Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
142 = 4 KELUARGA BANGSAWAN TERKUAT


\=Chapter 142. 4 KELUARGA BANGSAWAN TERKUAT\=


\=


\=


Li Yian langsung membunuh Bao Lu, dia tidak menyangka bahwa serangan itu sangat mengerikan.


"Pedang ini, benar-benar langsung menyergap darah dan energi kehidupan!" Li Yian mengeluh.


Karena tenaga dalam dirinya di tarik secara paksa, bahwa Li Yian harus menahannya dengan sangat kuat. Jika saja Li Yian masih di tingkat pendekar atas, mungkin dirinya yang akan di kendalikan oleh pedang hitam itu.


"Apa semakin banyak pedang ini menelan korban dan darah, apa semakin ganas?" gumam Li Yian.


Dia sebari membolak-balikkan pedang hitam itu di depan mukanya, kare darah yang tadi menempel langsung jatuh. Setelah aura dari darah itu sudah di serap.


"Ada apa saudara Li Yian?" tanya Baba Yaga karena Li Yian bertingkah aneh setelah membunuh Bao Lu.


"Ahhhh, tidak apa-apa! Aku hanya sedikit heran, terhadap pedang ku ini." ucap Li Yian sambil menunjukkan pedang miliknya ke pada Baba Yaga.


*


Karena ada suara keributan, dari luar pintu langsung di buka dengan cepat oleh seorang.


"Siapa kalian?" ucap orang itu pada Li Yian dan Baba Yaga.


"Tuan Bao Lu, apa yang terjadi?" salah satunya langsung bergegas melihat ke arah Bao Lu.


"Mereka membunuh tuan Bao Lu! Serang mereka!"


Tiga orang yang baru datang langsung menyerbu ke arah Li Yian, karena Li Yian yang paling dekat dengan mereka.


Mereka menggunakan senjata masing-masing, menyerang dengan ganas.


Wooss..!


Tring..Tring..Braak.!


Li Yian langsung menangkis dua serangan pedang lainnya, sedang yang menggunakan pedang pendek. Li Yian tendang hingga terpental keluar ruangan.


Dua lainnya, mundur cukup jauh! Lalu langsung menyerang kembali.


Wooss..!


Slaazz..!


Slaazz..!


Li Yian, langsung bergerak dengan cepat lalu menebas mereka dengan sangat cepat! Tubuh mereka yang di tebas cukup dalam di bagian leher langsung mati dan terjatuh.


"Sudah ku duga, ternyata! Pedang ini benar-benar menyerap aura dari darah orang yang di serangnya!" ucap Li Yian di benaknya.


Dia tidak menyangka menemukan pedang yang sangat mengerikan, dengan cepat Li Yian langsung memasukkan kembali pedang hitam itu ke dalam cincin samudra.


Dia yakin jika pedang itu memakan lebih banyak korban maka akan semakin sulit untuk menaklukkannya, sehingga dia lebih memilih menunda terlihat dahulu.


"Kau mengambil semua lawan itu, aku tidak akan tinggal diam saudara Li!" ucap Baba Yaga.


Lalu langsung melesat keluar ruangan dan membunuh orang yang tadi di tendang Li Yian hingga keluar.


Mereka berdua lanjut menelusuri pelelangan bulan sabit, karena pelelangan sudah di tutup apalagi sedang di blokir sementara tanpa orang luar, sehingga Li Yian lebih leluasa.


*


*


*


4 keluarga bangsawan terkuat.


Daerah utara di kuasai oleh keluarga Bao.


Daerah timur di kuasai oleh keluarga Yin.


Daerah selatan di kuasai oleh keluarga Xue.


Daerah barat di kuasai oleh keluarga Hua.


*


Duduk seseorang yang cukup tua, sekitar 70 tahun dia adalah pemimpin keluarga Yin! Dia sedang duduk bersama salah satu tetua keluarga Yin.


"Pemimpin, kami mendapatkan informasi bahwa keluarga Bao sekarang sedang dalam keadaan paling rentan terhadap serangan." ucap tetua yang ada di hadapan pemimpin Keluarga Yin.


"Apa kau yakin dengan informasi ini?" ucap pemimpin keluarga Yin.


"Ya aku membayar mahal tentang informasi terbaru di kota Kekaisaran Tang ini! Jadi aku yakin bahwa sumber informasi kita sangat di percaya." jawab tetua itu dengan yakin.


"Hemm, tapi meskipun keluarga Bao sedang dalam masalah besar! Kita tidak bisa menyerang begitu saja!" jawab pemimpin Keluarga Yin dengan serius.


Dia sangat tahu bahwa kekuatan keluarga Bao bukanlah sembarangan, karena keluarga Yin dan keluarga Bao sudah bermusuhan dan bersaing berat sejak beberapa tahun lamanya.


"Ya aku tahu pemimpin, tapi ini kesempatan terbaik keluarga kita untuk berdiri di atas keluarga Bao! Jika kita menang meskipun mendapatkan kerugian cukup banyak, tapi aku yakin keluarga kita akan berdiri di atas keluarga Bao nantinya. Bukankah itu adalah impian Keluarga Yin beberapa tahun terakhir ini?"


Tetua keluarga Yin sangat bersemangat untuk ini, dia sangat tidak terima karena bersaing dengan mereka sangat sulit bahkan beberapa kali di kalahkan dengan telak.


Sehingga setelah menemukan cara untuk bersaing dan menundukkan keluarga Bao, dia akhirnya mengusulkan untuk melakukan penyerangan.


"Kita tunggu beberapa hari lagi, sabarlah sedikit!" jawab pemimpin keluarga Yin.


"Baiklah, aku mengerti pemimpin!"


Setelah berbicara seperti itu, akhirnya dia keluar dengan sedikit rasa kecewa.


*


*


*


Li Yian dan Baba Yaga sudah membunuh semua orang yang ada di pelelangan bulan sabit.


Saat ini mereka sedang berdiri di belakang gedung yang biasanya di gunakan untuk kediaman pemimpin keluarga Bao.


"Ternyata mereka tidak begitu hebat! Lalu kenapa mereka sangat sedikit?" ucap Baba Yaga.


Baba Yaga heran kenapa keluarga bangsawan terkuat di kota Kekaisaran Tang memiliki anggota keluarga yang lemah dan sangat sedikit.


"Ini bukan kediaman utama keluarga Bao, mari kita menuju ke sana sekarang!"


Li Yian langsung mengajak Baba Yaga, dia langsung melompat ke atas atap tiap-tiap kediaman maupun pertokoan di jalan Gope.


"Saudara Li, kau tadi kemana saja. Kenapa begitu lama?" tanya Baba Yaga cukup heran.


Karena tadi Baba Yaga yang paling banyak membunuh, sedangkan Li Yian lebih banyak menggeledah dan memisahkan diri dari Baba Yaga! Dia mengambil beberapa barang yang menurutnya bermanfaat baginya.


"Aku tadi sibuk mengambil sesuatu di sana, yang lumayan menarik! Ini namanya sambil menyelam minum air." ucap Li Yian dengan sangat bangga.


"Sial kenapa kau tidak memberitahukan aku, jika seperti itu aku akan merampok juga!" keluh Baba Yaga.


"Sudahlah, ayo bergegas karena malam semakin larut!" jawab Li Yian.


Karena malam sudah semakin larut, pembantaian di pelelangan bulan sabit tidak di ketahui oleh orang-orang di luar.


Penyerangan Li Yian dan Baba Yaga saat ini sangat sempurna untuk sebuah pembunuh bayaran.


Tak butuh waktu lama, karena pergerakan mereka sangat cepat di kegelapan malam! Mereka kini sudah sampai di kediaman inti Keluarga Bao.


Li Yian dan Baba Yaga sudah berdiri di atap gedung tidak jauh dari kediaman keluarga Bao, mereka berdua siap untuk menyerang habis-habisan.


"Apa kita akan menyusun rencana lagi?" Baba Yaga berucap dengan semangat.


"Rencana seperti biasa, setiap ada orang dari keluarga Bao jangan di lewatkan sebelum mereka mati! Karena mereka sudah berani mengganggu ketenangan sekte anggrek putih!" ucap Li Yian dengan cukup tenang.


Dia sangat tidak senang dengan keluarga Bao, karena berada jauh di Kekaisaran Tang namun masih sempat mencari gara-gara dengan sekte anggrek putih.


Membuat dia tidak bisa tinggal diam, karena menurutnya sekte anggrek putih sudah seperti keluarga sendiri! Meskipun hanya menumpang hidup beberapa tahun.


\=


\=


..