Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
294 = HARI PELELANGAN PERTAMA


\=Chapter 294. HARI PELELANGAN PERTAMA\=


\=


\=


Pagi hari telah tiba di kota Wuhan.


Orang-orang mempersiapkan semuanya untuk kesibukan hari ini, apa lagi hari ini adalah hari pelelangan pertama yang di adakan oleh rumah pelelangan anggrek putih.


Sehingga mereka semua sangat antusias untuk menghadiri pelelangan umum itu, jalan utama kota Wuhan sangat padat! Apa lagi di depan penginapan batu putih dan rumah pelelangan anggrek putih.


Di sana orang-orang berkumpul untuk segera masuk ke dalam bangunan yang akan di laksanakan pelelangan umum.


Saat sedang penuh sesak orang yang berkumpul di depan bangunan ruang pelelangan anggrek putih, dari arah kana tepat di jalan utama kota Wuhan ada rombongan kereta kuda.


"Minggir! Kasir Ming akan lewat, kalian semua menyingkir dari jalan!" bentak beberapa pasukan yang mengawal rombongan keluarga Kekaisaran Ming.


Dua kereta kuda yang di awal puluhan pasukan Kekaisaran Ming langsung membelah manusia yang sedang berkumpul untuk menunggu di bukanya rumah pelelangan anggrek putih.


"Tidak heran pelelangan anggrek putih bisa memancing kedatangan orang yang begitu banyak, bahkan sampai Kaisar Ming juga datang!" ucap seseorang yang ada di dalam kerumunan.


"Ya, aku semakin penasaran dengan apa yang akan di lelang kali ini! Sampai bisa membuat Kaisar Ming datang secara langsung." ucap seseorang yang lain.


"Entahlah, aku hanya mendengar rumor!"


Banyak sekali yang membicarakan kedatangan Kaisar Ming yang begitu mencolok, sehingga membuat mereka semakin penasaran.


Orang-orang yang memiliki undangan dari rumah pelelangan anggrek putih juga tidak tahu persis barang utama yang akan di lelang apa, namun mereka bisa melihat beberapa barang pendukung yang di beberkan oleh pihak pelelangan, sehingga mereka penasaran barang yang membuat pendukung saja sudah sangat langka. Apa lagi barang utama lainnya, pasti barang sangat berharga.


Tidak lama setelah kedatangan keluarga Kekaisaran Ming, rumah pelelangan anggrek putih membuka gerbangnya, lalu mempersilahkan masuk orang-orang yang memiliki undang terlebih dahulu.


Sedangkan orang yang tidak memiliki undang di izinkan masuk belakangan, mereka menepati tempat duduk biasa bukan tempat duduk khusus maupun tempat duduk VIP.


*


Setelah orang-orang itu masuk banyak sekali yang takjub akan kemegahan dari rumah pelelangan anggrek putih, meskipun bergaya kuno namun sangat terlihat mewah dan klasik.


Banyak hiasan di setiap dinding dan sudut ruangan, bangunan VIP di lantai dua ada 10 ruangan sedangkan yang di depan panggung adalah tamu undangan dari sekte kecil menengah maupun besar.


Lalu di bagian tempat lebih luar di tempati oleh mereka yang bukan tamu undangan, di tempat itu! Tempat yang bukan tamu undangan malah lebih banyak orang yang datang.


"Sial, aku kira rumah pelelangan anggrek putih hanyalah rumah pelelangan kecil, ternyata rumah pelelangan besar! Di lihat dari bangunannya saja sudah mencerminkan!" ucap seseorang yang ada di tempat duduk bagian luar.


"Sepertinya pelelangan kita akan tersaingi dengan mudah Yang He!" ucap seseorang di sampingnya, yaitu Shu Yao.


Mereka berdua adalah pemilik pelelangan di kota provinsi Cao, datang jauh-jauh menuju ke wilayah selatan, karena sangat penasaran dengan pelelangan yang baru dan sangat di beritakan di mana-mana.


Mereka penasaran karena nama pelelangan itu mirip nama sekte anggrek putih yang ada di wilayah timur, yang menitipkan anaknya untuk menempuh pendidikan di sekte itu! Sekalian menjalankan misi untuk mendekatkan Li Yian.


"Entahlah paman Yao! Tapi jika di sini benar-benar menyediakan barang yang langka kita masih bisa menjalankan lelang dengan barang seperti biasa, aku yakin pelelangan besar ini tidak akan mempengaruhi pelelangan kita!" jawab Shu Yang He dengan tenang.


Mereka terus mengobrol seputar pelelangan, hingga akhirnya tempat duduk yang di sediakan di sana sudah penuh.


Tidak beda jauh dengan Shu Yao maupun Shu Yang He, banyak orang yang mengobrol dengan orang yang saling kenal.


*


*


*


Setelah cukup lama orang-orang menunggu, di panggung besar yang ada di depan mereka semua, muncul dua wanita yang satu sangat anggun dengan pembawaan karakternya, sedangkan yang satunya adalah wanita cantik yang begitu enerjik sangat ceria untuk di lihat.


Tepuk tangan sangat meriah di pengunjung bagian belakang, sedangkan di bagian depan dan ruang VIP tetap tenang dan senyap.


Karena di bagian depan adalah tempat duduk sekte undangan, sedangkan yang mendatangi adalah orang penting dari sekte itu sendiri! Sehingga mereka lebih memilih diam dan mengamati.


"Para hadirin sekalian, kita akan memperkenalkan pemilik dari rumah pelelangan anggrek putih! Mari kita sambut tuan Xu Wuzao untuk memasuki panggung!" teriak salah satu pembawa acara pelelangan itu.


Setelah di panggil, Xu Wuzao akhirnya masuk ke dalam penggung besar yang menjadi pusat perhatian semua orang.


Saat Xu Wuzao masuk, banyak orang yang tidak percaya apa lagi bagi sekte pedang api, maupun sekte kecil yang ada di wilayah timur yang tahu Xu Wuzao itu siapa.


Begitu juga Shu Yang He dan Shu Yao, mereka berdua terbengong karena saking tidak percayanya! Mereka tahu bahwa Xu Wuzao adalah pemilik sekte anggrek putih, sehingga yang asalnya mereka tidak percaya begitu saja bahwa Xu Wuzao menguasai wilayah selatan, setelah mengalahkan keluarga Wei dan sekte Wuhan.


Kini mereka langsung percaya, karena melihat buktinya secara langsung! Bahwa Xu Wuzao seperti menguasai penuh kota Wuhan ini.


"Ternyata benar bahwa tuan Xu Wuzao lah yang mendirikan rumah pelelangan anggrek putih ini! Aku tidak begitu menyangka Yang He." ucap Shu Yao kepada keponakannya.


"Ya, mau bagaimana lagi! Aku yakin ini ada sangkut pautnya dengan Li Yian!" ucap Shu Yang He.


Meskipun banyak yang terkejut, namun tetap saja masih banyak sambutan meriah karena mereka tidak mengenal siapa itu Xu Wuzao.


Setelah itu dua manager pelaksanaan masuk, dia adalah Xu Zao Yi dan Hau Lin! Hau Lin adalah pemilik toko pil sebelumnya yang di ajak kerja sama dengan Xu Wuzao.


Setelah sesi pengenalan selesai, pelelangan segera di mulai! Beberapa pelayan dari wanita maupun pria membawa barang yang sudah di siapkan untuk pelelangan.


*


Sedangkan di ruangan belakang pelelangan, Baba Yaga masih saja ngotot.


"Hai saudara Li Yian, kita kan tadi di tawarkan untuk keluar bersama kepala sekte Xu dan yang lainya, kenapa kau menolak?" ucap Baba Yaga tidak terima.


"Sudahlah teman, itu hanya sesi pengenalan pemilik dan pengurus pelelangan ini, kita kan bukan pengurus?" ucap Li Yian, masih membantah ucapan Baba Yaga.


"Kau menolak untuk tidak tampil di depan tidak masalah, tapi jangan kau juga melarang ku untuk keluar!" ucap Baba Yaga dengan kesal.


Dia sangat kesal karena tidak bisa menunjukkan dirinya di hadapan banyak orang, apa lagi dia berniat menunjukkan dirinya di hadapan para gadis-gadis cantik yang menghadiri pelelangan kali ini.


Sehingga dia sangat kesal dengan larangan Li Yian yang tidak mengizinkan dirinya untuk keluar ke dalam panggung besar yang menjadi pusat perhatian.


Dari ruangan itu mereka semua bisa melihat jalannya pelelangan dengan mudah, karena tempat itu sangat dekat dengan panggung utama pelelangan.


*


Kembali ke panggung utama.


Dua wanita cantik masuk membawa kotak kaca yang sangat bening di tutup menggunakan kain berwarna merah, lalu di taruh di meja yang sudah di sediakan di atas panggung.


"Baiklah, barang pertama! Sebenarnya ini sangat langka dan sangat sulit untuk di temukan, cukup dengan herbal ini pendekar raja tahap puncak bisa langsung menerobos ke pendekar suci!" ucap pembawa acara yang anggun.


Orang-orang sudah mulai terkejut, meskipun belum di umumkan naman herbal itu, namun mereka yang rata-rata sudah berada di pendekar raja puncak tahu herbal apa itu.


"Ya, kalian pasti tahu! Itu adalah herbal Lotus Es." ucap pembawa acara yang periang.


Dia adalah cucu dari Hau Lin.


Mendengar penjelasan itu seketika, ruangan itu langsung gempar seketika.


\=


\=


...