalian orang tua kurang ajar!" Bentak Aria, menangis sejadi-jadinya. Ia mulai memukul dan menggigit lengan ketua Arsegio.


"Nona muda…" Ketua Aurelas ingin mencoba kembali menenangkan Aria, namun kata-katanya kembali terhenti, tak tahu harus berkata seperti apa. Dia juga merasa bersalah dan sedikit banyak menerima bahwa ini adalah salahnya.


Namun, di tengah situasi kacau tersebut. Suatu aura kuat tiba-tiba meledak. Aura ini berasal dari tengah lokasi ledakan segel formasi, yang masih di penuhi oleh kepulan api dan debu.


Aura ini menyebar dengan sangat cepat kesegala arah. Sesaat kemudian, seperti ada yang sedang menariknya, aura ini kembali mengecil dan terfokus masuk lagi kedalam kepulan debu dan kobaran api.


Tiga orang yang sebelumnya tengah kebingungan dengan nasib Theo, segera teralihkan perhatiannya dengan kehadiran aura ini. Aria sendiri entah kenapa mendapatkan suatu harapan bahwa Theo masih hidup setelah merasakan ledakan aura yang terjadi.


Ketiganya sekarang fokus memandang kearah tengah lokasi ledakan. Berharap ada sebuah keajaiban yang datang. Dan setelah beberapa saat hening….


"Uhukkkk… uhukkk…. !"


Suara langkah kaki terdengar dari dalam kepulan debu. Seorang pemuda berambut putih perlahan berjalan keluar diantara kobaran api yang membara sambil terbatuk.


Pemandangan pemuda ini yang keluar dari kobaran api sangatlah indah dan klasik, tatapan matanya yang tajam, dan aura bergelombang kuat disekitar tubuh sang pemuda, menyajikan suatu lanskap sempurna. Seperti sebuah lukisan-lukisan kuno yang menggambarkan seorang pahlawan muda tengah berjalan keluar dari medan pertempuran besar.


"Sudah kubilang, jangan terlalu eksplosif. Tindakanmu malah meledakkan semuanya!" Kata sang pemuda begitu keluar dari kobaran api kepada bocah kecil yang terbang melayang di sebelahnya.


Aria yang kini dapat melihat sosok pemuda tersebut dengan jelas, mulai mengusap air matanya. Dia kembali berontak dari dekapan Ketua Arsegio. Sementara ketua Arsegio, kali ini tak menahan Aria lagi.


Aria yang sudah terlepas, berlari cepat menerjang kearah sang pemuda, sejurus kemudian dia melompat dan mendekap tubuh pemuda tersebut. Membuat sang pemuda yang tidak siap jatuh ketanah dalam pelukan Aria.


"Apa yangg…." Pemuda tersebut terlihat kebingungan dengan sikap Aria, ingin menanyakan kepadanya alasan ia bersikap seperti ini.


"Diamm!!! Jangan katakan apapun!" Namun sebelum sang pemuda bertanya, Aria memotong kata-katanya. Memeluknya lebih erat.


"Hahhh…" Sang pemuda hanya bisa menghela nafas, entah kenapa ia merasa hangat di salah satu sudut hatinya. Membiarkan Aria memeluknya dalam diam.


"Tuan muda Theo, kau berhasil keluar dengan selamat." Kata ketua Arsegio. Begitu posisnya sudah dekat.


"Yahh, bukan cuma selamat, kau juga telah berhasil melepas kutukan yang selama ini menjerat desa kami." Ketua Aurelas ikut menanggapi.


Melihat ekspresi kedua ketua yang terlihat sangat bersyukur dan terkesan memberi penyembahan kepadanya, Theo hanya bisa tersenyum hangat kearah keduanya.


"Kedua ketua, tak perlu terlalu sungkan, sepertinya ikatan takdir memang menghubungkanku dengan desa ini." Kata Theo.


"Lagi pula, kita semua sama-sama mendapat keuntungan dalam peristiwa ini. Berkat tubuh Hydra itu, kini aku bisa menerobos ke kelas Immortal Bumi dalam sekali jalan."


-------


Note :


-Kelas Knight dan tingkatan nya :


1.Knight Kelas E


- Tingkat 1-2 : Pemula tahap awal


- Tingkat 3-4 : Pemula tahap bumi


- Tingkat 5-6 : Pemula tahap langit


- Tingkat 7-8 : Pemula tahap surga


Knight Kelas D (Pioneer)


- Tingkat 1-2 : Pioneer tahap awal


- Tingkat 3-4 : Pioneer tahap bumi


- Tingkat 5-6 : Pioneer tahap langit


- Tingkat 7-8 : Pioneer tahap surga


Knight Kelas C (Immortal)


- Tingkat 1-2 : Immortal tahap awal


- Tingkat 3-4 : Immortal tahap bumi


- Tingkat 5-6 : Immortal tahap langit


- Tingkat 7-8 : Immortal tahap surga


Knight Kelas B (General)


- Tingkat 1-2 : General tahap awal


- Tingkat 3-4 : General tahap bumi


- Tingkat 5-6 : General tahap langit


- Tingkat 7-8 : General tahap surga


Knight Kelas A (King)


- Tingkat 1-2 : King tahap awal


- Tingkat 3-4 : King tahap bumi


- Tingkat 5-6 : King tahap langit


- Tingkat 7-8 : King tahap surga


Knight Kelas S (Emperor)


- Tingkat 1-2 : Emperor tahap awal


- Tingkat 3-4 : Emperor tahap bumi


- Tingkat 5-6 : Emperor tahap langit


- Tingkat 7-8 : Emperor tahap surga