
\=Chapter 095. SURAT ANCAMAN\=
\=
\=
Xu Wuzao langsung membantai habis para anak buah orang berkepala plontos, kini yang tersisa hanya si kepala plontos yang sedang berhadapan dengan Xu Wuzao dengan luka yang cukup parah.
Wooss..!
"Aaakkkhh..! Si-sial kau.. Ba..!" ucap orang berkepala plontos itu terputus, karena langsung tumbang dan mati.
Di dadanya ada anak panah yang menancap tepat di jantungnya berada, itu membuat Xu Wuzao cukup waspada.
Xu Wuzao dan Li Yian langsung menengok ke arah semak-semak yang tadi Li Yian tunjuk, saat Xu Wuzao dan Li Yian menengok ke arah semak-semak itu anak panah ke dua meluncur.
Xu Wuzao langsung menghindar dengan cepat, anak panah itu menancap di pohon tepat di belakang Xu Wuzao. Li Yian mengejar ke arah semak-semak dengan cepat! Namun setelah sampai di sana hanya ada tiga orang yang sedang berlari dan cukup jauh.
Li Yian langsung melemparkan dua pisau terbang yang kini ada di tangannya.
Wooss...!
Syuut..
Dua orang tumbang dengan cepat karena kepala bagian belakangnya tertancap oleh pisau terbang.
Salah satu orang yang masih hidup tidak peduli dengan temannya yang mati, dia tetap saja lari dengan kecepatan penuh.
"Sial, mereka semuanya monster!" ucap orang itu di benaknya.
Keringat dingin muncul di dahinya dengan cepat, namun rasa takut itu tidak menghentikan larinya karena ingin selamat.
*
*
*
Li Yian kembali ke tempat Xu Wuzao berada, saat sudah sampai di sana Xu Wuzao sedang membaca surat entah dari mana.
"Pak tua, surat apa yang anda baca?" ucap Li Yian ingin mengetahui.
Xu Wuzao masih fokus membaca surat itu, lalu dia memandang ke arah Li Yian dan menyerahkan surat itu kepada Li Yian.
Li Yian menerimanya dengan cepat lalu membaca isi surat, yang tertulis.
*
Li Yian, datanglah ke puncak gunung kongyi, ikuti perintah kami! Jika tidak maka dua tetua sekte anggrek putih akan mati pada malam bulan purnama.
Setelah selesai membaca surat itu Li Yian langsung membanting kertas itu dengan keras.
Baammm..! Surat yang di remas masuk ke dalam tanah cukup dalam.
"Surat ancaman!" ucap Li Yian lirih.
Li Yian melihat ke arah Xu Wuzao yang sedang memandang ke arah lurus di mana letak sekte anggrek putih berada.
"Apa sekte kita di serang saat kami pergi?" ucap Xu Wuzao.
"Tetua Wang Yao, bawa anak-anak kembali! Aku akan berangkat lebih dulu dengan berlari, jaga diri kalian masing-masing!" ucap Xu Wuzao setelah memikirkan dengan yakin.
Saat hendak berlari, tangan Xu Wuzao langsung di pegang oleh Li Yian dengan erat!.
"Pak tua, aku ikut dengan anda! Karena masalah ini di timbulkan oleh ku, meskipun aku tak tahu apa yang aku perbuat!" ucap Li Yian.
"Nak, aku ingin sampai lebih cepat ke sekte anggrek putih! Kau ikutlah dengan rombongan kereta kuda, kita bertemu lagi di sana!" jawab Xu Wuzao sambil mengelus kepala Li Yian.
Saat di elus seperti itu tangan Xu Wuzao kembali di pegang, lalu di turunkan dengan paksa karena Li Yian tidak suka di perlakukan seperti itu.
"Pak tua, jangan perlakukan aku seperti anak kecil terus-menerus! Lari lah sekencang yang anda mampu! Aku akan berusaha mengimbangi." ucap Li Yian dengan tegas.
Wang Yao tidak tahu mereka berdua sedang membicarakan tentang apa, karena dia tidak mengetahui isi surat yang mereka berdua baca.
Mendengar ucapan Li Yian, Xu Wuzao akhirnya mengangguk setuju.
"Tetua Wang Yao, jalankan perintah ku!" Xu Wuzao mengingatkan kembali Wang Yao.
Lalu Xu Wuzao menengok ke arah Li Yian kembali! "Nak jangan kecewakan harapan ku!"
Dia langsung berkelebat cepat ke arah di mana sekte anggrek putih berada, sedangkan Li Yian masih diam di tempat lalu menengok ke arah Baba Yaga yang mulai tertidur.
"Sial, dia masih saja sempat-sempatnya tidur!" dia melangkah ke arah Baba Yaga lalu menendang pohon yang di gunakan untuk bersandar.
Baammm..!!
Kraaak..Bumm!
Pohon besar itu tumbuh, Baba Yaga langsung terlonjak dari tidurnya! "Saudara Li, kau akan membunuh ku yah?" bentak Baba Yaga.
"Cepat ikuti aku, atau kau akan tertinggal dan tersesat!" ucap Li Yian hanya sebatas itu lalu pergi ke arah di mana Xu Wuzao melesat.
Dengan bingung Baba Yaga tengak-tengok ke segala arah, lalu segera mengikuti kemana Li Yian pergi.
Wang Yao yang melihat aksi Li Yian hanya bisa diam terperangah, dia sangat terkejut! Karena pohon sebesar itu tumbang hanya satu kali tendangan ringan.
Setelah cukup lama memandang pohon yang tumbang itu seperti orang bodoh, Wang Yao akhirnya sadar setelah keadaan di sana sunyi.
"Pantas saja, generasi muda dari berbagai sekte tidak bisa berkutik! Dia sangat kuat." gumam Wang Yao.
Sedangkan dua kusir di sana melihat pertarungan itu hanya bisa bersembunyi di bawah kereta kuda saling berpelukan mesra, kerena tubuh mereka saling bergetar hebat.
"Cepat kita segera kembali!" ucap Wang Yao, kepada dua kusir yang sedang menjalin kemesraan di bawah kereta kuda.
Akhirnya kusir kereta kuda sadar, lalu melepaskan pelukan mesra itu dan kembali ke kereta kuda masing-masing.
Wang Yao lari ke kereta kuda di depan, lalu membuat kereta kuda itu dengan cepat.
"Kalian berdua tetap naik kereta ini, aku akan menemani Zhao Lu di kereta belakang!" ucap Wang Yao.
"Baik tetua Wang!" ucap keduanya dengan mantap.
Wang Yao langsung pergi ke kereta kuda belakang lalu naik ke sana dan akhirnya mereka langsung berangkat menuju ke sekte anggrek putih.
*
*
*
Xu Wuzao lari dengan kecepatan tertinggi dirinya, dia lari seperti terbang di atas tanah.
Dia tidak menghiraukan Li Yian, karena sejak dia mulai berlari dia tidak merasakan keberadaan Li Yian di belakangnya.
Setelah cukup jauh, dari area penyerangan! Xu Wuzao langsung kaget, dia lalu menengok ke belakang. Tidak jauh dari dirinya saat ini dua orang lain sedang berlari.
Yang tidak lain adalah Baba Yaga dan Li Yian.
"Anak itu kemajuan dirinya sangat pesat, metode apa yang di gunakan nak Li Yian untuk berlatih ilmu beladirinya?" Xu Wuzao membatin.
Karena dia sangat terkejut dengan Li Yian saat ini, di awal dia berpikir Li Ning tidak akan bisa mengikuti lari langkah angin dirinya! Tapi nyatanya dua orang itu bisa menyusul bahkan mengimbangi terus di belakangnya.
"Saudara Li, apa yang terjadi kenapa kita harus berlari kejar-kejaran seperti ini?" ucap Baba Yaga di belakang Li Yian.
"Teman, kau terlalu banyak tidur! Jadi tidak kebagian bertemu wanita cantik!" ucap Li Yian mengelabui.
"Apa kita sedang mengajar wanita cantik?" tanya Baba Yaga sangat ingin tahu.
"Tentu saja, kita sedang mengejarnya. Maka dari itu jangan sampai kau tertinggal jauh!" Li Yian berucap sambil menahan tertawa dalam hatinya.
"Baiklah saudara Li, aku akan berusaha!" Baba Yaga langsung bersemangat.
"Aaaaahhh..!" bahkan Baba Yaga sampai berteriak kencang, saking senangnya.
Xu Wuzao yang mendengar ucapan dua anak muda di belakang dirinya hanya bisa tersenyum senang, lalu dia menambah kecepatan larinya!.
\=
\=
...