Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
248 - Menara Kuno


*Wooshhh…!!!


*Booommmm…!!!


Tanpa mendunda, setelah melihat Fatamorgana mistis di hadapannya, Thomas langsung melakukan lompatan besar, mendarat mantap dengan suara debumam keras di lokasi tempat Theo dan kawanan Bandit sedang latih tanding.


"Gendut! Apa yang kau lakukan!" Bentak salah satu Bandit. Merasa sangat kesal karena saat harus menahan sakit dari tangannya yang patah, getaran dari pendaratan si Gendut yang heboh, semakin menambah rasa sakitnya.


Sementara Theo, menoleh kearah si Gendut sekilas dengan sorot mata menyelidik yang terlihat hanya untuk sesaat, sebelum kembali menarik tatapan menyelidik nya tersebut.


"Ada apa?" Tanya Theo. Menanyakan maksud dari Thomas mengganggu sesi latih tandingnya dengan kawanan Bandit.


"Hehhee... Kakak besar, sepertinya dewa keberuntungan sedang menari-nari diatas kepala kita! Coba lihatlah kearah sana!" Jawab Thomas dengan ekspresi antusias, sambil menggunakan ujung jarinya yang bulat, ia menunjuk ke suatu arah.


"Tidak mungkin! Fatamorgana mistis!" Seru kelompok Bandit, dengan ekspresi antusias yang sama seperti Thomas, begitu melihat arah yang ia tunjuk.


"Fatamorgana mistis?" Tanya Theo, masih tak paham meskipun juga telah melihat Fatamorgana aneh dengan sebuah menara kuno yang saat ini berada tak begitu jauh di hadapannya.


"Kakak besar, Fatamorgana mistis adalah fenomena misterius yang konon hanya muncul setiap beberapa ratus tahun sekali di Gurun Darah Gersang ini!" Kata Thomas, mulai menjelaskan.


"Dan yang paling luar biasa dari fenomena ini adalah, setiap Fatamorgana mistis muncul, itu akan membawa sebuah Menara Kuno bersamanya!"


"Di dalam Menara Kuno ini, banyak sekali harta berharga seperti tanaman herbal ribuan tahun, manual teknik dan item-item kuno, serta banyak lagi benda berharga lainnya!" Lanjut Thomas, menjelaskan dengan terburu-buru.


"Hmmm… Kau mau bilang bahwa Menara Kuno ini adalah suatu ladang harta?" Tanya Theo, kini mulai memasang ekspresi wajah tertarik.


"Itu benar Kakak besar!" Pertanyaan Theo, kali ini di jawab secara serentak oleh kawanan Bandit. Mereka tampak sudah tak sabar ingin melakukan penjelajahan di dalam Menara Kuno yang ada di hadapannya.


Bagaimanapun juga, ini adalah kesempatan emas yang hanya akan terjadi setiap beberapa ratus tahun sekali, belum lagi di tambah dengan fakta bahwa pada semua catatan yang menyebut tentang kemunculan Fatamorgana mistis, itu akan terjadi di berbagai tempat yang berbeda dalam Gurun Darah Gersang.


Yang berarti, Fatamorgana tersebut selain hanya muncul beberapa ratus tahun sekali, juga memiliki tempat kemunculan yang acak. Jadi, seperti kata Thomas, itu adalah sebuah keberuntungan besar bisa berada di tempat yang tepat ketika fenomena ini muncul. Seperti Fatamorgana mistis dengan sengaja malah mendatangi kelompok mereka.


"Kakak besar, saranku segera beri kawanan Bandit ini Pill obatmu, agar mereka bisa pulih dengan cepat. Sehingga bisa ikut membantu melakukan penjelajahan! Bagaimanapun juga, meski Menara Kuno adalah ladang harta, disana juga merupakan ladang jebakan! Terlebih akan ada banyak monster penjaga yang menanti! Jadi, lebih banyak orang yang membantu, itu akan lebih baik!" Kata Thomas. Yang segera di sambut dengan senyum cerah kawanan Bandit.


"Dan juga, seharusnya kita cepat bergerak sebelum kelompok lain mendahului! Apalagi waktu dari bertahannya fenomena Fatamorgana ini juga masih misteri! Akan sangat konyol bila kita mendapat banyak harta tapi terjebak di dalam sana untuk ratusan tahun sampai Fatamorgana ini muncul kembali!" Lanjut Thomas.


'Hmmm… Bilang saja kau hanya ingin segera mendapat banyak harta, terlebih melihat kau adalah pedagang kikir yang selalu menghitung untung rugi dalam semua situasi, saranmu yang mengatakan untuk membawa lebih banyak orang, apalagi itu adalah kawanan Bandit untuk ikut membantu, benar-benar terdengar aneh di telingaku!'


'Bukankah kau cuma ingin memanfaatkan mereka bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di dalam sana? Mengorbankan orang-orang polos ini!' Dengus Theo. Suaranya tiba-tiba terdengar di dalam kepala Thomas.


Hal ini membuat Thomas menjadi benar-benar kaget, ternyata Theo memiliki kemampuan mentransmisikan suara kedalam otak orang lain yang seharusnya hanya bisa di lakukan oleh para Knight pengguna atribut cahaya, kini ia mulai menatap Theo dengan pandangan baru lagi. Benar-benar heran dengan pemuda misterius di hadapannya ini.


Selain itu, yang paling membuat Thomas menjadi sedikit waspada adalah, fakta bahwa Theo nyatanya mampu membaca pikiran piciknya yang ingin mengorbankan kawanan Bandit. Yang mana menurut Thomas, hanya orang sama picik saja yang tentu bisa membaca pikirannya tersebut.


"Hehhe… Kakak besar, jangan terlalu berburuk sangka! Lagipula, bagaimana bisa kau bisa menyebut kawanan Bandit ini adalah orang-orang polos!" Kata Thomas, setelah tampak termenung sebentar. Wajah serius yang baru saja sekelebat ia tunjukkan, kini kembali menjadi wajah antusias seperti biasanya.


Para Bandit yang tentu saja tak bisa mendengar kata-kata Theo kepada Thomas sebelumnnya, segera memasang wajah heran saat Thomas tiba-tiba berbicara seperti itu. Menatapnya dengan tatapan menyelidik yang aneh.


Namun, sebelum mereka sempat berfikir lebih lanjut. Theo membuyarkan lamunan para Bandit ini dengan memberi intruksi.


"Tunggu apa lagi? Ayo pergi kesana!" Kata Theo, memilih tak memperdulikan perubahan sikap aneh Thomas, seraya kemudian memberi puluhan Pill penyembuh pada kawanan Bandit.


***


(Beberapa saat kemudian)


Kelompok Theo kini telah masuk kedalam wilayah Fenomena Fatamorgana mistis, dimana di dalamnya, energi ruang tampak agak tak beraturan. Membuat lingkungan sekitar seperti sedang bergoyang. Terlihat sangat tak stabil dan aneh.


'Hmmmm… perasaan apa ini? Kenapa terasa begitu akrab dan dekat, entah kenapa seperti ada sesuatu di dalam menara ini yang sedang memanggil ku untuk segera masuk kedalam?' Gumam Theo dalam hati, saat sudah berada di depan pintu masuk menara kuno.


Theo hanya terus diam memandangi pintu menara untuk beberapa saat, mencoba memahami perasaan yang sedang ia rasakan. Sampai kemudian mulai menoleh kearah belakang, dimana kawanan Bandit dan Thomas berada.


"Apa kondisi kalian sudah membaik?" Tanya Theo, pada kelompok Bandit.


Mendengar pertanyaan Theo, para Bandit segera menjawab penuh semangat. Mengatakan mereka telah baik dan siap untuk melakukan penjelajahan. Meskipun sebenarnya masih merasa sedikit sakit pada lokasi dimana sebelumnya Theo mematahkan tulang mereka, karena efek Pill obat belum terlalu banyak bekerja disebabkan waktu yang terbatas. Tapi di dorong oleh rasa antusias, tak sabar dalam melakukan penjelajahan, mereka seolah melupakan rasa sakit di tubuhnya. Tampak begitu bersemangat.


"Bagus! Kalau begitu mari masuk dan menjelajah!" Kata Theo, seraya membuka pintu di hadapannya. Tanpa keraguan sama sekali melangkah kedalam Menara.


***


(Beberapa saat setelah masuknya kelompok Theo, di depan pintu masuk menara kuno)


"Hmmmm… Apa kalian yakin kita yang pertama sampai?" Tanya seorang Gadis berkulit sawo matang namun tampak begitu eksotis. Kepada beberapa orang dihadapannya, yang sepertinya adalah pengawal sang gadis.


Gadis ini, selain memiliki kulit yang eksotis, juga berwajah sangat cantik dengan bentuk tubuh sempurna. Bentuk tubuhnya yang tumbuh dengan sempurna, membuat pakaian tipis yang ia kenakan, dimana hanya untuk menutupi beberapa bagian intim dari tubuhnya saja, tampak tak mampu menahan beberapa tonjolan yang mencuat dari tubuh sempurnanya. Menyajikan pemandangan yang begitu menggairahkan bagi setiap lelaki yang memandangnya.


"Nona muda! Sebelumnya memang belum ada yang datang kesini, namun setelah kutinggal untuk mengabari anda tentang kemunculan dari Fatamorgana mistis ini, sepertinya kelompok lain telah datang dan mendahului kita!" Kata salah satu pengawal, begitu melihat beberapa jejak langkah kaki pada pasir di depan pintu menara.


"Hmmmm… Kalau begitu jangan menunda lagi! Ayo segera masuk sebelum mereka mengambil benda-benda yang paling bagus dan berharga!" Dengus sang Gadis, segera turun dari Spirit Beast tunggangannya, memimpin kelompok pasukan berjumlah puluhan orang yang saat ini bersamanya, untuk memasuki Menara kuno.