Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
188 = PORTAL DIMENSI SEARAH


\=Chapter 188. PORTAL DIMENSI SEARAH\=


\=


\=


Li Yian sampai saat ini masih terbang menuju ke arah atas, namun ujung pohon masih belum terlihat. Semakin ke atas semakin tebal Energi Qi yang di rasakan Li Yian.


"Sudah sejauh ini masih belum terlihat puncak dari pohon ini, sebenarnya seberapa tinggi pohon Eden ini?" gumam Li Yian.


Di setiap Li Yian melewati lapisan awan yang tebal, Li Yian selalu berpikir 'pasti ujungnya dari pohon itu sudah dekat', namun sudah melewati tiga lapisan awan yang tebal dan tinggi! Namun belum terlihat juga puncak dari pohon itu.


Wooooosss..!


Karena saking semangatnya, Li Yian mempercepat kecepatan terbang dirinya! Semakin ke atas udara semakin menipis namun Energi Qi begitu tebal.


Akhirnya Li Yian berhasil menembus awan ke empat namun di sana hanya terlihat portal dimensi.


"Apa, pohon ini ternyata menembus portal dimensi? Kemana tujuan portal dimensi ini?" ucapnya cukup kaget.


"Apa boleh buat aku harus masuk!" lanjutnya.


Wooooosss..!


Li Yian langsung terbang dan berencana masuk menembus portal dimensi.


Baammm..!


"Aaakkkhh..!" keluh Li Yian karena terpental oleh portal dimensi yang ingin dirinya tembus.


Dia mendapatkan serangan dari Energi portal dimensi, Li Yian langsung terjatuh. Setelah mengumpulkan kembali Energi Qi di tubuhnya yang sempat berantakan karena tekanan barusan, Li Yian langsung menggapai salah satu cabang pohon Eden yang tumbuh.


"Ternyata itu portal dimensi searah, sial! Jika ingin menembus portal dimensi aku harus lebih kuat dan dapat menghancurkan segelnya!" gumam Li Yian sambil memegangi dadanya yang berdenyut sakit.


Karena udara di sini sangat tipis, sehingga pernafasan Li Yian langsung terganggu, di tambah terkena serangan barusan yang sangat kuat, Li Yian tidak dapat melindungi saluran pernapasan dengan Energi Qi yang dirinya miliki karena seketika kacau, sehingga denyutan sakit lebih parah.


Akibat benturan dengan tekanan portal dimensi searah, Energi Qi dan maridian maupun dantian dirinya mengalami getaran hebat.


"Hemm, Haahhh..!" Li Yian mencoba menghirup udara segar dan melepaskan perlahan, namun yang di rasa malah sakit di saluran pernapasan dirinya.


Li Yian terus mencoba bernafas dengan di paksakan, lalu dengan di bantu teknik pernafasan matahari dan Energi Qi, akhirnya Li Yian bisa bernafas sedikit lega! Meskipun dengan sangat perlahan.


Setelah bisa bernafas dan Energi Qi di tubuhnya sudah begitu stabil, Li Yian melayang lebih dekat ke portal dimensi searah.


Dia langsung membentangkan tangannya tinggi-tinggi, menyalurkan semua Energi Qi yang dirinya serap selama ini.


Aura tubuh Li Yian langsung meningkat begitu tinggi, Li Yian memusatkan tekanan itu di kedua tangannya.


Wuuus..!


Tekanan Energi Qi yang Li Yian padatkan langsung meluncur ke atas.


Boommm..!


Dua tekanan padat Energi Qi saling berbenturan, ledakan besar di puncak lapisan awan ke empat langsung menggetarkan batang dari pohon Eden.


"Uhukk.. Uhukk..!" Li Yian langsung terpental ke bawah akibat dorongan yang sangat kuat.


Dia langsung menggapai kembali cabang pohon Eden yang dekat dan bergoyang hebat akibat ledakan itu.


'Apa aku berhasil menghancurkan portal dimensi searah dengan serangan barusan?' ucap Li Yian di benaknya.


Dia tidak sanggup menahan lagi nafasnya, karena Energi Qi miliknya langsung terkuras begitu banyak.


Namun dia bisa menenangkan dengan pernafasan matahari, setelah mulai bisa merasakan tekanan dari portal dimensi searah, yang masih tetap utuh Li Yian hanya bisa pasrah.


"Ternyata, kekuatan ku belum cukup untuk menghancurkan portal dimensi searah itu!" gumam Li Yian.


Namun dia tetap tersenyum, karena dia memahami kekuatan dirinya yang sekarang tidak cukup kuat.


"Hauuuff..! Nampaknya, aku harus berkultivasi di sini. Karena Energi Qi di sini sanggat tebal aku yakin lebih cepat naik tahap." ucap Li Yian.


Dari portal dimensi searah inilah Energi Qi berasal, karena Li Yian tidak bisa menghancurkan. Akhirnya Li Yian memilih meningkatkan kekuatan dirinya di sana untuk sesaat.


*


*


*


Xu Wuzao langsung terbangun, dari pingsannya.


Setelah terbangun dari mimpi panjang itu, Xu Wuzao langsung mengingat pahatan ingatan yang dirinya alami dari mimpi.


Padahal itu adalah bimbingan dari Li Yian, di mimpi itu Xu Wuzao berlatih kultivasi beberapa bulan lamanya dengan bimbingan dari Li Yian.


"Kemana perginya anak itu, apa sudah pergi lagi dari sekte anggrek putih ini? Haah, pada akhirnya dia tidak berpamitan untuk pergi, namum kali ini aku tidak khawatir karena nak Li Yian lebih hebat dari ku!" ucap Xu Wuzao lirih, dia hanya bisa tersenyum masam.


Xu Wuzao merenggangkan otot-ototnya, karena merasakan kaku semenjak dirinya tidak sadarkan diri.


"Entah kenapa aku begitu lapar?" ucap Xu Wuzao cukup heran.


Karena dirinya merasa lapar, akhirnya dia memilih keluar dari ruang bawah tanah dan menuju ke kediaman dirinya yang ada di sekte.


*


*


*


Di ruang pengobatan sekte anggrek putih, tetua agung Xu Zao Yi sedang duduk dengan tetua pelatihan Wang Yao dan guru pembimbing Yang Lu.


Mereka sedang merundingkan kejadian yang di perbuat oleh Li Yian beberapa waktu lalu.


"Bagaimana ini tetua agung, tuan muda Wei ingin segera pulang! Yang aku takutkan keluarga tersembunyi Wei akan membalas dendam kepada sekte ini!" ucap Yang Lu.


Dia saat berada di halaman pelatihan tidak bisa mencegah, karena dia juga tidak begitu menyangka bahwa Li Yian yang sekarang begitu berani membuat onar yang.


Di tambah dirinya tidak tahu bahwa anak yang terkesan sombong di dalam kelasnya saat berlatih fisik di halaman pelatihan adalah salah satu keluarga bangsawan tersembunyi.


Jika dirinya tahu pasti akan mencegah hal seperti ini terjadi, Yang Lu cukup terlihat frustasi karena kejadian ini berada di kelas dirinya saat mengajar.


"Tenangkan diri mu guru Lu, jika dia bersikeras ingin pulang maka kita izinkan! Namun kita menunggu kepala sekte Xu, karena ini masalah besar." ucap Xu Zao Yi.


Dia belum berani memutuskan langsung tanpa diskusi, karena bila nantinya ada serangan dari keluarga bangsawan Wei. Setidaknya sekte anggrek putih akan bersiap.


"Benar, sebaiknya anda tenangkan diri terlebih dahulu guru Lu! Istirahat lah beberapa waktu, sisanya biar kami yang tangani!" ucap Wang Yao menimpali.


Dia merasa bertanggung jawab sebagai tetua pelatihan, karena Yang Lu berada di naungan dirinya selama ini.


"Terimakasih tetua Yao, tetua agung! Jika seperti itu saya undur diri untuk istirahat sejenak!" ucap Yang Lu sambil membiarkan hormat kepada mereka berdua.


Tetua agung dan tetua pelatihan menganggukkan kepalanya serentak memberikan izin kepada Yang Lu, dengan cepat Yang Lu langsung bergegas pergi.


Setelah kepergian guru Lu, Wang Yao menengok ke arah tetua agung.


"Tetua agung, apa benar kita akan menunggu kepala sekte Xu tentang masalah ini? Aku yakin kepala sekte Xu jika sedang mengasingkan diri di rumah belakang akan berminggu-minggu bahkan bisa sebulan dirinya tidak muncul!" Wang Yao mencoba memberikan saran.


"Ya, ucapan tetua Yao benar, biasanya kepala sekte Xu selalu seperti itu! Namun kali ini aku akan mencoba menyusulnya, karena masalah ini tidak sepele." jawab Xu Zao Yi.


"Baiklah, jika itu lebih baik!" jawab Wang Yao mengikuti usulan tetua agung.


Mereka terus mengobrol di sana sambil menunggu kabar dari tabib sekte anggrek putih tentang keadaan tuan muda Wei.


\=


\=


...