Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
212 = ANCAMAN KAISAR LANGIT


\=Chapter 212. ANCAMAN KAISAR LANGIT\=


\=


\=


Li Yian dan Yin Shen cukup banyak mengobrol di ruangan pertemuan, sesekali Xu Wuzao menimpali obrolan mereka. Setelah Li Yian mengenalkan Xu Wuzao sebagai ayah angkatnya, sikap Yin Shen dan Qin Ling Su berubah 180°! Yang tadinya begitu acuh tak acuh, sekarang begitu menghormati Xu Wuzao.


Karena Xu Wuzao sudah terbiasa menerima sikap hormat seperti itu dari murid-murid sekte anggrek putih, dia merasa itu hal yang biasa. Sehingga Xu Wuzao tidak kikuk dalam menata ucapan dirinya saat mengobrol di sana.


"Tuan Li Yian, ini adalah titipan dari ketua! Pesannya ketua, ini sesuatu yang tuan Li Yian minta." ucap Yin Shen.


Yin Shen menyodorkan surat, di dalamnya berisikan catatan perkembangan dan kejadian penting di kota Kekaisaran Tang. Karena itu adalah syarat utama dari Li Yian untuk memasok herbal langka ke dalam kelompok informasi bayaran, untuk memenuhi pelelangan bulan sabit.


"Ya, baiklah aku terima! Apa senior Yin Shen akan langsung pulang ke Kekaisaran Tang atau ingin menginap di sekte anggrek putih ini untuk sementara?" ucap Li Yian, setelah mengambil surat yang di sodorkan dan memasukkan ke dalam balik jubah dirinya.


"Tidak tuan Li, kami akan segera berangkat kembali! Karena pelelangan di rumah pelelangan bulan sabit akan di lakukan dalam waktu dekat." jawab Yin Shen.


"Benar tuan Li Yian, kami juga hanya di berikan waktu sangat singkat oleh ketua! Karena Kekaisaran Tang sedang tidak baik-baik saja, untuk sekarang!" Qin Ling Su ikut menimpali.


"Benarkah itu! Nanti aku akan mempelajari lebih lanjut pesan dari tuan Bao An!" jawab Li Yian.


"Jika sedang buru-buru, segera kita langsung ambil tanaman herbal di bangunan belakang! Kalian arahkan kereta barang ke sana." lanjut Li Yian berucap.


"Baiklah, lebih cepat lebih baik!" jawab Yin Shen.


"Ikuti aku, bawalah kereta brang ke belakang sekte!" Xu Wuzao langsung memberikan saran.


"Terimakasih tuan Xu, maaf merepotkan anda?"


Yin Shen dan Qin Ling Su sedikit sungkan karena merasa merepotkan ayah angkat dari Li Yian.


"Tidak mengapa, tidak perlu sungkan!" jawab Xu Wuzao sambil sedikit melambaikan tangan kepada mereka.


Lalu mereka semua segera ke rumah belakang, yang biasa di gunakan untuk Xu Wuzao mengasingkan diri. Karena di sana tempatnya penyimpanan herbal yang Li Yian bawa dari hutan kabut ilusi.


*


*


*


Di alam langit.


Suasana istana Kekaisaran Langit terlihat tentram dan damai, di sebuah ruangan pribadi Kaisar Langit sedang memandang seseorang dengan tatapan tajam.


Seseorang yang di pandang dengan tatapan tajam hanya bisa menunduk dengan sedikit ketegangan, karena dia sudah mendapatkan ancaman Kaisar Langit beberapa waktu lalu melalui tangan kanan kaisar langit.


"Dewa, Yon Sheol! Apa kau tidak mendengar perintah ku, beberapa waktu lalu? Kenapa sampai sekarang kau belum membuka pintu alam bawah?" ucap kaisar langit, dengan penuh penekanan.


Aura yang sangat besar langsung tercipta, dirinya seperti sedang mengancam, untuk menggertak dewa yang sedang di hadapannya.


Meskipun Kaisar Dewa, memiliki kewenangan atas Kekaisaran Langit namun untuk melakukan tindakan, harus melalui dewa penjaga yang di tugaskan menjaganya.


Sedangkan dewa penjaga harus melakukan sesuatu, sesuai aturan langit yang sudah ada turun temurun, yang tertera di catatan tugas saat Kekaisaran Langit terbentuk.


"Maaf, Kaisar Dewa! Tapi membuka alam bawah sekarang belum waktunya, bagaimana aku mempertanggung jawabkan itu kedepannya?" keluh dewa penjaga gerbang alam bawah Yon Sheol.


Merasakan tekan dari Kaisar Dewa membuat dirinya takut, namun sebagian dewa yang jujur dia tidak ingin melakukan sesuatu yang melenceng aturan.


"Dengar dewa Yon Sheol, apa kau sudah lupa dengan kejadian yang menimpa prajurit dewa perang. Yang di eksekusi menggunakan kutukan langit beberapa waktu lalu?" tanya kaisar dewa dengan tenang.


Namun bagi, Yon Sheol perkataan itu seperti sebuah peringatan besar bahwa kejadian itu bisa saja menimpa dirinya kelak di masa yang akan datang.


"Maaf Kaisar Dewa, tapi untuk keperluan apa membuka gerbang alam bawah sebelum waktunya? Padahal waktu untuk di buka sesuai jadwal aturan, hanya menunggu setahun lagi!" Yon Sheol masih ingin tahu untuk keperluan apa.


"Itu bukan urusan kau, urusan kau hanya membuka gerbang alam bawah, cukup itu saja sudah beres!"


Setelah mengucapkan itu, kaisar dewa tersenyum lebar dan membelai janggut yang tumbuh panjang.


"Baiklah, hamba mengerti!" jawab Yon Sheol dia langsung memberikan hormat dengan membungkuk.


Lalu bergegas pergi, untuk mempersiapkan urusan dirinya. Karena akan segera membuka gerbang alam bawah.


*


Setelah kepergian dewa penjaga gerbang alam bawah, kaisar dewa langsung bertepuk tangan dua kali, dengan cepat orang yang wajahnya terlihat ganas langsung masuk.


"Hormat untuk kaisar dewa!" ucap orang yang baru masuk.


Dia langsung membungkuk sangat dalam, setelah tanda dari kaisar dewa untuk berdiri barulah dirinya menegakkan tubuhnya.


"Ada keperluan apa yang mulia kaisar dewa kembali memanggil hamba?" ucap orang itu kembali.


"Lun Yuan, kau sudah ku jadikan dewa salah satu kepercayaan ku, semenjak kejadian itu! Datang lah menemui dewa Yon Sheol, pergilah ke alam bawah dan musnahkan semua manusia yang memiliki kekuatan, ingat satu hal! Musnahkan manusia yang memiliki kekuatan meskipun hanya setitik cahaya kecil sekalipun!" ucap kaisar dewa terhadap, Lun Yuan.


Kaisar dewa kini sangat percaya terhadap Lun Yuan, karena telah menguraikan mimpi yang membuat dirinya sangat merasa tidak nyaman! Setelah selesainya kutukan para dewa, kaisar dewa bermeditasi dengan tenang.


Kini mimpi lain muncul kembali, bahkan Lun Yuan kembali memberikan saran! Sehingga dirinya yang di berikan tugas untuk membantai para manusia yang ada di alam bawah.


"Baiklah, Yang mulia kaisar dewa! Tugas ini akan hamba lakukan." jawab Lun Yuan dengan hormat dan langsung membungkuk kembali.


"Pergilah..!" jawab kaisar dewa, sambil melambaikan tangan yang memegang tongkat yang menyatu dengan kuas kecil.


Setelah selesai Lun Yuan langsung undur diri dari ruangan itu, untuk segera melakukan tugas yang di berikan terhadap dirinya.


Setelah melihat kepergian dari Lun Yuan, Kaisar Dewa kembali merenung! Karena semenjak mimpi itu muncul dirinya selalu saja tidak tenang.


Sedangkan untuk kembali melakukan meditasi dia tidak bisa, karena sudah terganggu oleh mimpi yeng beberapa kali menghampiri di saat meditasi pemurnian kekuatan miliknya.


Akhirnya, kaisar dewa memilih untuk membuat kata-kata bijak dan menuangkan pikiran dirinya selama pemurnian kekuatan ke dalam buku.


*


Setelah keluar dari ruang yang di gunakan secara pribadi oleh kaisar dewa, Lun Yuan kembali kekediaman miliknya terlihat dahulu untuk mempersiapkan keperluan misi dirinya saat nanti.


Sambil berjalan pulang Lun Yuan sambil berpikir banyak hal, bahkan dia sampai bicara sendiri untuk menyimpulkan pemikiran dirinya.


"Aku tidak menyangka, kaisar dewa akan begitu percaya kepadaku! Padahal saat itu aku hanya kebetulan mendengarkan ucapan Li Yian, lalu menguraikan menggunakan buku peninggalan keluarga Lun di perpustakaan keluarga!" gumam Lun Yuan.


Lun Yuan sudah sampai di kediaman besar miliknya saat ini, Karena kediaman dirinya cukup dekat dengan pusat Kekaisaran Langit. Setelah memberikan kontribusi besar terhadap kaisar dewa, dirinya di angkat menjadi dewa jajaran elit, sehingga mendapatkan kediaman di dekat istana utama Kekaisaran Langit.


\=


\=


...