Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
349 = MEMBUAT ONAR


\=Chapter 349. MEMBUAT ONAR\=


\=


\=


Kota Kekaisaran Ming sangat besar, jika malam hari tiba maka semakin meriah apalagi kawasan yang berada dekat dengan taman hiburan, di sana sangat ramai.


Baba Yaga melenggang dengan senang, dia sudah berniat akan menyewa 10 wanita cantik untuk menghibur dirinya malam ini.


Dia berjalan di tengah kota lalu berdiri di depan gedung besar, dengan dekorasi gedung yang sangat mewah dengan di hiasi oleh warna merah cerah di setiap dindingnya bahkan di lengkapi dengan berbagai hiasan tertentu.


"Sungguh gedung yang sangat cantik, aku harap wanita di sini tidak kalah cantik!" gumam Baba Yaga.


Setelah dia masuk, hanya ada satu wanita yang menghampirinya dengan sopan wanita itu bertanya.


"Tuan ada yang bisa saya bantu?" ucap wanita cantik itu.


Sepertinya wanita ini masih sangat baru, sehingga tidak bisa menilai laki-laki yang mempunyai banyak uang, sedangkan para seniornya yang ada di belakang dia lebih memilih diam.


Baba Yaga melihat ini hanya bisa mengerutkan dahinya, dia berharap langsung di sambut banyak wanita cantik namun kenyataannya hanya satu, itu juga wanita yang baru magang.


"Ahh, nona manis! Sediakan aku ruangan paling mewah di taman hiburan ini! Aku ingin menikmati malam ini dengan damai." ucap Baba Yaga dengan sedikit keras suaranya agar wanita lain dapat mendengar ucapannya.


Namun seharusnya dia dapat pujian, malah di olok-olok oleh mereka semua.


"Laki-laki miskin saja banyak tingkah, sungguh memalukan!" ucap salah satu dari mereka.


"Kau benar terlihat dari pakainya saja dia sangat miskin!" timpal wanita yang lain.


Setelah itu bisikan terus bisikan di ucapkan oleh mereka, sehingga mereka sangat bersemangat.


Baba Yaga yang mendengar itu hanya bisa melirik ke pakaian dirinya saat ini, lalu dia mengutuk Li Yian setelahnya.


'Sialan saudara Li Yian, dia bilang pakaian ini sangat bagus dan cocok untuk ku.' ucap Baba Yaga di benaknya.


Dia tidak tahu yang berbohong itu siapa, karena dia tidak tahu menahu tentang adat pakaian seseorang.


Sekarang Baba Yaga menggunakan pakaian dari kalangan masyarakat menengah ke bawah, karena di Kekaisaran Ming di tentukan kastanya sehingga ada pakaian yang menandakan kelas mereka.


Namun Baba Yaga tidak tahu itu semua, sedangkan Li Yian memberikan pakaian kepada Baba Yaga yang ada di dalam cincin samudra miliknya.


Melihat Baba Yaga diam saja, wanita cantik di depannya langsung menegur.


"Tuan jika ingin menyewa ruangan termewah anda harus menemui manager terlebih dahulu, mari aku antar!" ucap wanita itu.


Dia langsung menunjukkan jalan kepada Baba Yaga untuk menemui manager taman hiburan, Baba Yaga mengikuti dengan patuh gadis itu.


Saat sampai di ruangan manager, Baba Yaga langsung masuk di temani pegawai cantik yang tadi menyarankan Baba Yaga.


Di ruangan itu ada wanita cantik yang sudah sedikit memiliki umur, namun kecantikan yang di keluarkan terlihat sangat menawan aura dewasa begitu terlihat.


"Maaf manager, ada tamu yang ingin menyewa ruangan termewah di gedung ini!" ucap wanita cantik itu dengan sopan.


Manager menengok ke arah Baba Yaga, dia juga langsung mengerutkan keningnya namun tidak langsung berucap, karena dia memiliki pengalaman yang cukup di bidang hiburan seperti ini.


"Tuan, apa anda benar-benar ingin menyewa ruangan termewah yang di miliki gedung ini?" ucap manager gedung taman hiburan.


"Ya benar, apa masih tersedia?" tanya Baba Yaga.


"Ruangan termewah hanya satu di gedung ini, jelas tidak bisa sembarang masuk ke sana!" ucap manager itu menjelaskan.


Namun belum juga berucap kembali, dari luar pintu terbuka tanpa ketukan yang jelas. Pintu itu kini memperlihatkan dua laki-laki paruh baya yang menggunakan pakaian sangat mewah dengan di antar dua wanita cantik.


"Manager Ye Yun, kami ingin memesan ruangan termewah untuk merayakan keberhasilan, kumpulan wanita-wanita terbaik yang ada di sana!" ucap salah satu laki-laki paruh baya itu.


Ye Yun sebagai manager yang sudah berpengetahuan luas, langsung dilema karena ruangan itu sudah ada yang hendak memesan namun kini ada orang berpengaruh yang ingin masuk sehingga dia hanya terdiam dan sedikit tergagap harus berkata apa.


*


*


*


"Hai, kamar pribadi yang mewah sudah di pesan okeh ku! Kenapa kalian seenaknya memaksa manager untuk memberikan kepada kalian?" ucap Baba Yaga.


Setelah suara Baba Yaga jatuh, pejabat tinggi Kekaisaran Ming langsung menoleh karena sangat penasaran! Bagiamana ada orang idiot yang begitu berani berbicara kasar terhadap mereka.


"Siapa kau, memiliki kualifikasi apa sehingga begitu arogan di depan kami?" ucap salah satu pejabat tinggi Kekaisaran Ming.


Karena selama beberapa puluh tahun setelah mereka menjadi pejabat tinggi, tidak ada rakyat jelata yang tidak menunduk dan berlutut di hadapannya, jadi mereka wajib untuk sombong di hadapan Baba Yaga yang hanya mengenakan pakaian kelas menengah ke bawah.


"Kualifikasi apa, yang aku miliki hanya kekuatan ini!" ucap Baba Yaga, sekejap.


Baaammm..!


Braakk..!


Pukulkan Baba Yaga mengenai perut dari salah satu pejabat tinggi hingga terbang ke belakang dan menghantam dinding hingga jebol.


Dia mati hingga tidak mengeluarkan suara sedikitpun, saking kerasnya pukulan Baba Yaga hingga menghancurkan organ dalamnya hingga ke jantung.


Dengan cepat, salah satu dari mereka menghindar cukup jauh di pojok ruangan karena dia cukup takut dengan kekuatan anak muda miskin di hadapannya.


Karena dia tidak bisa merasakannya gerakan Baba Yaga yang begitu cepat dan berat, sehingga dia cukup takut.


Jeritan terdengar dari beberapa pekerja wanita di gedung taman hiburan langsung meledak, karena kejadian itu sangat tiba-tiba. Hanya manager Ye Yun yang masih bisa sedikit tenang dan menjaga getaran di tubuhnya.


Meskipun dia tidak bisa beladiri dengan mahir namun dia pernah masuk sekte untuk mempelajari beberapa gerakan dari seni beladiri, namun melihat serangan Baba Yaga dia tidak bisa berpikir bahwa dia adalah manusia.


Baba Yaga membuat onar bukan karena dia ingin, namun orang di depannya terlalu memandang remeh, dia sudah lelah di remehkan oleh ayahnya dan beberapa orang hebat di alam Tanasilam sehingga jika ada orang meremehkan dia, Baba Yaga sangat marah.


"Siapa kau sebenarnya? Sangat berani melukai pejabat tinggi Kekaisaran Ming, kau mencari mampus!" bentak salah satu dari pejabat tinggi Kekaisaran Ming yang masih hidup.


Wooooosss..!


Baba Yaga menghilang dari tempatnya, lalu muncul tiba-tiba di hadapan pejabat tinggi Kekaisaran Ming yang masih hidup.


"Kau yang harus mati!" ucap Baba Yaga ringan.


Baaammm...!


Baba Yaga menghantam kepala dia dari atas ke bawah, hingga di lantai ruangan langsung bersimbah darah kental yang keluar dari hidung mulut mata bahkan telinga.


Pejabat tinggi Kekaisaran Ming yang kedua juga mati, akibat satu pukulan Baba Yaga ini membuat dia wanita yang tadi meremehkan Baba Yaga sangat ketakutan mereka berdua hampir pingsan karena takut.


Sedangkan gadis cantik yang sedari awal mengantar Baba Yaga hanya mematung, dia tidak mengira Baba Yaga sangat luar bisa.


"Nona manager, akan ku ganti kerugian yang telah aku sebabkan. Terimalah...!" ucap Baba Yaga sambil melemparkan sekantong koin emas ke arah manager Ye Yun, lalu dia menangkapnya dengan cepat.


"Tuan, anda menyinggung orang-orang penting Kekaisaran Ming!" ucap Ye Yun dengan sangat khawatir.


Karena masalah ini di mulai di gedung yang dia kelolanya maka masalah ini tidak akan lepas dari dia sehingga wajar manager Ye Yun sangat khawatir.


"Tidak perlu di pikirkan, jika aku dan saudara ku ingin menghapus keberadaan Kekaisaran Ming, itu hanya butuh satu malam!" jawab Baba Yaga enteng.


"Baiklah, saatnya aku menikmati ruang termewah yang anda miliki nona manager, lalu bawa beberapa gadis terbaik yang anda miliki!" lanjut Baba Yaga seperti tidak ada masalah saja.


Dia minta di antarkan oleh wanita muda yang tadi membawanya ke ruangan manager, namun sebelum keluar pintu Baba Yaga membalikkan tubuhnya.


"Jika uang yang ada di tangan anda saat ini kurang, maka akan aku tambahan setelah aku beres bersenang-senang!" setelah berucap demikian Baba Yaga langsung pergi begitu saja.


Entah kenapa, setelah tubuhnya menyatu dengan aura hitam milik Long Chu, Baba Yaga merasa lebih tenang dan ingin selalu mendominasi.


\=


\=


...