Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
224 - Dewa Panggilan Deimos


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


(Wilayah sekitar tebing)


*Blaaaasssttt…!!!


*Blaaaasssttt….!!!


*Blaaaasssttt….!!!


"Hmmm… kenapa mereka ada disini?" Dengus Beladro. Ekspresi wajah santainya menghilang begitu kelompok lima orang dari Endless Heavens Sect tiba-tiba muncul dan tanpa peringatan apapun, mulai membantai kelompok Dark Guild yang ada di lokasi menggunakan serangan aliran Mana leser cahaya.


Bagaimanapun juga, kelompok Dark Guild tidak bisa terlalu melakukakan perwalanan balik, karena meskipun mereka berjumlah puluhan, namun sebagian besar dari mereka hanyalah berkelas General, hanya Beladro dan satu tetua lainnya yang memiliki kelas King.


Sementara lima orang dari Endless Heavens Sect, seluruhnya adalah Knight dengan kelas King. Terlebih itu adalah kelas King tingkat menengah. Empat orang King tahap Bumi, dan seorang King tahap langit.


Hal ini membuat Beladro menjadi bimbang, apakah harus menarik mundur pasukannya atau tidak. Kedatangan orang-orang dari Endless Heavens Sect ini benar-benar diluar dari semua kemungkinan liar yang telah ia pikirkan.


'Hmmm…. Seperti nya kali ini lebih baik mundur dulu!' Gumam Beladro dalam hati.


Namun, belum sempat Beladro mengambil langkah apapun, sebuah serangan atribut cahaya menerjang cepat kearahnya.


*Blaaaasssttt….!!!


"Hmmm….!!!"


Beladro berhasil menghindar tepat waktu, dan segera menoleh untuk melihat penyerangnya, yang tak lain adalah anggota Endless Heavens Sect berkelas King tahap langit.


"Jangan pikir bisa pergi dari sini!" Kata sang Knight, sambil menatap tajam kearah Beladro.


"Dark Guild tak pernah sekalipun menyinggung Endless Heavens Sect, tapi kenapa kalian selalu saja mempersulit kami disetiap kesempatan bila bertemu satu sama lain!" Dengus Beladro geram.


Selama ini, sejak sejarah pendirian Dark Guild ratusan tahun yang lalu, memang kelompok mereka selalu di persulit oleh orang-orang dari Endless Heavens Sect sepanjang waktu. Keadaan mereka bahkan lebih mirip di buru oleh orang-orang dari sekte tersebut setiap kali bertemu satu sama lain, baik itu pertemuan yang di sengaja ataupun tidak.


Mendengar pertanyaan Beladro, Knight dari Endless Heavens Sect yang menghadangnya segera mengerutkan kening. Seolah merasa Beladro baru saja melontarkan pertanyaan yang konyol.


"Apa perlu di tanyakan lagi? Kegelapan dan cahaya tak akan pernah bisa di satukan! Dan kami sebagai kelompok yang di berkahi oleh kekuatan cahaya, tentu saja tak akan membiarkan orang-orang keji beratribut kegelapan seperti kalian untuk tetap ada!"


"Kehadiran kalian hanya akan membawa marabahaya dan petaka bagi Gaia Land ini!"


"Jadi, dengan berkat yang di berikan dewa pada kami, itu sudah tugas Endless Heavens Sect untuk membasmi siapapun yang memiliki kegelapan di dalam tubuhnya!" Kata sang Knight. Menjawab pertanyaan Beladro dengan ekspresi wajah congkak.


"Alasan konyol macam apa itu? Memang orang bisa memilih atribut di dalam Element Seednya?" Bentak Beladro.


"Hmmm… memang tak bisa, tapi bila kau dilahirkan dengan membawa atribut kegelapan, berarti itu sudah menjadi garis takdir yang diberikan dewa, dimana kelahiranmu adalah satu hal yang terkutuk!"


"Jadi, terima saja nasibmu lahir sebagai pendosa! Dan berterima kasihlah pada dewa, karena di pertemukan denganku! Sehingga kau tak perlu lagi terlalu lama memikul dosa besar tersebut!"


"Biarkan aku dan cahaya suciku mengantarkanmu kedunia lain, sehingga bisa bereinkarnasi lagi menjadi orang yang lebih baik!" Kata sang Knight, menutup kalimatnya dengan mulai membocorkan aura cahayanya yang begitu intens dan menyilaukan.


"Garis takdir sebagai pendosa? hanya karena lahir sebagai orang yang memiliki Element Seed tipe kegelapan? Kepercayaan konyol macam apa lagi itu!"


"Dasar kalian fanatik sinting!" Bentak Beladro. Kini juga ikut membocorkan aura kegelapannya dengan intens. Apa yang dilakukan Beladro, kemudian diikuti oleh iblis kontrak miliknya. Malpas.


Melihat iblis kontrak milik Beladro mulai melancarkan aura kegelapan yang melebihi tuannya. Knight dari Endless Heavens Sect yang mulai merasakan aura tekanan kuat dari atribut kegelapan tersebut, segera membuat segel tangan cepat.


Kemudian, selesai sang Knight membuat segel tangan, sebuah tatto dengan simbol aneh mulai muncul di keningnya. Simbol aneh ini sendiri berbentuk satu lingkaran sempurna, dimana tepat pada bagian tengahnya, terdapat tanda dua sayap kembar bercahaya.


Hampir sama seperti proses pemanggilan Iblis yang dilakukan oleh para Assassin dari Dark Guild. Proses munculnya dewa yang dilakukan oleh anggota Endless Heavens Sect juga diawali dengan munculnya simbol lingkaran lain seperti yang ada di kening sang Knight.


Bedanya adalah, bila simbol pemanggilan Iblis dari anggota Dark Guild muncul pada tanah di bawah kaki mereka yang kemudian diakhiri dengan sang iblis merangkak keluar dari dalamnya, simbol pemanggilan dewa milik anggota Endless Heavens Sect muncul pada udara kosong diatas kepala mereka. Dengan dewa yang mereka panggil perlahan melayang keluar dari dalamnya.


Dan saat ini, begitu Dewa agung Deimos keluar dari dalam lingkaran pemanggilan, sang dewa yang tampak memanggul lonceng raksasa dipunggungnya, segera menatap tajam pada sosok Malpas yang berdiri tak jauh di hadapannya.


Deimos sendiri memiliki kepala manusia, namun memakai topeng baja yang menutup penuh wajahnya. Sementara bentuk tubuhnya yang lain, merupakan tubuh dari sejenis burung dengan bulu-bulu putih. Tangan dan kaki dari Deimos juga merupakan cakar burung raksasa.


Bentuk tubuh Deimos ini tampak berkebalikan dari bentuk tubuh Malpas yang berkepala Gagak hitam namun bertubuh manusia.


Disisi lain, Malpas yang merasa mendapat tatapan tajam dari Deimos, segera menatap balik dengan tatapan yang tak kalah tajam, aura kegelapan juga semakin intens menyeruak dari dalam tubuhnya, kemudian dengan perintah Beladro, Makhluk ini melakukan satu langkah kedepan, mulai membuka mulutnya lebar, dan segera berteriak keras melengking. Menyeruakkan atribut kegelapan pekat dari teriakannya tersebut yang berhembus kencang kearah Deimos.


Melihat itu, Deimos tak tinggal diam, dengan intruksi dari Masternya, ia mulai mengangkat lonceng raksasa yang dari tadi dipanggulnya, kemudian membanting lonceng itu keras pada tanah di hadapannya, diteruskan dengan menggunakan atribut cahaya berkilau yang terfokus pada kedua cakar, ia memukul keras lonceng di hadapannya.


*Daaaaaangggg……!!!


Sebuah dengungan suara melengking yang tak kalah keras dari teriakan Malpas, menyeruak keluar dari lonceng milik Deimos. Mendengung dengan keras sambil menyebarkan elemen Cahaya keberbagai arah.


*Boooommmmm…..!!!!


Benturan antar elemen kegelapan ganas, melawan elemen cahaya yang berkilauanpun tak terhindarkan.


Disisi lain, kelompok Arthur kini menatap bingung kearah depan, tak menduga sama sekali bahwa situasi akan berubah menjadi seperti ini, dimana kelompok asing dengan kekuatan luar biasa tiba-tiba datang dan mulai membantai anggota Dark Guild.


"Siapa mereka?" Tanya Arthur.


"Hmmm... Kalau tidak salah, mereka adalah orang-orang dari Endless Heavens Sect!" Jawab Aria.


"Kelompok agung lainnya seperti House kalian?" Tanya Arthur lagi.


"Iya benar! Sudah jangan cerewet, meskipun mereka terlihat membantu kita dengan membantai anggota Dark Guild, tapi sebaiknya kita bergegas pergi dari sini!"


"Orang-orang dari Endless Heavens Sect ini punya jalan pikiran yang tak bisa di tebak! Kita sama sekali tak tau apa tujuan mereka datang kesini!" Kata Aria.


"Oke!" Jawab Arthur singkat, kemudian menggunakan satu tangannya yang tak terluka untuk mengangkat tubuh besar Gregoric. Melemparnya kearah punggung Skull Hydra.


Hal yang sama segera diikuti oleh Aria, ia bergegas mengangkat kembali tubuh Issabela yang tadi sempat terlepas akibat serangan-serangan yang dilancarkan oleh anggota Dark Guild. Menggendongnya untuk menaiki punggung Skull Hydra.


"Skull Hydra, berangkat!" Kata Arthur singkat.


*Groaaaahhh….!!!!


Skull Hydra berteriak kencang untuk sesaat, sebelum mulai bersiap melakukan lompatan. Namun, belum sempat makhluk ini melakukan lompatannya, sebuah tebasan yang berasal dari kilau cahaya raksasa berbentuk pedang, terarah tepat pada leher Skull Hydra, memotong enam kepalanya dalam sekali tebas.


*Woooshhhh…..!!!!


Terpotongnya keenam kepala Skull Hydra, segera membuat makhluk ini tumbang. Berubah menjadi kepulan Hell Fire untuk beberapa saat, kemudian menghilang dalam ketiadaan.


"Apa-apaan!" Kata Arthur kaget.


"Sialan! Kenapa kita juga menjadi target mereka!" Dengus Aria.


Sebelumnya, sambil menggendong tubuh Gregoric dan Issabela, keduanya melakukan lompatan, dengan segera menghindar saat merasakan datangnya serangan dahsyat terarah pada kelompoknya.


"Hmmm… pemuda yang disana! Aku merasakan aura kegelapan liar yang berasal dari dalam tubuhmu! Jadi, kau tak boleh meninggalkan tempat! Kami akan membantumu terlepas dari kutukan kegelapan!"


"Kau bisa mati tanpa rasa sakit!" Kata salah satu anggota Knight dari Endless Heavens Sect, yang saat ini berjalan perlahan kearah Arthur. Dibelakang sang Knight, juga tampak sosok seorang dewa yang memegang dua pedang kembar bercahaya di kedua tangannya.


--------


Catatan Penulis lagi :


Cuma mau mengingatkan, karena sekarang hari Minggu, maka cuma rilis satu chapter saja. ^^


Btw bagi kalian yang lupa dengan Endless Heavens Sect, itu adalah sekte asal dari Madam Alena, ibunda Theo.