Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
264 - Suku Osiris


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Bocah kecil, siapa namamu?" Tanya Theo.


Namun, pertanyaan santai Theo tersebut, segera di sambut dengan tatapan sengit oleh sang bocah.


Bocah ini kemudian tampak dengan usaha keras mulai mengambil posisi berlutut. Dari sorot matanya, Theo bisa melihat, bocah ini benar-benar tak mempercayainya, bahkan terdapat titik-titik kebencian sangat mendalam dari sorot matanya tersebut. Entah kenapa ia berusaha keras untuk tak terlihat lemah dihadapan Theo.


"Hmmmm… Sorot mata yang menarik! Pasti ada suatu kisah mendalam di baliknya!" Kata Theo.


"Tak usah memaksakan diri dulu untuk saat ini! Tubuhmu itu tak bisa menahan beban lagi! Sebaiknya istirahat saja!" Lanjut Theo, sebelum memberi satu pukulan keras pada perut sang bocah. Membuatnya tak sadarkan diri seketika.


"Yahuwa kau urus bocah ini! Yaseya, gadis kecil disana bagianmu! Sementara Oscana, ambil semua barang berharga pemimpin bandit yang ada disana! Sekalian bunuh dia setelah urusan barang berharganya selesai!" Kata Theo, memberi perintah kepada ketiga anggota Bandit Serigala lain yang dari tadi masih mengamati dari atas salah satu bukit.


"Siap laksanakan Boss besar!" Jawab ketiga Bandit secara bersamaan, begitu mendengar intruksi Theo. Dan kemudian tanpa menunda segera melaksanakan perintahnya.


"B4jingan! Hanya karena kebetulan bisa mendaratkan pukulan menyelinap pada pemimpin kami, jangan pikir kalian sudah menang! Bagaimanapun juga, jumlah kami lebih banyak!" Bentak salah satu anggota Bandit lawan. Tampak sangat marah.


Disisi lain, Theo yang baru saja mendapat makian dari lawannya, tampak tak peduli, ia saat ini masih memandang lokasi sekitar, dimana ia bisa melihat tubuh tanpa kepala yang dari tadi dipandangi dengan tatapan nanar oleh gadis kecil yang berada tak jauh di hadapannya.


"Hei Thomas! Temani aku bermain dengan mereka! Ingat untuk tak menyisakan satupun!" Kata Theo tiba-tiba, setelah hanya diam untuk beberapa saat. Kini seringai lebar juga mulai mengembang di wajahnya.


"Ohh.. Boss, habisi semua? Kau tak ingin menjadikan para b4jingan ini sebagai bawahan kita?" Tanya Thomas.


"Tak perlu! Mereka hanya kumpulan sampah! Kita jadikan kelompok Bandit ini sebagai batu lompatan awal perjalanan Bandit Serigala!" Jawab Theo.


"Hahhaha…! Setiap dari kalimat yang kau katakan, selalu saja berhasil membuat bulu kudukku merinding! Boss, kau memang sesuatu!" Jawab Thomas, sebelum aura liar atribut tanah yang begitu intens, mulai menyeruak di sekitarnya. Tanpa menunda Thomas berubah kedalam Mode Meridian Knightnya.


"Ingat, jangan sisakan satupun! Semakin tragis kematian mereka, itu semakin baik!" Kata Theo, kemudian mengambil langkah pertama menerjang kearah kelompok Bandit.


"Siap!" Jawab Thomas, kini ikut bergerak maju saat melihat Boss nya sudah mengambil langkah pertama.


"Kalian dua orang idiot yang hanya mencari kematian!" Teriak salah satu Bandit. Sebelum bersama kawan-kawannya, berubah kedalam mode Knightnya masing-masing. Ikut menerjang maju kedepan.


*Boooommmm….!!!


Bentrokan pun tak terhindarkan.


Pertarungan antara Theo bersama Thomas melawan kelompok Bandit, awalnya terlihat tak berimbang, dimana kelompok Bandit terus melancarkan berbagai serangan kombinasi kearah dua lawannya tersebut.


Kelompok Bandit yang kini merasa tak akan mampu menghadapi dua monster dihadapan mereka, sekarang mulai memasang ekspresi ngeri, berniat untuk kabur. Tapi niat mereka tak berbanding lurus dengan kecepatan Theo dan Thomas dalam menghabisi lawan-lawannya.


Keduanya kini seperti duo monster yang sudah mulai melakukan pembantaian. Dengan cepat meremukkan tubuh setiap lawan yang ada di hadapannya. Theo bahkan tanpa belas kasih beberapa kali mendaratkan pukulan yang dalam sekejap langsung memecahkan kepala para Bandit.


Kondisi ini membuat para Bandit mulai bergerak tanpa koordinasi, berusaha kabur untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. Menghindari dua mesin giling yang saat ini dengan riang menggiling kawanannya.


Namun, tindakan panik para Bandit yang mencoba kabur tersebut, justru membuat pembantaian yang di lakukan Theo dan Thomas semakin brutal. Karena dengan tak adanya koordinasi dari gerakan para Bandit, itu semakin memudahkan pembantaian yang mereka lakukan.


*Blaaar….!!!


Dan akhirnya, dengan satu pukulan keras yang kembali menghancurkan kepala lawannya, Theo membunuh anggota Bandit terakhir yang mencoba kabur. Dengan ini, Theo dan Thomas benar-benar tak menyisakan satupun anggota Bandit bertahan hidup.


Medan tempur yang saat ini bergelimang darah dengan anggota tubuh Bandit berserakan dimana-mana, menjadi pemandangan penutup dari pertempuran pertama kelompok bandit Serigala.


"Hmmm… Akhirnya selesai!" Gumam Theo, sambil mengusap wajahnya, membersihkan cipratan darah lawan terakhir yang secara tak sengaja terciprat kearahnya.


"Boss…! Mereka cukup kaya!"


Saat Theo masih sibuk membersihkan cipratan darah, suara Thomas tiba-tiba terdengar. Pria gendut ini, secara tak terduga dengan tubuh masih berlinang darah lawan-lawannya, sudah mulai menjarah Spacial Ring dari sisa-sisa tubuh kelompok Bandit.


'Psikopat! Maniak harta!' Gumam Theo dalam hati. Begitu melihat apa yang sedang dilakukan si Gendut.


Sementara disisi lain, Yahuwa, Yaseya, dan Oscana, ketiga anggota Bandit Serigala lain, kini hanya bisa menatap ngeri kearah bekas medan pertempuran. Ketiganya merasa beruntung dengan nasib baik yang menaungi diri mereka. Mengingat bagaimana pertemuan pertama ketiga orang ini dimana ketiganya berusaha mempersulit Thomas dan Theo.


"Untungnya kita dulu tak berakhir seperti kawanan Bandit ini!" Gumam Yahuwa, dengan suara bergetar. Yang segera disambut dengan anggukan cepat kedua kawannya yang lain.


***


(Beberapa saat kemudian)


"Hmmm… Apa yang terjadi dengan gadis kecil ini?" Tanya Theo, kepada Yaseya. Saat melihat gadis kecil saat ini sedang tak sadarkan diri dalam gendongannya.


"Ahhh… Itu, dia jatuh pingsan sesaat setelah aku sampai di hadapannya!" Jawab Yaseya canggung, ia merasa bersalah karena menganggap gadis kecil begitu takut pada wajah bengisnya, sampai-sampai jatuh pingsan.


"Hmmm… Kalau begitu biarkan saja dulu untuk sekarang! Gadis kecil ini pasti mengalami tekanan mental yang luar biasa setelah melihat apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya."


"Selain itu, ada bagusnya juga ia jatuh pingsan, setidaknya ia tak melihat pembantaian yang baru saja kita lakukan! Itu hanya akan menambah tekanan mentalnya!" Ucap Theo.


"Tapi ngomong-ngomong, apa ada diantara kalian yang bisa menjelaskan identitas bocah satunya? Dia benar-benar monster kecil!" Tanya Theo, kini menunjuk kearah bocah lelaki yang sedang di gendong Yahuwa.


Sebelumnya, Theo sempat melihat pertarungan antara sang bocah dengan kelompok Bandit. Yang mana langsung membuatnya sangat terkesan oleh kekuatan fisik bocah itu. Bagaimana tidak, sang bocah yang bahkan bukan seorang Knight, mampu menahan untuk beberapa saat kelompok Bandit yang seluruhnya adalah General Langit.


"Boss! Sebenarnya dari tadi aku ingin membahas tentang hal ini! Dari tatto segel yang ada di pergelangan bocah itu, bisa kupastikan bahwa ia adalah keturunan dari Suku Osiris!" Jawab Thomas. Yang segera di sambut anggukan serentak oleh tiga anggota Bandit Serigala lainnya.


"Suku Osiris? Suku kuno yang kabarnya sudah punah sejak ratusan tahun lalu?" Tanya Theo, dengan ekspresi sedikit terkejut, ia sempat membaca tentang suku ini di dalam Jurnal milik Masternya.


"Itu benar! Suku Osiris, Suku kuno yang memiliki kekuatan tubuh fisik di luar nalar! Suku yang sempat menjadi kelompok tunggal penguasa seluruh East Region beberapa ribu tahun yang lalu!" Jawab Thomas.