Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
075 = BERITA MENGEJUTKAN KELOMPOK TENTARA BAYARAN


\=Chapter 075. BERITA MENGEJUTKAN KELOMPOK TENTARA BAYARAN\=


\=


\=


Di ruang pribadi kedai minum, Baba Yaga sedang merangkul dua wanita di tangan kanan dan kirinya! Sedangkan di depan dirinya ada yang duduk di pangkuan dengan mesra.


Yang duduk di pangkuan meminumkan arak yang sangat mahal yaitu arak kayangan, karena ini kota Kekaisaran Ming harag arak kayangan bisa 10 kali lipat harga di kota-kota lain.


Sedangkan sedari awal masuk Baba Yaga sudah menghabiskan arah 3 kendi sedang dan masih belum mabuk total, akhirnya setelah habis 5 kendi sedang dan di minum bersama ketiga wanita itu, akhirnya Baba Yaga mabuk total.


Setelah mabuk, kantong penyimpanan uang milik Baba Yaga langsung di ambil dan di larikan oleh salah satu dari mereka! Setelah mengamankan kantong itu dan mengambil isinya yang memang cukup banyak, wanita itu kembali lagi ke sisi Baba Yaga.


*


Ke esokan paginya, Baba Yaga bangun dari tidurnya! Dia tidur di tempat duduk yang empuk yang ada di ruangan itu.


Begitu juga tiga wanita yang semalam menemani Baba Yaga minum, mereka bertiga masih tertidur.


Dengan pakaian yang berantakan di tubuhnya, karena pakaian itu tipis dan terbuka di bagian yang intim membuat tubuh mereka terekspos semua oleh Baba Yaga.


"Benar-benar pagi hari yang indah!" gumam Baba Yaga.


Dia tersenyum sesaat, lalu meraba yang bisa di jangkau oleh tangannya.


"Ahh, tuan tampan pagi-pagi sudah begitu nakal!" ucap gadis muda itu, dia pura-pura bangun dari tidurnya padahal dia sudah bangun dari tadi.


Pakaian ketiga gadis itu sengaja di buka seperti itu oleh mereka sendiri, karena ini bagian dari taktik penipuan.


Setelah adanya obrolan ringan, wanita kedua dan ketiga ikut bangun juga!.


Tok..Tok..Tok..!


Dari luar ruangan pintu ruangan di ketuk! Mendengar itu tiga wanita langsung merapikan pakaian masing-masing.


"Masuk saja, tidak di kunci!" jawab salah satu dari mereka.


Setelah ada yang berbicara demikian, seorang laki-laki paruh baya masuk.


"Maaf tuan, ruangan ini hendak di pakai oleh pelanggan lain!" ucap laki-laki itu.


"Iyakah, apa tidak bisa lebih lama sedikit?" jawab Baba Yaga yang masih inginkan suasana seperti ini.


"Sebenarnya tidak bisa tuan, karena tamu yang akan menempati ruangan ini adalah tamu VIP! Tapi jika tuan memaksa bisa, hanya saja harus membayar tagihan di muka dan membayar tagihan sebelumnya sampai lunas!" jawab pria paruh baya itu dengan tenang.


"Baiklah, akan aku bayar!" ucap Baba Yaga dengan santai.


Setelah itu dia meraba ikat pinggang dirinya mencari kantung penyimpanan koin emas yang dirinya sisipkan di sana.


Setelah mencari beberapa saat dia tidak menemukan itu, muka kebingungan muncul dan terus meraba ke seluruh tubuh.


"Aduh ko tidak ada, kemana perginya uang itu?" ucap Baba Yaga dengan wajah polos.


Dia terus mencari namun tidak ke temu, wajahnya langsung melongo.


"Apa nona, tidak melihat kantung penyimpanan koin milik ku?" tanya Baba Yaga.


Tuan mana kami tahu, kami bertiga kan sama-sama mabuk dan kita tidur bersama!.


Mendengar ucapan itu pipi Baba Yaga langsung memerah, dia sangat bangga di bilang tidur bersama.


"Ahh, benar juga mana mungkin kalian tahu! Tapi uang ku hilang?" keluh Baba Yaga.


"Jangan banyak alasan, kami sudah cukup mendengar banyak alasan seperti itu! Berlagak kaya raya tapi ternyata kere, cepat bayar tagihan semalam dan minuman yang kau habiskan!" bentak laki-laki paruh baya itu.


Ketiga gadis itu hanya diam, mereka bertiga hanya tertawa di dalam hatinya! Karena telah berhasil menipu orang bodoh.


"Ta, tapi aku tidak beralasan!" ucap Baba Yaga.


"Sudah jangan banyak alasan, ikut aku cepat!" ajak dia dengan kasar.


Setelah mengikuti, di sana dia langsung di hadang oleh beberapa pendekar yang di miliki oleh kedai minum itu.


"Apa maksudnya ini?" tanya Baba Yaga, namum di hatinya sudah menduga seperti ini.


"Capat bayar, jumlah yang harus anda bayar adalah 50 keping koin emas!" bentak salah satu dari mereka.


"Banyak juga? Tapi jika kantung penyimpanan koin ku tidak hilang maka jumlah itu bisa ku bayar!" jawab Baba Yaga jujur.


Karena dia di berikan cukup banyak koin emas oleh Li Yian sebelum keluar dari hutan kabut ilusi, karena Li Yian tahu bahwa Baba Yaga tidak akan selalu bersama dirinya.


"Banyak alasan!"


Setelah bentakan itu di ucapkan, tiga dari mereka langsung maju menyerang dengan kecepatan cukup tinggi! Namun oleh Baba Yaga gerakan itu sangat lambat.


Plak, plak.. Baaammm..!


Dua pukulan beradu di udara dengan kedua telapak tangan Baba Yaga, sedangkan tendangan Baba Yaga bersarang di perut salah satu dari mereka.


Salah satu dari mereka terpental cukup jauh ke belakang, langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Kretak..!


Baba Yaga langsung menggenggam tinju kedua orang itu dan meremas dengan kuat sampai tulang jari-jari mereka berpatahan.


Aaaaww..


Jerit keduanya, setelah itu Baba Yaga langsung melemparkan mereka masing-masing ke sisi yang berbeda-beda.


"Aku sudah bersikap lunak, kalian memaksa ku!" ucap Baba Yaga garang.


Semau pendekar itu langsung gentar, karena Baba Yaga sangat kuat! Sehingga sisa dua dari mereka mundur tidak berani lagi adu mulut dengan Baba Yaga.


"Sudah ku bilang, uang ku hilang! Tapi kalian malah menyerang!"


"Aku akan pergi, setelah ada uang akan kembali!" lanjut Baba Yaga.


Dia langsung melenggang keluar dari kedai minum itu dan menghilang dari pandangan mereka semua setelah dia keluar dari kedai minum.


"Sial, jika dia mau! Aku yakin, dia bisa membunuh kita semua semudah membalikkan telapak tangan!" keluh salah satu dari mereka yang jari tangannya di patahkan.


Semua pendekar yang ada di sana merinding, melihat keganasan Baba Yaga.


*


*


*


Berita kematian kelompok tentara bayaran yang ada di kota persinggahan sudah menyebar ke seluruh kelompok tentara bayaran lainnya.


Berita ini sangat mengejutkan kelompok tentara bayaran, karena nama orang yang baru masuk daftar mangsa kelompok mereka, malah bisa menyerang balik bahkan membantai dengan sangat mengerikan.


Setelah tahu yang membunuh adalah Xu Wuzao, orang-orang dari kelompok tentara bayaran tidak mau ambil resiko dan memilih mengambil misi lain.


Karena kejadian ini, harga kepala mereka naik menjadi beberapa kali lipat dari sebelumnya, lalu di serahkan surat utusan kepada orang yang memberikan perintah untuk menyetujui harga yang beru! Jika menolak maka kesepakatan hilang.


Mereka mencari seluruh identitas Xu Wuzao namun tidak ada yang berarti bagi mereka, mereka hanya menemukan bahwa Xu Wuzao datang dari sekte anggrek putih yang termasuk sekte kecil! Dan dia adalah pemilik dari sekte itu.


"Orang ini tidak ada yang begitu spesial dalam riwayatnya! Tapi mengapa empat pendekar atas puncak dan satu pendekar raja puncak bisa dia habisi tanpa keributan dan saksi mata, apa kebetulan dia di bantu orang hebat?" gumam orang yang sedang duduk di kursi depan meja sambil membaca laporan pihak meneliti.


Setelah membaca laporan itu semua, dia termenung sendirian di meja yang di letakkan di ruangan yang tidak begitu besar.


\=


\=


...