Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
170 = MUSNAH TANPA SISA


\=Chapter 170. MUSNAH TANPA SISA\=


\=


\=


Setelah bergumam seperti itu, Li Yian langsung melirik ke beberapa orang yang masih hidup di sana.


Mereka semua terdiam mematung melihat pemimpin pertama kelompok Sabit Tunggal sudah mati oleh Li Yian, pikiran mereka untuk segera merespon apa yang akan terjadi selanjutnya seperti terhenti begitu saja.


Wooss..!


Li Yian langsung bergerak sangat cepat, menebas satu-persatu orang yang masih hidup dan belum sadar, gerakan Li Yian sangat cepat sehingga mereka tidak menyadari apa yang telah membunuh mereka.


Hingga tersisa tiga orang lagi yang hidup, mereka tersadar dan langsung mundur lalu segera lari meskipun terjauh beberapa kali, mereka bangkit lagi dan terus kabur entah ke arah mana yang penting selamat.


"Cepat lari, dia bukan manusia! Tapi dewa kematian yang turun ke alam ini." ucap salah satu dari mereka yang masih hidup.


Kawannya tidak menjawab ucapan itu, jangankan menjawab untuk lari saja mereka masih lambat untuk merespon itu! Keringat dingin langsung muncul di sekujur tubuh mereka.


"Takan aku biarkan kalian kabur, kecuali ke alam baka!" ucap Li Yian.


Wooss..!


Lalu dia mengejar salah satu dari mereka, dengan cepat dia langsung berada di depan orang itu.


Slaazz..!


Tanpa banyak bicara lagi Li Yian langsung menebas orang itu di lehernya, pedang Li Yian sangat tajam setelah di lapisi Energi Qi.


Kali ini Li Yian tidak melapisi pedangnya dengan elemen api, hanya melapisi dengan Energi Qi saja.


Setelah membunuh salah satu dari tiga yang lolos, Li Yian langsung membunuh dua yang lainya dengan cepat, setelah berhasil dia langsung memanjat ke arah pohon yang cukup besar untuk melihat ke arah tempat Baba Yaga bertarung, karena dia merasakan hal aneh karena malam ini mulai terang.


Saat sudah di atas pohon, Li Yian melihat area itu terbakar oleh api yang sangat besar.


"Apa yang di lakukan oleh dia, bagian bisa ada api sebesar itu di sana?" ucap Li Yian cukup kaget, karena hampir setengah lebih perkemahan kelompok Sabit Tunggal sudah terbakar oleh api.


*


*


*


Di tempat Baba Yaga.


Setelah semua anggota kelompok Sabit Tunggal yang masih hidup kabur ke segala arah dia cukup bingung! Karena bila seperti ini dia akan kalah lagi oleh Li Yian.


Akhirnya Baba Yaga mempunyai ide cemerlang menurut dirinya, dia langsung tersenyum mengerikan dengan wajah siluman babinya itu.


"Untung aku pintar, jadi mengatasi mereka cukup mudah!" gumam Baba Yaga.


Dia langsung bergerak cepat, memanjat pohon yang besar! Setelah sampai di puncak dia melihat beberapa orang yang lari ketakutan.


Dia mengeluarkan semburan api kembali dari mulutnya.


Buurrrr..!


Kobaran api yang sangat besar keluar dari mulut Baba Yaga, mengarah ke bawah! Di sana beberapa orang kelompok Sabit Tunggal yang sedang berlari langsung terbakar.


Begitu juga dengan beberapa pohon besar dia sana, setelah kobaran api membesar Baba Yaga melihat ke arah lain.


Inilah ide cemerlang menurut Baba Yaga, dengan seluruh area di bakar maka orang-orang tidak akan lolos.


"Mereka dia sana!" ucap Baba Yaga melihat beberapa orang lagi.


Dia langsung melompat ke pohon lain dengan lompatan kilat, setelah mencapai jarak tembak semburan api miliknya! Baba Yaga langsung menyemburkan kembali api besar itu.


Beberapa orang di sana langsung terbakar dan mati, hingga Baba Yaga melakukan beberapa kali lagi sampai area itu benar-benar terbakar oleh api yang sangat besar.


Inilah kejadian yang di lihat oleh Li Yian, hingga dia sangat heran.


"Masih tersisa 5 orang lagi, tak akan aku biarkan dia lolos!" ucap Baba Yaga.


Wooss..!


"Sial dia mengajar kita kawan!" ucap salah seorang dari mereka.


Buukk..!


"Kau jadi lah umpan dia!" ucap temannya dengan sangat mengerikan langsung memukul dengan keras ke arah belakang.


"Keparat kau!" temannya langsung membentak tidak terima.


Dia langsung terdorong ke belakang karena dia tidak tahu bahwa temannya akan menyerang secara mendadak.


Karena dirinya terdorong ke belakang dia langsung di hantam oleh garukan senjata Baba Yaga, dan langsung tertusuk oleh garukan yang lancip itu dari punggung hingga tembus ke dada.


"Kau sangat malang memilih teman, beginilah nasib kau!" ucap Baba Yaga, dengan suara besarnya ke arah orang yang sudah mati lalu dia melemparkan tubuh itu ke tanah.


Lalu dia langsung mengejar kembali orang yang lari di depannya.


Wooss..!


Baaammm..!


Baba Yaga langsung menghantam dengan keras kepala orang itu hingga hancur, setelah itu dia langsung berhenti berlari.


Dia tidak mengatakan apapun setelah membunuh orang yang tega mengorbankan nyawa temannya sendiri.


"Sisa tiga orang lagi! Ke arah sebelah sini yang paling dekat!" ucap Baba Yaga, setelah merasakan kehidupan yang lain.


Lalu Baba Yaga berlari cepat mengejar salah satu dari tiga yang lari, hanya dalam beberapa tarik nafas saja Baba Yaga berhasil mengejar orang itu.


Setelah dalam jangkauannya, Baba Yaga langsung mengayunkan garukan miliknya.


Wuutt..!


Baaammm..!


Orang itu langsung mati, seketika karena bagian atas tubuhnya di buat gembur oleh pukulan Baba Yaga itu.


Baru saja dia siap berlari lagi, dari arah samping dirinya, ada Li Yian muncul tiba-tiba! Dia membopong dua orang kelompok Sabit Tunggal yang sudah mati di tebas dan di tusuk oleh Li Yian di bagian dada mereka.


"Kau meloloskan dua tikus lainnya, teman!" ucap Li Yian dan melemparkan ke arah Baba Yaga.


"Sial kau saudara Li, jika tidak di bunuh oleh kau lebih dulu mereka juga akan mati oleh ku!" jawab Baba Yaga dengan garang.


"Dan kau, memusnahkan tanpa sisa dari mereka semua termasuk barang bawaan mereka pastinya!" ucap Li Yian sambil menunjuk ke arah kobaran api yang semakin besar.


Baba Yaga menengok ke arah kobaran api yang di tunjuk oleh Li Yian saat ini dia seperti tidak punya salah sedikitpun langsung mengangkat bahu.


"Mereka kabur ke segala arah, jadi aku bakar mereka semuanya!" ucap Baba Yaga dengan sangat tenang.


"Hebat kan jurus yang di gunakan oleh ku dengan tubuh siluman ini?" Baba Yaga bertanya berniat memuji dirinya.


"Hebat apanya, sudahlah ayok kita pergi dari sini! Kita sudah tidak bisa lagi memadamkan api itu!" jawab Li Yian.


"Jika saja kau tidak membakar perkemahan mereka, siapa tahu mereka menyimpan barang yang berharga di sana, itu akan sangat lumayan!" keluh Li Yian.


"Aku tidak ingat itu saudara Li!" jawab Baba Yaga dengan memegang kepalanya tanda dia cukup menyesal.


Yang dia ingat, hanya tidak mau kalah dengan Li Yian saja saat itu, sehingga dia tidak ingat barat benda maupun sesudah lain yang berharga.


Setelah itu dia langsung kembali ke bentuk manusianya dalam keadaan telanjang, karena pakaian yang di kenakan dirinya langsung hancur saat tubuh Baba Yaga berubah sangat besar.


"Pakai ini dengan cepat teman!" Li Yian langsung melemparkan pakaian yang di ambil dari cincin samudra miliknya.


"Aaah, terimakasih saudara Li!" Baba Yaga langsung menyambut pemakaian itu lalu di kenakan dengan cepat.


Li Yian dan Baba Yaga langsung melesat pergi dari hutan belantara itu yang saat ini terbakar hebat, pasti akan musnah tanpa sisa! Sehingga tidak ada lagi yang di harapkan.


\=


\=


...