
\=Chapter 064. MENYERANG SERIGALA TANDUK PERAK KEMBALI\=
\=
\=
Sekte macan putih berhasil membunuh tiga dari empat anggota kelompok Sabit Tunggal, termasuk pemimpin kelompok Sabit Tunggal juga mati.
"Pemimpin Yao apa kita harus mengejar yang lolos itu?" Cao Meng menanyakan karena kelalaian dirinya dia bisa lolos.
Dia ingin bertanggung jawab, namun perkataan pemimpin Cu Yao membuat dia tidak enak hati.
"Sudahlah, kita telah membunuh tiga di antaranya! Biarkan dia lolos dan pulang ke daratan asalnya, aku ingin lihat apakah kelompok itu akan tetap bergerak bebas atau sembunyi-sembunyi!"
"Kita pulang saja, aku yakin masalah ini akan terus membesar!"
Cu Yao langsung memberikan perintah pada para tetua bawahan dirinya, karena Cu Yao sudah memiliki pengalaman yang panjang dan hidup lama di dunia bela diri dia langsung bisa memahami masalah yang cukup serius.
"Baiklah, pemimpin Yao!" jawab mereka.
Akhirnya pemimpin sekte macan putih dan para tetua tertinggi sekte itu langsung pergi dari penginapan itu.
Mereka meninggalkan tertua sekte lembah tengkorak, karena dia antara mereka sudah membentuk perjanjian tidak saling serang sebelumnya.
Di tambah tetua sekte lembah tengkorak masih dalam kondisi meditasi, karena sibuk menyerap penawar racun yang ada pada dirinya.
*
*
*
Setelah Li Yian masuk dalam tingkatan Pendekar Atas dia lebih menajam semua panca inderanya.
Dia melatih gerakan dalam bertarung dengan Baba Yaga, yang pastinya dengan cara paksakan oleh Li Yian.
"Ha-ha-ha, bagaimana teman? Teknik sederhana ku saja kau sudah kuwalahan kan untuk menghadapi?" ucap Li Yian menunjuk dengan pedang miliknya.
Mereka berada di dekat hutan belantara yang di kaki gunung, karena tempat itu sangat cocok untuk melakukan pelatihan.
"Kau curang! Bagaimana mungkin aku tidak menggunakan senjata sedangkan kau menggunakan pedang!" keluh Baba Yaga.
"Ya sudah gunakan senjata terbaikmu, jangan mengeluh lagi setelah kau tetap aku tendang bokong mu yang besar itu!" ejek Li Yian pada Baba Yaga.
Sebenarnya Baba Yaga sudah bisa menghadapi pendekar raja dengan menggunakan tangan kosong, namun jika pendekar raja puncak dia harus menggunakan senjatanya.
Sedangkan Li Yian yang hanya di tingkat pendekar atas awal sudah bisa menekan Baba Yaga, ini membuat Baba Yaga semakin kagum.
"Baiklah, akan ku tunjukkan kemampuan ku dengan tubuh manusia ini!" ucap Baba Yaga dengan sangat bangga.
Dia langsung mengambil senjatanya yang sejak tadi di tancapkan di tanah, karena di larang di gunakan oleh Li Yian.
Namun baru saja mereka berdua mengambil kuda-kuda untuk siap menyerang satu sama lain, dari dalam hutan belantara terdengar gemuruh langkah cukup banyak lalu di barengi dengan lolongan serigala.
Li Yian dan Baba Yaga langsung menengok ke arah hutan belantara itu, lalu mencoba menajamkan pendengarannya dan perasaan dirinya.
Dari dalam hutan bergemuruh suara lari serigala tanduk perak yang cukup banyak, hingga akhirnya Li Yian maupun Baba Yaga melihat serigala tanduk perak datang menghampiri mereka berdua.
"Teman, sudahi pertarungan kita ini, kita kedatangan tamu!" ucap Li Yian pada Baba Yaga namun dia tidak menoleh sama sekali.
Melainkan memerhatikan berapa banyak serigala tanduk perak yang datang ke pinggiran hutan belantara yang sedang di gunakan Li Yian latihan.
"Kau beruntung saudara Li Yian! Jika aku menggunakan senjata ku, sudah pasti kau akan kalah telak!" ejek Baba Yaga kembali.
"Sudahlah jangan di pikirkan lagi, mari kita balaskan dendam kita beberapa bulan lalu!"
Li Yian mengambil kuda-kuda, lalu bergerak dengan kecepatan kilat menyerang ke serigala tanduk perak yang sudah cukup dekat dengan dirinya.
Dalam beberapa kali tebasan, kepala serigala tanduk perak berjatuhan di tanah beserta tubuhnya yang mulai mengejang.
"Aku tidak akan kabur lagi seperti saat waktu itu! Mari panggil yang lebih banyak lagi kawanan kalian!" ucap Li Yian yang di tunjukkan pada serigala tanduk perak.
Dia terus menebas, setiap sekali tebasan Li Yian satu serigala tanduk perak mati di tempat! Beberapa dari mereka melolong memanggil bala bantuan.
Di sisi lain, Baba Yaga melawan mereka juga! Meskipun menggunakan senjata! Senjata Baba Yaga tidak langsung membunuh dalam satu kali serangan karena berbentuk garukan garpu yang lancip saja.
Dia harus menyerang dua kali serangan baru bisa membunuh serigala tanduk perak itu.
"Senjata ku karang efektif untuk membunuh serigala tanduk perak ini!" keluh Baba Yaga.
Dia juga menyadari itu, namun terus menyerang karena serigala tanduk perak semakin menggila karena di pihak mereka banyak yang mati.
"Kekuatan ini benar-benar sangat membantu, beberapa bulan lalu aku sangat kuwalahan dengan mereka namun sekarang justru terbalik!" gumam Li Yian sambil terus menebas serigala tanduk perak yang ada dalam jangkauan serangan dirinya.
Karena keganasan Li Yian dan Baba Yaga, banyak dari serigala tanduk perak yang mundur ketakutan sambil melolong seperti meminta bantuan teman-teman mereka.
Setelah serigala tanduk perak yang menyerang sudah berhenti karena habis di bantai Li Yian dan Baba Yaga, Li Yian berhenti menyerang mereka juga.
Dia tidak memilih maju dan menghabisi serigala tanduk perak yang tidak menyerang melainkan menatap tajam.
Dari dalam hutan belantara kembali terdengar gemuruh langkah kaki yang seperti menghancurkan apa saja, debu berterbangan ke segala arah.
"Aku merasakan raja serigala tanduk perak muncul bersama mereka!" ucap Li Yian.
Baba Yaga mengangguk, dia sebenarnya cukup yakin dengan kekuatan bentuk manusia miliknya yang sekarang! Namun untuk mengalahkan raja serigala tanduk perak dia harus menggunakan wujud siluman miliknya atau menggunakan wujud hewan buas miliknya agar lebih mudah mengalahkan musuh.
"Teman, Raja serigala tanduk perak milik ku! Kau ambil yang lain saja!" lanjut Li Yian pada Baba Yaga.
Dia takut kalau raja serigala tanduk perak di serang duluan oleh Baba Yaga.
"Terserah kau saja, saudara!" jawab Baba Yaga.
Dia sebenarnya senang karena tidak perlu repot-repot melawan raja serigala tanduk perak.
Namun ucapan Baba Yaga tidak di pedulikan oleh Li Yian, karena saat dia baru berucap Li Yian sudah menerjang maju kembali untuk menyerang serigala tanduk perak.
"Aku tidak akan menunggu di serang! Lebih baik menyerang terlebih dahulu!" gumam Li Yian.
Dia sudah berada di hadapan banyak serigala tanduk perak yang tadi tidak mau menyerang! Li Yian tahu bahwa mereka tidak menyerang takut karena jumlah mereka sudah sedikit.
Bila bantuan yang di panggil datang, pasti mereka akan langsung menyerang langsung tanpa ampun.
Setelah jarak hanya beberapa meter dari kerumunan serigala tanduk perak, Li Yian langsung membentak.
"Jurus ke empat Tebasan bayangan jarak jauh beruntun!"
Dari ujung pedang miliknya melesat banyak sekali bayangan gelap berbentuk bulan sabit, bayangan itu seperti memadat dan langsung memotong apa saja yang di lalui.
Setelah memotong apa saja dari serigala tanduk perak akhirnya bayangan hitam itu menipis dan menghilang sepenuhnya.
\=
\=
....