
\=Chapter 098. LAWAN TIDAK SEBERAPA\=
\=
\=
Li Yian, masih mengarahkan pedang panjang miliknya kepada anak buah dari kelompok Sabit Tunggal! Akan tetapi sampai beberapa saat mereka belum berani menyerang Li Yian sama sekali.
"Apa kalian tidak berani untuk maju terlebih dahulu, jika tidak ada. Maka aku akan menyerang duluan!" ucap Li Yian masih belum bergerak.
"Bocah kecil, kau hanya besar mulut! Lawan tidak seberapa seperti kalian! Hanya sampah di mata ku!" orang yang memiliki codet di mukanya langsung membentak.
Dia sangat marah, karena sudah di serang secara tiba-tiba oleh Li Yian hingga daun telinga miliknya buntung! Di tambah ucapan Li Yian yang begitu arogan membuat dia naik darah.
"Sampah? Baiklah kita lihat, siapa yang sampah itu!" jawab Li Yian.
Lalu tanpa basa-basi lagi dia langsung bergegas menerjang empat orang yang ada di hadapannya dengan tebasan menyamping.
"Jurus pertama, tebasan bayangan kegelapan!" gumam Li Yian.
Kilatan bayangan kegelapan begitu cepat melaju ke arah empat orang itu.
Bahkan langkah cepatnya Li Yian, tidak bisa di lihat oleh mata empat anak buah kelompok Sabit Tunggal, mereka hanya bisa melihat bayangan hitam yang sudah sampai di depan mata mereka masing-masing.
"Sial gerakan apa itu? Aku tidak bisa melihatnya!" ucap salah satu dari mereka.
Sedangkan yang lain hanya bisa menahan nafasnya.
Slaazz..!
"Aaakkkhh..!!"
Keempat orang itu langsung tumbang sambil memegangi leher mereka masing-masing, karena sayatan dari tebasan kegelapan sangat dalam di bagian leher.
Mereka berempat langsung tumbang di tempat dan mati seketika.
Li Yian tidak berhenti di situ saja, dia langsung menyerang laki-laki pemilik codet di wajahnya, muka dia yang tadinya jelek dan sangar. Kini tambah lebih jelek lagi, karena saking kagetnya dengan kekuatan Li Yian.
"Saatnya kau yang mampus!" bentak Li Yian kepadanya.
Dia masih menggunakan jurus yang sama, saat penyerangan pertama tadi.
"Aku tidak akan terkena serangan, dari jurus yang sama!" ejek orang itu.
Tring..!
Baammm..!
"Sial, tebasan itu sangat kuat! Dia sudah melebihi pendekar atas tahap puncak!" gumam si codet setelah terkapar di atas tanah cukup jauh.
Sisa anak buah dirinya langsung mundur, mereka semua lari dengan cepat.
"Tidak akan ku biarkan kau lari!" ucap Li Yian dengan senyum mengembang di wajahnya.
Dia langsung memungut dua sabit yang tergeletak di sana, lalu melemparkan ke arah dua orang yang sedang lari terbirit-birit.
Syuuut..!
"Aaakkkhh..!" dua orang langsung tumbang seketika.
Karena dia belakang punggung mereka menancap sabit milik temannya.
Tangan merek berdua menggapai-gapai sabit itu namun tidak terjangkau sama sekali, akhirnya langsung mati.
Si pemilik codet di muka, langsung berusaha mundur dengan mendorong menggunakan kakinya, hingga berusaha bangkit dari posisi terbaring lemas di tanah.
"Sial bocah itu ternyata monster berdarah dingin!" ucap dia di benaknya.
Padahal dirinya pernah melakukan bentuk kejahatan berbagai macam, namun melihat keganasan Li Yian, yang di anggap dirinya masih bocah! Dapat membunuh lawan tanpa berkedip, Membuat dia langsung bergetar hebat.
Li Yian mendatangi si codet dengan jalan perlahan, sambil menyeret pedang miliknya di tanah hingga membantuk garis panjang.
Setelah beberapa langkah di depan lelaki berwajah sangar itu Li Yian langsung berhenti.
"Siapa tadi yang kau anggap lawan tidak seberapa? Kau anggap sampah?" ucap Li Yian.
Dia berucap mengangkat pedang miliknya lalu di taruh di atas pundaknya, gaya itu sangat memprovokasi lawan! Namun lawannya yang sudah tidak berdaya, membuatnya tambah takut.
*
*
*
Di sisi lain, saat Li Yian belum melakukan penyerangan.
Baba Yaga yang tadi di bentak oleh Bao Mu, kini hanya bisa memasang wajah sok polosnya.
Mendengar di bilang orang idiot membuat Baba Yaga marah, di tambah dia menengok ke arah Li Yian saat ini! Menjadi semakin iri.
Baba Yaga yang melihat Li Yian masih adu bacot membuat dia geram! "Sial enak juga saudara Li Yian mendapatkan lawan, dia di berikan kesempatan menyerang terlebih dahulu!"
Anak buah itu langsung mencabut pedang mereka masing-masing, lalu menerjang ke arah Baba Yaga dengan cara mengeroyok.
"Curang kalian main keroyok?" ucap Baba Yaga mundur beberapa langkah setelah di serang dengan ganas.
Anak buah Bao Mu, sedikit terhenti karena ucapan Baba Yaga! Karena Baba Yaga terlihat takut.
"Jangan dengarkan ucapannya, bunuh saja langsung! Tidak ada aturan seperti itu." ucap Bao Mu pada anak buahnya.
Dirinya pun langsung mencabut pedang miliknya, yang sudah jarang sekali dirinya gunakan! Karena tidak menemukan lawan yang sebanding karena musuhnya selalu di habisi oleh para anak buahnya terlebih dahulu.
Mendengar ucapan pemimpinnya, mereka langsung meneruskan serangan masing-masing.
"Hanya bercanda! Ha-ha-ha-ha." Baba Yaga langsung tertawa dan bergerak cepat.
"Aku pinjam senjata mu!" lanjut Baba Yaga sambil bergerak menyerang.
Kraakk..!
"Aaakkkhh..!" salah satu dari mereka menjerit kesakitan, karena sambungan sikunya di patahkan oleh pukulan Baba Yaga.
Karena tangan itu patah, pedang yang di pegang olehnya langsung terpental! Baba Yaga langsung menangkap dengan mudah.
"Bunuh..!" ucap semua lawan Baba Yaga.
Trinng..!
Trinng..!
"Sial senjata jelek!" keluh Baba Yaga, setelah beradu dua kali serangan dengan lawannya.
Namun mereka tetap saja terpental cukup jauh, dengan sigap tendangan Baba Yaga mengarah ke dua musuh lainnya.
Buukk..Buukk..!
Kraakk..!
"Aaakkkhh, tu-tulang rusuk ku patah!" ucap salah seorang dari anak buah Bao Mu yang tergeletak di tanah karena ambruk akibat tendangan Baba Yaga.
Slaazz..!
Slaazz..!
Dua lainnya langsung ambruk mati terkena tebasan, Baba Yaga menyongsong serangan Bao Mu.
Trinng..!
Buummm..!
Ledakan energi, terjadi di sana!
"Uhukk..! Sial dia sangat kuat ternyata!" Bao Mu terpental beberapa langkah lalu jatuh berlutut, dia langsung terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah.
Hanya sisa dua musuh lainnya yang tadi di tangkis pertama untuk menguji kekuatan pedang pinjaman itu, Baba Yaga langsung menengok ke arah Li Yian dengan gaya.
"Sial, dia sudah membunuh semua lawannya!" gerutu Baba Yaga di benaknya.
Niatnya ingin pamer kepada sahabat itu, bahwa dia sudah mengalahkan banyak musuh! Malah Li Yian sudah membunuh semua musuhnya tanpa tersisa.
Saat Baba Yaga menengok ke arah Li Yian, Li Yian baru saja menebas si pemilik codet di mukanya, dengan sangat santai.
*
Sedangkan Xu Wuzao masih mencoba menyelamatkan nyawa dari dua tetua sekte anggrek putih, yang terluka parah.
"Xu Zao Yi, bangun lah!" dia masih terus mengalir tenang dalam ke dalam tubuh Xu Zao Yi, karena dia yang sangat parah sambil terus memanggil namanya.
Sedangkan tetua balai murid di sisihkan terlebih dahulu, karena nyawa dirinya tidak terlalu terancam.
Hanya tulang lehernya saja yang mengalami keretakan sehingga tidak bisa di katakan fatal.
"Aaahhhkng..!"
Setelah cukup lama, erangan dari Xu Zao Yi terdengar! Xu Wuzao langsung bernafas lega.
Dia terus mengalirkan tenaga dalam agar tetua agung cepat pulih.
\=
\=
...