
(Beberapa hari kemudian. Pinggiran Hutan Pinus Beku.)
"Boss…! Jangan lupa kabari lagi kalau pestanya sudah akan di mulai!" Kata Arthur, sambil menatap Theo dengan ekspresi wajah antusias.
"Tentu saja! Jangan lupa sampaikan salamku pada ayahmu!" Kata Theo, seraya kemudian mengeluarkan beberapa sumberdaya dari dalam gelang ruang-waktu.
"Ini ada beberapa hadiah yang telah kusiapkan untuknya! Aku titip serahkan juga padanya!"
"Oke…! Kulaksanakan sesuai perintah!" Jawab Arthur, dengan nada riang gembira. Sambil memasukkan sumberdaya yang di berikan Theo kedalam Spacial Ring.
"Ehhhh.. Boss..! Ngomong-ngomong, jangan lupakan janjimu tentang membuatkanku satu set penuh, perlengkapan tempur menggunakan sisa tubuh Hydra ya!"
"Dengan Skull Hydra ku, dikombinasikan dengan perlengkapan tersebut! Aku tak bisa membayangkan betapa kerennya penampilanku nanti dalam pesta besar!" Kata Arthur. Dengan sorot mata penuh kekaguman.
"Hahhaha… tentu saja aku tak akan lupa! Dalam seminggu kedepan, aku memang berencana untuk melakukan penempaan tertutup! Dengan semua bahan yang kumiliki, tanganku sudah gatal dan tak sabar untuk segera menempah!"
"Ehhh tapi ingat! Jangan pernah tunjukan Skull Hydra milikmu pada siapapun! Kalau kau memang ingin pamer, cukup perlihatkan pada ayahmu saja!"
"Skull Hydra ini akan menjadi efek kejut yang menyenangkan dalam pesta besar nanti!" Kata Theo, memberi peringatan pada Arthur untuk kesekian kalinya.
"Boss…! Kenapa terus mengulang-ulang kalimat peringatan itu! Apa kau mengira aku ini seorang bocah yang tak bisa menahan sikap?" Dengus Arthur. Sedikit kesal.
"Hahhahha… sebenarnya kata-katamu barusan, tidak salah sama sekali! Aku memang mengira seperti itu! Hahahah…!" Theo yang melihat ekspresi cemberut di wajah Arthur, bukannya meredahkan, malah mengejeknya secara langsung.
"Boosss…!!"
"Apa? Apa aku salah? Kau bahkan sudah tak tahan untuk pamer sejak pertama kali melangkahkan kaki keluar dari ruang kultivasi!"
"Kau kan bisa saja meminta bagian tubuh Hydra ketika suasana sudah cukup mendukung! Ini malah dengan sok menunjukkan kemampuan baru di hadapan semua orang! Bilang saja kau hanya ingin pamer di depan Aria!" Dengus Theo.
"Ituuu… bukan begitu.. sebenarnya itu… !"
"Ahhh… terserah kau saja!" Dengus Arthur, kesulitan menemukan kata yang tepat untuk melakukan pembelaan.
"Hahhaha.... Sudah lupakan! Ingat dengan benar yang kukatakan tadi! Dan setelah ini, tetap berlatih dengan rajin! Kita akan berjumpa lagi dalam beberapa waktu kedepan!" Kata Theo.
Setelah percakapan ringan tersebut, Theo dan Arthur mengambil rute berbeda, kembali menuju House mereka masing-masing.
***
(Aula utama House Alknight)
"Putraku…! Kau akhirnya pulang nak!"
Lord Arduric berseru begitu antusias, ketika melihat Theo memasuki aula utama ditemani dengan pamannya Bosweric.
"Ayah aku pulang!" Jawab Theo, dengan senyum ramah sederhana
Mendengar itu, Lord Arduric tak memberi jawaban, dia segera maju kearah Theo, kemudian menepuk pundak sang putra dengan kedua tangannya.
"Kakak…! Bukankah lebih baik membiarkannya kembali kekamar untuk istirahat dulu? Malah mengajak minum teh!" Dengus Bosweric.
"Ahhh… benar juga! Hahahah…!" Jawab Lord Arduric, yang justru tertawa aneh saat menyadari saran istirahatnya kurang tepat.
"Hahhaa… paman! Itu tak masalah! Lagipula aku juga tak terlalu capek! Lebih baik segera adakan pertemuan terbatas yang terdiri dari beberapa orang terpercaya saja! Banyak yang ingin kusampaikan!" Kata Theo.
"Hmmm… apa kau yakin?"
"Yahh… tidak masalah!"
"Baiklah kalau begitu! Aku akan menyiapkan pertemuannya!" Jawab Bosweric, setelah itu segera melangkah pergi meninggalkan aula utama.
Tak lama kemudian, pertemuan terbatas yang di minta Theo pun dimulai, dalam pertemuan ini, Theo menyampaikan semua hasil yang ia dapat dalam perjalanannya kali ini.
Hasil-hasil yang di laporkan Theo sendiri, membuat para tetua yang hadir dalam pertemuan terbatas menjadi sedikit tercengang. Terutama ketika Theo menyampaikan tentang House Braveheart yang setuju membatalkan pertunangan Issabela.
Ketika pertama mendengar ini, raut wajah Lord Arduric segera berubah menjadi penuh cahaya, simpul kusut yang selama ini menjerat dan membebani hatinya, akhirnya bisa ia kesampingkan. Namun, ekspresi lega ini hanya bertahan untuk sesaat, karena setelah itu, Theo menyampaikan bahwa pertunangan di ganti menjadi antara dirinya dengan Aria.
Theo yang menyadari perubahan ekspresi wajah ayahnya tersebut, kemudian dengan cepat menjelaskan bahwa ia sama sekali tak masalah dengan pertunangan ini. Ia bersedia menikah dengan siapapun asalkan untuk kebaikan House.
Lord Arduric yang juga bisa melihat tak ada titik-titik keterpaksaan apapun dalam sorot mata Theo, akhirnya bisa menjadi sedikit lebih tenang begitu mendengar apa yang di sampaikan putranya ini.
Laporan kemudian dilanjutkan dengan Theo menjabarkan semua rencana dan juga bidak-bidak yang telah ia susun. Meyakinkan setiap orang yang hadir dalam pertemuan terbatas bahwa rencana yang telah ia susun, telah berjalan kearah yang telah semestinya sesuai rencana Theo di awal.
Mendengar itu, para tetua yang ada di ruang pertemuan, tak terkecuali Lord Arduric dan juga Bosweric, menjadi bersemangat. Sorot mata mereka semua segera menunjukkan keteguhan dan semangat juang tinggi.
Pertemuan kemudian ditutup dengan Theo menyampaikan bahwa ia akan melakukan penempaan tertutup dalam seminggu kedepan, guna membuat beberapa perangkat yang akan diberikan kepada kedua kakaknya serta Arthur.
***
(Keesokan harinya)
"Nak, kenapa tak melakukan penempaan di dalam House saja? Kami bisa menyiapkan semua kebutuhan yang kau perlukan!" Kata Lord Arduric, ketika mendengar Theo akan melakukan perjalanan kedalam Hutan Pinus Beku hanya untuk rencana penempaan tertutup nya.
"Ayah, masalah itu… sebenarnya ada beberapa tempat di dalam Hutan Pinus Beku yang ingin kukunjungi terlebih dahulu! Karena disana tersimpan bahan yang berguna untuk menaikkan presentase keberhasilan dalam proses penempaanku!"
"Jadi, dari pada harus bolak-balik, aku sekalian saja melakukan penempaan tertutup disana!" Jawab Theo, memberikan pengertian pada ayahnya.
"Baiklah kalau begitu! Apa kau perlu pengawal? Biar pamanmu ikut menemani!" Kata Lord Arduric, tampak masih belum rela melepas Theo lagi, setelah hanya bertemu cuma dalam waktu satu hari.
"Itu tidak perlu ayah! Paman sudah cukup sibuk untuk mengatur dan menjaga Basecamp! Aku tak ingin membebaninya terlalu jauh!"
"Lagi pula, apa kau lupa kalau saat ini aku sudah menjadi seorang General!" Jawab Theo. Dengan senyum sederhana, mencoba menenangkan ayahnya.
"Hahhaha… benar! Kau! Putraku! Adalah General termuda dalam sejarah House kita!" Kata Lord Arduric lantang, penuh kebanggaan. Seolah memang berniat membuat semua orang yang ada di sekitar mendengar kata-katanya tersebut.
"Baiklah! Semoga sukses dalam penempaanmu!" Tambah Lord Arduric, menatap Theo dengan sorot mata khas milik seorang ayah, yang benar-benar bangga kepada anaknya.