Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
092 = PESTA KEMENANGAN


\=Chapter 092. PESTA KEMENANGAN\=


\=


\=


Melihat Baba Yaga berlalu dari sana, dua orang yang masih sadar! Sedari tadi menahan tangan mereka yang ke sakitan langsung bangkit.


Salah satu dari mereka menghampiri kawannya yang tergeletak di luar tidak sadarkan diri.


"Woi bangun, cepat kita segera pergi!" ucap orang yang lengannya patah.


Cukup lama dia berusaha menyadarkan temannya yang masih tidak sadarkan diri itu.


Sedangkan, salah satu temannya yang tangannya buntung langsung membangunkan orang yang menyuruhnya melawan Baba Yaga, yaitu si perut buncit.


"Bangun kau, bangun! Buuk, buuk." ucap orang itu sambil menendang rusuknya cukup keras.


Karena sudah geram tak kunjung sadar, dia langsung menyiram dengan air minum yang ada di meja itu! Seketika si perut buncit langsung bangun.


"Kemana dia?" ucap perut buncit sangat kaget, sambil mengelap mukanya yang berminyak.


"Dia sudah pergi!" jawab orang yang tangannya buntung itu.


"Bodoh, kenapa kalian biarkan pergi?" tanya si perut buncit cukup marah.


"Kau yang bodoh, apa ingin mengajak kita mati bersama?" bentak orang itu lebih keras.


Si perut buncit langsung takut kembali, karena dirinya bukanlah pendekar yang hebat hanya tahu gerakan beladiri kosong melompong sehingga di bentak seperti itu langsung ciut nyalinya.


"Cepat, serahkan bayaran kami! Lalu kompensasi tangan ku yang buntung ini!" dia sambil menodongkan golok panjang miliknya.


"Ingat, 3 kali lipat!" lanjut orang itu.


Karena takut, si perut buncit akhirnya menyerahkan token penyimpanan koin miliknya!.


"Ini ambilah, cukup untuk pembayaran kalian dan kompensasi tentunya!" si perut buncit menyerahkan dengan tidak rela.


"Jika ini kosong, nyawamu taruhannya!"


Akhirnya si wajah sangar langsung pergi setelah mengancam si perut buncit, karena di luar teman satunya masih belum juga sadar, terpaksa mereka gendong untuk kembali ke markas.


*


*


*


Setelah Baba Yaga sampai ke area penonton kembali, penyerahan hadiah sudah sampai kepada Li Yian.


Li Yian di sana sedang berdiri, lalu di hadapannya ada Kaisar Ming.


Kaisar Ming maju membawa sebuah mendali, untuk di berikan kepada Li Yian sebagai juara pertama kompetisi generasi muda tahun ini.


Lan Zhuo, tampak kecewa! Dia melihat Li Yian di berikan mendali kemenangan oleh Kaisar Ming langsung termenung.


"Apa Li Yian sehebat itu, sampai bisa menang dalam kompetisi generasi muda? Sial aku harus lebih giat berlatih!" ucap Lan Zhuo di benaknya.


Dia mengepalkan tangannya begitu erat, karena membulatkan tekad! Sebenarnya dia merasa sangat malu bertemu dengan Li Yian untuk kedepannya, karena sudah pernah meremehkan Li Yian sebelumnya.


Tepuk tangan langsung meledak setelah Li Yian menerima mendali itu, para gadis muda yang cantik-cantik kini mulai terpesona dengan Li Yian! Yang tadinya mendukung Lue Xuan Sekarang berpindah mendukung Li Yian dan menggemarinya.


Kaisar Ming langsung mengangkat tangannya! Seketika sorak penonton dan tepuk tangan langsung berhenti, kini di sana cukup sunyi.


"Aku, sebagai Kaisar Ming memutuskan sekte anggrek putih menjadi sekte kelas menengah!" ucap Kaisar Ming menggema di seluruh arena kompetisi generasi muda.


Itu sudah menandakan bahwa Kaisar Ming memiliki tenaga dalam yang sangat tinggi.


Xu Wuzao memandang ke tengah-tengah arena pertarungan, dia tanpa sadar meneteskan air matanya.


"Akhirnya, kau akan menjadi pendekar terkuat di Kekaisaran Ming terlaksana nak Li Yian!" gumam Xu Wuzao.


Itu membuat dia terus tersenyum, lalu melirik ke arah anak didik lain yang kini duduk di tempat penonton.


*


Di tempat penonton.


Baba Yaga juga merasa sangat senang, karena Li Yian melampaui harapan! Gara-gara kemenangan Li Yian dia bisa langsung kaya mendadak.


"Baiklah, itu urusan dia! Yang terpenting saatnya aku pesta kemenangan!" gumam Baba Yaga lalu melirik tiga kantung koin yang besar.


Lalu Baba Yaga melangkah keluar, dia tidak peduli bahwa Kaisar Ming sedang berpidato maupun Li Yian sedang menerima hadiah.


Yang dirinya pikirkan saat ini, minum dan bersenang-senang dengan para gadis muda!.


Saat membayangkan itu, cuping hidung Baba Yaga langsung mencuat! Dia dengan cepat lari kembali ke tempat di mana dia kemarin malam bersenang-senang.


Cukup lama Baba Yaga berjalan menuju ke tempat kedai minum, dia menengok ke arah kantung koin emas lalu mendesah pelan.


"Haahhh, sebenarnya aku tidak ingin menggunakan itu lagi di alam manusia! Tapi membawa barang banyak seperti ini sungguh merepotkan!" keluh Baba Yaga.


Baba Yaga mencari tempat yang cukup sepi, dia mengawasi ke segala arah setelah cukup aman Baba Yaga langsung mengeluarkan Energi hitam di tangannya.


Seketika dua kantung koin itu langsung tertelan entah kemana.


"Sial aku menggunakan itu lagi setelah sekian lama, jika saja di sini ada tempat penyimpanan yang besar dan mudah di bawa! Sayangnya tidak ada, hanya saudara Li Yian yang memilikinya!"


Baba Yaga mengoceh karena menggunakan kekuatan silumannya lagi, setelah sekian lama dia tidak menggunakan.


Bahkan Baba Yaga, hanya menyimpan senjata pusaka di sana! Karena kekuatan itu di alam Daulu ini begitu sangat di cari.


Setelah sudah di simpan, Baba Yaga melanjutkan perjalanan kembali! Dia akhirnya sampai di kedai minum.


"Selamat datang kembali tuan tampan!" ucap pelayan cantik di kedai minum itu yang sudah cukup mengenal Baba Yaga.


Senyum manis menghiasi parasnya, dengan sedikit membungkuk dia memberikan hormat! Baba Yaga langsung mengalihkan fokuskan ke gunung kembar yang hampir jatuh.


"Iya nona, aku ingin mengadakan pesta kemenangan! Aku akan menyewa tempat ini semalaman, kumpulan semua gadis yang di miliki tempat ini!" ucap Baba Yaga.


Dia langsung menahan hidungnya, takuk ada cairan yang langsung keluar begitu saja.


"Baiklah tuan tampan, tunggu di ruangan biasa!" pelayan cantik itu langsung bergegas pergi untuk memberitahukan kepada pemilik.


Kini Baba Yaga masuk ke ruangan yang sudah di gunakan beberapa kali itu, dia masuk dengan perasaan senang.


Lalu duduk santai di kursi yang ada di sana, tak lama kemudian para gadis cantik yang ada di kedai minum itu datang semuanya.


Termasuk pemilik dari kedai minum!.


Baba Yaga langsung berbinar melih ada wanita yang sedikit sintal, semua bagian lekuk tubuhnya menonjol sempurna.


"Tuan, saya pemilik kedai dan semua gadis yang ada di kedai minum ini! Siap menemani tuan!" ucap memiliki kedai minum.


Dia adalah wanita dewasa yang sangat menawan, lekuk tubuhnya begitu sempurna membuat Baba Yaga langsung menelan ludahnya sendiri.


"Ini aku bayar di muka, mari kita pesat kemenangan sampai pagi tiba!" ucap Baba Yaga lalu melemparkannya kantung koin yang cukup besar.


Dengan gerakan sangat cepat, pemilik kedai langsung mengambil koin emas itu! Lalau berucap.


"Anak-anak, puaskan tuan tampan tamu VVIP kita!" ucap dia dengan tegas.


Dia hendak langsung pergi namun tangannya di tahan oleh Baba Yaga.


"Tetap di sini, temani aku!" senyum genit langsung terukir di paras Baba Yaga.


\=


\=


..