
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
*Tap…!!!
Theo melangkah keluar dari dalam gelang ruang-waktu masih dengan raut wajah menyeramkan. Meskipun memang hawa membunuh yang tadi sempat terpancar dari dalam tubuhnya, kini telah mereda.
"Boss! Apakah proses penempaaan yang sedang kau lakukan telah selesai? Disini kami telah selesai menghitung seluruh sumberdaya yang ada di dalam gudang harta!" Ucap Darsa, begitu melihat sosok Theo keluar dari ruang hampa. Ia tampak belum menyadari ekspresi menyeramkan yang kini terpahat di wajah Theo.
"Boss!" Tanya Darsa sekali lagi, sambil mulai berjalan mendekat kearah Theo saat Boss Besarnya itu tak kunjung menjawab pertanyaannya diawal.
"Kita bicarakan masalah sumberdaya nanti saja!" Gumam Theo, aura membunuh intens, kini juga mulai sedikit bocor sekali lagi dari dalam tubuhnya.
"Boss! Ada apa?" Ucap Darsa, bersama dengan seluruh anggota tim ekspedisi kelompok Bandit Serigala yang lain, ia kini menatap ngeri kearah Theo begitu merasakan hawa membunuh yang dikeluarkannya.
Pertanyaan Darsa, kembali tak mendapat jawaban dari Theo, ia justru secara tiba-tiba melompat kearah gunungan Mutiara Mana. Sebelum dengan satu ayunan tangan ringan, memasukkan sebagian Mutiara Mana tersebut kedalam gelang ruang-waktu. Dan hampir bersamaan dengan menghilangnya sebagian tumpukan Mutiara Mana, sosok Theo kini juga menghilang. Kembali masuk kedalam gelang ruang-waktu.
***
(Ruang kosong di depan kastil Gelang ruang-waktu)
"Kau ingin mengaktifkannya sekarang juga?" Tanya Ernesto.
"Ya!" Jawab Theo singkat. Kemudian mulai berjalan kearah tumpukan Mutiara Mana.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi? Kenapa kau tiba-tiba menjadi begitu marah?" Tanya Ernesto.
"Bukan urusanmu!" Ucap Theo. Seraya mengalirkan Mana Air yang ada di dalam Element Seednya, untuk sepenuhnya membungkus seluruh tumpukan Mutiara Mana.
Dan begitu telah selesai membungkus tumpukan Mutiara Mana dihadapannya dengan Mana Air, Theo ganti mengeluarkan aliran Mana Cahaya. Melapisi Mana Air dengan Mana Cahaya. Membuat tumpukan Mutiara Mana, kini penuh dengan energi kehidupan.
*Wunggggg…!!!
Aksi Theo, dilanjutkan dengan ia mulai mengaktifkan medan Gravitasi, meringankan tekanan gravitasi di wilayah sekitar tumpukan Mutiara Mana, kemudian dengan telapak tangan, ia melakukan satu dorongan ringan. Mengarahkan seluruh tumpukan Mutiara Mana, kearah Glory Land Warship.
Disisi lain, begitu tumpukan Mutiara Mana mendekat kearah Glory Land Warship, kapal perang raksasa yang tampak sangat megah tersebut, segera mulai mengeluarkan satu dengungan keras. Kembali memancarkan satu cahaya kemilau emas, sebelum satu pintu raksasa yang ada di dek bagian bawah, kini perlahan terbuka.
Dan begitu pintu di dek bagian bawah telah sepenuhnya terbuka, tumpukan Mutiara Mana, perlahan melayang memasuki pintu tersebut. Seperti makhluk raksasa yang tengah menikmati hidangan makan malam, Glory Land Warship terus menyerap energi kehidupan yang ada di dalam tumpukan Mutiara Mana. Tanpa henti memasukkan seluruh tumpukan tersebut kedalam ruang yang ada di balik pintu.
Sampai akhirnya, ketika seluruh tumpukan Mutiara Mana telah habis terserap, kemilau cahaya emas yang memancar dari Glory Land Warship, semakin bertambah intens. Bersamaan dengan pancaran tersebut, tiang layar raksasa yang ada diatas kapal perang, kini mulai bergetar hebat. Sebelum dengan tiba-tiba, satu layar besar terbentang dengan sendirinya.
Hawa keberadaan kuat yang terasa begitu kuno, segera tersebar saat layar telah terbentang. Hawa keberadaan ini, berasal dari satu tanda formasi segel yang terukir pada lokasi tepat di tengah permukaan layar raksasa.
"Ini satu-satunya kesempatanmu! Jika kau gagal mengganti segel kontrak! Maka selamanya tak akan ada yang bisa memiliki Glory Land Warship ini!" Seru Ernesto kemudian, begitu melihat gambar formasi segel yang ada di tengah layar.
"Aku tahu apa yang kulakukan! Jadi cukup diam dan perhatikan saja!" Dengus Theo. Seraya melompat keatas Glory Land Warship.
"Bocah! Sebaiknya kau tak gagal! Karena bagaimanapun juga, selain dirimu, aku juga punya peran besar dalam keberhasilan merekonstruksi ulang Glory Land Warship ini!" Dengus Ernesto.
"Jadi, berhenti bersikap layaknya Boss dihadapanku! Peran kita sama besar!" Dengus Ernesto.
"Tutup mulutmu! Jika bukan karena waktu yang terbatas, aku juga tak akan memerlukan bantuanmu!" Tanggap Theo.
"Sekarang, sebaiknya kau berhenti mengoceh dan meninggikan peranmu! Proses ini agak rumit! Jadi jangan ganggu!" Tutup Theo. Seraya mulai mengalirkan aliran Mana Kegelapan di tangan kanan, sementara Mana Cahaya di tangan kiri.
"Proses pertama! Hapus!" Gumam Theo, kemudian mengayunkan tangan kanannya yang di penuhi energi kegelapan, pada gambar formasi yang ada di permukaan layar.
Tepat ketika aliran Mana Kegelapan menghujam permukaan formasi, layar segera bergetar hebat, bergeliat seperti melakukan perlawanan pada proses penghapusan yang sedang di lakukan oleh Theo.
"Bocah…!!! Siapa kau dengan berani mencoba menghapus segelku!" Teriak satu suara bernada berat dengan sangat keras secara tiba-tiba.
Bersaman dengan teriakan tersebut, satu hawa keberadaan yang terasa sangat mendominasi dan menekan, kini menerjang tubuh Theo, berusaha untuk membuatnya tunduk dan menggagalkan proses penghapusan.
Jika itu orang lain dengan mental lemah dan ranah jiwa rapuh yang menerima tekanan tersebut, mungkin saat ini dia sudah akan jatuh berlutut. Menjadi hancur ranah jiwa dan mentalnya. Seketika berubah sebagai orang t*lol tanpa pikiran seumur hidup.
Namun, saat ini yang menerima tekanan tersebut adalah Theo, seorang yang telah menjalani empat kehidupan berbeda selama ratusan tahun dalam gerbang dosa. Mental Theo tak tergoyahkan, kualitas ranah jiwanya begitu dalam. Fakta-fakta tersebut, menyebabkan Theo saat ini hanya menatap datar kearah layar raksasa begitu tekanan mulai menerpa tubuhnya. Terlihat tak mendapat pengaruh atau kerugian apapun.
"Kau hanya kehendak sisa! Bahkan tak memiliki roh! Jadi pertanyaannya harus dibalik!" Gumam Theo.
"Suara usang! Siapa dirimu berani melarangku menghapus formasi segel ini!" Ucap Theo, dengan nada dingin yang mencekam. Menyerang balik kehendak sisa dalam segel formasi, dengan kehendaknya sendiri.
*Woooshhhh….!!!!
Bersamaan dengan kata-kata yang diucapkan Theo, aliran Mana Kegelapan yang keluar dari dalam tubuhnya kini menjadi semakin intens, menyebar luas tak hanya pada formasi segel, tapi keseluruh layar raksasa.
Sampai kemudian, setelah beberapa saat berlalu, ukiran formasi kuno yang ada di tengah layar dimana telah sepenuhnya di selimuti aliran Mana Kegelapan, kini mulai berangsur memudar.
"Hmmmm…!!!"
"Proses kedua!" Gumam Theo.
Memudarnya gambar formasi, diiringi dengan Theo juga mulai menarik aliran Mana Kegelapan miliknya. Dan begitu gambar formasi telah benar-benar menghilang, Theo ganti mengayunkan tangan kirinya. Menyelimuti seluruh layar yang kini telah berwarna putih polos, dengan aliran Mana Cahaya kemilau.
Tak berapa lama kemudian, satu gambar formasi segel baru mulai terukir pada permukaan layar. Gambar formasi segel ini, berbentuk seperti lambang Serigala menyalak, namun memiliki beberapa ukiran rune aneh disekitarnya.
"Baiklah! Sentuhan akhir!" Ucap Theo, kemudian mulai menutup mata. Aksi Theo diakhiri dengan satu kilatan cahaya memancar keluar dari keningnya. Memasuki formasi segel Serigala menyalak. Ia menanamkan kehendaknya pada formasi segel tersebut.
"Bocah! Tangkap!" Teriak Ernesto saat melihat Theo telah menyelesaikan proses kontrak dengan Glory Land Warship. Ia melempar satu bola seukuran kelereng berbentuk hitam pekat.
Tanpa menoleh, Theo mengayunkan tangan, menangkap bola yang dilempar Ernesto, dimana tak lain adalah realm kecil berisi kumpulan Demonic Beast yang sebelumnya ada di dalam Istana Emas. Theo tak terlalu lama menggenggam realm kecil Istana Emas, sebelum dengan cepat melemparnya kembali kedalam satu ruangan yang ada di dalam Glory Land Warship. Menutup pintu ruangan, dan membentuk satu segel tangan rumit. Menyegel pintu itu.