
\=Chapter 304. KEUNTUNGAN YANG SANGAT BESAR\=
\=
\=
2 hari setelah pelelangan pertama rumah pelelangan anggrek putih selesai.
Kini Li Yian dan Xu Wuzao sedang duduk bersama saling berhadapan di ruang kerja pemilik rumah pelelangan anggrek putih.
"Nak Li Yian, kita mendapatkan keuntungan yang sangat besar! Bahkan koin emas yang di dapatkan jika bukan berbentuk penyimpanan koin emas ini, aku yakin cincin penyimpanan ini bakal penuh dengan koin emas itu!" ucap Xu Wuzao, sambil menunjuk cincin yang tersemat di jarinya.
"Ya semua koin itu milik anda pak tua! Bagaimana cara menggunakannya itu terserah anda!" ucap Li Yian dengan santai.
Xu Wuzao sangat tidak menyangka bahwa penghasilan dari pelelangan maupun toko pil dan herbal sangat melimpah, hingga dia tidak mengerti bagaimana cara menghabiskan koin emas itu.
Setelah memikirkan bagaimana cara menggunakan koin emas itu, Xu Wuzao langsung teringat masa lalu! Semenjak dia memutuskan untuk keluar dari sekte pedang api dan memutuskan untuk membuat sekte sendiri, lalu mempunyai beberapa murid yang asalnya merampok dirinya.
Pada saat itu sangat sulit untuk mengumpulkan koin emas, sehingga dia berpikir! Jika memiliki banyak koin emas dia tidak akan bingung untuk menggunakan itu semua.
Namun nyatanya, setelah sekarang memilikinya dirinya bingung uang ini akan di gunakan untuk apa, setelah terpikirkan itu semua. Akhirnya Xu Wuzao hanya bisa tersenyum sendiri.
"Ahhhh, baiklah! Sekarang aku mengerti." ucap Xu Wuzao.
Yang dia mengerti bukan cara menghabiskan koin emas itu semua, melainkan dia mengerti bahwa memiliki banyak koin emas juga sama saja seperti saat dia tidak memilikinya.
Sehingga dia hanya bisa tersenyum pasrah, dan sekarang sudah mengerti semuanya.
Saat sedang mengobrol, di ruang kerja itu! Hau Lin datang dengan tergesa-gesa.
"Tuan Xu! Apa anda bisa memurnikan pil! tungku di belakang hampir meledak, aku sudah tidak sanggup untuk mengendalikan api yang melahap dan hampir tercampur dengan herbal yang sedang di murnikan!" ucap Hau Lin.
Dia sudah di bantu beberapa orang namun tetap gagal, akhirnya dia berharap Xu Wuzao bisa melakukan itu.
"Apa, aku tidak tahu itu semua! Aku hanya tahu jenis dan nama maupun kegunaan herbal saja, itu juga di dapat dari membaca buku." jawab Xu Wuzao dengan cepat.
"Antarkan aku kesan, paman Hau Lin!" ucap Li Yian.
Akhirnya tanpa berpikir panjang karena sedang panik, Hau Lin langsung mengajak Li Yian ke belakang toko pil, di sana terdapat tunku besar terbuat dari batu dan lapisan porselin.
Melihat api yang mulai menimbulkan gejala racun, Li Yian langsung berlari dan menggunakan Energi Qi dengan elemen api unggun menanganinya.
Api di tungku langsung mengecil seketika, karena Li Yian serap menggunakan elemen api! Sehingga api itu langsung padam.
Li Yian mengeluarkan api kembali, lalu menyempurnakan pil yang hampir jadi! Setelah suhu yang tinggi dan tingkat kemurnian sangat pas, surah keras langsung berbunyi di tungku obat itu.
Baaammm..!
Ledakan kecil tertahan, berbunyi di tungku itu lalu sebuah pil dengan warna merah darah langsung menggelinding keluar dari tungku.
"Sangat menakjubkan!" ucap Hau Lin melihat Li Yian mengatasi masalah yang dirinya sangat kewalahan.
"Nak kau belajar dari mana cara membuat pil seperti itu? Aku sangat asing melihatnya!" ucap Hau Lin ingin tahu.
"Sebenarnya sama saja! Namun api ini harus di padamkan menggunakan Energi! Sehingga tetap kecil dan panasnya lebih meningkat jadi terlihat berbeda sama paman Hau Lin!" ucap Li Yian mencoba menjelaskan sedikit.
Sebenarnya memang hampir sama, namun jika orang bisa mengendalikan api maka dia sangat pantas menjadi pembuat pil maupun alkemis.
Karena terus di tanya, oleh Hau Lin akhirnya Li Yian mau tidak mau menjelaskan panjang lebar agar Hau Lin mengerti dengan konsep yang di gunakan Li Yian.
*
*
*
Cukup lama Li Yian menjelaskan, dia akhirnya menyelesaikan penjelasan itu dengan satu kali praktek membaut pil menggunakan api yang di nyalakan dengan manual, namun kebesaran ali di ****** dari udara di sana.
Hingga akhirnya Li Yian berhasil membuat satu pil dari teori pembuatan pil miliknya.
Dia tidak begitu tahu bahan apa yang di gunakan untuk membuat pil merah darah itu, setahu Li Yian ada beberapa yang ekstrak dari herbal yang sama dengan pil yang Li Yian pegang saat ini.
"Pil itu berbahan dasar herbal jamur embun malam!" jawab Hau Lin.
"Apa, cukup langka juga bahan pil ini! Memangnya untuk apa paman?" ucap Li Yian.
"Untuk pil ini ada pemuda yang memesan dan sudah 2 hari ini kami belum menyelesaikannya, untuk saja ada nak Li Yian! Jika tidak akan gagal, lalu anak muda itu akan sia-sia menunggu selama dua hari!" jawab Hau Lin menjelaskan.
"Memesan herbal itu untuk apa?" ucap Xu Wuzao yang gantikan cukup penasaran.
Akhirnya Hau Lin menjalankan lebih detai tentang pembelian herbal jamur embun malam, yang harus di murnikan menjadi pil.
Cukup lama Hau Lin menjelaskan kepada Xu Wuzao dan Li Yian.
"Kepala sekte Xu, paman Hau Lin! Aku izin pamit terlebih dahulu, karena ada beberapa keperluan!" ucap Li Yian ingin pergi.
Dia tidak ingin di ajak bertemu pembeli pil yang baru saja jadi, karena berencana Xu Wuzao dan Hau Lin akan bertemu pembeli karena merahasiakan identitasnya.
"Baiklah nak Li Yian!" jawab Xu Wuzao, maupun Hau Lin.
Li Yian langsung keluar dari ruang belakang, dia tidak ingin ikut bersam mereka karena Li Yian berniat membatu Baba Yaga agar cepat kuat.
...****************...
Li Yian ke taman belakang yang di miliki oleh rumah pelelangan anggrek putih, karena mereka berdua sudah berjanji akan bertemu di sana.
"Dia Mana sebenarnya Baba Yaga itu?" ucap Li Yian, dia sudah mencari di sekeliling taman belakang itu namun tidak menemukan Baba Yaga.
Karena cukup kesal, akhirnya Li Yian langsung menggunakan persepsi dirinya! Li Yian mulai menajamkan pikiran dirinya, setelah merasakan aura milik Baba Yaga Li Yian dengan cepat menggunakan teknik teleportasi.
Wooooosss..!
Li Yian menghilang seketika dari taman belakang rumah pelelangan anggrek putih, dia menuju langsung di mana Baba Yaga berada sekarang.
*
Di tempat lain, namun masih di ruang lingkup kota Wuhan! Baba Yaga sedang minum arak dan makan daging panggang yang tersedia di kedai makan.
Kedai itu sangat besar sehingga bisa memesan ruang pribadi, sehingga Baba Yaga memesan kamar pribadi di sana lalu menyewa beberapa wanita cantik untuk menemani acara minuman araknya.
"Ayok, minum yang banyak! Arak kayangan ini sangat nikmat, apa lagi di temani kalian!" ucap Baba Yaga sedikit melantur namun sambil menoleh salah satu yang menonjol di sana.
"Ahhhh..! Taun nakal!" jerit salah satu dari mereka, lalu suara riuh di sama semakin kencang.
Baba Yaga malah tertawa senang, dia langsung lupa dengan janji bersam Li Yian di taman belakang rumah pelelangan anggrek putih yang dirinya berniat akan berlatih menjadi lebih kuat.
Wooooosss..!
Braakk..!
"Aaahhh... Aaakkkhh..!" sura jeritan kembali terdengar.
Namun kali ini jeritan itu lebih kencang dan lebih banyak wanita karena ada seseorang yang seperti jatuh dari atas menimpa beberapa dari mereka.
"Sial mau teman, aku di sana menunggu kau! Sedangkan kau di sini malah bermain dengan wanita!" keluh Li Yian yang menjatuhi beberapa wanita di sana.
Li Yian langsung bangun dan marah kepada Baba Yaga, di tambah dirinya menjatuhi dua wanita yang sedang setengah berbaring di kursi yang empuk.
Hingga akhirnya mereka saling tumpang tindih! Lalu jeritan di ruangan itu meledak seketika.
\=
\=
...