Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
345 = TERBUKANYA JIWA BIDAK LONG CHU


\=Chapter 345. TERBUKANYA JIWA BIDAK LONG CHU\=


\=


\=


Cukup lama dua penunggang kuda mengikuti dua kereta kuda, setelah sampai di ruang terbuka yang sepi, dia langsung bergegas.


Karena tempat itu berada di antara perbatasan wilayah Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Tang, sehingga wajar lahan kosong itu sepi di tambah terbentang sangat luas, menurut dua perampok itu inilah waktunya menjalankan aksinya.


Di lahan ini juga banyak terjadi perampokan dan pembegalan, banyaknya korban adalah para saudagar dan para pedagang, lalu beberapa orang kaya yang sering berpergian di antara dua Kekaisaran.


"Pangeran, sepertinya kereta kuda kita sedang di incar oleh seseorang!" ucap pengawal pangeran Kekaisaran Tang.


"Apa yang haru kita lakukan, apa kita mempercepat jalan kita?" ucap pangeran Kekaisaran Tang cukup khawatir.


Karena dia membawa barang berharga, sehingga dia cukup khawatir dengan perampokan dan semacamnya! Inilah kenapa dia tidak memberikan informasi apapun terhadap rumah pelelangan anggrek putih.


"Sebaiknya kita hadapi!" jawab pengawal pangeran Kekaisaran Tang.


"Apa mereka orang-orang suruhan dari rumah pelelangan anggrek putih?" ucap pangeran Kekaisaran Tang curiga.


"Menurut hamba tidak pangeran, organisasi besar seperti rumah pelelangan anggrek putih tidak akan melakukan hal sepicik itu! Hamba yakin pangeran tidak menyadari bahwa penjaga rumah pelelangan anggrek putih cukup banyak, jadi hamba yakin organisasi itu sangat besar, sehingga mengutus orang untuk merampok pelanggannya itu sangat ganjil!" ucap pengawal itu mencoba menjelaskan.


Baru saja selesai menjelaskan, dua kuda dengan cepat menyusul mereka dari belakang dengan di iringi bentakan.


"Kalian semua, keluar dan menyerah! Serahkan semua barang bawaan kalian!" bentak perampok itu sangat lantang.


"Tuan ada yang merampok!" ucap kusir kereta kuda, lalu dia dengan cepat menghentikan laju kereta kudanya.


Barak..!


Pintu kereta kuda dari kereta depan dan belakang terbuka bersama, setelah itu tiga orang muncul dengan cepat.


Namun setelah itu, pintu kereta di tutup dengan cepat kembali untuk melindungi sisa orang yang ada di dalamnya.


"Siapa kalian?" ucap salah satu dari tiga orang.


Dia adalah pemimpin dari pengawal pribadi pangeran Kekaisaran Tang, sedangkan dua lainnya adalah pengawal bantuan dari istana Kekaisaran Tang.


"Ha-ha-ha-ha..!"


Dua orang yang barus saja turun dari kuda tertawa bersama, dengan muka beringasnya seperti terlihat paling kuat dari semua pendekar yang ada di dataran itu.


"Serahkan semua barang yang kalian bawa jika kalian semua tidak ingin mati!" ucap salah satunya dengan bangga.


"Hanya orang yang tidak berguna berni mengancam terhadap kami!" bentak pengawal itu kembali.


"Ayok kita bereskan dengan cepat! Jangan biarkan pangeran menunggu lama!" ucap dia kembali namun di tunjukkan kepada dua rekannya.


Sriiing..!


Tiga pedang di keluarkan dari sarungnya, lalu ketiganya bergerak menyerang dengan bersamaan karena tidak ingin membuang waktu lama di sini dan mengulur-ulur waktu.


Wooooosss..!


Triinng!!


Triinng..!


Suara senjata saling beradu, di keheningan sore hari! Dua perampok melawan tiga pengawal pangeran Kekaisaran Tang.


Karena perampok itu memiliki pelatih yang tidak begitu tinggi, membuat dia terdesak dengan cepat.


Crass..!


"Aaakkkhh..!" jerit salah satu rampok.


Karena dia di tebas di bagian lengan kirinya, darah mengucur dari lengan yang buntung yang di tebas oleh pengawal pribadi pangeran Kekaisaran Tang.


Karena pengawal itu sudah memiliki pelatihan di ranah pendekar raja puncak, sehingga sangat mudah menghadapi salah satu perampok keroco.


Di sudut lain juga tidak berbeda jauh, dua pengawal dari istana Kekaisaran Tang langsung membunuh perampok itu dengan mudah hanya tiga kali serang saja.


Setelah kawannya mati, dia juga lengah sehingga lehernya langsung tertebas dan terkapar lalu meti seketika.


"Cih, kemampuan tidak seberapa beraninya menjadi perampok figuran!" bentak salah satu pengawal tambahan dari istana Kekaisaran Tang, sambil meludahi salah satu mayat perampok.


"Sudahlah, sebaiknya kita cepat tinggalkan mereka! Sebelum ada yang melihat!" ucap pengawal pribadi pangeran Kekaisaran Tang.


"Baiklah...!" jawab keduanya kompak.


Akhirnya dua kereta kuda melaju dengan kencang meninggalkan dua kuda dan dua mayat perampok di kawasan luas tak berpenghuni itu.


"Paman semakin hebat saja, nanti bantu aku berlatih setelah aku menerobos ke tingkat yang lebih tinggi dengan bantuan herbal ini!" ucap pangeran Kekaisaran Tang.


"Baik pangeran." jawab pengawal pribadi itu.


"Apa paman tahu, siapa mereka? Atau benar mereka utusan dari rumah pelelangan anggrek putih?" tanya pangeran.


"Hamba yakin tidak, karena mereka sangat lemah! Berbeda dengan penjaga rumah pelelangan anggrek putih! Jika mereka mengutus perampok, setidaknya yang di utus mereka adalah pendekar suci!" ucap pengawal itu dengan yakin.


Deegg..!


Pangeran Kekaisaran Tang langsung terkejut, karena dia tidak menyangka rumah pelelangan anggrek putih semengerikan itu.


Akhirnya kedua terus berbincang seberapa kuat pelelangan anggrek putih, karena pangeran Kekaisaran Tang sangat penasaran.


*


*


*


Di Alam Tanasilam.


Di sebuah gua di balik salah satu bukit kembar di dalam hutan belantara, yang memiliki pohon berwarna kelabu yang sangat tinggi dan besar.


Hutan itu sangat luas, bahkan kehidupan di sana terbilang tidak ada, meskipun ras siluman biasa hidup di ruang terpencil namun tempat ini tidak berpenghuni.


Nam Lutu sedang duduk bersila seorang diri di dalam gua, sedang menyerap inti kristal siluman! Karena siluman itu berada langsung di alam Tanasilam, sehingga inti kristal siluman mereka sebesar kepalan tangan orang dewasa.


Inilah alasan Nam Lutu sedikit kesulitan untuk menyerapnya, bahkan sudah beberapa hari dia menyerap ribuan inti kristal siluman namun masih belum selesai juga, dia masih saja memejamkan matanya.


Aura hitam keluar dari bagian dantian dan kepala milik Nam Lutu.


Desss..!


Nam Lutu mengerang sesaat lalu menahan sebisa mungkin, setelah itu gumpalan aura itu semakin kuat dan semakin tebal.


"Aaakkkhh..!" jerit Nam Lutu kembali, lalu dia langsung terkapar tidak sadarkan diri akibat beratnya menahan aura hitam itu.


Sedangkan aura hitam terus saja keluar, dari tubuh Nam Lutu perlahan demi perlahan dan sangat tipis.


...****************...


Di dimensi jiwa Long Chu.


Dia sedang bermeditasi langsung merasakan ada jiwa yang hendak masuk ke dalam dimensi jiwa milik.


Long Chu langsung membuka matanya dengan cepat lalu dia langsung tersenyum simpul penuh arti.


"Ha-ha-ha..!" Long Chu tertawa lepas.


"Kali ini bidak lama ku kembali bangkit!" ucap Long Chu dengan sangat gembira.


Yang sedang menerobos masuk ke dalam dimensi jiwa Long Chu adalah jiwa milik Nam Lutu karena dia sedang mencoba membuka kembali kekuatan leluhur siluman.


Nam Lutu tidak tahu bahwa dirinya sedari dulu di jadikan bidak oleh Long Chu, yang dia tahu dia menguasai kekuatan leluhur siluman.


Dengan kejadian ini terbukanya jiwa bidak Long Chu kembali, sehingga Long Chu mempunyai kesempatan bangkit namun tidak seutuhnya, karena dia ingin merencanakan sesuatu yang besar dengan menggunakan jiwa milik Nam Lutu.


Kenapa Long Chu sangat yakin, karena dia pernah melakukan sekali kala itu! Namun kenapa jiwa dan tubuh Nam Lutu tidak sesuai, akhirnya Long Chu buang kembali setelah merasakan bahwa kekuatan miliknya akan di segel.


Lebih baik dia menutup kala itu, lalu menunggu momen pas, namun saat merasakan tubuh Baba Yaga! Dia sangat cocok dan akhirnya akan bangkit, baru saja membuka pintu miliknya.


Ternyata ada penghalang kembali, malah kali ini lebih parah hingga aura miliknya yang tersisa di curi habis membuat Long Chu sangat murka kala itu.


"Ha-ha-ha, akan ku kendalikan dan ku gunakan secara perlahan!" gumam Long Chu dengan seringai tajam.


Dia bermeditasi untuk mendukung rencana Nam Lutu membangkitkan kekuatan hitam leluhur, sehingga setelah jadi dia akan lebih berguna kedepannya pikir Long Chu.


Desss..!


Aura hitam mulai terbentuk, sedikit demi sedikit Long Chu berikan kepada Nam Lutu karena dia tidak ingin secara langsung menguasai tubuh Nam Lutu karena tidak cocok.


Sebenarnya bisa saja jika langsung melahap habis jiwa Nam Lutu, namun bila tidak dalam keadaan Nam Lutu mati maka kurang sempurna.


"Ha-ha-ha..! Bocah, kau akan menerima akibatnya karena telah meremehkan aku!" ucap Long Chu yang di tunjukkan terhadap Li Yian.


\=


\=


...