
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Tssaaaaaahhhhh…..!!!"
Nagini mendesis liar untuk beberapa saat ketika mendengar intruksi Gerel. Sebelum akhirnya, aliran Mana Lumpur pekat yang begitu intens, mulai menyeruak keluar dengan sangat liar dari dalam tubuh sang Grey Snake.
Bersamaan dengan menyeruak keluarnya aliran Mana Lumpur pekat tersebut, tubuh Nagini perlahan mulai berubah bentuk dan membesar. Terus membesar hingga mencapai ukuran yang tak kalah dengan tubuh raksasa Joy Kecil.
"Makhluk apa lagi ini!" Gumam Tuan Leluhur, begitu melihat sosok Nagini yang telah selesai melakukan transformasi.
Kini, selain berukuran sangat besar, dimana hampir sebesar bukit kecil, Tubuh memanjang Nagini juga mengalami perubahan bentuk pada beberapa bagian. Yang paling mencolok adalah tumbuhnya satu tanduk berwarna abu-abu diatas kepalanya.
Selain tanduk besar, warna sisik-sisik yang menyelimuti seluruh tubuh sang Guardian Beast, dimana awalnya adalah sepenuhnya abu-abu dengan corak hitam, kini bertambah dengan beberapa corak warna hijau pekat. Selain aliran Mana Lumpur pekat, aroma racun juga mulai tercium dari tubuh raksasa Nagini.
Sementara itu, melihat Nagini telah selesai bertransformasi, Gerel yang telah dalam mode Meridian Knightnya, menjadi Manusia setengah ular, tanpa menunda segera melakukan lompatan, mendarat tepat diatas kepala Sang Grey Snake.
"Dari semua orang yang ada disini, cuma aku yang paham dengan kondisi Joy Kecil! Karena ia dan Naginiku, bisa dibilang merupakan makhluk yang memiliki asal usul sama!" Ucap Gerel.
"Jadi, lebih baik kau membiarkanku pergi untuk membantu!"
"Yah meskipun aku juga sebenarnya tak perlu meminta ijin! Jika kau masih bersikeras menahan, coba saja! Kita lihat apakah kau benar-benar mampu!" Tutup Gerel. Seraya tanpa menoleh sama sekali kearah Tuan Leluhur, memerintahkan Nagini mulai bergerak kearah dimana Theo berada.
***
(Lokasi Joy Kecil mengamuk)
*Dentaaanngggg….!!
Theo yang sudah terluka cukup parah, tampak masih berusaha menghentikan pergerakan liar Joy Kecil dengan terus menyerang sang Silver Turtle menggunakan Palu Raksasa Belphegor.
Selain terus membenturkan Palu Raksasa Belphegor pada cangkang perak Joy Kecil, Theo juga beberapa kali mengeksekusi teknik formasi penahan seperti yang sempat ia lakukan pada awal pertempuran.
Namun, berapa kalipun ia mencoba, tetap saja. Itu masih belum cukup untuk bisa membuat pergerakan Joy Kecil tertahan. Menyebabkan sekitar area pertempuran, kini menjadi semakin hancur berantakan. Berbagai pilar besi raksasa yang berasal dari formasi penahan Theo, juga tampak berserakan dimana-mana.
"Joy Kecil! Ayolah!" Teriak Theo frustasi. Sudah mulai berfikir untuk mengeksekusi teknik rage buatan absolute.
Meskipun sangat disayangkan bahwa itu akan membuat kultivasinya kembali jatuh, namun ia tak memiliki satu cara lain lagi. Karena bila terus berlanjut lebih lama, maka keselamatan Joy Kecil yang justru akan berada dalam bahaya. Ranah jiwa yang terus bergejolak, tentu akan berakhir dengan meledakkannya Element Seed bila tak segera di tenangkan.
*Boooooommmmm….!!!
"Sial!" Maki Theo, ketika untuk kesekian kalinya, harus menahan serangan benturan dahsyat aliran Mana Besi pekat yang di hempaskan Joy Kecil.
Dengan ekspresi wajah berat, aliran enam atribut Mana sudah mulai berderak di sekitar tubuh Theo, ia tampak sudah mulai akan membuka keempat gerbang dosa. Bersiap mengeksekusi teknik rage buatan absolute. Sampai kemudian….
"Hmmmmm….???"
Secara tiba-tiba, Theo dapat merasakan satu aliran Mana Lumpur intens dan begitu pekat, melaju cepat mendekat.
"Gerel! Apa yang kau lakukan?" Teriak Theo, saat menoleh kebelakang, melihat sosok Gerel yang tengah menunggang Nagini diatas kepala, bergerak mendekat.
"Apalagi? Tentu saja berusaha untuk mencegah agar kau tak mati konyol di tangan Guardian Beastmu sendiri!" Jawab Gerel.
Seraya mengarahkan Nagini, untuk melakukan gerakan mengibas ekor. Menyabet tubuh Joy Kecil dengan ekornya.
*Baaaaammmmmm…..!!!!
"GRRROOOAAAAHHHHH….!!!!"
Serangan tiba-tiba Nagini, segera memantik amarah Joy Kecil kini semakin menjadi. Ia berteriak liar melempar hembusan Mana Besi pekat kearah sang Grey Snake.
"SSSSTTTTTAAAAAAAHHHH…..!!!!"
Namun, dengan tatapan mata tajam yang terlihat begitu mematikan, Nagini balas mendesis dengan sangat liar. Melempar balik hembusan Mana Lumpur tak kalah pekat kearah Joy Kecil.
*BOOOOOOMMMMM…..!!!!
Benturan antar dua aliran Mana pekatpun tak terhindarkan saat gelombang kejut Mana Besi yang dilontarkan Joy Kecil, bertemu dengan gelombang kejut Mana Lumpur Nagini.
Begitu dahsyatnya benturan yang terjadi, hingga menyebabkan Gerel yang berdiri diatas kepala Nagini, terlempar jatuh dengan keras. Tak mampu menahan efek sisa dari gelombang yang terpantul balik.
*Baaammmm….!!!
Namun, tepat ketika tubuh indah Gerel akan membentur tanah, dengan sigap Theo bergerak untuk menahan. Menangkapnya dan memakai punggung sendiri untuk menopang benturan keras hasil pendaratan.
"Uhuuukkk….!!!" Theo terbatuk darah.
"Aku bisa menangani situasi! Pendaratan tersebut tak akan terlalu melukai tubuhku! Kenapa kau malah bersikap bodoh!" Bentak Gerel. Sembari menoleh kebelakang, berusaha melihat kearah Theo.
Namun, meskipun ia tampak ingin melihat kebelakang, Gerel tak terlihat berusaha melepas pelukan Theo pada tubuhnya. Entah kenapa justru memiliki perasaan bertolak belakang kini hinggap dalam sudut hatinya. Satu sisi merasa kesal dengan tindakan Theo, di sisi lain ada perasaan nyaman yang mencegahnya untuk berusaha lepas dari pelukan tersebut.
"Diam! Bukankah sudah kusampaikan pada Tuan Leluhur untuk tak membiarkan seorangpun mendekat? Apa yang kau lakukan disini?" Ucap Theo. Dengan nada sedikit kesal.
"Hmmmm… Bukankah sudah kukatakan, aku mencegahmu untuk mati konyol!" Jawab Gerel.
*Baaaammmmmm….!!!
*Boooooommmmm….!!!
Theo dan Gerel masih melakukan percakapan dalam posisi Theo memeluk tubuh Gerel dari belakang, ketika Joy Kecil dan Nagini, mulai bertarung satu sama lain.
Pertarungan antar dua Guardian Beast ini berlangsung sangat sengit, dimana Nagini yang meskipun bertubuh sedikit lebih kecil dari Joy Kecil, namun memiliki keunggulan dalam panjang tubuh. Memanfaatkan kelebihan tersebut, ia tampak terus menjaga jarak dengan melakukan serangan sebetan ekor untuk beberapa saat, sebelum akhirnya mendapat satu momentum dan melompat menerjang kedepan.
Nagini dengan cerdik membelit tubuh Joy Kecil, menahan gerakannya dengan sempurna.
"Sttaaaahhhhh….!!!" Diakhiri dengan ia kembali mendesis liar. Tampak berkomunikasi dengan Gerel.
Mendengar desisan Nagini, Gerel segera memberi anggukan mengerti.
"Apakah Guardian Beastmu baru saja memakan satu sumberdaya tertentu yang memiliki kandungan Mana pekat sama seperti atributnya?" Tanya Gerel.
"Hmmmm… Bunga Udumbara Serbuk Besi!" Jawab Theo singkat.
"Kasus yang hampir mirip terjadi pada Nagini beberapa tahun lalu! Dan itu memerlukan beberapa orang monster tua dari Barbarian Tribe untuk menghentikannya!" Tanggap Gerel.
"Aku punya satu metode yang hanya di ketahui oleh pengontrak Guardian Beast untuk menghentikan gejolak yang terjadi dalam ranah jiwanya!" Tambah Gerel.
"Ohhh… Jika itu adalah memasang segel mistis, aku sudah berusaha melakukannya dari tadi!" Tanggap Theo.
"Salah! Itu akan terlalu lama! Hanya bisa dilakukan jika Guardian Beast bertranformasi secara alamia ketika kita sebagai Host telah mencapai kelas Emperor!" Ucap Gerel.
"Hmmmm…. Ada cara lain? Kenapa aku tak tahu?" Tanya Theo.
"Ada! Tapi sebelumnya, apa kita akan terus mengobrol dalam posisi ini?" Tanya Gerel. Dengan wajah mulai memerah.
Meskipun merasa nyaman dengan pelukan Theo, namun ia khawatir ada orang-orang anggota kelompok Bandit Serigala yang bisa melihat posisi mereka sekarang. Bagaimanapun juga, dengan image yang telah ia bangun dalam kelompok selama ini, akan sangat memalukan jika benar-benar ada yang melihat.
"Ahhh… Maaf…!" Jawab Theo, seraya menaruh tubuh Gerel kesamping.