
Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.
Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.
Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v
_____________________________________________
Issabela sudah berada dalam Mode Soul Knightnya saat aliran Mana milik gadis ini mulai di serap oleh Panah Musim dingin. Yah Issabela menyebut senjata panah kelas S pemberian Theo sebagai panah Musim dingin.
Ketika Issabela melakukan gerakan menarik busur, hawa dingin yang sangat menusuk segera memancar kelingkungan disekitarnya. Bersamaan dengan hawa dingin ini, sebuah anak panah yang terbuat dari es beku, tampak sangat solid, terbentuk dengan perlahan. Semakin lama semakin mengeras dan memancarkan hawa dingin lebih intens lagi.
*Wunggg….!!!
*Krraaakkkk….!!!
Suara mendengung keras yang di akhiri dengan fenomena gelombang es menyebar luas beberapa meter dari posisi Issabela, membekukan area sekitar, menjadi pemandangan penutup saat Issabela selesai membentuk anak panah Es raksasa.
Dengan sorot mata terfokus pada satu titik arah, Issabela semakin mengencangkan tarikan busurnya.
"Adik! Bersiap!" Kata Issabela, memberi aba-aba kepada Gregoric.
Mendengar itu, Gregoric yang awalnya masih tampak malas, karena merasa tak nyaman dengan peralatan yang sedang ia pakai, segera berubah serius ekspresi wajahnya.
Bersamaan dengan perubahan drastis ekspresi wajah Gregoric tersebut. Pemuda ini juga mulai berubah kedalam mode Meridian Knightnya. Memasang sikap bertahan dengan sorot mata waspada. Menggenggam erat Gada raksasa yang sedang dipegangnya.
"Lakukan!" Kata Gregoric.
Mendapat kata siap dari adiknya, Issabela tanpa menunda dan tanpa memberi jawaban apapun, menarik nafas dalam, kemudian dengan menyuntikkan seluruh aliran Mana yang tersisa dari dalam tubuhnya, ia melepaskan tali busur es yang dari tadi ia tahan.
"Musim dingin telah tiba!" Gumam Issabela lirih, begitu anak panah es raksasanya terlepas.
*Wooossshhhhh…..!!!!
*Krraaaaaakkkkk…..!!!
Suara menderu yang amat keras, dibarengi dengan suara retakan es dari lintasan tanah yang membeku ketika dilewati oleh anak panah es raksasa, segera terdengar menggema menuju kearah medan pertempuran.
***
(Lokasi medan pertempuran)
"Apa itu!" Seru Victor, ketika melihat anak panah es raksasa yang diselimuti hawa dingin mematikan, merusak lingkungan sekitar yang di lewatinya, bergerak dengan cepat, tepat mengarah diposisi kelompok Soul Knight yang tengah ia pimpin saat ini berada.
Tak hanya Victor, setiap orang yang ada di lokasi juga menunjukkan ekspresi terkejut yang sama, bahkan tak terkecuali para pejuang dari desa tersembunyi. Saat ini, mereka tampak sama terkejutnya dengan kelompok House Helsinsberg saat melihat anak panah raksasa yang tampak sangat mengerikan tersebut.
Anak panah ini bagaikan perpanjangan tangan dari iblis Es, membawa badai musim dingin yang sangat mematikan, bergerak cepat membekukan setiap kehidupan dilokasi yang dilewatinya.
"Sialan! Ini terlalu berlebihan! Dia bilang itu hanya akan membuat sedikit keributan! Sedikit keributan apanya? Ini terlalu dahsyat!" Dengus Ketua Aurelas. Saat melihat panah Es raksasa bergerak cepat mendekati posisinya.
Kemudian dengan wajah cemas dan sedikit terburu-buru, pria tua ini segera memberi tanda pada seluruh anggota Desa tersembunyi untuk berkumpul. Dibawah arahan langsung oleh Aurelas, seluruh Klan Agila kemudian mulai melakukan segel tangan. Membuat formasi pelindung gabungan raksasa.
Dan sesaat setelah formasi pelindung raksasa selesai terbentuk….
*Boooommmmm…..!!!!
*Kraaaaakkkkkkkk…..!!!
Sebuah ledakan hawa dingin dahysat segera menyapu seluruh wilayah, membekukan sepenuhnya wilayah tersebut.
"Kakaaaakkk…..!!!!"
Melihat pemandangan mengerikan tersebut, Alexis segera berteriak parau. Dia yang berada di lokasi cukup jauh, bahkan masih bisa merasakan hawa dingin rembesan dari ledakan dahsyat ini. Jadi, ia tak bisa untuk tak menjadi sangat khawatir pada kondisi kakaknya yang berada tepat di lokasi ledakan tersebut.
"Tuan muda Theo terlalu santai ketika mendeskripsikan tentang daya hancur panah buatannya!"
Disisi lain, Arsegio yang juga melihat dampak dahsyat dari panah yang dilepaskan Issabela, kini ikut memandang ngeri kearah lokasi pusat ledakkan.
*Kraaakkkk….!!!
*Kraaakkkk….!!!!
Meskipun telah meledak sedemikian rupa, namun efek dari ledakan ini tak berhenti hanya dengan memberi kerusakan berat pada area pendaratannya, namun juga mulai menyebar, membekukan area yang lebih luas lagi.
Membuat setiap orang yang melihat dari jauh pemandangan ini, tanpa sadar sedikit bergetar ketakutan. Hawa dingin dari gelombang kejut sisa ledakan juga mulai membuat orang-orang ini menggigil kedinginan.
Kejadian ini seketika menjadikan medan pertempuran yang semula riuh oleh teriakan-teriakan perang, menjadi hening seketika.
*Bzzzzttt…..!!!!
*Booommmmm…..!!!!
*Pyaaaarrrrr……!!!!
Namun, setelah beberapa saat, ketika area ledakan masih di selimuti embun, suara ledakan dahsyat yang terlihat berasal dari derakan sebuah listrik kuning, tiba-tiba muncul dan menghancurkan area yang diselimuti es beku.
*Wuuusshhh….!
*Wuushhhh….!!
*Wuushhhh….!!!
Bersamaan dengan munculnya derakan listrik kuning yang menghancurkan medan Es, sekelompok orang melakukan lompatan tinggi, keluar dari reruntuhan pecahan Es.
"Hah…! Hah…! Hah…!"
"Berapa orang yang selamat!" Teriak Victor lantang dengan nafas putus-putus, setelah berhasil keluar dari dalam penjara Es.
*Kraaaakkkk…..!!!!
Belum ada yang sempat menjawab pertanyaan Victor, sampai tiba-tiba sebuah suara pecahan es lain terdengar lantang dari sebuah gunung Es raksasa yang terbentuk di hadapan kelompok House Helsinsberg yang berhasil selamat dan baru saja keluar dari penjara Es.
*Pyaaarrrr…..!!!!
*Gruuuuhhhhh…..!!!
Suara retakan ini kemudian berganti dengan suara pecahan Es, yang membuat getaran hebat saat gunung Es hancur berantakan.
Gunung Es tersebut ternyata tak lain adalah formasi pelindung raksasa yang tadinya dibentuk oleh kelompok Klan Agila. Akibat gelombang Es dahsyat yang membekukan semua wilayah, formasi raksasa ini berubah menjadi gunungan Es.
"Hmmm… apa semua baik-baik saja?" Tanya Aurelas, memeriksa anggotanya, begitu keluar dari formasi pelindung raksasa.
Para pejuang desa tersembunyi dari Klan Agila yang mendengar pertanyaan ini, tak memberi jawaban apapun, hanya mengangguk secara bersamaan, menandakan mereka semua baik-baik saja.
"Hmmmm… setelah ini, aku akan menanyakan tentang semua detailnya saat membahas strategi dengan tuan muda Theo!" Dengus Aurelas, tampak kesal dengan Theo.
***
(Lokasi Issabela dan Gregoric)
"Adik! Aku mengandalkanmu!" Kata Issabela, kemudian mulai duduk bersila, mengeluarkan beberapa sumber daya aneh, dan segera menyerapnya.
"Kau bisa santai! Aku akan menjagamu sampai simpanan Manamu kembali penuh!" Jawab Gregoric.
Sumber daya aneh yang dikeluarkan Issabela sendiri adalah beberapa sumberdaya yang di bawah Theo dari dalam Jurang Misterius, sangat berguna untuk kembali menghimpun dan mengisi simpanan Mana.
Ketika Issabela masih sibuk mengisi kembali Mananya, untuk melakukan serangan gelombang kedua, Gregoric memasang sikap waspada, melihat kearah medan pertempuran.
Hanya beberapa saat Gregoric memandang kearah medan pertempuran, sampai dia melihat sekelompok kecil Knight beranggotakan kurang lebih 5 orang dari House Helsinsberg, bergerak cepat kearah posisi dirinya dan Issabela sedang bersembunyi saat ini.
Melihat kelompok Knight dengan kelas General bergerak kearahnya, Gregoric bukannya merasa takut, tapi malah mengembangkan senyum di wajahnya.
"Sepertinya sudah ketahuan!" Gumam Gregoric. Kemudian melompat maju kedepan, sedikit menjauh dari Issabela.
"Hahahha… jika mau datang! Maka datanglah!" Seru Gregoric lantang, sambil mulai memasang sikap bertahan, senyum di wajahnya kini juga berubah menjadi sebuah seringai, seringai khas penjahat jalanan.