
\=Chapter 120. BARANG BAGUS\=
\=
\=
Baba Yaga masih saja bingung meskipun sudah di jelaskan oleh Li Yian dan pemimpin rombongan pedagang, karena desakan dari Li Yian Baba Yaga akhirnya mau meminta maaf meskipun masih sedikit menolak.
Li Yian akhirnya mengobati mereka sebisanya, lalu memberikan pil penyembuh untuk pendekar, Li Yian hanya membantu mencernanya saja.
Sedangkan untuk tangan yang patah Baba Yaga yang menyembuhkan mereka, menggunakan kekuatan yang di milikinya Baba Yaga bisa memperbaiki struktur tulang yang retak.
"Terimakasih tuan pendekar muda, berkata kalian kami selamat! Kami tidak bisa memberikan apa-apa untuk tuan!" ucap pemimpin rombongan pedagang itu.
"Tidak perlu terlalu di pikirkan paman, kami membantu paman dan semuanya karena sudah di izinkan menumpang di rombongan yang paman pimpin ini!" jawab Li Yian.
Setelah itu, Li Yian pamit untuk mengecek keadaan sekitar! Karena dia masih penasaran dengan apa yang di ucapkan oleh pemimpin ke dua dari kelompok rampok singa padang savana itu.
Akhirnya Li Yian dan Baba Yaga langsung pergi meninggalkan rombongan pedagang itu, karena Li Yian pergi rombongan pedagang juga melanjutkan perjalanan kembali.
Karena mereka sudah takut terus berada di sekitar padang savana, meskipun Li Yian sudah memberitahukan bahwa sekarang padang savana itu sudah aman dari yang namanya rampok.
Li Yian dan Baba Yaga mengambil jalan yang tadi di lalui Li Yian untuk membantai semua kelompok rampok singa padang savana.
Saat sampai di tumpukan mayat di sana Baba Yaga sangat kaget.
"Apa yang terjadi di sini, kenal banyak sekali mayat yang baru saja mati?" ucap Baba Yaga.
"Itu aku yang membunuhnya!" jawab Li Yian masih saja terus jalan dengan tenang.
"Apa?" jawab Baba Yaga sangat kaget.
Li Yian hanya melihat ke arah Baba Yaga dengan tatapan aneh, karena dia tidak mengerti apa yang di kagetkan Baba Yaga tentang mayat itu semua.
"Kau sangat curang saudara! Bersenang-senang tidak mengajak aku!"
Baba Yaga marah karena Li Yian bertarung seperti itu tidak mengajak dirinya, malah membantai habis sendirian!.
Li Yian yang mendengar keluhan Baba Yaga yang tidak masuk akal seperti itu menjadi heran, akhirnya dia berbisik.
"Teman, aku sedang menuju ke markas mereka! Siapa tahu masih cukup banyak anggota mereka di sana! Kau boleh membantainya sendiri, nanti jika ada sandra di sana kau bisa bebaskan mereka semua!"
Bisik Li Yian mencoba menenangkan Baba Yaga, agar dia tidak banyak bicara terus-menerus.
"Tidak perlu berbicara seperti itu lagi, kau sudah berulang kali membicarakan sandra wanita, tapi apa? Itu tidak pernah ada!" Baba Yaga kini tidak lagi begitu percaya tentang ucap Li Yian itu.
Setelah berjalan cukup jauh Li Yian dan Baba Yaga melihat ada satu mayat lagi, yang tidak lain adalah pemimpin ke dua dari kelompok rampok singa padang savana.
Mayat itu mati dengan warna kulit hitam kebiruan, karena racun ganas yang di berikan Li Yian. Li Yian yang melihat itu hanya tersenyum saja! Lalu terus melangkah.
Karena Li tidak peduli Baba Yaga juga tidak memikirkan sama sekali terhadap mayat itu, dia terus saja mengikuti ke mana Li Yian berjalan.
*
*
*
Beberapa waktu lalu.
Pemimpin ke dua rampok singa padang savana terus berjalan setelah bebas dari cengkeraman Li Yian dia langsung bergegas lari kembali ke tempat kediaman kelompoknya.
"Dasar pendekar hebat tapi bodoh otaknya!" ucap pemimpin ke dua.
Dia sambil terus berlari menuju ke tempat kediaman kelompoknya, untuk mengurus semua harta yang dirinya tinggal.
Karena dia tahu Li Yian akan cukup sulit untuk menemukan letak dari kediaman rampok singa padang savana jika malam hari.
Namun baru berlari tidak jauh dari sana, pemimpin ke dua langsung batuk dan mengeluarkan darah.
"Uhukk.. Uhukk..!"
Dia batuk, lalu berhenti berlari untuk sementara! Setelah melihat ke tangan dirinya yang memegang darah dengan warna sedikit hitam, dia langsung sadar.
"Si-sial aku yang tertipu!" keluh dia dengan, cukup menyesal. Jantungnya langsung berdetak cepat.
Setelah itu dia langsung jatuh ke tanah, karena sudah sangat lemas dan begitu bergetar tubuhnya! Karena racun itu sudah sampai ke jantung dirinya.
Baru jatuh beberapa saat, dia langsung mati! Setelah itu tubuhnya sedikit demi sedikit mulai berwarna hitam kebiruan.
*
*
*
Li Yian dan Baba Yaga kini sudah sampai di bukit yang di tumbuhi pohon pinus.
Mereka berdua mengamati sekeliling sebentar dengan menggunakan kekuatan tenaga dalamnya masing-masing, Li Yian menajamkan pendengaran, penglihatan dan perasaan sat ini.
Setelah menurutnya aman, Li Yian dan Baba Yaga mulai menaiki bukit itu! Mereka tetap hati-hati. Takut ada jebakan yang di pasang oleh mereka.
Dan benar saja baru setengah jalan melewati bukit itu, Li Yian dan Baba Yaga langsung di serang puluhan pisau terbang yang di pasang oleh musuh.
Namu Li Yian dan Baba Yaga cukup mudah menghindari itu, sampai semua sudah di hindari mereka melanjutkan pendakian bukit itu.
Li Yian dan Baba Yaga kini sudah sampai di puncak dari bukit itu, mereka melihat rumah bambu yang cukup besar berdiri di sana.
"Cukup bagus juga pemandangan di sini!" ucap Li Yian sambil memandang sekitar.
Namun Baba Yaga langsung masuk, hidung Baba Yaga mencium bau wanita cantik! Dan benar saja saat hendak masuk ke dalam rumah, baru membuka pintu Baba Yaga langsung mematung saking tidak percayanya.
Li Yian memang merasakan adanya kehidupan di dalam rumah tapi dia tetap tenang! Karena kehidupan di dalam rumah seperti sedang dalam keadaan ketakutan yang tinggi.
Pikir Li Yian itu adalah beberapa budak dari perampok singa padang savana, sehingga dia berniat membebaskan mereka nantinya.
"Barang bagus..!" ucap Baba Yaga setelah melihat ada lima wanita yang telanjang bulat, mereka ada yang duduk meringkuk di kurasi panjang di dalam sana.
Ada yang telentang di kasur, ada yang terbengong duduk di kursi. Itu semua membuat mata Baba Yaga bersinar terang.
Padahal pagi hari belum tiba! Matahari baru mengeluarkan siluet cahayanya di ufuk timur, sedangkan di dalam rumah hanya di terangi oleh lampu minyak.
Tapi bagi Baba Yaga itu, di dalam sana sangat terang bahkan terlihat sangat jelas.
"Teman, apa yang kau temukan? Kenapa wajah kau begitu gembira?" ucap Li Yian yang masih di teras.
Akhirnya dia maju untuk segera melihat ke dalam ada apa sehingga membuat Baba Yaga sangat tertarik.
"Saudara Li Yian, ini bagian ku! Kau cari objek lain saja." ucap Baba Yaga langsung masuk ke dalam ruang bambu dengan tergesa-gesa.
\=
\=
..