
\=Chapter 113. RAMPOK SINGA PADANG SAVANA MUSNAH\=
\=
\=
Pemimpin dari kelompok singa padang savana hendak kabur dari pertarungan dengan Baba Yaga, dia sudah berlari menjauh! Tapi Li Yian segera mengejarnya, dia meninggalkan lawannya yang lain yang masih tersisa.
"Mau lari kemana kau?" ucap Li Yian.
Dia langsung mengejar dengan langkah anging, langkahnya sangat cepat! Kini hanya beberapa puluh meter jauhnya. Pemimpin singa padang savana sudah terkejar dalam beberapa tarik nafas.
Li Yian langsung menyerang dari belakang, tapi dia langsung memberikan peringatan.
"Lindungi kepala dari tebasan pedang!" ucap Li Yian peda pemimpin singa padang savana.
Dia memberi tahukan serangan itu karena dia ingin pemimpin itu melawan dirinya, sebab ucapan yang di awal pemimpin itu begitu sombong. Tapi nyatanya langsung kabur.
Pedang Li Yian datang dari samping kanan kepala pemimpin rampok itu, karena di ingatkan dan memang dari arah kanan dia merasakan adanya serangan, suara serangan menderu cukup ganas! Pemimpin rampok itu langsung menangkis dengan golok panjangnya.
Tring..!
Setelah menangkis, dia langsung berbalik arah, melihat yang menyerang bukan Baba Yaga. Pemimpin rampok itu kembali berani! Karena Li Yian yang terlihat masih bocah.
Di tambah serangan barusan Li Yian, yang dirinya rasa hanya serangan kecil baginya, meskipun cukup ganas bagi orang lain.
"Bocah kau cari mati yah? Aku sudah memberikan kesempatan kau untuk hidup!" ucap pemimpin rampok itu.
Dia berucap demikian sambil melirik Baba Yaga yang sekarang sedang di kepung oleh 15 orang lebih, dari anak buah dirinya yang tersisa.
Sedangkan 12 anak buah lainnya sudah tewas di tangan Baba Yaga dan Li Yian.
"Eh, bukanya kau tadi kabur? Lalu memberikan kesempatan untuk ku hidupnya di mana?" jawab Li Yian asal saja.
Kini keduanya hanya berjarak beberapa langkah saja, Li Yian berdiri dengan tenang! Sedangkan pemimpin rampok Singa Padang Savana mendengar ucapan Li Yian langsung mendidih amarah dirinya saat ini.
Ketakutan terhadap Baba Yaga langsung hilang seketika, dia langsung tersenyum menyeringai tajam.
"Kau cari mati bedebah kecil!" ucapnya.
Pemimpin rampok itu langsung menyerang Li Yian terlebih dahulu, dengan tebasan lurus golok panjang miliknya. Meskipun golok sudah sedikit gompal di bagian yang tajam, saat berbenturan dengan tongkat Baba Yaga, namun dia masih cukup percaya diri melawan Li Yian kali ini.
"Nah begini baru namanya pemimpin perampok, jangan kabur seperti tadi!" ucap Li Yian.
Tring..!
Li Yian menahan tebasan golok panjang pemimpin rampok tanpa kesulitan, hanya menahan pedang di atas kepalanya saja.
"Apa? Hanya di tahan seperti itu!" ucap pemimpin rampok singa padang savana, sangat tidak percaya.
Karena itu adalah serangan semua tenaga dalam dan luar dirinya saat ini, seharusnya pendekar atas tahap awal saja akan tewas di tempat jika terkena tebasan itu! Namun bocah kecil di hadapannya, seakan tidak terpengaruh dengan serangan ganas itu.
Setelah menahan itu, Li Yian langsung menendang bagian tulang rusuk pemimpin rampok hanya dengan kekuatan fisiknya saja.
Kraakk..!
"Aaakkkhh..!" pemimpin rampok langsung tumbang.
Dia sangat kesakitan, karena tiga tulang rusuknya di bikin patah! Dengan posisi meringkuk dia memegangi bagian pinggang kiri dirinya.
"Hanya seperti ini kemampuan yang kau miliki, kau bilang kami sampah?" ucap Li Yian dia melangkah lebih dekat.
Dengan tenang langsung menginjak tulang kering pada betisnya.
Kraakk..!
"Aaakkkhh..!" jerit memilukan dari pemimpin rampok itu.
Setelah jeritan itu dari mulutnya, langsung menyemburkan seteguk dara kental! Karena jantung miliknya sudah terluka parah.
"Bo-bocah monster!" ucap pemimpin rampok itu lalu mati.
"Kau sangat berisik..!" Li Yian sangat geram, dia hendak menebas leher dari pemimpin rampok itu tapi sudah mati duluan.
Li Yian langsung membatalkan tebasan itu, lalu membuang nafas kasar.
"Hauuuff..! Masa pemimpin rampok yang di takuti, hanya seperti itu kemampuannya? Sepertinya bukan dia pemimpin sebenarnya!" gumam Li Yian.
Li Yian berbalik, mau membatu Baba Yaga yang di keroyok banyak orang, tapi Baba Yaga sudah hampir selesai hanya tersisa beberapa orang saja.
Namun Li Yian tetap maju ke arah Baba Yaga berada, dengan gerakan cepat dan menabas dua musuh di antaranya.
Slaazz..!
Slaazz..!
Kedua anak buah itu langsung mati akibat tebasan pedang Li Yian, setelah Li Yian selesai menebas dua orang, Baba Yaga juga selesai membunuh yang terakhir.
Para pedagang yang tadinya ketakutan, kini mulai terbengong karena tidak percaya melihat kejadian di depan matanya.
Hanya butuh beberapa menit saja, 30 rampok Singa Padang Savana musnah.
"Ba-bag, bagaimana mungkin?" ucap pemimpin rombongan pedagang.
Dia sangat tidak percaya, karena dia tidak berharap bahwa Li Yian dan Baba Yaga memusnahkan semua rampok itu tanpa tersisa satupun dari mereka.
"Sebenarnya siapa mereka berdua itu?" pertanyaan itu seakan terus menggema di benak pemimpin rombongan pedagang.
"Pemimpin, kita selamat!" ucap salah satu anggota inti.
Setelah itu dia yang langsung sadar, langsung bersorak gembira! Karena barang dagangan dirinya selamat dan nyawa dirinya juga selamat.
Sorak yang lainnya langsung menyusul bersautan, orang-orang yang tadinya bersembunyi di balik kereta barang miliknya masing-masing. Kini berhamburan keluar lalu mereka bersorak gembira.
Li Yian dan Baba Yaga yang sudah membunuh kelompok rampok itu mulai melangkah pelan kembali ke rombongan pedagang.
"Teman, kali ini kau membunuh lebih banyak dari ku!" ucap Li Yian langsung mengakui kekalahan dirinya.
"Ha-ha-ha..! Kau akhirnya mengaku kalah." ucap Baba Yaga dengan sangat bangga.
"Buka aku kalah maupun tidak ada kesempatan! Tapi aku memberimu ruang agar saat kau makan tidak begitu malu, karena membunuh sedikit perampok!" ucap Li Yian membisikan pada Baba Yaga.
"Ha-ha-ha-ha-ha..!" Li Yian langsung tertawa meledek.
"Kau..! Aku yakin itu hanya alasan mu saja kan, saudara Li Yian!" Baba Yaga merasa jengkal karena di jadikan bahan tertawaan oleh Li Yian.
Balum juga sampai ke hadapan para pedagang, dari arah depan beberapa pedangnya langsung menghampiri Baba Yaga dan mengangkat Baba Yaga di pundak mereka oleh beberapa orang.
"Hidup, pendekar muda!"
"Hidup, pendekar muda!"
Suara terus-menerus menggema sambil mengangkat tubuh Baba Yaga di atas pundak mereka semua, sedikit loncat-loncat.
Karena mereka melihat, Baba Yaga yang menghabisi nyawa perampok itu paling banyak! Sehingga mereka sangat berterimakasih pada Baba Yaga.
Sedangkan Li Yian lanjut melangkah ke arah pemimpin rombongan pedagang.
Pemimpin rombongan pedagang itu langsung maju ke hadapan Li Yian lalu langsung membungkuk hormat.
"Terimakasih banyak tuan pendekar muda, atas bantuannya!" ucap pemimpin rombongan pedagang itu dengan sangat tulus.
"Sudahlah, tidak perlu bersikap seperti itu paman!" ucap Li Yian sambil memegang bahu pria paruh itu lalu menurunnya untuk berdiri tegak.
"Apa kita langsung melanjutkan perjalanan sekarang paman?" lajut Li Yian untuk mencairkan suasana.
"Kita mencari tempat untu beristirahat, karena sudah hampir tiba malam hari! Di tambah kuda-kuda kita perlu istirahat!" ucap pemimpin rombongan pedagang.
Setelah itu dia langsung memberikan arahan, agar kembali jalan mencari tempat yang cocok untuk bermalam, karena di sana banyak mayat berserakan.
Akhirnya mereka langsung pergi, dari tempat itu.
Li Yian melihat ke arah pohon yang cukup jauh dari tempat kejadian, lalu dia tersenyum tipis! Karena di pohon itu ada seseorang yang mendekam sejak awal pertarungan.
\=
\=
...