
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
1.Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
Btw jangan lupa sumbang nama di kolom komentar, buat Arc 2 ^^
_____________________________________________
(Medan pertempuran utara, House Wildbear+Bandit Lebah Hitam+House Braveheart, melawan House True Alknight+House Ironhead)
*Booommm….!!!
*Booommmmm….!!!
Ketika Theo berjalan secara perlahan mendekati Ivanovic, Master Estro serta Master Dario yang ada dilokasi, segera melompat dan mendarat tepat menghujam kedua tangan Ivanovic.
Membuat Ivanovic yang sudah terluka parah akibat dua serangan menyelinap dahsyat yang dengan telak mengenai tubuhnya, serta terguncang secara mental akibat kematian tragis dua orang paling penting dalam hidupnya, kini segera kehilangan kontrol atas aliran Mana dalam Element Seednya, kembali kedalam wujud normal. Pedang kuno yang sedang ia pegang juga terlepas dari genggaman tangannya.
Dan begitu pedang kuno tersebut lepas dari genggaman Ivanovic, Theo tanpa menunda, segera mengeluarkan sebuah kotak tembaga berwarna hitam gelap. Kemudian melempar kotak tembaga ini kearah pedang kuno.
*Klangg….!!!
*Klang….!!!
*Klangg….!!!
Kotak tembaga baru mendarat di samping pedang kuno sampai tiba-tiba mulai terbuka dengan sendirinya, terpisah-pisah secara aneh, dan segera melayang diudara, kemudian kembali menyatu lagi menjadi kotak tembaga sambil menelan pedang kuno di dalammnya.
Semua proses dimana kotak tembaga menelan pedang kuno, terjadi begitu cepat, membuat orang-orang di sekitar yang melihatnya, sedikit tercengang sambil membuka mulut masing-masing. Mereka sama sekali tak pernah melihat kejadian aneh seperti yang sedang terpapar di hadapannya saat ini. Itu terlihat seperti kotak tembaga adalah makhluk hidup yang sedang memakan pedang kuno dengan lahap.
Sementara itu, ketika setiap orang masih memandang kotak tembaga dengan tatapan heran, cenderung penasaran, Theo segera melompat kearah kotak tersebut, kemudian mulai membentuk segel tangan, memasang formasi segel penahanan pada permukaan kotak tembaga.
Dengan selesainya Theo melakukan prosesi segel, aura es kuat yang dari tadi terpancar dari pedang kuno yang berada di dalam kotak tembaga, kini mulai mereda secara perlahan, sampai akhirnya benar-benar menghilang setelah beberapa waktu.
"Hmmmm…. Masukkan kedalam Gelang Ruang-waktu segera! Aku penasaran dengan pedang ini!" Kata Tiankong. Setelah Theo dengan sukses selesai menyegel pedang kuno di dalam kotak tembaga.
"Baik!" Jawab Theo singkat, seraya kemudian melempar kotak tembaga kedalam Gelang Ruang-waktu.
Sebelumnya, ketika pertama kali memasuki medan pertempuran, begitu melihat pedang kuno yang sedang di genggam Ivanovic. Theo yang tertarik dengan pedang tersebut, segera bertanya pada Masternya.
Namun, sama halnya seperti Theo, ternyata Tiankong sendiri, yang biasanya bisa menjawab semua pertanyaan Theo, kali ini tak bisa memberi deskripsi apapun tentang pedang kuno tersebut. Ia hanya mengatakan, aliran Mana Es yang keluar dari dalam pedang, bukanlah aliran Mana Es biasa.
Dugaan kasar Tiankong, pedang kuno tersebut adalah senjata yang memiliki roh item di dalamnya, dimana roh item ini memiliki kendali atas atribut Es. Kondisi yang hampir mirip dengan senjata Busur tempaan Theo. Yang sekarang berada di tangan Issabela.
Hanya saja, karena roh item yang ada di dalam pedang tersebut tampak tak bersedia mengikat kontrak dengan Ivanovic, membuat Ivanovic belum mampu untuk memakai dan mengeluarkan potensi sebenarnya dari pedang kuno yang ia miliki.
Sementara kotak tembaga Misterius yang tadi dikeluarkan Theo, adalah salah satu simpanan pribadi milik Masternya yang merupakan item kelas S. Sebuah item yang berfungsi untuk menyegel suatu senjata atau item lain yang memiliki roh item di dalamnya.
"Hmmmm….!!!"
Setelah urusan dengan pedang kuno selesai, dibawah tatapan dari setiap orang yang ada di sekitar lokasi, Theo kembali berjalan perlahan kearah pamannya Ivanovic, yang saat ini masih di tahan oleh Master Estro serta Master Dario di kanan dan kirinya.
"Namun, sebagai seorang pengkhianat House, yang dengan tercela telah menusuk punggung saudara-saudaranya sendiri, kau bukanlah termasuk kategori lawan yang kuanggap layak!"
"Jadi, mati saja!" Gumam Theo. Seraya kemudian…
*Slaasshhh….!!!
Menggunakan pisau lempar Mammon nya yang memiliki atribut kegelapan, Theo tanpa berkedip menebas leher Ivanovic. Memenggal kepala pamannya tersebut.
Kemudian dengan gerakan sangat cepat, sebelum kepala sang paman jatuh menyentuh tanah, Theo segera menyambar salah satu tombak usang milik pasukan House True Alknight yang telah gugur di sampingnya. Menggunakan tombak usang ini, Theo menusuk kepada Ivanovic. Diteruskan mengangkatnya tinggi keudara.
Dengan ini, Ivanovic Alknight, mantan tetua nomer satu House Alknight, orang yang paling di hormati dalam House setelah sang Lord. Akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, mati di medan pertempuran dalam upaya kudeta yang ia lakukan, ditangan keponakannya sendiri. Theodoric Alknight, tuan muda ketiga House of Alknight.
"SUDAH SELESAI!" Sambil mengangkat tinggi-tinggi tombak yang ia pegang, Theo berteriak lantang.
Suaranya menggema keseluruh medan pertempuran, membuat beberapa pasukan yang masuk sibuk bertempur, menghentikan aksinya masing-masing. Menoleh untuk melihat kearah sumber suara.
Dan begitu melihat kepala yang tertancap di ujung tombak usang yang sedang diangkat tinggi oleh Theo. Seketika kelompok pasukan House True Alknight yang masih bertahan, segera jatuh berlutut. Memandang dengan tatapan kosong kearah kepala Lord mereka.
Sementara itu, berkebalikan dengan ekspresi putus asa yang di tunjukkan oleh kelompok House True Alknight, pasukan House Wildbear, Bandit Lebah Hitam, serta kelompok House Braveheart yang ada dilokasi, segera berteriak lantang penuh semangat. Meneriakkan seruan-seruan kemenangan.
Terbunuhnya Ivanovic, menjadi pertanda berakhirnya medan pertempuran wilayah utara. Perang sengit yang terjadi antara kelompok House True Alknight yang didukung oleh kelompok House Ironhead, melawan Kelompok aliansi House Alknight
yang terdiri dari pasukan House Wildbear yang di dukung oleh Kawanan Bandit Lebah Hitam, akhirnya berakhir dengan kemenangan berada di tangan pasukan aliansi House Alknight.
Dan saat ini, di tengah hiruk pikuk seruan kemenangan yang dikumandangkan oleh pasukan aliansi, salah satu pemimpin Bandit, yakni Pemimpin Bandit Ketiga, tiba-tiba maju kedepan menghadap Theo.
"Boss besar! Tolong beri intruksi selanjutnya!" Kata pemimpin Bandit ketiga.
Mendengar permintaan tersebut, Theo melihat sekeliling untuk beberapa saat, sebelum mulai kembali memasang senyum menyeringainya. Tampak seperti penjahat jalanan. Sebuah seringai yang entah kenapa menurut kelompok kawanan Bandit, merupakan satu ekspresi wajah paling keren yang pernah mereka lihat. Membuat beberapa dari mereka segera mengikuti untuk meniru ekspresi yang sedang di tunjukkan Theo.
"Intruksi selanjutnya?" Tanya Theo. Masih tetap dengan seringai lebarnya.
"Apa perlu ditanyakan lagi? Kecuali wanita dan anak-anak, Habisi semua pengkhianat yang masih bertahan disini! Habisi dan rampok sesuka kalian!" Teriak Theo lantang. Yang segera ditanggapi oleh teriakan liar membahana dari kelompok Bandit. Tanpa menunda, mereka secara serentak, segera menoleh kearah sisa-sisa pasukan House True Alknight yang masih bertahan.
Hal ini membuat kelompok House True Alknight tersisa yang mendengar nya, segera memasang ekspresi ngeri. Mereka begitu ketakutan saat sekelompok Bandit yang sedang sangat bersemangat, sambil memasang seringai menyeramkan di wajah masing-masing, kini menatap dengan liar kearah kelompok mereka.
"Pergi! Selamatkan diri masing-masing!" Teriak Glaria Alknight, membubarkan pasukannya dengan ekspresi wajah putus asa.
Bersamaan dengan teriakan ini, kelompok House True Alknight yang masih bertahan, segera berhamburan meninggalkan lokasi. Namun, bersamaan pula dengan langkah kabur pasukan ini, pembantaian yang dilakukan kelompok Bandit juga segera dimulai. Mereka dengan keji melancarkan serangan-serangan ganas kearah punggung dari pasukan House True Alknight yang berusaha kabur.
*BOOOOMMMMM…..!!!!
Saat Theo masih tampak memandang kearah kelompok House True Alknight yang sedang lari tunggang langgang dikejar kawanan Bandit. Sebuah ledakan elemen kegelapan dahsyat tiba-tiba terjadi.
Merasakan ledakan ini, yang tampak berasal dari medan tempur selatan. Theo segera menoleh, sambil memasang ekspresi cemas di wajahnya.
"Sialan? Hal buruk macam apa yang terjadi disana? Sampai-sampai membuat segel yang kutanam pada Element Seed milik Arthur terpecah!" Gumam Theo.
Kemudian setelah memberi permohonan kepada Master Estro dan Master Dario untuk mengurus sisa dari hal-hal yang perlu di urus di medan tempur utara ini, Theo segera bergegas, bergerak cepat tanpa menoleh kebelakang, menuju wilayah selatan.
__________
Note :
Karena banyak dari kawan-kawan yang merasa kurang nyaman dengan rincian jalannya pertempuran. Mungkin setelah ini akan saya percepat sedikit temponya. Semoga hal ini tak membuat alur cerita menjadi aneh ^^