Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
284 = PENGHIANAT PENJUAL INFORMASI


\=Chapter 284. PENGHIANAT PENJUAL INFORMASI\=


\=


\=


Bai Li langsung duduk di kursi yang masih tersedia di sana, setelah di suruh duduk oleh Xu Wuzao! Padahal itu adalah tempat dirinya namun di hadapan Xu Wuzao dia tidak berani untuk lancang sedikit pun.


"Bagiamana kepala sekte Bai Li, apa sudah dapat izin mendirikan rumah pelelangan dari Kekaisaran Ming?" ucap Xu Wuzao langsung saja tanpa basa-basi.


"Sudah di izinkan kepala sekte Xu, ini dia tanda bukti dari Kekaisaran Ming!" jawab Bai Li.


Lalu dia mengeluarkan gulungan yang di simpan baik-baik di balik jubahnya, segera Bai Li menyerahkan kepada Xu Wuzao dengan kedua tangannya.


Dengan cepat Xu Wuzao membaca isinya, karena surat izin seperti itu termasuk sebuah perjanjian dengan pihak Kekaisaran Ming, setelah membaca keseluruhan isinya Xu Wuzao hanya senyum kecil cukup puas.


Karena isinya sesuai dengan harapan dirinya, tidak ada pemberatan di dalam pelaksanaan nantinya.


"Baiklah, terimakasih atas kerja kerasnya kepala sekte Bai Li! Jika bukan karena bantuan anda, pasti akan sulit membuat surat izin mendirikan rumah pelelangan ini." ucap Xu Wuzao.


"Kepala sekte Xu tidak perlu sungkan, jika ada sesuatu hal yang kepal sekte Xu butuhkan! Katakan saja saya siap membantu." ucap Bai Li.


Xu Wuzao hanya mengangguk kepalanya tanda menghargai Bai Li, meskipun Bai Li termasuk bawahan dirinya namun Xu Wuzao tetap menghormati sebagai kepala sekte Wuhan yang baru.


Lalu dia menyerahkan surat izin itu kepada Xu Zao Yi, langsung memberikan perintah.


"Pegang surat izin ini Zao Yi, kau laksanakan lah pembangunan rumah pelelangan yang sudah di setuju dengan pemilik toko pil itu, aku harap pembangunannya cukup cepat!" ucap Xu Wuzao.


"Baiklah kepala sekte Xu, akan aku kerjakan dengan cepat!" jawab Xu Zao Yi setelah menerima surat izin yang di serahkan oleh Xu Wuzao.


"Lalu apa tugas ku kepala sekte Xu?" ucap Li Yian.


Dia ingin di berikan tugas juga, karena dia merasa tidak ada pekerjaan mendesak baru-baru ini, Baba Yaga juga sedang dalam meditasi tertutup sehingga dirinya memiliki waktu luang.


Karena jika ingin menuju ke alam Tanasilam juga harus ada Baba Yaga, sedangkan Baba Yaga sedang sibuk.


"Nak Li Yian, sebaiknya kau fokuskan untuk mengumpulkan barang-barang yang nantinya akan di lelang dalam pembukaan perdana rumah pelelangan!" ucap Xu Wuzao.


Mendengar ini Li Yian hanya diam saja, karena barang yang siap lelang sudah ada semua di cincin samudra miliknya, jangankan perlu waktu untuk menyiapkan, langsung mengeluarkan saat rumah pelelangan sudah jadi pun Li Yian mampu.


"Baiklah kepala sekte Xu!" jawab Li Yian karena tidak ingin mengecewakan pak tua.


Mereka membicarakan dan membagi tugas masing-masing, bahkan Xu Wuzao banyak ikut turun tangan langsung! Begitu juga Bai Li di mintai menyiapkan pelayan dan murid yang cakap untuk mengurus rumah pelelangan nantinya.


*


*


*


Kuda hitam yang berukuran sedang berlari dengan kencang, di atasnya ada seseorang yang mengendarai dengan pakaian yang cukup tertutup.


Dia adalah salah satu anggota kelompok rampok Lin Ma, sekarang sedang dalam perjalanan menuju ke kota Kekaisaran Ming.


Dia memiliki kenalan orang-orang informasi bayaran yang ada di Kekaisaran Ming bahkan pernah bertemu dengan pemimpin kelompok itu, yang siap menerima kabar dan dengan harga mahal.


Dia keluar berniat untuk menjual informasi tentang kejadian sebenarnya yang menimpa Ming Su! Karena jika dia yang langsung memberikan informasi seperti itu, terhadap Kekaisaran Ming dia tidak memiliki keberanian. Karena yang di hadapi bukanlah sesuatu yang mudah, melainkan sebuah Kekaisaran Ming.


Sehingga dia memilih untuk menjual informasi ini kepada orang-orang kelompok informasi bayaran.


Keren kelicikan dirinya, dia rela melakukan hal itu yang nantinya membahayakan keselamatan orang-orang dari kota anggrek putih maupun Lin Ma sendiri.


Namun dia berpikir, inilah rampok jika tidak menghasilkan! Maka mencari sumber penghasilan besar lainnya.


Setelah sampai di kota Kekaisaran Ming, dia langsung menunjuk ke pusat kota! Cukup dalam dia menunggangi kuda dengan tenang di kota Kekaisaran Ming.


Setelah masuk ke dalam bangunan yang cukup padat di kota Kekaisaran Ming, dia langsung turun! Lalu menyelinap masuk ke bangunan yang tertutup rapat dan cukup tua.


"Siapa kau, ada keperluan apa?" ucap dua orang yang menghadang orang yang salah satu rampok kelompok Lin Ma.


"Saya ingin bertemu dengan tuan Wu!" ucap anggota rampok Lin Ma dengan cepat.


"Apa kau sudah membuat janji dengan tuan Wu sebelumnya?" tanya salah satu dari mereka kembali.


"Sudah, aku sebelumnya pernah bertemu dan memiliki janji!" jawab anggota rampok Lin Ma.


"Baiklah, ikut aku!" jawab penjaga itu.


Salah satu dari mereka kembali ke tempat persembunyian sebelumnya, lalu salah satunya mengantar orang itu untuk menemui tuan Wu.


Sesampainya di ruang tengah, dan menunggu sebentar! Akhirnya seseorang dengan tubuh kurus kecil dan tua, namun memiliki sorot mata yang tajam mendekat.


Melihat ada yang menemuinya dan dia cukup mengenalnya, akhirnya dia langsung bangun dan memberikan salah hormat.


"Terimakasih tuan Wu sudah mau menemui aku!" ucap anggota kelompok rampok Lin Ma.


"Katakan, siapa kau aku tidak ingin mendengarkan orang yang tidak memperkenankan diri!" ucap tuan Wu dengan tenang.


"Maaf tuan Wu, aku Lan Cing! Anda sudah pernah bertemu saat anda berada di wilayah selatan." ucap Lan Cing salah satu anggota kelompok rampok Lin Ma.


Dia rela menjadi penghianat penjual informasi, namun dia tidak langsung menjual informasi ini kepada Kekaisaran Ming! Namun lewat kepada kelompok informasi bayaran.


"Baiklah duduk kembali!" ucap tuan Wu sambil menunjuk ke arah kursi yang tersedia.


"Terimakasih tuan Wu..!" jawab Lan Cing.


"Katakan, ada keperluan apa kau mencari ku!" ucap tuan Wu dengan sungguh-sungguh.


"Tuan Wu, aku ingin menjual informasi rahasia! Yang sedang di cari kebenarannya oleh petinggi Kekaisaran Ming saat ini!" ucap Lan Cing.


"Apa, informasi yang di butuhkan Kekaisaran Ming? Apa itu tentang kematian Ming Su?" tanya tuan Wu.


Dia mengetahui permasalahan Kekaisaran Ming, karena dirinya mendapatkan informasi lengkap meskipun tidak sepenuhnya benar.


"Hemmm, baiklah kau akan menjual harga berapa? Jika harganya sesuai maka aku akan setuju!" jawab tuan Wu.


"500 ribu koin emas! Apa anda setuju?" ucap Lan Cing.


Deg...!


Tuan Wu sangat kaget, karena baru kali ini dia menerima harga informasi yang sangat mahal! Sehingga dia cukup terkejut.


"Sial apa kau berniat merampok kami?" ucap tuan Wu sedikit kesal.


"Tidak, itu adalah harga yang cocok untuk informasi yang akan aku berikan! Jika keberatan sebaiknya tidak perlu tuan Wu beli." jawab Lan Cing dengan percaya diri.


"Bukan seperti itu!" jawab tuan Wu sedikit cemas.


"Sebaiknya, kita buat perjanjian kesepakatan terlihat dahulu! Lalu jika informasi itu benar-benar sangat berharga maka aku akan setuju harga semahal itu!" ucap tuan Wu.


"Baiklah..!" jawab Lan Cing setuju akan usul dari tuan Wu.


Mereka akhirnya membuat perjanjian, rencananya tuan Wu akan menjual kembali informasi kepada Kekaisaran Ming, jika pihak Kekaisaran Ming setuju maka dia akan menjualnya lalu di bagi rata dengan Lan Cing.


Sedangkan Lin Ma tidak tahu bahwa di pihak dirinya ada musuh dalam selimut seperti itu, jika saja Lin Ma tahu maka akan terjadi bencana untuk Lan Cing.


\=


\=


...