
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Dentang….!!!
Dengan satu ayunan palu penempaaan terakhir, Theo menyelesaikan proyek yang sedang ia kerjakan.
"Fiuhhh….!!! Akhirnya selesai juga!" Gumam Theo, seraya mengusap aliran keringat yang membasahi keningnya.
Dengan ekpsresi wajah puas, Theo kini menatap kearah sebuah patung yang baru saja selesai ia bentuk dalam proses penempaaan panjang dimana membutuhkan waktu satu minggu penuh untuk menyelesaikan setiap detailnya.
"Hahahha…! Gambarannya sama persis dengan terakhir kali aku melihat sosok ini!" Gumam Theo.
Dihadapan Theo, berdiri sebuah patung manusia berukuran normal yang sepenuhnya terbuat dari logam Surgawi. Patung manusia ini merupakan seorang lelaki dengan paras rupawan.
Satu senyum tipis yang terksesan meremehkan, tersungging di wajah rupawan patung logam, sementara sorot matanya, begitu tajam seolah merendahkan setiap orang yang menatapnya.
"Baiklah! Tinggal memberi sentuhan akhir agar auranya sedikit mirip dari yang asli!" Ucap Theo. Kemudian mulai menyalakan derak api Surgawi keemasan pada ujung jari telunjuk tangan kanannya.
*Woooshhhh….!!!
Dengan satu ayunan tangan ringan, Theo membakar seluruh tubuh patung logam. Sepenuhnya menyelimuti patung tersebut dengan bara api Surgawi.
Bersamaan dengan terbakarnya patung itu, logam Surgawi yang menjadi bahan dasar utama pembuatannya, tampak mulai bereaksi. Menyerap secara perlahan derak Api Surgawi yang membungkus seluruh tubuh patung logam. Merubah api keemasan, menjadi sebuah aura emas yang kini memancar di sekujur tubuh patung logam.
"Sempurna! Kini menjadi semakin mirip dengan sosoknya yang asli! Setidaknya, sama persis dengan yang pernah kulihat!" Ucap Theo. Sembari memasang ekspresi wajah puas.
Patung berbentuk manusia yang dibuat Theo sendiri, merupakan bentuk versi logam dari wujud Panglima Cinta-Kasih yang sebelumnya pernah di jumpai Theo dalam bentuk jiwa sisa. Menggunakan gambaran wujud jiwa sisa panglima Cinta-Kasih yang pernah ia temui dalam Istana Emas, Theo memutuskan untuk menciptakan satu boneka bernyawa versi Panglima Cinta-Kasih itu sendiri.
"Oke, tahap akhir! Ini benar-benar membuat dadaku berdegup kencang! Hahahah….!" Ucap Theo. Sembari mengeluarkan sebuah tabung logam metalik yang pada permukaannya penuh dengan banyak ukiran formasi segel.
"Kuharap tubuh fisik yang kubuat khusus untukmu ini, akan cocok dengan seleramu!" Gumam Theo. Segera mulai melakukan segel tangan rumit.
Bersamaan dengan segel tangan rumit yang dilakukan Theo, tabung formasi yang sebelumnya sempat ia gengam, kini mulai melayang perlahan. Ukiran-ukiran rune formasi yang tergambar di permukaan tabung, secara serentak mulai bergerak. Berputar menuju kesatu titik dimana tampak merupakan pusat dari formasi segel.
*Wuuungg….!!!
Satu suara dengungan terdengar ringan ketika seluruh ukiran garis rune formasi segel, telah sepenuhnya menyatu ke satu titik. Sebelum kemudian, sebuah aura dengan warna kemilau emas, mulai menyeruak keluar dari dalam tabung formasi.
*Woooshhhh….!!!
Sampai pada akhirnya, sebuah kilatan cahaya emas, menerjang keluar dari dalam tabung, dengan cepat bergerak menuju pintu keluar.
*Tap…!!!
Namun, tepat ketika kilatan cahaya emas ini hampir mencapai pintu keluar ruang penempaaan, sosok Theo tiba-tiba muncul di hadapannya.
Merasa Theo menangkapnya, cahaya emas tampak mulai melakukan perlawanan untuk beberapa saat. Mencoba untuk melepaskan diri dari genggaman erat jari-jari Theo. Namun percobaan untuk kabur ini hanya bertahan untuk sesaat, sebelum Theo mulai mengalirkan Mana Cahaya pada genggaman tangannya. Membelenggu Cahaya Emas dengan rantai-rantai mini yang terbuat dari Mana Cahaya pekat.
Setelah selesai membelenggu Cahaya Emas dengan rantai Mana, Theo melonggarkan genggamannya. Melepas sang Cahaya Emas. Dimana segera kembali mencoba untuk melarikan diri. Bergerak menuju pintu keluar.
*Danggg…..!!!
Percobaan kedua untuk kabur dari Cahaya Emas, nyatanya berakhir dengan sang Cahaya Emas, tertahan oleh rantai Mana yang terikat pada pergelangan tangan kanan Theo.
"Hahhahaha….!!! Itu percuma! Kau tak akan pernah bisa pergi terlalu jauh dariku!" Ucap Theo. Senyum lebar di wajahnya, kini berubah menjadi satu seringai jahat.
Seperti seorang tuan yang sedang ingin mengajak jalan-jalan hewan peliharaannya, Theo mulai memainkan rantai Mana yang ada di pergelangan tangan kanannya. Menarik dan mengulur rantai tersebut, menyebabkan Cahaya Emas yang tampak masih berusaha untuk kabur, kini layaknya seekor anak an.jing yang bergerak kesana kemari dengan menggemaskan. Tertahan oleh rantai Mana yang mengikatnya.
"Hahhahaha….!! Oke, sudah cukup main-mainnya!" Ucap Theo. Kemudian mulai berjalan kembali mendekat pada patung logam beraura keemasan yang tadi telah selesai ia buat.
Menggunakan tangan kiri yang masih bebas, Theo melakukan gerakan segel tangan untuk beberapa saat. Sebelum diakhiri dengan Theo yang telah menyelesaikan proses segel tangan, menggigit ujung jari telunjuk tangan kirinya tersebut.
Dan tepat ketika setetes darah mulai mengalir keluar dari ujung jari telunjuknya, Theo dengan gerakan cepat menggoreskan darah tersebut pada dada patung logam. Menggambar sebuah rune formasi segel dengan darahnya.
"Selesai!" Gumam Theo. Seraya mulai mengambil beberapa jarak kebelakang. Menjauh dari posisi patung logam.
Aksi Theo, diakhiri dengan ia menggunakan dua tangan, menggenggam rantai Mana yang terikat padanya. Mengayunkan rantai tersebut dengan cukup keras kearah dada patung logam. Ayunan Theo ini, menyebabkan Cahaya Emas yang terikat di ujung rantai Mana, menghantam dada patung logam.
*Baaaammmmm….!!!
Satu suara berdebam terdengar untuk sesaat begitu Cahaya Emas membentur dada patung logam yang telah memiliki satu gambar rune formasi segel darah.
Sampai pada detik berikutnya, formasi segel darah yang tergambar, mulai menyerap Cahaya Emas yang menempel padanya.
Cahaya Emas sekali lagi mencoba untuk melakukan perlawanan, tampak tak bersedia di serap oleh rune formasi segel darah.
Namun, untuk kesekian kalinya, percobaan kabur yang dilakukan oleh Cahaya Emas, berakhir sia-sia. Rune formasi segel darah secara perlahan tapi pasti, akhirnya benar-benar sepenuhnya menyerap Cahaya Emas setelah memakan proses waktu yang lumayan lama.
*Wuuungg….!!!!
Tepat setelah Cahaya Emas sepenuhnya terserap kedalam rune formasi segel, sebuah dengunan keras segera menyebar memenuhi seluruh ruang penempaaan ketika kedua mata patung logam, mulai menyala terang dengan kemilau cahaya emas.
*Woooshhhh….!!!
Bersamaan dengan bersinar terangnya kedua mata patung emas, satu aura menekan, kini juga mulai menyebar luas.
"Aura seorang Emperor!" Gumam Theo.
"Dengan kepekatan sedalam ini, yang mana jauh lebih menekan dari milik para Emperor tahap awal yang pernah kuhadapi, jelas setidaknya boneka bernyawa versi Panglima Cinta-Kasih yang berhasil kubuat, memiliki kekuatan setara dengan Emperor tahap Bumi!" Lanjut Theo. Dengan raut wajah antusias menatap Boneka Bernyawa Panglima Cinta-Kasih yang ada di hadapannya. Dimana kini mulai membuat gerakan mengedipkan mata.
Boneka bernyawa versi Panglima Cinta-Kasih masih melihat sekeliling untuk beberapa saat, sembari mulai menarik auranya. Sebelum pandangan matanya jatuh kearah dimana Theo berdiri.
Tanpa membuat satu ekspresi wajah apapun, dengan langkah mantap, ia berjalan beberapa langkah maju kedepan. Kemudian mengambil posisi bersujud tepat ketika telah sampai di hadapan Theo.
"Hehehe….!!! Dengan boneka bernyawa ini, aku punya satu hal tambahan yang tersembunyi di balik lengan bajuku!" Gumam Theo.
Boneka bernyawa dengan tingkat kekuatan setara Emperor tahap Bumi, ditambah dengan bentuk fisiknya yang terbuat dari Logam Surgawi yang kokoh, tentunya membuat Theo kini memiliki opsi tambahan yang bisa di gunakan jika suatu saat harus kembali berhadapan dengan seorang Emperor tahap Surga.
"Seperti memiliki satu nyawa tambahan yang bisa dipakai ketika dalam keadaan terdesak! Tak perlu menyiksa Element Seed dengan terus mengaktifkan teknik Rage buatan Absolute!" Gumam Theo. Yang sedari tadi, tak bisa menahan untuk tak tersenyum puas.