Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
377 - Membagi Peran


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Lalu, perihal ramalan kuno?" Tanya Theo.


Mendengar pertanyaan Theo, Darsa dengan cepat segera memberi penjelasan.


Menurut Darsa, leluhur Suku Thousand Beast, mendapat manual teknik tentang kontrak Spirit Beast dari seorang makhluk suci yang mengatakan dirinya berasal dari surga.


Makhluk suci tersebut, menyampaikan bahwa dewa atau tuan dari seluruh Spirit Beast adalah para Guardian Beast. Memerintahkan leluhur Suku Thousand Beast menyembah para Guardian Beast sebagai dewa bila ingin mendapatkan berkat dari para Spirit Beast.


Namun, selain memberi manual teknik rahasia, makhluk suci yang berinteraksi dengan leluhur suku Thousand Beast, juga menyebut satu ramalan. Dimana bahwa suatu saat, suku Thousand Beast akan mengalami kepunahan.


Kepunahan tersebut, akan bertahan hingga ratusan tahun sampai muncul seorang pengontrak Guardian Beast yang mengatakan bahwa ia ingin menaklukkan seluruh Gaia Land di bawah kakinya. Membawa perubahan besar pada wajah Gaia Land. Sebuah revolusi besar. Bersama dengan munculnya orang tersebut, maka kejayaan suku Thousand Beast akan bisa dibangun kembali.


"Hahhh…! Entah kenapa aku seperti pernah mendengar ramalan kuno semacam ini sebelumnya!" Ucap Theo. Setelah Darsa menyelesaikan penjelasan panjangnya.


Ramalan kuno yang ia dengar dari mulut Darsa, menurut Theo hampir mirip dengan ramalan kuno yang ada di Desa Tersembunyi tempat tinggal Klan Agila dan Klan Asura. Terlebih lagi, kedua ramalan kuno ini berasal dari dua kelompok kuno True Knight, dan keduanya juga sama-sama menyembah Guardian Beast sebagai dewa.


'Hmmmm… Ini benar-benar membuatku penasaran! Siapa sebenarnya makhluk suci tersebut!' Gumam Theo dalam hati.


'Mungkinkah satu eksistensi yang sama dengan Master? Seorang Knight dari realm yang lebih tinggi?' Tanya Theo. Pada dirinya sendiri.


"Ijinkan aku ikut denganmu! Aku sudah lelah bersembunyi selama ratusan tahun!" Ucap Darsa tiba-tiba. Memecah keheningan karena Theo tak segera memberi tanggapan. Jatuh dalam pikiran mendalamnya.


"Ratusan tahun?" Tanya Theo.


"Yah, aku telah hidup ratusan tahun dalam persembunyian! Bertahan hidup menggunakan segel rune rahasia suku Thousand Beast, hanya untuk menunggu kedatanganmu!"


"Mulai saat ini, aku sebagai keturunan terakhir suku Thousand Beast, akan membantumu untuk membentuk satu dinasti baru!"


"Suku Thousand Beast akan menjadi salah satu kelompok yang menopang dinasti baru tersebut!" Tutup Darsa.


Mendengar permintaan Darsa, Theo segera menaikkan salah satu ujung alisnya. Kemudian tiba-tiba tertawa dengan sangat lantang.


"HAHAHHAHHAA….!"


"Dengan semua yang kau jelaskan padaku tadi! Bukankah bayaran yang kau minta ini terlalu besar! Bergabung dengan kelompokku tampaknya merupakan ujung tali dari nasib Sukumu!"


"Sekarang malah terbalik! Aku justru ingin bertanya, manfaat apa yang bisa kau berikan padaku sehingga aku harus menerimamu!" Tanya Theo.


Mendengar pertanyaan Theo, tanpa banyak bicara, Darsa segera mengeluarkan sesuatu dari dalam Spacial Ringnya. Yang ia keluarkan adalah satu gulungan yang terbuat dari kulit Spirit Beast.


"Sebagai bayaran awal atas permohonanku, kuberikan manual teknik tersebut sebagai hadiah dan bukti ketulusan!" Ucap Darsa.


"Hmmmm… Menarik!" Ucap Theo, sambil mulai membuka dan melihat isi dari manual teknik. Ia tampak hanya membaca sekilas manual teknik tersebut, sebelum dengan cepat dan tanpa ragu, melemparnya kembali pada Darsa.


"Kau akan memimpin satu divisi baru dalam kelompok Bandit Serigala! Divisi ini kuberi nama Thousand Beast!"


"Latih para True Knight, dan ajarkan manual teknik tersebut pada mereka!" Tutup Theo.


Mendengar kata-kata Theo. Tatapan Darsa menjadi bergetar untuk beberapa detik, sebelum akhirnya kembali normal. Ekspresi wajahnya tampak antusias ketika ia mulai tertawa lepas layaknya orang gila. Beban yang selama ratusan tahun ini ia tanggung, akhirnya bisa sedikit ringan.


"Hahhhahahha….! Gurun Kematian akan segera kembali pada pemiliknya! Para Spirit Beast yang tinggal didalamnya, pasti sudah lama menantikan momen ini!" Seru Darsa.


Kata-kata Darsa, membuat Theo kini menjadi tahu, alasan misterius di balik berkumpulnya hampir seluruh Spirit Beast wilayah Gurun East Region di Gurun Kematian, adalah karena memang di tempat inilah dulu leluhur mereka melayani tuannya. Suku Thousand Beast kuno.


"Hmmm… Karena kau sudah resmi menjadi anggota kelompok Bandit Serigala, ada satu tugas yang ingin kuberikan padamu! Untuk saat ini, kau tak perlu ikut denganku kembali ke perkemahan Bandit Serigala! Pergi ke perkemahan Bandit Langit Hitam, dan lakukan beberapa hal. Setelah selesai, tunggu intruksi lanjutan dariku!" Ucap Theo. Seraya kemudian mulai menyampaikan beberapa intruksi pada Darsa.


Selesai mendengar intruksi Theo, Darsa kembali memakai kain hitam penutup wajah, kemudian pergi meninggalkan tempat. Kembali ke perkemahan Bandit Langit Hitam.


"Tak kusangka bahwa Darsa memiliki identitas dan masa lalu yang cukup tak biasa!" Ucap Zota, saat Darsa telah beranjak pergi.


"Zota, dunia ini sangat amat luas!" Ucap Theo, sambil melihat kearah langit.


"Tapi, entah kenapa dunia yang begitu luas ini, seperti hanya terus berputar disekitarku!"


"Tetap bersamaku, dan kau akan lebih sering bertemu dengan orang seperti Darsa!" Tutup Theo. Mengakhiri semua kata-katanya dengan beberapa kalimat yang terkesan sangat congkak.


Namun, meskipun mendengar kata-kata congkak dari Theo, Zota entah kenapa justru tak memiliki keraguan sama sekali dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Boss Besarnya ini. Ada satu perasaan di salah satu sudut hatinya yang mengatakan bahwa Theo tak boleh di bantah. Hanya perlu memberi kepercayaan mutlak padanya.


***


(Kemah rapat kelompok Bandit Serigala)


"Kalian semua, dengarkan aku baik-baik! Rencana penyerangan pada kelompok Bandit Langit Hitam, akan dilakukan 1 minggu dari sekarang!" Ucap Theo. Kepada seluruh wakil pemimpin Bandit Serigala yang saat ini telah berada di dalam kemah rapat.


Tak hanya para wakil pemimpin, Theo juga memanggil seluruh anggota kelompok Bandit Serigala lain yang menurutnya akan memiliki peran cukup besar dalam rencana serangan kali ini. Termasuk diantaranya trio Gerel, Hella, dan Razak.


"Thomas, kau pimpin divisi pendobrak di garis depan! Sanir dan divisi penyergapnya akan menjadi pendukung!" Ucap Theo. Mulai membagi peran.


"Nantinya akan ada beberapa mainan baru yang kuberikan dan bisa di pakai divisi pendobrak!" Tambah Theo.


Mendengar Theo menyebut mainan baru, Thomas segera menjadi antusias. Tanpa banyak pertanyaan, ia yang biasanya cukup cerewet, dengan sigap menerima peran yang diberikan Theo padanya.


"Zota, kau pimpinan Divisi pelacak, atur untuk memilih kelompok kecil yang berjumlah kurang dari seratus orang! Sertakan Gerel, Hella, dan Razak dalam kelompok tersebut! Ada intruksi khusus yang nantinya akan kuberikan pada kalian!" Ucap Theo.


Setelah memberi peran pada Zota, Theo melanjutkan dengan membagi peran lainnya pada masing-masing wakil pemimpin yang mengomandoi tiap-tiap divisi kelompok Bandit Serigala.


Penyampaian rencana Theo didengar dengan sangat teliti oleh setiap orang. Berlangsung agak lama karena Theo menyampaikan detail. Sampai kemudian, ketika matahari tampak akan terbit, Theo membubarkan rapat. Memberi perintah pada tiap-tiap wakil pemimpin untuk kembali pada divisinya masing-masing.


Fokus setiap orang pada satu minggu setelahnya adalah mematangkan peran yang di terima divisinya. Bersiap menyambut gelombang pertempuran besar yang semakin mendekat.