
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Formasi segel kehidupan!"
"Kontrak Tuan-Hamba!" Gumam Theo.
Bersamaan dengan Theo selesai mengucapkan mantra, cahaya terang berwarna merah darah mulai menerangi sekitar. Cahaya ini kemudian menjalar dengan cepat menuju semua ukiran formasi yang berada di bawah kaki setiap orang.
Dalam sekejap, karena pesan dari Theo sebelumnya, baik itu Hella, Razak, Thomas, ataupun Gerel tak memberi perlawanan apapun saat secara tiba-tiba merasakan ada suatu atribut asing mulai menjalar pada Element Seednya. Menerima dan membiarkan saja atribut asing tersebut memasang formasi segel aneh pada masing-masing Element Seed.
*Woooshhhh…!!!
Dan bersamaan dengan selesainya semua ritual, cahaya kemerahan menyerebak keluar dari dalam tubuh Theo. Diiringi dengan tatto segel aneh berwarna merah darah terang, muncul pada keningnya. Theo melanjutkan aksinya dengan kembali membuat segel tangan.
"Kontrak Tuan-Hamba, transfer Mana!" Gumam Theo.
"Apa yang terjadi?" Ucap Gerel dengan ekspresi wajah khawatir, tepat ketika Theo menyelesaikan kalimatnya.
Gerel tiba-tiba merasa simpanan Mana di dalam Element Seednya kini mulai tersedot menuju jalur-jalur aneh yang bersumber dari ukiran formasi yang kini terpasang dalam Element Seednya.
Apa yang dialami Gerel, juga terjadi pada ketiga orang lainnya, Thomas, Hella, dan Razak, juga merasakan hal yang sama.
"Pinjamkan sebentar Mana kalian padaku!" Ucap Theo. Sebelum ketiga orang lainnnya mulai bertanya. Kemudian mempercepat segel tangan yang sedang ia lakukan.
*Woooshhhh….!!!
Jalur-jalur berwarna merah darah terang, menjadi lebih jelas dan menjalar cepat pada Element Seed Theo. Membawa gelombang energi Mana besar yang berasal dari keempat Element Seed kawan-kawannya. Mengisi penuh simpanan Mana Theo yang sebelumnya habis terkuras.
Dan begitu simpanan Mananya sudah cukup banyak, tanpa menunda Theo sekali lagi mengeksekusi teknik pertama dosa Keserakahan.
"Sikap menginginkan segala bentuk tubuh!" Seru Theo.
*Booommmm….!!!
*Boooommmm…!!!
*Booommmm…!!!
*Boooommmm….!!!
*Booommmm….!!!
*Boooommmm….!!!
Ledakan dahsyat enam jenis Element kembali terjadi. Membahana dan mengguncang keras seluruh ruangan. Ledakan kedua tersebut, menyapu bersih kumpulan Demonic Beast yang sebelumnya tak terkena ledakan pertama.
Setelah melenyapkan semua Demonic Beast yang mengepung, Theo kembali membuat segel tangan. Sekali lagi mengisi ulang simpanan Mana miliknya. Kemudian dengan gerakan menarik tangan, ia meraih kembali 6 pisau lempar Mammon yang sebelumnya masih melayang-layang diudara.
Saat keenam pisau lempar Mammon sudah berada di tangannya, Theo menatap sebentar kearah Portal Misterius, tampak sedang menunggu sesuatu, sampai ketika Portal kembali bercahaya, dan sesosok Demonic Beast mulai merangkak keluar, dengan tatapan tajam, Theo tanpa menunda bergerak cepat. Menerjang kearah Portal.
*Bammmm…!!!
Menggunakan tangan kanan untuk mengeksekusi teknik Iron Fist, Theo memukul keras Demonic Beast yang hendak merangkak keluar, mendorongnya balik kedalam portal. Dilanjutkan dengan ia ikut masuk kedalam portal tersebut. Suasana berubah hening untuk beberapa waktu begitu Theo memasuki Portal Misterius.
"Itu tidak penting! Boss pasti punya rencana!" Jawab Thomas.
"Tapi, apa yang sebelumnya Boss lakukan? Itu seperti ia menghisap simpanan Manaku secara instan!" Tanya Razak polos.
"Itu benar! Yang di katakan bocah ini seharusnya menjadi pembahasan utama! Formasi segel apa yang telah di tanam Boss pada Element Seed kita!" Ucap Thomas.
"Tidak penting! Yang jelas ia punya rencana untuk membawa kita keluar dari sini! Dan sepertinya rencana itu akan membutuhkan simpanan Mana kita lagi!" Tanggap Hella. Sebelum mulai mengambil posisi duduk bersila dan mengeluarkan beberapa simpanan Mutiara Mana Perunggu miliknya.
"Dari pada memikirkannya sekarang, dimana kita cuma bisa berspekulasi, lebih baik kalian berhenti buang-buang waktu!"
"Isi kembali simpanan Mana kalian! Masalah lain bisa di tanyakan langsung saat kita sudah berhasil keluar nanti!" Tambah Hella. Tanpa menunggu jawaban dari yang lain, ia menutup mata. Mulai mengisi kembali simpanan Mana di dalam Element Seednya.
Mendengar jawaban Hella, Razak yang pada dasarnya memiliki sifat tak mau ambil pusing dan membenci segala hal yang rumit, segera mengikuti apa yang dilakukan Hella.
Sementara Thomas dan Gerel, masih tampak ragu untuk sesaat, keduanya sempat saling tatap satu sama lain, sebelum akhirnya ikut mengisi simpanan Mana juga. Situasi kembali hening setelah keempat orang ini menghabiskan waktu untuk berkultivasi.
Dan seperti dugaan Hella, tak lama setelah keempatnya mengisi ulang simpanan Mana, segel aneh yang terpasang di dalam Element Seed tiap orang kembali menyala. Theo sekali lagi menghisap simpanan Mana masing-masing dari mereka.
Namun, tak seperti sebelumnya, proses penyerapan yang di lakukan Theo saat ini tampaknya lebih besar dan lebih liar, setiap orang bisa merasakan bahwa simpanan Mana mereka yang baru saja terisi kembali, kini dengan cepat berkurang drastis.
Merasakan hal itu, keempatnya segera mengeluarkan simpanan Mutiara Mana Perunggu miliknya sekali lagi. Menyerap dengan liar Mutiara-mutiara Mana Perunggu tersebut. Mencoba mengimbangi daya serap yang sedang di lakukan Theo.
"Apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana? Kenapa kau membutuhkan Mana sebanyak ini Boss?" Gumam Thomas, dengan ekspresi wajah percampuran antara penasaran dan cemas, sambil melirik kearah Portal Misterius. Sebelum kembali meneruskan proses penyerapan Mutiara Mana Perunggu.
Apa yang di pikirkan Thomas, merupakan hal yang sama dimana kini memenuhi benak setiap orang. Masing-masing dari mereka sungguh penasaran dengan apa yang ada di balik Portal Misterius.
Situasi tersebut bertahan untuk waktu yang relatif lama. Membuat Thomas yang dari tadi terus-menerus mengeluarkan simpanan Mutiara Mana Perunggu miliknya pribadi, kini akan memasang wajah masam setiap kali mengeluarkan Mutiara Mana Perunggu. Sedikit tak rela harus kehabisan begitu banyak harta miliknya.
"Punyaku habis! Thomas, aku pinjam Mutiara Mana milikmu!" Ucap Razak, begitu tak mempunyai lagi simpanan Mutiara Mana tersisa.
"Bahhh…! Jangan harap!" Dengus Thomas.
"B4jingan! Berhenti bersikap pelit dalam situasi seperti ini! Boss pasti akan menggantinya!" Bentak Razak. Sangat kesal dengan perilaku si Gendut.
"Tidak akan!" Jawab Thomas singkat.
"Kau…"
Razak hendak kembali memaksa, sebelum tiba-tiba Hella dan Gerel secara hampir bersamaan, melempar tumpukan Mutiara Mana Perunggu dihadapan Razak.
"Terimakasih!" Jawab Razak singkat.
"Tak masalah!" Balas Gerel.
"Simpanan Mutiara Mana milikku cukup melimpah, jadi tak usah dipikirkan! Lagipula aku tak sepelit si Gendut! Tapi itu normal bila ia pelit, dilihat dari penampilannya, ia tampak seperti orang miskin!" Ucap Hella, sebelum tanpa menunggu jawaban sari Thomas, kembali mulai memejamkan mata.
Kata-kata Hella, disambut dengan senyum tipis cenderung meremehkan oleh Gerel.
"Benar juga! Dia miskin!" Ucap Razak singkat, kemudian tanpa menunda mulai menyerap tumpukan Mutiara Mana Perunggu di hadapannya.
Disisi lain, Thomas yang menjadi target hinaan, kini membuka mata lebar. Melotot secara bergantian pada tiga orang di hadapannya yang baru saja mengobrol seolah ia tak ada disana.
"Miskin kau bilang?" Dengus Thomas.
*Bammmm…!!!
Tanpa banyak basa-basi Thomas yang merasa terhina, melempar tumpukan Mutiara Mana Perunggu yang tak kalah banyak dari jumlah yang di keluarkan oleh Gerel dan Hella bila di gabungkan menjadi satu.
Tindakan Thomas tersebut, nyatanya justru disambut dengan senyuman tipis oada wajah Hella dan Gerel. Keduanya merasa berhasil memprovokasi si Gendut.
"Dasar pelit! Padahal masih punya banyak!" Dengus Razak.