
\=Chapter 277. MEMBANGUN RUMAH PELELANGAN ANGGREK PUTIH \=
\=
\=
Gadis muda yang terlihat periang itu cukup kebingungan karena Xu Wuzao menanyakan pemilik dari toko ini.
"Tuan sebutkan saja apa yang tuan perlukan, jika toko kami memilikinya maka akan kami ambilkan!" ucap gadis muda itu, memberikan saran.
"Tidak-tidak, aku ke sini tidak ingin membeli pil di toko ini, kami hanya ingin bertemu dengan pemilik toko pil ini saja! Apakah di perkenankan?" ucap Xu Wuzao mencoba menjelaskan.
"Baiklah tuan, tuan bisa tunggu di ruang tamu, mari aku antar!" ucap gadis muda penjaga toko, lalu dia mengantarkan Xu Wuzao dan Xu Zao Yi ke ruang tamu di toko itu.
Setelah gadis muda penjaga toko sudah mengantarnya Xu Wuzao dan Xu Zao Yi ke ruang tamu, gadis itu langsung pergi dengan cepat untuk memanggil pemilik toko pil.
Ruang tamu toko pil yang di datangi mereka juga terlihat sangat kuno, dengan di hiasi kursi dan meja yang di buat dari kayu di tambah banyak memiliki ukiran unik membuat terlihat sangat pas.
Setelah menunggu sebentar, dari pintu masuk menuju ke belakang toko, datang seseorang yang sangat tua, dia memiliki rambut yang sudah putih semua.
Xu Wuzao saja setelah melihat orang itu merasa dirinya terlihat muda, meskipun dirinya sudah hampir mendekati 90 tahun! Namun untuk pendekar 90 tahun masih terbilang muda.
Xu Wuzao dan Xu Zao Yi langsung bangun dari duduknya untuk menghormati orang yang lebih tua.
"Maaf tuan-tuan menunggu lama!" ucap orang tua itu dengan sedikit membungkuk.
"Tidak apa-apa tuan, justru aku yang harus meminta maaf karena menganggu istirahat tuan!" jawab Xu Wuzao dengan senyum.
Dia membalas hormat kepada orang tua yang datang, barulah berbicara demikian! Lalu mereka bertiga akhirnya duduk dengan tenang di kursi yang terbuat dari kayu itu.
"Ada keperluan apa tuan-tuan mencari ku?" tanya pemilik toko pil yang di datangi Xu Wuzao dan Xu Zao Yi.
"Kami datang ke sini karena tertarik dengan bangunan toko yang tuan miliki ini, apa tuan bersedia menjual kepada kami?" tanya Xu Wuzao.
Melihat itu orang tua cukup terkejut, karena dia tidak berniat menjualnya.
"Kalau boleh tau, tuan ini siapa? Untuk apa tuan menginginkan bangunan milik ku ini?" ucap pemilik toko pil itu masih dengan senyuman.
"Ahh, maaf tidak memperkenalkan diri! Saya Xu Wuzao, ini keponakan ku Xu Zao Yi! Kami berniat membangun rumah pelelangan anggrek putih!" ucap Xu Wuzao.
"Ya benar tuan, apa tuan bersedia menjual kepada kami?" ucap Xu Zao Yi menimpali obrolan mereka.
Deg..!
Pemilik toko pil itu kembali terkejut, setelah tahu bahwa yang di hadapan dirinya kali ini adalah Xu Wuzao kepala sekte anggrek putih.
"Tuan maafkan saya yang rendah ini tidak mengenali tuan!" ucap orang tua itu dengan membungkuk hormat cukup dalam di hadapan mereka berdua.
Bahkan muka dan badannya hampir menempel pada permukaan meja yang mereka hadapi.
Xu Wuzao dan Xu Zao Yi cukup heran di buatnya, karena perubahan sikap si orang tua pemilik toko pil itu! Karena mereka berdua tidak tahu, Xu Wuzao langsung menegur.
"Ada apa tuan, bangun lah jangan seperti ini! Kami merasa tidak enak." ucap Xu Wuzao.
"Tidak tuan, sudah seharusnya kami seperti ini! Karena berkat tuan Xu Wuzao dan tuan Xu Zao Yi, cucu saya menjadi ceria kembali!" ucap orang tua itu dengan semangat.
Xu Wuzao dan Xu Zao Yi, masih keheranan! Dia tidak tahu arus berbuat dan berbicara apa, akhirnya hanya mendengarkan apa yang di bicarakan oleh orang tuan pemilik toko pil.
Dia terus menjelaskan kenapa dia haru berterimakasih terhadap Xu Wuzao, karena berkat dikalahkannya sekte Wuhan, cucu satu-satunya sangat bahagia! Karena tidak akan lagi di jodohkan dengan Yan Xiong dengan paksa oleh kepala sekte.
Mereka tahu karena kematian Yan Xiong, kematian Yan Jim dengan Yan Yin sudah tersebar ke penjuru wilayah selatan Kekaisaran Ming.
Inilah juga salah satu sebabnya kenapa toko pil mereka sekarang sangat sepi, karena adanya persaingan dengan toko pil dari kota Kekaisaran Ming yang di perintahkan oleh Yan Yin di bangun di sekitar kota Wuhan.
Xu Wuzao dan Xu Zao yang sedari tadi mendengarkan, akhirnya tahu apa maksud orang tua pemilik toko mengucapkan terimakasih.
*
*
*
Setelah cukup lama mendengarkan dan saling berbicara, Xu Wuzao memilih untuk melakukan kerja sama dengan orang tua itu.
Karena Xu Wuzao tidak tega dengan pendirian orang tua pemilik toko pil yang terus menolak, akhirnya mereka memilih sepakat bekerja sama saja.
Setelah di ajak bekerja sama, barulah orang tua pemilik toko pil setuju karena toko pil yang di tempati sekarang sudah seperti rumahnya! Sehingga dia tidak ingin di jual.
Sedangkan Xu Wuzao tidak ingin tempat lain, akhirnya memilih untuk melakukan kerja sama saja! Bahkan Xu Wuzao berjanji akan membantu memulihkan setok pil dan mungkin menambah herbal umum maupun langka di toko pil itu.
Sedangkan pelelangan, Xu Wuzao berencana menempatkan di bagian belakang toko, yang dahulunya di gunakan untuk gudang persediaan pil.
Setelah kesepakatan terjalin, Xu Wuzao memilih untuk berpamitan! Dia ingin kembali lagi ke sekte Wuhan, ingin membicarakan rencana ini dengan tetua pertama sekte Wuhan.
Karena sekarang yang berkuasa mutlak di sekte Wuhan adalah Bai Li sebagai kepala sekte, namun mereka tetap tunduk dengan sekte anggrek putih maupun Xu Wuzao.
*
Xu Wuzao dan Xu Zao Yi sudah sampai kembali ke sekte Wuhan! Baru saja memasuki bangunan utama mereka melihat Li Yian yang sedang berjalan keluar.
"Nak Li Yian, kau akhirnya sudah keluar dari meditasi tertutup!" ucap Xu Wuzao.
Li Yian keluar dari bangunan utama karena sedang mencari Xu Wuzao, namun tidak menemukanya! Sedangkan dirinya meditasi di kediaman tertua ketiga yang hampir menyatu dengan balai herbal dan pil.
"Ya sudah, aku mencari anda kepala sekte Xu dan mencari tetua agung!" jawab Li Yian.
"Apa ada keperluan mendesak?" ucap Xu Zao Yi.
"Tidak tetua agung, aku hanya ingin menantang tentang rencana mendirikan rumah pelelangan!" ucap Li Yian.
"Soal itu, sudah beres! Tinggal sedikit merenovasi tempat lalu membuat izin ke Kekaisaran Ming!" ucap Xu Wuzao menjelaskan.
"Apa harus memiliki izin?" ucap Li Yian bertanya.
Karena dia tidak mengerti tentang itu, dirinya pikir membuat rumah pelelangan di Kekaisaran Ming tinggal buat saja, tidak memerlukan izin terhadap Kekaisaran Ming.
"Harus, itu adalah aturan Kekaisaran Ming! Tapi tentang urusan izin aku akan serahkan ke Bai Li, aku yakin dia pasti bisa mengatasi ini dengan mudah, dia bisa menggunakan relasinya!" jawab Xu Wuzao.
"Baiklah, jika seperti itu nanti aku yang akan urus, tentang barang yang bagus untuk di lelang!" ucap Li Yian.
Setelah perbincangan sebentar di luar mereka masuk ke dalam bangunan utama sekte Wuhan, karena akan membicarakan lebih lanjut tentang pembangunan rumah pelelangan anggrek putih.
Sambil berjalan, Li Yian memikirkan ingin menulis manual kultivasi dengan tangannya sendiri lalu di lelang di rumah pelelangan, agar para pendekar yang sudah berada di tingkat pendekar suci bisa berkultivasi.
Li Yian memikirkan demikian, agar kultivator di alam Daulu merata! Sehingga keseimbangan kekuatan bisa terjaga dan terjalin untuk seterusnya.
\=
\=
...