Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
165 = PENYERANG TERSEMBUNYI


\=Chapter 165. PENYERANG TERSEMBUNYI\=


\=


\=


Beberapa waktu sebelumnya.


Li Yian dan Baba Yaga kembali berjalan setelah melakukan istirahat sejenak, mereka menuju ke arah utara kembali, untuk masuk lebih dalam lagi ke dalam hutan belantara.


Karena menurut penunjuk jalan yang di sandra oleh Li Yian, memberitahukan sudah sangat dekat. Mendengar itu Li Yian langsung menotok urat leher orang yang berada di pundaknya agar tidak bisa berbicara nantinya. Namun karena kekuatan Li Yian yang sudah bisa menggunakan Energi Qi sangat besar, sehingga jalur pernapasan orang itu juga ikut tertutup! Namun Li Yian tidak mengetahui itu.


Setelah itu Li Yian langsung menengok ke arah Baba Yaga. "Kita berpencar teman, habisi siapa saja yang kita temui!" ucap Li Yian pada Baba Yaga.


Dia tahu jika di tempat seperti ini, berarti tidak ada orang lain lagi selain kelompok Sabit Tunggal, karena di tengah hutan belantara tidak mungkin akan ada penduduk di sana.


"Ya aku tahu itu, tenang saja!" jawab Baba Yaga.


Lalu mereka segera berpencar ke dua sisi berbeda, Li Yian mengambil ke arah kana sedangkan Baba Yaga ke kiri.


Namun apesnya, setelah Li Yian berbelok ke arah kana untuk berpencar memotong siri kiri dan kana tempat mereka berkemah.


Li Yian malah sampai lebih dulu karena persepsi Li Yian lebih tajam setelah ada Energi Qi di alam Daulu, sedang Baba Yaga lebih melenceng ke arah kiri cukup jauh, karena dia merasakan energi siluman lebih padat setelah fenomena alam.


Li Yian hinggap di salah satu cabang pohon di sana yang cukup besar dan tinggi, dia menghilangkan hawa keberadaan dirinya saat ini agar orang-orang tidak mengetahui keberadaannya.


"Jadi ini perkemahan kelompok Sabit Tunggal?" gumam Li Yian.


"Cukup banyak orang di sini, meskipun aku dan Baba Yaga yakin bisa mengalahkan mereka semua! Pasti akan sangat sulit, kami juga akan cukup terluka." Li Yian masih terus menganalisa kekuatan musah.


Akhirnya Li Yian mempunyai ide, dia langsung melemparkan tubuh yang saat ini di ambang kematian itu, yang ada di pundaknya.


Wooooosss..!


Li Yian melempar dengan sangat kuat, target dirinya adalah api unggun! Padahal tempat berdiri Li Yian saat ini dengan perkemahan kelompok Sabit Tunggal masih sangat jauh namum lemparan Li Yian tepat sasaran.


Baammm..!


Tubuh yang di lempar Li Yian jatuh mengenai api unggun kecil di sana, setelah itu kehebohan terjadi.


*


*


*


Li Yian cukup lama menunggu, setelah itu dari beberapa tenda bertebaran orang sedang mencari pelaku penyerangan.


"He-he-he...! Berpencarlah kalian semua, saat berpencar di sana kalian akan menemukan kematian yang cepat!" ucap Li Yian di benaknya.


Orang-orang di bawah masih mencari ke segala arah, saat sudah mencapai jarak serang yang tepat karena kegelapan malam mempengaruhi jarak pandang, Li Yian mengeluarkan enam pisau kubota yang sudah di beli di kota Kekaisaran Tang bagian pusat.


"Baiklah, saatnya ku lihat kemampuan mu!" ucap Li Yian untuk pisau kubota.


Wuutt..!


Li Yian melempar, dua pisau kubota ke arah dua orang anggota kelompok Sabit Tunggal yang sedang berlari menuju ke arahnya.


Traaak..Traaak..!


Kraakk..!


Baaammm..!


Li Yian langsung terbengong, karena pisau kubota yang di lempar langsung menembus kepala sasarannya, bahkan masih terus melaju dan mengenai pohon dan tanah di belakang mereka.


Hingga pohon itu tumbang, karena adanya keributan yang keras makin banyak orang-orang kelompok Sabit Tunggal berlari ka arah serangan Li Yian.


"Pisau apa ini, bagaimana bisa begitu tajam dan kuat!" ucap Li Yian di benaknya sambil memandangi empat pisau yang ada di tangannya saat ini.


Karena adanya serangan, kelompok Sabit Tunggal yang lain langsung mendatangi tempat kejadian, empat orang datang saat salah satu dari mereka melihat dua rekannya mati. Langsung berteriak.


"Hati-hati ada penyerang tersembunyi!"


Orang di sana langsung waspada mengeluarkan sabit mereka masing-masing, karena mereka sudah terbiasa melakukan serangan tersembunyi seperti itu sehingga langsung paham dan waspada.


"Sial, kita melawan orang kuat! Cepat beritahu pemimpin tentang kejadian ini." ucap dia kepada rekannya.


"Baiklah, aku akan segera melapor!" dia langsung berbalik setelah berucap demikian.


Braaak..!


Baru saja dua langkah dia bergerak, dia sudah ambruk karena kepala tertancap senjata pisau yang entah dari mana datangnya.


"Darimana datangnya serangan itu?" ucap orang yang memberikan perintah tadi, karena cukup gelap dan hanya kilatan pisau kubota yang terlihat sudah mencap sempurna di kepala.


"Ukuuk..!"


Dia langsung tersedak karena tenggorokannya di serang dengan senjata yang sama.


Li Yian yang sudah berpindah dua kali, melakukan lemparan sedikit lebih di tahan, agar tidak menimbulkan keributan lagi seperti di awal.


Begitu dengan dua orang lainnya juga mati dengan cara yang sama di bunuh dengan senjata rahasia.


Setelah cukup sepi Li Yian langsung turun dari sana, dia dengan cepat mengambil lagi pisau kubota yang sudah dia gunakan sebelumnya.


"Sayang senjata bagus, jika di buang begitu saja!" ucap Li Yian, dengan cepat mengambil enam pisau kubota yang telah dia lempar.


Saat dia hendak melangkah pergi, dia terhenti seketika. "Aku punya pertunjukan yang bagus!" ucap Li Yian lirih.


Dia merogoh di setiap mayat yang ada di sana, Li Yian mengambil pisau terbang milik kelompok Sabit Tunggal yang di miliki setiap anggota itu.


"Sial, ternyata mereka semua anggota kelas rendah! Hanya memiliki tiga pisau terbang di tubuhnya!" gerutu Li Yian, namun baru mau mengambil ke tubuh yang ke tiga tiba-tiba ada pergerakan.


Ada enam orang lagi yang bergerak ke arah Li Yian, Li Yian langsung saja pergi dari sana dia kembali menghinggapi cabang pohon yang cukup rimbun.


"Di sini ada penyerang! Cepat periksa dia apa masih bisa di selamatkan!" ucap salah satu dari mereka, sepertinya dialah yang bertindak sebagai pemimpin rombongan itu.


Dua dari anggota itu langsung melakukan yang di perintahkan, sedang empat lainnya mencari musuh dan waspada akan serangan yang datang.


*


*


*


Baba Yaga yang berjalan ke arah kiri, akhirnya sampai di sisi lain perkemahan! Dia langsung mengintai ke bawah karena sudah ada beberapa orang yang bergerak ke arah dirinya.


"Ternyata saudara Li sudah mulai bergerak!" Baba Yaga berucap di benaknya, dia memandang ke sekeliling kegelapan malam membuat jarak pandang semakin sulit.


Jika bisa menyembunyikan aura, maka itu sangat sempurna untuk bersembunyi di balik rimbunnya pohon.


Pendengaran Baba Yaga cukup tajam sebenarnya, sehingga serangan Li Yian bisa terdengar meskipun sedikit kabur terbawa angin hutan.


"Baiklah, saatnya aku beraksi! Aku tidak akan kalah dengan kau saudara Li." ucap Baba Yaga tersenyum.


Dia langsung mengambil senjatanya yang di simpan, lalu tersenyum misterius.


\=


\=


...