
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
"Boss! Apa sebenarnya yang sedang kau rencanakan?" Tanya Thomas. Ketika kelompok Bandit Serigala yang saat ini sedang dipimpin langsung oleh Theo, telah sampai tepat di muka perkemahan besar kelompok Bandit Tangan Besi.
Kelompok Bandit Tangan Besi sendiri, merupakan target kedua yang ingin di taklukkan Theo setelah sebelumnya berhasil dengan sukses menaklukkan kelompok Bandit Langit Hitam.
Namun, yang membuat Thomas sedikit gusar adalah, Theo ternyata tak memilih satu target saja untuk di taklukkan dalam langkah kedua kelompok Bandit Serigala. Melainkan 2 kelompok Bandit besar wilayah Gurun Kematian sekaligus.
Theo membagi pasukan Bandit Serigala menjadi dua, satu di pimpin langsung olehnya, sementara kelompok yang lain dipimpin oleh Zota, Darsa, dan Sanir. Kedua kelompok Bandit Serigala ini bergerak secara bersamaan. Masing-masing menargetkan satu kelompok Bandit besar.
Selain kelompok Bandit Tangan Besi, setengah pasukan Bandit Serigala yang lain kini juga bergerak menuju perkemahan besar kelompok Bandit Pasir Merah.
Langkah yang diambil Theo tersebut, tentu saja membuat Thomas agak cemas. Meskipun memang dengan membagi kelompok menjadi dua dapat menjadi solusi dari masalah waktu yang merupakan kendala utama pada rencana kelompok Bandit Serigala, namun menurut pemikiran Thomas, langkah ini juga agak terlalu beresiko.
Karena membagi kelompok menjadi dua, itu sama saja dengan menghilangkan keunggulan utama kelompok Bandit Serigala. Yakni jumlah mereka yang dua kali lipat dari kelompok Bandit besar lain di wilayah Gurun Kematian. Gabungan antara kelompok lama Bandit Serigala, dengan kelompok Bandit Langit Hitam yang baru saja mereka taklukkan.
Menurut Thomas, itu akan lebih baik jika kelompok Bandit Serigala bergerak dalam satu waktu dengan kekuatan penuh. Sehingga bisa memastikan kemenangan menjadi hampir 100% pada setiap kelompok yang sedang mereka targetkan.
"Hmmmm…. Tak ada yang salah dengan rencanaku! Nanti kau akan paham sendiri! Ada satu unsur kejut yang sudah kusiapkan! Hahahhahah….!" Ucap Theo. Diakhiri dengan tawa lantang.
"Baiklah! Terserah kau saja!" Jawab Thomas singkat. Tampak sedikit jengkel dengan sikap sok misterius yang ditampilkan oleh Boss Besarnya.
"Ohhh…! Mereka akhirnya bergerak!" Ucap Theo. Ketika melihat adanya pergerakan besar dari dalam kemah kelompok Bandit Tangan Besi.
"Baiklah Thomas! Segera atur divisimu!" Tambah Theo. Seraya mengayunkan tangan dengan ringan. Mengeluarkan para Gajah metalik tunggangan divisi pendobrak.
"Yahuha, Yaseya dan para wakil pemimpin yang lain, Kalian juga bergerak!"
Mendengar intruksi Theo, tanpa menunda, Yahuwa dan Yaseya bergerak mengatur divisinya untuk membentuk formasi.
"Bagaimana dengan kami?" Tanya Hella. Seperti biasa, ia telah memakai set tempur lengkap. Menggenggam Tombak Es dan ditemani White Fang disampingnya.
Disekitar Hella sendiri, Gerel atau biasa dikenal sebagai Snakewoman oleh anggota Bandit Serigala, bersama dengan Razak, berdiri tak terlalu jauh. Keduanya juga telah siap terjun ke medan pertempuran kapan saja.
"Hmmm… Kalian akan menjadi bagian dari tim kecil yang kupimpin! Target kita adalah barisan paling dalam formasi musuh! Tempat dimana para anggota elite berada!"
"Hanya kita berempat?" Tanya Gerel. Sedikit mengerutkan keningnya.
"Memang kenapa kalau berempat? Kau takut?" Sahut Hella, mendahului Theo. Segera menyambar kesempatan untuk menyudutkan Gerel begitu melihat ada kesempatan.
"Kapan aku mengucapkan kata takut? Apa telingamu tuli? Aku hanya sekedar memastikan!" Dengus Gerel. Segera memasang tatapan sengit kearah Hella.
"Hmmmm… Selalu saja berisik! Boss! Langsung saja jelaskan detail rencananya!" Ucap Razak. Tampak mulai terganggu dengan perseteruan tak jelas yang selalu ditampilkan Hella dan Gerel.
"Lagipula, kenapa juga kau selalu menempatkanku dalam satu tim kecil bersama dua wanita ini!" Dengus Razak. Menambahi kalimatnya.
"Bagaimana bisa Syakira sangat tertarik dengan bocah ini!" Ucap Hella.
"Kali ini aku sepakat!" Sahut Gerel.
Kalimat yang keluar dari mulut Hella dan Gerel, membuat Razak segera memandang keduanya dengan tatapan sengit balik.
"Hahhaha…! Jangan berprasangka buruk!" Ucap Theo tiba-tiba.
"Bagaimanapun juga, Hella dan Gerel, bisa dibilang adalah dua orang dari beberapa petarung terbaik dalam kelompok Bandit Serigala!"
"Terlebih sebagai sesama generasi muda, kau pasti akan bisa mendapat banyak pelajaran berharga dengan menjadi satu tim dan bertarung bahu membahu bersama mereka!" Tutup Theo.
Theo baru saja menyelesaikan kalimatnya, sampai kemudian, suara berderak keras tiba-tiba mulai terdengar dari arah kemah besar kelompok Bandit Tangan Besi.
"Boss! Mereka sudah bergerak dalam formasi menyerang penuh!" Teriak Thomas.
"Apa kita akan melakukan langkah balik sekarang?" Lanjut Thomas.
Thomas sendiri, bersama dengan divisi pendobrak yang ia komandoi, kini tampak telah siap bergerak kapan saja. Berbaris rapi dengan Gajah metalik pada ujung barisan, divisi pendobrak telah selesai membentuk formasi serangan.
"Hmmm… Tunggu sedikit lagi! Biarkan formasi mereka agak merenggang!" Ucap Theo. Sambil menatap tajam kearah gelombang pasukan musuh. Dan setelah beberapa waktu hanya mengamati.…
"Sekarang saatnya! Serangan penuh!" Seru Theo. Seraya mengeluarkan Raja Naga Hitam.
Mendengar intruksi Theo, divisi pendobrak yang dari tadi telah siap, tanpa menunda bergerak maju menerjang kedepan. Diikuti oleh divisi-divisi lain pimpinan para wakil ketua Bandit Serigala.
Sementara Theo sendiri, segera melompat keatas punggung Raja Naga Hitam, bersama dengan Razak, Hella, dan Gerel yang juga ikut naik ke punggung sang Raja langit tersebut, kelompok kecil ini terbang tinggi menembus awan.
***
(Kemah besar kelompok Bandit Pasir Merah)
Hampir bersamaan dengan sampainya kelompok Bandit Serigala yang dipimpin langsung oleh Theo, kelompok kedua yang dipimpin oleh tiga orang yakni Zota, Darsa, dan Sanir, kini juga telah sampai di depan markas utama musuh yang menjadi target mereka.
"Apakah benar ini akan cukup? Kelompok Bandit Pasir Merah meskipun tak terlalu memiliki banyak anggota kuat, tapi mereka terkenal dengan jumlah aliansinya yang sangat banyak!" Ucap Zota. Sedikit mengerutkan kening sembari memandang kearah lautan pasukan musuh tak jauh di hadapannya.
"Hmmmm… Bukankah sudah sering kubilang untuk berhenti memikirkan terlalu banyak hal! Intruksi yang di berikan oleh Boss Besar sudah sangat jelas! Tugas kita hanya melaksanakan tanpa perlu terlalu banyak bertanya!" Sahut Sanir.
"Kalian berdua siapkan saja divisi masing-masing! Kita akan bergerak bersama begitu melihat ada pergerakan dari lautan musuh yang ada di depan!" Tambah Sanir, kemudian sambil menunggang Serigala metalik, mulai berjalan kearah divisi penyergapnya.
"Yang dikatakan oleh wanita itu benar! Meskipun terlihat sedikit ganjil, namun aku bisa menduga bahwa pasti ada suatu rencana lain yang telah disiapkan Boss Besar!" Ucap Darsa. Tanpa menunggu jawaban dari Zota, ikut bergerak pergi untuk mengatur divisi Thousand Beast yang ia pimpin.
"Hmmmm… Seandainya aku bisa memiliki cara berfikir sederhana seperti kalian!" Gumam Zota.
"Kurasa ini adalah efek buruk dari tekanan yang selama puluhan tahun terakhir selalu membebaniku saat harus memimpin kelompok Bandit Langit Hitam!" Tambah Zota.
Bersamaan dengan keluhan yang diucapkan oleh Zota, satu pergerakan besar mulai terlihat dari pihak kelompok Bandit Pasir Merah tak jauh di hadapannya.
"Sialan! Aku belum melakukan persiapan apapun pada divisiku!" Ucap Zota, kemudian dengan panik segera mengatur divisi yang ia pimpin untuk membentuk formasi-formasi pertempuran.
----
Note : Satu chapter ya, benar-benar sibuk. Besok kembali normal. ^^