
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Boooommmm….!!!
*Booommmm….!!!!
*Boooommmm….!!!
Rentetan suara ledakan terdengar nyaring saat semua orang melakukan serangan hampir di saat bersamaan.
"Tssaaahhhhh….!!!"
Demonic Beast Kelabang raksasa yang menerima serangan, mendesis liar untuk sesaat sebelum tumbang dengan berbagai jenis luka parah di sekujur tubuhnya.
*Baaammm….!!!"
Bersamaan dengan tumbangnya Kelabang raksasa, Demonic Beast lain berbentuk Kepiting raksasa, mendarat turun dari dalam portal. Diiringi dengan Demonic Beast lainnya lagi yang saat ini mulai merangkak keluar dari portal.
"Sialan!" Gumam Theo, saat merasa Demonic Beast yang baru saja keluar, memiliki kelas sedikit lebih tinggi dari yang sebelumnya.
Tanpa menunda, Theo kembali memimpin serangan, dalam beberapa detik bersama dengan kelompoknya, ia berhasil mengalahkan Kepiting raksasa menggunakan rangkaian serangan kombinasi.
*Bammmm….!!!
Tumbangnya Kepiting raksasa, diiringi dengan jatuhnya Demonic Beast ketiga dari dalam Portal, kali ini berbentuk Kadal Hitam yang memiliki banyak duri tajam di sekujur tubuhnya.
Seperti kejadian sebelumnya, kelompok Theo tanpa basa-basi menerjang kearah Demonic Beast tersebut. Namun kali mereka memerlukan waktu sedikit lebih lama untuk bisa mengalahkan sang Demonic Beast.
*Bammmm…!!!
Kadal berduri belum sepenuhnya tumbang sampai kemudian Demonic Beast lain turun dari Portal.
"Boss…! Ini tak ada habisnya! Bila terus berlanjut, kita akan kehabisan simpanan Mana secara perlahan!" Ucap Thomas.
Mendengar kata-kata Thomas, Theo mulai mengerutkan kening, tampak sedang berfikir.
"Lanjutkan dulu seperti ini!" Ucap Theo kemudian, setelah diam untuk beberapa saat.
Waktu terus berjalan, sudah tak terhitung berapa banyak kelompok Theo membunuh Demonic Beast yang terus merangkak turun dari dalam portal. Menyebabkan bangkai dari puluhan Demonic Beast, saat ini berserakan di sekitar ruangan.
Bertarung terus menerus tanpa jeda, membuat kelompok Theo kini secara perlahan mulai kehabisan simpanan Mana dan juga stamina. Bahkan Razak sudah menepi sejak beberapa menit lalu, bocah ini tampak duduk bersila pada salah satu pojok ruangan, fokus mengisi kembali simpanan Mana yang habis sekaligus memulihkan staminanya yang terbatas.
Karena mulai kehabisan tenaga, kecepatan membunuh Demonic Beast kelompok Theo menjadi lebih lambat seiring berjalannya waktu, ditambah dengan fakta bahwa setiap Demonic Beast baru yang baru keluar dari portal, akan selalu memiliki tingkat sedikit lebih tinggi dari Demonic Beast sebelumnya, membuat kelompok Theo semakin susah mempertahankan ritme dalam melawan para Demonic Beast.
Efek buruk dari gagalnya mempertahankan ritme kecepatan dalam membunuh Demonic Beast tersebut, menyebabkan kelompok Theo kini harus menghadapi dua Demonic Beast secara bersamaan. Demonic Beast lain sudah keluar dari dalam portal sebelum mereka berhasil membunuh satu yang keluar sebelumnnya.
*Baaammm….!!!
Kelompok Theo yang kehilangan momentum dan ritme dalam jalannya pertarungan, harus menerima kenyataan pahit saat situasi berkembang menjadi lebih menyusahkan, dimana mereka yang sudah mulai kehabisan nafas dan belum bisa membunuh dua Demonic Beast dihadapannya, kini harus menghadapi 3 Demonic Beast sekaligus ketika satu lagi melompat turun dari dalam portal.
"Boss…!!!" Teriak Thomas cemas.
"Hmmmm…!!!"
"Jadi begitu! Aku mengerti sekarang!" Gumam Theo. Dengan ekspresi wajah tampak menemukan suatu petunjuk.
"Masalahnya sekarang hanyalah waktu dan momen yang tepat!" Lanjut Theo.
"Semuanya! Hentikan serangan! Merapat sekarang juga! Kau juga Razak!" Seru Theo cepat.
Mendengar intruksi tiba-tiba dari Theo, setiap orang yang saat ini sudah mulai frustasi dengan situasi buntu yang mereka hadapi, tanpa banyak bicara segera melaksanakan intruksinya tersebut. Mereka bergerak cepat merapat kearah posisi Theo.
Dan tepat ketika semua orang sudah ada disekitarnya, Theo tanpa basa-basi mengaktifkan tatto segel yang ada di punggung tangan kanannya.
"Joy Kecil keluar!" Gumam Theo. Diiringi dengan nyala hijau terang pada tatto segel Guardian Beast miliknya.
"Tuuu…?" Gumam Joy kecil dengan sorot mata sayu begitu ia keluar dan mendarat ringan di pundak Theo.
"Aura pelindung!" Ucap Theo. Segera memerintahkan Joy kecil mengaktifkan aura pelindung.
*Wunnnggg….!!!
Joy Kecil seketika menyalakan aura pelindung begitu mendengar intruksi Theo. Menyelimuti area sekitar dengan aura pelindung transparan.
*Booommmm…!!!
*Booommmm….!!!!
*Boooommmm….!!!
Beberapa detik berikutnya tepat saat aura pelindung aktif, tiga serangan dahsyat mendarat pada permukaannya. Namun serangan-serangan tersebut bahkan tak membuat aura pelindung ciptaan Joy Kecil bergetar barang sedikitpun.
Kenaikan tingkat yang berhasil di capai Theo beberapa waktu yang lalu, turut membuat Joy Kecil yang terikat kontrak dengannya mengalami kenaikan tingkat kultivasi juga. Kini aura pelindung miliknya berkembang menjadi lebih kokoh.
"Tuuu….!!!" Gumam Joy kecil sekali lagi, menatap dengan tatapan tak peduli kearah tiga Demonic Beast yang baru saja mendaratkan serangan pada aura pelindungnya.
"Kalian semua! Gunakan waktu yang kuberi ini untuk kembali mengisi simpanan Mana dan memulihkan stamina!" Ucap Theo, seraya mulai mengambil posisi duduk bersila.
"Tapi Boss, apakah benar tak masalah seperti ini?" Jawab Thomas. Sambil melihat kearah portal, dimana saat ini satu Demonic Beast lain, hampir sepenuhnya merangkak keluar dari dalam.
Pertanyaan ragu Thomas, segera di sambut dengan tatapan keraguan yang sama oleh Hella dan Gerel, kedua gadis ini seolah ingin menanyakan hal yang sama. Hanya Razak yang langsung mengikuti intruksi Theo tanpa keraguan sama sekali. Bocah ini segera duduk bersila dan kembali melanjutkan proses kultivasi.
"Jangan banyak bertanya! Kita tak punya terlalu banyak waktu! Aku tak bisa menjelaskan secara detail! Lakukan saja apa yang kukatakan sekarang juga!" Dengus Theo. Seraya mengeluarkan beberapa Mutiara Mana Perak.
Mendengar kata-kata Theo. Baik itu Thomas, maupun Hella dan Gerel, masih tampak ragu untuk beberapa saat. Karena kini, satu lagi Demonic Beast telah benar-benar keluar dari dalam portal. Menyebabkan ada 4 Demonic Beast sekarang dalam posisi mengepung. Sementara satu tambahan lagi, sudah mulai merangkak keluar dari dalam portal.
"Apa lagi yang kalian tunggu! Cepat isi ulang simpanan Mana kalian sepenuh yang kalian bisa!" Ucap Theo sekali lagi, kali ini dengan nada membentak begitu melihat ketiga orang di hadapannya belum juga melakukan seperti apa yang ia intruksikan.
"Ba… baik!" Ucap Thomas. Sebelum akhirnya mengambil posisi duduk bersila. Mulai mengisi ulang simpanan Mananya. Aksi Thomas, segera diikuti oleh Gerel dan juga Hella.
*Booommm….!!!
*Boooommm….!!!
*Boooommmm….!!!
Situasi kemudian berubah mencekam saat kelompok Theo yang saat ini berdiam di dalam aura pelindung Joy kecil, harus berkultivasi sembari mendengar puluhan hujan serangan dahsyat menggema di sekitar. Kelompok Demonic Beast yang kini telah sepenuhnya mengepung, tak henti melancarkan serangan kearah aura pelindung.
Hal tersebut menyebabkan aura pelindung yang pada awalnya tampak sangat kokoh, kini mulai sedikit bergetar. Terlihat telah menerima efek buruk dari puluhan serangan bertubi-tubi yang dari tadi dilancarkan oleh kawanan Demonic Beast tanpa henti.
Selain suara ledakan dahsyat, ada satu jenis suara lain yang membuat situasi kelompok Theo menjadi lebih mencekam. Tak lain adalah suara-suara berdebum yang terdengar dari hasil pendaratan Demonic-Demonic Beast baru yang terus keluar dari dalam portal.
Menyebabkan kepungan yang dilakukan oleh kelompok Demonic Beast menjadi semakin rapat. Lebih dari 10 Demonic Beast dengan berbagai macam bentuk, kini telah mengepung kelompok Theo. Dan jumlah tersebut semakin bertambah banyak seiring berjalannya waktu.