
(Tiga hari kemudian)
Saat ini, Theo sedang berada di kamar tamu House Braveheart, yang dalam dua hari ini telah ia tempati bersama Arthur. Ia sengaja meminta agar kamar keduanya tak dipisah, karena Theo ingin membimbing Arthur secara langsung tentang bagaimana cara mengendalikan elemen kegelapan miliknya.
Dalam dua hari belakangan, Theo juga telah menyelesaikan semua urusan perihal pertunangannya dengan Aria, yang di sepakati akan di laksanakan setelah urusan House Alknight yang tengah mengalami pergolakan diatasi.
Theo sengaja memilih waktu tersebut, untuk memberi sedikit tekanan serta rasa ikut bertanggung jawab kepada House Braveheart yang mana dengan setuju melakukan pertunangan, berarti telah menyepakati tentang kondisi aliansi diantara dua House.
Karena selama ini, meskipun terikat pertunangan dengan kakaknya Issabela, House Braveheart sering bertindak semaunya sendiri, menganggap House Alknight hanyalah House yang lebih rendah dari mereka. oleh karena itu, mereka lebih sering bersikap pasif, hanya memperhatikan perkembangan dari konflik yang tengah terjadi dalam House Alknight. Mengambil langkah paling menguntungkan bagi diri sendiri.
Dan saat ini, ketika Theo mengambil alih negosiasi antara kedua House mewakili Housenya. Arah pandangan House Braveheart mulai sedikit bergeser. Meskipun tak menyatakannya secara langsung, mereka kini tampak lebih menganggap House Alknight memiliki posisi yang sejajar satu sama lain.
Perubahan pandangan secara drastis itu terjadi saat Theo mempresentasikan semua rencana jangka panjang, yang akan ia lakukan untuk membangun House Alknight nya di masa depan.
Rencana Theo yang penuh potensi, membuat Lord Malforis maupun Lucius menganggap ini adalah kesempatan besar untuk membangun relasi diawal dengan House Alknight.
Karena menurut keduanya, bila rencana Theo ini berjalan lancar, itu tak akan lama sampai House Alknight akan kembali pada masa jayanya seperti beberapa dekade yang lalu. Dimana mereka sangat dekat untuk menjadi House kelas Emas bintang 5. Dan tidak menutup kemungkinan juga, mereka akan menjadi salah satu House yang merubah konstalasi 10 Biggest Knight Group, berubah menjadi 11 Biggest Knight Group.
Hal ini membuat House Braveheart merubah rencana mereka, dimana yang awalnya ingin menjadikan House Alknight sebagai pijakan dalam usaha mereka melebarkan kekuasaan di wilayah Glaire Empire, dengan cara menguasai House tersebut, kini berganti dengan mereka ingin menjadikan House Alknight sebagai sekutu kuat di wilayah Glaire Empire.
Dengan begitu, rencana mereka untuk melebarkan kekuasaan di Glaire Empire, tetap akan berjalan. Dan tentunya akan menjadi lebih mudah lagi karena mendapatkan dukungan dari House Alknight yang memiliki potensi menjadi House emas bintang 5 pertama di Glaire Empire.
Terlebih setelah Theo menyampaikan rencana jangka panjangnya untuk House Alknight, dia juga menyampaikan rencana besar miliknya tentang bagaimana ia akan mengatasi konflik internal Housenya.
Dan rencana besar ini segera menarik minat dari Lord Malforis serta Lucius, meskipun keduanya merasa rencana ini sedikit terlalu eksplosif dan cenderung ke arah sebuah pertaruhan besar, tapi menurut keduanya, rencana Theo merupakan hal yang layak untuk di coba. Dengan cepat, keduanya saling sepakat untuk ikut serta masuk kedalam rencana Theo.
Hal ini membuat Theo tampak puas, dengan sepakatnya House Braveheart untuk bergabung dalam rencana besarnya, maka semua pion yang telah ia siapkan sebelumnya, telah tertata rapi di tempatnya masing-masing. Tinggal menunggu waktu baginya untuk memainkan game besar ini.
Pertemuan kemudian ditutup dengan permintaan Theo untuk meminjam tempat kultivasi milik House Braveheart. Sebagai salah satu 10 Biggest Knight Group, House Braveheart tentu memiliki tempat kultivasi tertutup yang memiliki lingkungan penuh Mana atau energi alam yang melimpah. Dan karena sudah ada di tempat ini, Theo tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk meminjam tempat tersebut.
House Braveheart sendiri, tak memiliki keluhan tentang permintaan Theo tersebut, dengan cepat mereka mempersilahkan Theo untuk berkultivasi di tempat mereka. Bagaimanapun juga, semakin cepat Theo berkembang menjadi kuat, itu semakin baik bagi House Braveheart.
Dan saat ini, dihari ketiga Theo menginap di kastil milik House Braveheart, ia berencana memasuki tempat kultivasi tersebut bersama Arthur.
"Boss…! Kenapa aku harus ikut juga? Aku tak sudi berhutang apapun pada House nenek sihir itu!" Dengus Arthur, memasang ekspresi wajah malas penuh keengganan.
"Hmmm… bukankah kau sangat tak suka bila ada orang yang menyebutmu bocah? Lalu kenapa sikapmu benar-benar seperti bocah?" Dengus Theo balik.
"Bosss….!"
"Sudahlah! Ini adalah kesempatan bagus! Kesampingkan egomu dulu untuk sesaat! Apa kau mau terjebak selamanya di kelas Pioneer tahap puncak?" Kata Theo cepat, memotong keluhan yang akan di lontarkan Arthur.
"Ituu…."
"Dan ayahmu, sudah sepakat untuk turut serta. Itu berati, seluruh House Wildbear mu, akan ikut dalam pertempuran besar ini!"
"Melihat tingkat Kultivasi mu yang rendah, aku yakin ayahmu akan menyuruhmu diam dirumah saja!"
"Apa kau mau hal seperti itu terjadi? Ditinggalkan ketika semua orang berjuang dan bertempur dalam pesta besar?" Tanya Theo, dengan sorot mata tajam, memandang lurus kearah mata Arthur.
"Perang besar? Apa maksudmu?" Tanya Arthur bingung.
"Hmmm… ini berhubungan dengan gejolak yang tengah terjadi di House Alknight ku! Dan saat ini, aku belum bisa menyampaikan secara detail padamu!" Jawab Theo.
"Hmmm… kau juga akan turut serta dalam pertempuran ini?" Tanya Arthur, kali ini mulai memasang wajah serius.
"Tentu saja! Aku adalah tuan muda ketiga dari House Alknight! Bukan cuma aku, kedua kakakku, dan bahkan Aria mungkin juga akan turut serta!" Jawab Theo.
Mendengar itu, Arthur segera memasang wajah semakin serius. "Boss! Bila itu menyangkut dirimu! Maka kau tak boleh meninggalkanku! Apalagi bahkan nenek sihir itu juga akan ikut!"
"Boss kau harus mengajakku!"
"Hmmm… kalau kau memang ingin ikut, maka bertambah kuatlah! Sampingkan ego, ambil kesempatan bagus untuk berlatih yang ada dihadapanmu saat ini!" Kata Theo, kemudian mengeluarkan setumpuk besar Mutiara Mana Perunggu dari dalam gelang ruang-waktu.
"Ambil 1 juta Mutiara Mana Perunggu ini! aku sengaja menyisahkan dan tak menukarnya kedalam Mutiara Mana Perak, sehingga bisa kau pakai untuk meningkatkan kultivasimu!" Kata Theo.
Melihat setumpuk Mutiara Mana Perunggu yang ada di hadapannya, Arthur yang belum pernah melihat uang sebanyak ini sebelumnya, segera memasang wajah terbengong.
"Boss….!"
"Sudah, jangan bicara bawel lagi! Kedepan karena tingkat kultivasi kita berada dalam kelas yang berbeda, maka ruang pelatihan yang kita terima juga akan berbeda!"
"Jadi, itu terserah kau sendiri, akan bisa memanfaatkan sejauh mana seluruh Mutiara yang kuberikan padamu ini!"
"Secara normal, dengan bakat serta kualitas dari Element Seedmu yang jauh diatas rata-rata, ini harusnya sudah cukup untuk membuatmu naik kelas Immortal langit tahap awal! Atau paling tidak Immortal Bumi tahap akhir!" Kata Theo.
Setelah berkata demikian, Theo kemudian juga mengeluarkan beberapa Pill obat yang berfungsi untuk menjaga stabilitas serta ketahanan Element Seed milik Arthur.
Karena dari pengalaman Theo, naik kelas serta tingkat kultivasi dengan cara cepat dan berturut-turut menggunakan banyak sumberdaya seperti ini, akan membuat Element Seed menjadi tidak stabil dam rapuh.
"Konsumsi 5 pill ketika kau naik kelas dari Pioneer ke Immortal! Kemudian rutin konsumsi 2 pill lagi tiap kau naik tingkat di kelas Immortal! Itu akan menjaga Element Seed mu tetap stabil!" Kata Theo menjelaskan fungsi Pill yang ia keluarkan.
"Kita akan melakukan latihan tertutup ini selama seminggu! Bila dalam waktu itu kau tak bisa minimal menembus ke Immortal Bumi tahap akhir, maka aku tak akan memasukkanmu dalam rencana besarku ini!" Kata Theo, menutup seluruh penjelasannya.