
Catatan Penulis :
Selamat malam kawan-kawan, sekali lagi penulis menyapa kawan-kawan pembaca semua. ^^
Dalam catatan kali ini, pertama-tama penulis kembali ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada kawan-kawan pembaca semua yang telah berkenan meluangkan waktu untuk membaca, dan sejenak menyempatkan memberi like, komentar, dan juga Vote untuk karya penulis ini.
Dan tolong juga sempatkan untuk memberi penilaian yah… agar bintang nya agak lebih tinggi lagi, supaya lebih banyak yang tertarik untuk meluangkan waktunya membaca karya penulis, dengan begitu semoga akan lebih banyak lagi yang merasa terhibur dengan anak pertama penulis ini.
Selanjutnya, tujuan penulis membuat note kali ini, ingin mengumumkan bahwa 3 besar Vote yang memenangkan jumlah Vote terbanyak sehingga berhak menerima karya Spin Off eksklusif yang akan dikirim penulis melalui Email. Selain itu, akan ada tiga pemenang tambahan yang penulis pilih secara acak dari mereka yang menurut penulis, paling sering nongol di kolom komentar dan serta vote.
Btw, karena penulis membutuhkan sarana komunikasi, maka bagi mereka yang memenangkan jumlah vote tertinggi, namun tak memfollow back penulis, maka mereka akan gugur dan di gantikan peringkat bawahnya.
Terakhir, penulis ingin kembali sedikit menjelaskan apa itu Karya "Spin Off", mungkin ada beberapa yang belum memahaminya, bila kawan-kawan sudah paham, silahkan skip saja.
Spin Off adalah chapter sampingan yang masih berhubungan dengan cerita utama, namun tidak di ceritakan dalam cerita utama tersebut. Sebagai contoh untuk memudahkan, pemenang minggu lalu mendapat karya Spin Off berjudul:
-Gregoric Alknight : Sang Perkasa
Dalam chapter tambahan tersebut, menceritakan kondisi Gregoric yang tengah melakukan Ujian penilaian akhir tahun di Akademi Surga, ujian ini dilaksanakan pada suatu tempat yang di sebut Menara Surga.
Oke, tak berlama-lama lagi, ini dia pemenang tiga besar vote tertinggi.
Bang Ucup (2640 Vote). Mendapat Spin off : Arthur Wild : Putra Kegelapan.
Julius Leonard (1640 Vote). Mendapat Spin off: Arthur Wild : Putra Kegelapan.
Nizhamaul_806 (1180 Vote). Mendapat Spin off: Gregoric Alknight : Sang Perkasa.
Tiga pemenang Acak, dengan hadiah Spin off Gregoric Alknight : Sang Perkasa.
Ziii 🦊 (Vote minggu ini)
Alviel (Vote minggu ini)
Muhammad Hendri (Kolom Komentar)
Dan karena penulis kemarin juga membuat event khusus di grub chat, dimana 3 orang paling aktif juga akan mendapat hadiah Spin off, maka tiga lagi pemenang akan saya umumkan di grub chat.
Sekian pengumuman hari ini, selamat bagi 9 orang yang memenangkan karya eksklusif Spin off minggu ini, selamat menikmati ^^
(Sedikit bocoran trakhir, Spin off yang penulis buat, nantinya pasti akan tersambung dengan cerita utama ^^)
---------
"Roaaarrrrrr….!!!!!!" Teriakan keras hewan buas menggema dimana-mana.
Saat ini, Theo terlihat sedang meloncat kesana-kemari menggunakan Mana Gravitasinya untuk menghindari serangan berbagai atribut elemen. Joy Kecil berada di pundaknnya, dengan kubah pelindung terpancar mengelilingi tubuh kecilnya.
Sementara di pinggang Theo, terdapat seperangkat senjata rahasia berbentuk pisau kecil berwarna putih polos terpasang melingkar. Pisau-pisau ini tak lain adalah perwujudan senjata dari Mammon, sang Bocah keserakahan.
"Hhhaaahhhhh.. padahal cuma seonggok jiwa sisa, kenapa bisa begitu liar dan ganas!" Gumam Theo kesal, sambil terus menghindari serangan.
Beberapa hari yang lalu, Tiankong menjelaskan rencana untuk dapat menyerap dan memanfaatkan Mana yang terus keluar dari tubuh Hydra.
Menurut Tiankong, Theo harus bisa mendekat kelokasi tubuh Hydra yang ada di tengah tanah lapang, dengan begitu dia bisa menggali Kristal Beast dari makhluk ini dan membiarkan Mammon menyerapnya.
Karena kontrak dengan Gerbang dosa yang ia miliki, ketika Mammon selesai menyerapnya, itu akan menaikkan kelas Roh nya, dan secara tak langsung Theo juga akan terbantu dan mampu menerobos ke kelas Immortal, memanfaatkan sinergi yang tersambung antara jiwa nya dan roh Mammon.
Dan ketika Mammon sudah memiliki tubuh Hydra, luapan Mana liar yang di keluarkan tubuh Hydra di sekitar lokasi ini akan mampu di kendalikan oleh Mammon, dengan begitu Theo juga akan bisa memanfaatkannya untuk naik beberapa tingkat di kelas Immortal. Hitungan Tiankong, setidaknya Theo bisa naik ke kelas Immortal tahap bumi dengan sekali jalan.
Untuk masalah racun yang terus menerus keluar dari tubuh Hydra, Tiankong menyarankan untuk menggunakan pelindung aura milik Joy kecil. Dan karena untuk mengaktifkan pelindung aura membutuhkan banyak sekali mana Besi, Tiankong memberi arahan hanya memfokuskan pelindung aura milik Joy Kecil di sekitar paru-paru Theo, sebab menurut pengamatan Tiankong, racun Hydra hanya akan aktif bila seseorang menghirupnya.
Rencana Tiankong terlihat sangat sempurna, Theo menjadi percaya diri untuk dapat mengatasi Hydra di depannya dengan mudah.
Beberapa hari kemudian Theo habiskan untuk berjalan-jalan di desa tersembunyi. Mengenal penduduknya lebih dekat sambil menunggu Joy Kecil bangun dari hibernasinya.
Dan hari ini, ketika Joy Kecil sudah bangun, Theo segera memutuskan memasuki wilayah segel kuno yang menyegel tubuh Hydra, berharap bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat.
"Ahhhhh, sangat menyebalkan, bila terus begini, aku akan kehabisan Mana sebelum bisa mencapai tubuh makhluk ini!" Dengus Theo kesal. Dia mulai khawatir.
"Master apa yang harus kulakukan?" Theo yang sudah tak mampu memikirkan jalan keluar, hanya bisa bertanya kepada Tiankong yang melayang di sebelahnya.
Tiankong sendiri kali ini tak menyalahkan Theo yang kembali bertanya mengandalkannya, karena dia paham, situasi Theo saat ini sangat berbahaya. Dia kemudian mulai melayang meninggalkan Theo, menuju kearah tubuh Hydra.
Tiankong sendiri tak bisa membantu banyak, karena seperti kasus dengan Gravity Fruit sebelumnya, Hydra adalah makhluk purba, jiwa sisa dari Hydra yang masih memiliki kekuatan Mana yang pekat, akan bisa melahap roh Tiankong begitu menyadari keberadaannya. Sehingga Tiankong hanya bisa menemani Theo sambil menyembunyikan roh nya.
Setelah sampai pada posisi tubuh raksasa Hydra, Tiankong melayang kesana kemari, terlihat melakukan pengamatan dengan seksama. Beberapa saat kemudian. Dia terbang kembali ke arah Theo.
"Aku punya rencana, tapi ini sedikit berjudi." Kata Tiankong ketika sudah berada di sisi Theo.
"Aku terima segala perjudian, itu masih lebih baik dari pada aku harus mati di makan jiwa sisa ini ketika manaku habis." Jawab Theo.
"Baik, dengarkan ini. Aku telah memeriksa tubuh Hydra. Mencoba mencari lokasi dari Kristal Beastnya. Tapi karena tubuhnya begitu besar dan juga karena makhluk ini adalah makhluk purba yang jarang terlihat, sehingga anatomi tubuhnya tak pernah di abadikan dalam catatan apapun sebelumnya, aku cuma bisa menerka-nerka."
"Ada sepuluh bagian tubuh yang menurutku berpotensi menyimpan Kristal Beastnya. Dan kau bisa menyerangnya dengan senjata rahasia Mammon untuk mengeluarkannya dalam sekali serang."
"Namun, karena pisau Mammon hanya ada enam buah, dan setiap kau menggunakannya, itu akan mengambil simpanan Manamu dalam jumlah besar, kau hanya akan memiliki enam kali kesempatan. Bila dalam enam kali lempar kau gagal menemukan lokasi yang tepat, simpanan Manamu akan habis."
"Oleh karena itu, aku bilang ini adalah perjudian." Kata Tiankong menutup penjelasannya.
"Baik, aku ambil resikonya, tolong Master arahkan dimana saja sepuluh lokasi tersebut." Jawab Theo tegas.
"Hmmm, kita mulai dengan menyisir empat kepala bagian tengahnya. Abaikan dua kepala paling luar." Kata Tiankong. Menunjuk kearah empat kepala Hydra bagian tengah dari enam kepalanya.
Tanpa menunda, Theo melaksanakan intruksi Masternya. Dia mengambil pisau pertama, begitu berada di genggaman Theo, pisau ini secara otamatis menyerap Mana Api milik Theo.
Theo sedikit terkejut dengan efek dari pisau lempar Mammon yang menyerap dengan paksa Mananya. Namun dia mengabaikan rasa terkejutnya dan melempar pisau kearah kepala pertama dengan cepat.
*Boooommmmm…
Ledakan api besar berkobar begitu pisau menghantam kepala Hydra, kepala ini kemudian hancur dan terputus, namun tak ada tanda-tanda Kristal Beast di dalamnya.
"Percobaan pertama gagal!" Dengus Theo kesal.
"Rooaaaaaarrrr …….. !!!!" Sementara Jiwa sisa milik Hydra yang merasa tubuhnya di serang, menjadi semakin marah. Dan dengan lebih liar menyerang Theo.
Hal ini membuat Theo semakin kesulitan untuk menghindar, namun dia juga semakin bersemangat, karena saat ini telah menemukan cara untuk menaklukan tubuh Hydra di hadapannya.
Sambil terus menghindar, Theo kemudian mengambil pisau kedua. "Baik percobaan selanjutnya." Kata Theo.
Kali ini pisau yang ia ambil, secara otomatis menyerap Mana Angin dari dalam Elemen seednya. Tanpa menunda waktu lagi, Theo melempar pisau kedua.
*Wooooooshhhhh……
Gelombang angin yang tajam bergejolak memotong-motong kepala Hydra begitu pisau mendarat, tapi lagi-lagi tak ada tanda-tanda adanya Kristal Beast.
"Gagal lagi!"
"Roaaaarrrr…….!!" Hydra semakin marah.
Theo kemudian melanjutkan percobaan ke dua kepala Hydra yang tersisa, namun lagi-lagi hasilnya nihil, tak ada Kristal Beast disana. Kini tinggal dua kali lagi kesempatan yang dimilikinya.
"Master, arah mana lagi?" Kata Theo dingin. Sambil masih terus menghindari serangan jiwa sisa yang semakin ganas dan beberapa kali hampir mengenainya. Hati Theo mulai was-was.
"Kali ini coba area bagian dada tengah!" Kata Tiangkong, ekspresi wajahnya juga mulai tampak khawatir.
Theo mengambil pisau keenam, kali ini pisau ini menyerap elemen kegelapan dari dalam Element Seednya.
*Wuuushhhhh…
Suara ringan dari lemparan pisau terdengar bersamaan Theo melemparnya.
*Jleeeppp……
Pisau mendarat tepat menancap di area tengah dada, kemudian elemen kegelapan mulai menyebar dan membusukkan area tersebut.
*Duuuggggg……
Bersamaan dengan membusuknya dada Hydra, sebuah bola Kristal jatuh ketanah.