Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Bocah Gila


"BOCAHHH..!! TENANGKAN DIRIMU…!!!" Teriak Theo lantang.


Semua orang di sekitar lokasi segera termenung melihat kedatangan tiba-tiba pemuda di hadapan mereka.


"Hoooaaaaarrrrgggggggg….!!!! Siapa yang kau sebut bocahhh????" Arthur Wild kembali berteriak gila setelah berdiri.


"Siapa lagi? Kau bocah nakal tak berguna yang bahkan tak bisa mengendalikan kekuatannya sendiri! Kau itu lebih bocah dari pada bocah! Dasar bocah ingusan." Kata Theo, sambil menatap remeh Arthur.


Mendengar kata-kata Theo, mata hitam Arthur mulai melotot. Dia terlihat sangat marah.


"Siapa yang kau sebut bocah ingusan!!!!" Arthur berteriak marah, segera maju menerjang kearah Theo.


Melihat bocah dihadapannya semakin menggila, Theo memasang kuda-kuda. Bersiap ikut menerjang kedepan. Menyambut serangan Arthur.


"Anak muda..!! Apa yang coba kau lakukan? Cepat menghindar! Itu berbahaya..!!" Bosweric yang kini menyadari pemuda di hadapannya hanyalah seorang Knight kelas Pioneer, segera memberi peringatan untuk menyingkir.


"Paman… kau rawat dulu tanganmu dengan baik, setelah aku menyelesaikan masalah bocah nakal ini, aku akan membantumu untuk merawatnya." Theo menoleh kearah Bosweric kemudian tersenyum hangat kepadanya.


Setelah berkata demikian, Theo segera maju menerjang kearah Arthur. Berniat bentrok secara langsung.


Sementara Bosweric yang kini telah melihat wajah pemuda di hadapannya, segera kakinya menjadi lemas, dadanya terasa penuh, titik-titik air mata mulai terlihat pada kedua matanya.


"Wajah itu.... senyuman itu...."


"Theooo….."


Bosweric terbata-bata menyebut nama keponakannya. Air matanya tak lagi tertahan, dia mulai menangis dan jatuh bersujud.


"Theo keponakanku…. "


"Kau masih hidup nak.. syukurlahh.. syukurlahh.." Bosweric terus menyebut nama Theo, dan tak henti-hentinya bersyukur.


Namun, dia kemudian tersadar, keponakannya ini bertindak gegabah dan sedang dalam bahaya. Ia segera mengusap air matanya, berniat maju kedepan untuk menyelamatkan keponakannya. Namun, ketika melihat ke arah pertempuran…


"Apa-apaan….."


Kini di hadapan Bosweric, keponakannya Theo yang beberapa tahun lalu merupakan bocah kecil dengan Element seed cacat. Bertarung dengan gagah, dan mampu menahan Arthur yang tengah menggila. Melihat hal itu, langkah Bosweric terhenti, menatap pertempuran dengan ekpresi terkejut.


Disisi lain, saat ini Theo menghadapi bocah di hadapannya dengan berbagai macam kombinasi serangan teknik tinju dan tendangan. Theo beberapa kali mampu menyudutkan bocah tersebut dan membuatnya terbang terpental menabrak pepohonan pinus di sekitar mereka. Namun, berapa kalipun Theo menjatuhkannya. Bocah ini terus bangkit kembali, bahkan menjadi lebih liar. Menyerang dengan membabi buta.


Theo sendiri tak kesusahan menetralkan efek dari Mana kegelapan yang di terimanya dari bocah ini, karena Theo juga merupakan pengguna unsur kegelapan. Namun, kini Theo merasa sedikit kesal melihat bocah tersebut terus saja bangkit kembali.


"Master.. apa yang harus ku lakukan? Bocah ini gila..!!"


Sebenarnya Theo bisa saja terus menghindar tanpa harus menyerang menggunakan teknik langkah siputnya. Dengan mana kegelapan yang terus menggerogoti tubuh sang bocah secara liar, dan fakta bahwa bocah tersebut tak bisa mengendalikannya. Hanya masalah waktu sampai tubuh bocah tersebut di serap habis oleh mana kegelapannya sendiri. Namun, Theo tak bisa melakukannya untuk saat ini, karena bila bocah ini mati, mana kegelapannya akan meledak keluar. Mencelakai orang-orang di sekitar.


Tiankong yang juga memahami pemikiran muridnya segera memberi pendapat ketika Theo bertanya.


"Sebenarnya cukup sederhana, kau hanya harus menyerap mana kegelapannya sampai pada kondisi minimal, sehingga Element seed api yang juga ada di dalam ranah jiwa anak ini, mampu secara alami menekan Element seed kegelapan miliknya."


"Hmmm… apakah Element seed ku mampu menampung mana sebanyak itu?" Tanya Theo.


Theo terlihat ragu, dia masih sedikit trauma dengan kejadian ketika dia menyerap mana besi kuno. Saat itu Element seed nya tak bisa menampung kelebihan mana, dan mulai terluka.


"Masalahnya adalah, bagaimana kau menyerap Mana kegelapan ini, tanpa harus mengungkapkan kau bisa mengendalikan unsur kegelapan." Kata Tiankong melanjutkan.


"Kalau memang menurutmu Element seed ku mampu menahannya, itu tidak masalah, aku punya beberapa ide." Jawab Theo. Kemudian segera maju menerjang kembali kearah Arthur.


Bentrokan kembali terjadi, Theo hanya menggunakan tenaga fisik nya untuk melawan Arthur, karena memang pada dasarnya tingkatan mereka sangat jauh berbeda, yang merepotkan hanyalah Mana kegelapan milik Arthur yang terus menerus memberi tenaga untuknya bisa bangkit kembali.


Dalam satu kesempatan, tinju Theo kembali mampu membuat Arthur terpental jauh, mendarat dengan keras di pepohonanan pinus. Namun, tak seperti sebelumnya, kali ini Theo tak menunggu Arthur bangkit, melainkan maju menerjang lagi kearah pendaratan Arthur.


Setelah sampai di depan Arthur yang masih terkapar, Theo melayangkan pukulan keras sekali lagi. Pukulan ini membuat tanah retak dan hancur. Membentuk sebuah kawah kecil dengan Arthur berada tepat di tengah pusat kawah.


Ketika melihat Arthur yang sudah penuh luka akan bangkit kembali, Theo menggunaka teknik Es nya untuk menahan gerakan Arthur.


"Freezee!" Gumam Theo. Jari telunjuknya mengarah kepada Arthur.


Segera setelah itu, mana Es merembet keluar di dari ujung jari Theo. Membekukan seluruh tubuh Arthur, hanya menyisahkan bagian kepalanya yang masih bebas.


"Ice Projection!"


Setelah membekukan Arthur, Theo membuat kubah tak terlihat mengelilingi kawah, menghalangi siapapun untuk dapat melihat apa yang ada di dalam kubah.


Kraaakkkk… krakkkkkkk!!!


Ketika Theo selesai membentuk kubah pelindung, suara retakan segera terdengar, dia bisa melihat mana es yang membekukan Arthur, tak bisa bertahan terlalu lama. Tanpa menunda Theo segera memulai proses penyerapan Mana kegelapan di dalam tubuh Arthur.


***


"Apa yang terjadi?"


Bosweric dan kelompok lain yang dari tadi memperhatikan jalannya pertempuran, menjadi terkejut ketika Theo dan Arthur tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka.


"Tetua apa yang terjadi?"


Salah satu anggota house Wildbear yang kebingunan dengan pergantian peristiwa tiba-tiba ini, segera bertanya kepada tetua mereka Master Dario.


"Master Bosweric, siapa pemuda yang tiba-tiba muncul tadi?"


Master Dario yang juga kebingunan, dan tak bisa menjawab pertanyaan anggotanya, segera bertanya kepada Bosweric. Dario menganggap, Bosweric tahu identitas pemuda tersebut berdasakan percakapan kedua nya sesaat setelah kemunculan pemuda itu.


Mendapat pertanyaan itu, Bosweric tak menjawabnya, bahkan tak menoleh kearah Dario. Dia hanya terus menatap kawah kosong yang tak jauh dihadapannya. Bosweric kini mulai mengkhawatirkan keadaan Theo. Bagaimanapun juga dia telah merasakan keganasan mana kegelapan yang di keluarkan Arthur, bahkan sampai sekarang dia tak bisa menghentikan proses korosi dari mana kegelapan di tangannya, meskipun sudah terus menerus mengalirkan mana air penyembuh.


Ketika rasa khawatirnya sudah tak tertahankan, Bosweric segera akan melangkah maju untuk mendekat dan memeriksa kawah didepannya. Namun, sebelum dia melangkah maju, kubah penyamaran yang di bentuk Theo mulai menghilang. Kini semua orang bisa melihat apa yang ada di dalam kawah.


-----------


Berikut merupakan gambar ilustrasi dari Master Xiao Tiankong.


(Note : Gambar ini bukan milik saya, saya cuma memilih dari beberapa referensi yang sesuai dengan imajinasi saya tentang gambaran Master Tiankong.)