Seven Deadly Child

Seven Deadly Child
316 - Kabar Buruk


Sebagai bentuk dukungan kawan-kawan buat Novel Seven Deadly Child ini. Penulis berharap, tanpa paksaan, cukup melakukan dua hal ini.



Sempatkan pencet tombol LIKE sebelum membaca.


Sempatkan meninggalkan KOMENTAR setelah membaca, terserah mau komen kayak apa, ketik satu huruf "A" saja sudah termasuk komentar kok :v



_____________________________________________


"Rencana penyerangan dan penghancuran total House Braveheart?" Gumam Theo. Memasang ekspresi wajah buruk.


Dia benar-benar tak menyangka, kemunduran yang dialami oleh House Braveheart pasca mereka turut serta dalam pertempuran di wilayah Hutan Pinus Beku, akan berkembang sedemikian rupa.


"Kematian Lord Malforis benar-benar telah membuat gelombang besar!" Gumam Theo.


Dalam surat yang di tulis oleh Xiao Shiu, gadis itu mengatakan, bahwa saat ini House Braveheart sedang terdesak oleh beberapa kelompok House lain yang membentuk aliansi guna menyingkirkan House Braveheart yang sekarang dalam posisi lemah, keluar dari 10 Biggest Knight Group.


Menurut sumber yang di miliki Gaia Mercenaries, Xiao Shiu bisa menarik kesimpulan bahwa kelompok aliansi dibentuk hanya sementara waktu. Bekerjasama untuk menghancurkan atau paling tidak semakin melemahkan House Braveheart.


Dengan begitu, ketika House Braveheart sudah tak bisa dan tak layak lagi berada di jajaran 10 Biggest Knight Group, kelompok aliansi baru akan berebut satu sama lain untuk menggantikan posisinya.


Dalam kelompok aliansi dadakan tersebut, terdapat 3 House besar yang paling menonjol, mereka adalah House Frozenie, House Whitesmoke, dan House terakhir yang merupakan House dengan peluang terbesar untuk menggantikan kedudukan House Braveheart, tak lain adalah House Estrabat yang sudah menjadi rahasia umum memiliki dukungan dari House Helsinsberg dibelakang mereka.


Ketiga House besar inilah yang menginisiasi dan terus menggencarkan rencana penggulingan House Braveheart dari posisi mereka dalam 10 Biggest Knight Group. Ketiganya juga merupakan pionir pembentukan aliansi dadakan yang sekarang berhasil terus menyudutkan House Braveheart.


Dan ketika surat dari Xiao Shiu dibuat, aliansi dadakan tersebut yang telah berhasil menyudutkan House Braveheart, saat ini mulai melancarkan rencana besar mereka yang disebut Xiao Shiu sebagai -Rencana penyerangan dan penghancuran total House Braveheart- kesimpulan ini diambil Xiao Shiu setelah melihat adanya pergerakan pasukan besar-besaran yang sedang menuju wilayah House Braveheart.


Pasukan berjumlah besar dimana merupakan gabungan dari beberapa House besar itu, bergerak secara terorganisir mengepung wilayah House Braveheart dari segala penjuru.


"Tetua Liu, sebelumnya anda pernah bilang, bahwa surat yang aku titipkan memerlukan waktu satu minggu untuk sampai di tangan Manajer Xiao!" Tanya Theo tiba-tiba.


"Itu benar!" Jawab tetua Liu singkat.


"Jadi, memerlukan waktu yang sama untuk surat balasan ini diantar kesini?" Tanya Theo lagi.


"Seharusnya memang seperti itu, namun karena satu dua hal, kurir yang dikirim oleh Manajer Xiao untuk mengantarkan surat balasan, sedikit terlambat sampai disini."


"Sehingga surat yang harusnya sampai 2 minggu lalu, baru terkirim pagi tadi?" Jawab tetua Liu.


"Terlambat dua minggu?" Ucap Theo dengan ekpsresi wajah tak senang, cenderung marah.


"Tuan muda, apa yang salah?" Tanya tetua Liu begitu melihat perubahan ekspresi tiba-tiba pada wajah Theo.


Namun, Theo yang mendapat pertanyaan, tak memberi jawaban. Hanya mulai mengerutkan kening.


"Dua minggu! Dua minggu! Itu sudah berlalu dua minggu sejak surat ini di tulis! Yang artinya rencana penyerangan sudah di lancarkan! Atau yang paling buruk bahkan sudah selesai!" Gumam Theo. Ekspresi wajahnya kini menjadi semakin buruk.


"Tetua Liu, kurasa urusan bisnis kita akan sedikit berubah! Aku akan merepotkan anda untuk mengirim semua bahan yang telah kubeli, pada sebuah lokasi!" Ucap Theo, seraya mulai menulis satu koordinat lokasi diatas kertas, kemudian menyerahkannya pada tetua Liu.


"Tolong antarkan semua pesananku ketempat tersebut!" Ucap Theo.


"Tuan muda, ini…" Tetua Liu tampak tak terlalu senang dengan apa yang di katakan Theo. Meskipun tak berani menolak, karena Theo merupakan anggota ekslusif Gaia Son Paviliun, pria tua ini terlihat sudah akan mulai mengeluh.


Namun, sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, Theo melakukan gerakan tangan ringan, dalam sekejap mengeluarkan 2 Spacial Ring diatas meja.


"Satu Spacial Ring merupakan hadiah yang kuberikan padamu, sebagai bentuk permintaan maaf karena telah merepotkan!" Ucap Theo.


"Sementara satu lagi adalah bayaran penuh transaksi selanjutnya! Untuk bulan depan, aku ingin kau menyiapkan bahan-bahan yang sama, namun dengan jumlah 5 kali lipat!" Tambah Theo.


Mendengar apa yang dikatakan Theo, tetua Liu segera menelan lagi semua keluhan yang tadi sempat akan ia ucapkan. Dengan gerakan tangan yang tampak sangat cekatan, pria tua ini meraih dua Spacial Ring pemberian Theo.


"Hmmmm… Tuan muda, transaksi bisnis dengan anda selalu saja berhasil membuat dada pria tua ini berdebar setiap waktu!" Ucap tetua Liu, begitu selesai memindai isi dari dua Spacial Ring. ekspresi wajah tak senang yang sebelumnya ia tampilkan, kini seketika berubah menjadi ekspresi wajah antusias.


"Anda bisa tenang! Semua akan kuurus dengan baik!" Jawab tetua Liu. Dengan senyum lebar di wajahnya.


"Baiklah, kalau begitu aku permisi!"


Dengan langkah bergegas, Theo keluar dari Gaia Treasure.


***


(Daerah gurun gersang, tak terlalu jauh dari kota Zordan)


"Kalian berdua, untuk beberapa waktu kedepan, aku akan pergi ketempat yang cukup jauh. Jadi kusarankan untuk menunggu di kota Zordan atau lokasi manapun, terserah kalian!" Ucap Theo.


"Aku ikut!" Jawab Gerel cepat


"Aku juga!" Sahut Hella.


"Hmmm… Terserah! Tapi jika kalian memutuskan untuk ikut, maka jangan membuat masalah dan berikan dukungan pada setiap hal yang akan kulakukan!"


"Yang harus kalian tahu, begitu sampai di lokasi tersebut, sepertinya akan ada pertempuran besar yang menanti!" Ucap Theo.


"Tak masalah!" Jawab Gerel, tanpa berfikir sama sekali.


"Pertempuran besar ya? Aku sudah lama ingin mencicipinya!" Jawab Hella.


Mendengar jawaban dua gadis tersebut, Theo yang tak mau ambil pusing karena sedang terburu-buru, hanya memberi anggukan singkat, sebelum mulai melakukan segel tangan rumit.


*Wunggggg….!!!!


Selesai Theo membuat segel tangan, suara mendengung keras terdengar, diiringi dengan Istana Emas terbang keluar dari dalam tubuhnya. Melayang diatas langit dengan cahaya kemilau indah.


"Sasi keluar!" Ucap Theo.


"Saya disini!" Jawab Sasi, tiba-tiba sudah berada di hadapan Theo dalam posisi berlutut.


"Jika aku ingin pergi ke portal ruang yang berada di aula transportasi Wilayah Frozen Stone City, Ibukota Blackwood Empire, berapa biaya yang diperlukan?" Tanya Theo.


"Tuan, berikan aku koordinatnya saja! Aku bisa menilainya dari situ!" Jawab Sasi.


Tanpa menunda, Theo segera menuruti permintaan Sasi. Dan setelah mendapat koordinat dari Theo, sang goblin melihat koordinat tersebut untuk sesaat, sebelum kembali menatap kearah Theo.


"Mutiara Mana yang diperlukan untuk mengaktifkan portal ruang Istana Emas mencapai posisi yang anda berikan adalah 8 juta mutiara Mana Perunggu untuk sekali lompatan!" Jawab Sasi.


"Hmmmm… Sekali lompatan? Jadi hanya untuk satu orang?" Tanya Theo.


"Benar!" Jawab Sasi.


"Kalian dengar? Jika mau tetap ikut, itu adalah biayanya!" Ucap Theo kepada Hella dan Gerel.


"Tak masalah!" Jawab Gerel cepat. Kemudian melempar satu Spacial Ring kepada Theo. Gadis ini tampaknya memiliki simpanan kekayaan cukup banyak.


"Aku hanya memiliki sisa 5 juta! Pinjamkan dulu kekurangannya, karena tujuan kita adalah North Region, tak akan sulit bagiku untuk menggantinya setelah sampai!" Ucap Hella. Seraya melempar sebuah Spacial Ring kepada Theo.


"Tak perlu! Karena kau telah memutuskan menjadi anggota Bandit Serigala, kedepan aku akan memotong pinjamanmu hari ini dari jatah bagian rampokan yang akan kau terima setelah Bandit Serigala kembali aktif!" Ucap Theo.


Tanpa banyak menunda waktu, Theo memberi semua Mutiara Mana yang dibutuhkan kepada Sasi. Yang di teruskan dengan sang Goblin melompat masuk kembali kedalam Istana Emas.


*Wunggggg…!!!


Istana Emas kembali mengeluarkan bunyi dengungan. Kemudian menyala terang untuk sesaat sebelum sebuah portal ruang tiba-tiba terbentuk.


"House Estrabat! Lihat saja, sepertinya aku harus menyelesaikan kalian sedikit lebih cepat!" Gumam Theo. Seraya melompat masuk kedalam portal ruang. Diikuti oleh Hella dan Gerel di belakang.


(Arc 2 bagian awal : Perjalanan baru, berakhir.)