Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
Kura-Kura Kecil


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Ohh kau ingin membahas apa?" Jawab Theo, masih tanpa menoleh sambil melakukan penempaan.


Bletaaaaakkkkkk…..!!!!!!


Sebatang kayu mendarat di kepala Theo dengan keras.


"Auchhh.. master kenapa kau memukulku?" Bentak Theo. Sambil menggosok-gosok kepalanya.


"Berhenti menempah! Bukankan sudah kubilang perhatikan dengan benar kalau aku sedang berbicara denganmu!" Bentak Tiankong balik.


"Haha iya.. iya maaf.." Kata Theo, mulai menyadari kesalahannya.


"Hmmmmppp…." Dengus Tiankong.


"Sudah jangan marah begitu, apa yang ingin kau bahas master?" Tanya Theo.


Setelah menenangkan dirinya, Tiankong mulai menatap kearah Theo. "Setelah ini aku ingin kau menghentikan latihan Alchemy dan Forgingmu, sudah waktunya mengevaluasi budidaya dan teknikmu. Bukankah kau ingin segera menerobos ke kelas Immortal?" Tanya Tiankong.


"Yahh, kurasa aku memang sudah terlalu lama asik dengan dua hal ini. Jadi master, apa kau punya arahan?"


"Kau sudah tahu, kebutuhan sumber dayamu sangat lah besar, karena Element Seed tipe Netral membutuhkan banyak sekali mana untuk menerobos ke kelas selanjutnya." Tiankong mulai menjelaskan.


"Dengan sumber daya yang kau miliki saat ini, itu masih sangatlah kurang meskipun kau menyerap semuanya."


"Kau harus menemukan sumber daya khusus yang memiliki kualitas sama dengan setidaknya mana besi kuno yang pernah kau serap sebelumnya." Tiangkong menjelaskan sambil melayang kesana kemari.


"Selain itu, kau juga punya kebutuhan untuk segera menemukan kristal Beast yang cocok untuk dua bocah dosa lain yang telah kau taklukan."


"Mereka akan sangat membantu meningkatkan kekuatanmu dalam pertempuran, sangat di sayangkan jika kau hanya bisa menggunakan Baal, padahal ada dua bocah lain yang sudah kau taklukan."


"Jadi bisa kusimpulkan, ada dua poin penting yang perlu kau capai dalam waktu dekat ini. Yakni menemukan sumber daya spesial untuk menerobos ke kelas Immortal, dan juga menemukan dua kristal beast untuk dua bocah dosa yang lain."


"Tentu dua bocah ini tak akan mau menerima kristal Beast yang biasa-biasa saja. Minimal mereka hanya akan mau kristal Beast dari Spirit Beast dengan garis darah Ancient seperti kasus Baal."


"Untuk Kristal Beast, itu tidak terlalu mendesak. Setidaknya kau menemukan satu untuk salah satu bocah dosa sudah cukup." Tiankong menutup penjelasannya.


"Hmm.. jadi master, kesimpulannya, aku harus mencari sumber daya dan kristal beast kuno?" Tanya Theo.


"Benar, kau cepat tanggap. Aku suka itu." Jawab Tiankong.


"Dan aku mempunyai saran yang mungkin bisa membantu. Namun, seperti biasa, resikonya juga cukup besar."


"Master katakan saja, aku sudah mulai terbiasa. Bukankah memang kekuatan tak didapat secara gratis." Theo menatap Tiangkong dengan tatapan teguh.


"Hmm bagus! Dengarkan baik-baik."


"Ketika kita keluar dari jurang misterius beberapa waktu yang lalu, samar-samar aku bisa merasakan aliran mana kuno yang kuat di kedalaman Hutan Pinus Beku." Tiankong mulai kembali menjelaskan.


"Bisa kukatakan, di suatu tempat pada kedalaman hutan itu, pasti ada wilayah rahasia yang menyimpan suatu energi kuno. Kurasa tempat ini akan cocok untuk menguji keberuntunganmu."


"Mungkin kau akan menemukan kebutuhanmu untuk menerobos atau mendapatkan Kristal Beast di tempat itu."


Kedalaman Hutan Pinus beku adalah tempat yang sangat berbahaya, wilayah ini sangatlah misterius karena belum banyak yang bisa masuk terlalu dalam. Kelompok ekspedisi elit dari beberapa house yang menguasai hutan pinus beku biasanya hanya melakukan eksplorasi di pinggiran wilayah dalam.


Itu karena di wilayah bagian dalam ini, hidup berbagai Spirit Beast kelas tinggi seperti Raging Ape yang sangat berbahaya. Oleh karena itu, ide Tiankong untuk masuk menjelajah bagian dalam adalah ide yang sangat menantang dan berbahaya. Resiko nya sangat besar.


"Hmmm.. sepertinya tidak ada cara lain, ini adalah kesempatan bagus untuk bisa memenuhi kebutuhanku paling cepat." Kata Theo setelah terlihat berfikir sejenak.


"Baiklah, dan ingat untuk melakukan penjelajahan seorang diri saja. Agar aku bisa dengan leluasa memberi arahan tanpa ada yang mengganggu. Dan kurasa kesempatanmu untuk kabur bila ada bahaya akan meningkat tinggi bila kau bergerak sendiri." Saran Tiankong.


"Aku akan mengikuti intruksi Master." Kata Theo.


Setelah berdiskusi dengan masternya, Theo segera melakukan persiapan untuk melakukan penjelajahannya. Dia memperkirakan perjalanan ini akan membutuhkan waktu berhari-hari atau mungkin selama sebulan lebih.


Oleh karena itu, dia ingin meninggalkan beberapa obat-obat dan manual teknik yang bisa digunakan oleh Jasia dalam mengembangkan pelatihannya kedepan selama dia pergi melakukan penjelajahan.


"Tuan muda, berapa lama kau akan pergi dalam perjalanan ini?" Tanya Jasia ketika Theo mengunjungi dan menyampaikan rencananya.


Theo sengaja tak memberi tahukan kemana dia akan melakukan penjelajahan kepada siapapun, termasuk kepada orang-orang terdekatnya seperti Lord Arduric dan Jasia. Karena Theo bisa tahu mereka akan merasa sangat khawatir bila tau akan melakukan perjalanan ke pedalaman hutan pinus beku.


Oleh karena itu, dia hanya mengatakan ingin melakukan perjalanan dan pelatihan tertutup di daerah sekitar jurang misterius.


"Hmm mungkin untuk beberapa hari, paling lama selama sebulan, aku tak bisa memastikannya." Kata Theo.


Jasia mulai menundukkan kepalanya mendengar jawaban tak pasti Theo. "Tuan muda, apakah kau benar-benar tak mau aku menemanimu?" Tanya Jasia.


"Hahaha. Hanya beberapa hari, paling lama sebulan. Apa kau tak bisa menahan rasa rindumu padaku selama itu? Aku bahkan belum berangkat, dan kau sudah bersikap seperti ini." Goda Theo.


Mendengar pertanyaan menggoda Theo, Jasia semakin dalam menundukkan kepalanya, tak mampu menatap mata Theo. Muka nya merah padam.


"Bukan begitu tuan muda, aku hanya khawatir." Jawab Jasia malu-malu.


"Haha. Tenang saja, kau tahu aku bisa menjaga diriku dengan baik. Lagian aku sudah terbiasa dengan wilayah jurang misterius. Apa kau lupa aku sudah hidup di sana selama 4 tahun." Jawab Theo.


"Dan aku pasti akan membawakanmu oleh-oleh yang bagus ketika aku kembali"


Mendengar itu, Jasia yang masih menundukkan kepalanya entah kenapa tak bisa menahan perasaan bahagia, dia mulai tersenyum sendiri. Merasa Theo memperhatikannya.


"Asalkan tuan muda pulang dengan selamat, itu sudah cukup untukku." Jawab Jasia.


"Hahahahhaha.. Jasia, terima kasih." Theo tak tahu harus berkata apa selain berterima kasih. Setiap orang akan merasa hangat di hatinya bila ada orang lain yang memperhatikannya.


Ditengah obrolan Theo dan Jasia. Suatu aliran mana aneh tiba-tiba terasa berfluktuasi dengan kuat. Theo bisa merasa aliran mana ini sangat familiar dan dekat dengannya. Bersamaan dengan fluktuasi aliran mana ini, tanda tatto di punggung tangan kanan Theo mulai bersinar terang.


Melihat itu senyum Theo semakin melebar, sekarang dia tau kenapa fluktuasi mana ini tidaklah asing. Ini adalah mana besi kuno yang berasal dari Silver Turtle.


Kura-kura kecil yang ada di dalam segel tatto akhirnya memberi tanda-tanda akan bangun dari tidurnya. Hal ini membuat Theo menjadi sangat antusias. Dia sudah lama menunggu momen ini.


"Tuan muda, apa yang terjadi?" Tanya Jasia Khawatir. Dia terkejut dengan aliran mana kuat yang tiba-tiba keluar dari punggung tangan kanan Theo.


"Jangan khawatir. Anakku akan segera bangun." Jawab Theo.


"Anak?" Jasia mulai bingung.


Saat Jasia masih mencoba mencerna kata-kata Theo. Cahaya di tatto Theo semakin bersinar dengan terang. Beberapa saat kemudian, seberkas cahaya putih keluar dari dalamnya.


Wuussshhhhh……


Bersamaan dengan suara mendesing seekor spirit beast kecil tampak terbang keluar dan mulai turun perlahan ketanah.


"Tuuuu… Tuuu… Tuuuu .."


Spirit beast itu berbentuk kura-kura kecil seukuran telapak tangan, tubuhnya berwarna putih polos seluruhnya. Saat ini dia sedang bersuara lucu sambil menatap kearah Theo.