Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
290 = KEMBALINYA NAM LUTU KE ALAM TANASILAM


\=Chapter 290. KEMBALINYA NAM LUTU KE ALAM TANASILAM\=


\=


\=


Li Yian kini sudah sampai ke sekte Wuhan, sekte ini sekarang lebih sepi! Meskipun murid tidak berkurang banyak saat insiden penyerangan, namun hampir semua murid dalam dan murid inti sekte Wuhan sedang melakukan tugas menyebarkan informasi ke segala pelosok wilayah selatan, informasi tentang! Akan segera di bukanya rumah pelelangan anggrek putih di pusat kota Wuhan dalam beberapa hari ke depan, sehingga suasana di dalam sekte Wuhan tidak seramai seperti biasanya.


Li Yian langsung masuk ke kamar yang dulunya di gunakan untuk dirinya meditasi untuk mencari keberadaan Baba Yaga.


Karena di sana dia meninggalkan Baba Yaga sebelumnya untuk menyerap inti kristal serigala hitam.


*


Di dalam kamar, Baba Yaga sudah selesai menyerap inti kristal serigala hitam! Namun dia di lanjutkan meditasi karena sedang menyelaraskan kekuatan yang baru saja menjadi miliknya.


Baba Yaga berusaha membiasakan dirinya sendiri memiliki tambahan kekuatan yang berhasil di serap itu.


Dia melakukan meditasi untuk merasakan setiap mardiana dirinya dan memusatkan pikiran dirinya untuk merasakan energi alam Tanasilam, karena di sanalah pusat energi siluman berada.


Li Yian masuk ke dalam kamar dengan tenang, namun setelah masuk melihat Baba Yaga masih dalam meditasinya Li Yian akhirnya hanya bisa menunggu sambil menulis manual kultivasi yang akan di jadikan sebagai barang utama pelelangan kelak di rumah lelang anggrek putih.


*


*


*


Di dimensi jiwa milik Nam Lutu.


Nam Lutu duduk di batu altar dengan mata terpejam dan tangan yang saling menyatu satu sama lain.


Baaammm..!


"Aaakkkhh..!" keluh Nam Lutu.


Dia terpental jauh dan menghantam dinding hitam dia dimensi jiwa miliknya, dimensi itu sangat kecil dan suram! Namun dimensi ini adalah salah satu hasil pencapaian dirinya hingga di sebut sebagai raja siluman.


"Sial, segel kekuatan yang sangat mengerikan!" keluh Nam Lutu.


Dia sudah berusia cukup lama namun tidak berhasil membuka segel yang mengekang kekuatan penuh miliknya, hanya bisa melongkarkan sedikit saja.


"Apa aku harus kembali ke alam Tanasilam, untuk menggunakan teknik itu kembali! Mustahil aku menggunakan teknik itu kembali, sedangkan aku sudah cukup lama tidak berada alam Tanasilam!" keluh Nam Lutu.


Dia teringat kembali, saat dia langsung di musuhi oleh dua klan besar lainnya! Karena di akibatkan menggunakan cara tidak baik untuk menjadi raja siluman.


"Masalah itu urusan nanti, lebih baik aku kembali terlebih dahulu ke alam Tanasilam sebelum semuanya terlambat!" ucap Nam Lutu kembali.


Karena sudah memutuskan, akhirnya Nam Lutu mengeluarkan batu pipih berwarna hitam pekat dari ruang penyimpanan miliknya.


Setelah memegang batu pipih berwarna hitam itu, dia langsung tersenyum misterius! Nam Lutu segera merapalkan sesuatu dan mengalirkan energi siluman yang besar kepada batu pipih berwarna hitam.


Beberapa waktu berlalu.


Traaak..!


Seketika, sobekan dimensi ruang langsung terbelah dari kecil semakin lama semakin besar dan akhirnya membentuk sebuah pintu yang cukup besar.


"Uhukk..!" Nam Lutu batuk kembali, lalu darah hitam seketika keluar dari mulutnya kembali.


Nam Lutu berusaha menyelaraskan energi siluman yang di alirkan ke dala batu pipih yang di pegang tangan kirinya, karena mengalirkan energi untuk membuka ruang dimensi antar alam sangat sulit dan besar.


Nam Lutu berjalan perlahan untuk memasuki ruang dimensi yang sudah terbuka itu, setelah masuk! Ruang dimensi yang terbuka langsung tertutup kembali hingga menimbulkan suara yang sangat keras di dimensi jiwa milik Nam Lutu.


Baaammm..!


Setelah menutup, Nam Lutu seperti terserap oleh lorong yang memiliki daya tarik yang sangat kuat.


Wuungg..!


*


*


*


Kembali ke alam Daulu.


Sedangkan Li Yian masih menulis buku manual kultivasi sederhana, agar orang-orang alam Daulu tahu dan dapat memahami dengan mudah teknik kultivasi itu seperti apa.


Namun saat Li Yian sedang asik menulis, Baba Yaga langsung terpental dari tempat meditasi saat ini.


Braaakk..!


"Aaakkkhh..!" keluh Baba Yaga.


Li Yian langsung berdiri dan menghampiri Baba Yaga dengan cepat.


"Teman, apa yang terjadi dengan kau barusan?" ucap Li Yian setelah membantu Baba Yaga berdiri.


Baba Yaga membuka matanya perlahan, dia merasakan dan tahu bahwa yang membatu dirinya kali ini adalah Li Yian.


"Saudara Li Yian, alam Tanasilam sangat gawat untuk sekarang!" ucap Baba Yaga seketika.


"Apanya yang sangat gawat?" tanya Li Yian ingin tahu apa maksud dari ucapan Baba Yaga barusan.


Baba Yaga mencoba mengambil nafas perlahan, lalu dia menahannya sebentar dan melepaskan seketika.


"Huuufff..!"


Baba Yaga menengok ke arah Li Yian, lalu berucap dengan tenang meskipun dia sebenarnya gugup.


"Untuk sekarang alam Tanasilam cukup gawat! Karena raja siluman kembali ke alam Tanasilam!" ucap Baba Yaga.


Li Yian hanya terbengong sesaat, lalu dia mencoba meminta penjelasan lebih jelas lagi.


"Apa maksudnya raja siluman kembali ke alam Tanasilam?" ucap Li Yian.


Baba Yaga mencoba menjelaskan, bahwa saat dirinya merasakan energi siluman antar alam karena ingin menyelaraskan energi miliknya, dia merasakan energi siluman milik ayahnya yang sangat di takuti dahulu saat dia kecil, tiba-tiba muncul di alam Tanasilam.


Sehingga energi siluman yang selalu menghantuinya sejak dahulu kala, pasti jika muncul dan bersinggungan langsung dapat mengenalinya.


Baba Yaga merasa bahwa, Nam Lutu kembali lagi ke alam Tanasilam! Namun entah Baba Yaga tidak tahu apa tujuannya, tapi Baba Yaga menyimpulkan itu berbahaya.


Kembalinya Nam Lutu ke alam Tanasilam, membuat Baba Yaga teringat ucapan dari ibunya.


Bahwa dirinya harus segera pergi dari alam Tanasilam secepatnya, karena ibunya meramalkan bahwa alam Tanasilam akan kacau dan akan berperang dengan alam langit.


Bahkan Baba Yaga menceritakan tentang ramalan ibunya itu kepada Li Yian, sehingga Li Yian semakin penasaran dan ingin segera pergi ke alam Tanasilam secepatnya.


"Teman, apa yang kau katakan itu bakal benar-benar terjadi? Jika itu terjadi maka kita harus segera pergi ke alam Tanasilam!" ucap Li Yian cukup antusias.


Deg ..!


Baba Yaga terkejut, dia saja di sarankan ibunya untuk tidak berada di alam Tanasilam saat alam itu mengalami perang hebat nantinya, namun sekarang Li Yian malah mengajak dirinya untuk pergi ke sana.


Sehingga wajar saja bahwa Baba Yaga terkejut dengan ucapan Li Yian sekarang.


"Apa kau tidak dengar saudara Li Yian, aku saja di sarankan ibu ku untuk keluar dari alam Tanasilam! Tapi kau malah mengajak ku untuk kembali ke sana, apa kau sudah tidak waras?" ucap Baba Yaga cukup terpancing amarahnya.


"Aku hanya ingin membalaskan dendam terhadap Nam Lutu lebih cepat, agar damai untuk menjalani kehidupan setelahnya!" jawab Li Yian.


Li Yian berpikir, ini adalah kesempatan yang baik! Karena alam Tanasilam akan berperang melawan alam langit, sehingga membunuh Nam Lutu mempunyai peluang sangat besar.


Karena Li Yian sangat sadar bahwa para dewa prajurit maupun dewa lainnya di alam langit sangatlah kuat, sehingga membunuh Nam Lutu bukanlah persolan sulit.


"Apa alasan kau sesederhana itu saudara Li?" tanya kembali Baba Yaga.


Dia tidak habis pikir, karena Li Yian akan ikut andil dalam pernah yang di ramalkan akan segera datang.


Namun Baba Yaga tidak tahu bahwa Li Yian berasal dari alam langit, sehingga dia tidak mengerti jalan pikiran Li Yian.


Sebenarnya Baba Yaga juga ingin sekali memusnahkan Nam Lutu, agar dirinya bisa hidup tanpa memiliki beban berat kembali.


Li Yian mencoba menjelaskan keuntungan membunuh orang kuat di dalam perang! Karena jika orang kuat akan menjadi sasaran musuh yang lainya.


Baba Yaga dan Li Yian akhirnya banyak berbincang, tentang bagaimana cara masuk ke alam Tanasilam, karena Li Yian terus mendesak ke Baba Yaga.


\=


\=


...