Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
246 = DEWI PENGGODA


\=Chapter 246. DEWI PENGGODA\=


\=


\=


Xu Wuzao dan beberapa pasukan elit sudah menunggu kedatangan pasukan dari sekte Wuhan, namun sudah hampir menjelang malam hari pasukan elit dari sekte Wuhan belum kunjung datang.


Padahal Xu Wuzao sudah menempatkan pengawasan orang yang cukup jauh untuk menentukan akurasi datangnya pasukan elit sekte Wuhan.


"Kenapa sudah hampir malam tiba, pasukan yang akan menyerbu kita belum datang?" ucap Xu Wuzao kepada dua mata-mata yang awalnya di tugaskan untuk menyelidiki.


"Entahlah kepala sekte Xu! Namun kami yakin mereka sudah sangat dekat!" ucap salah satu dari mereka.


"Bagiamana kalau kita periksa sudah sampai mana mereka berada! Agar kita tidak begitu was-was terhadap serangan mendadak?" ucap salah satu dari mata-mata sekte anggrek putih.


"Itu lebih bagus, kalian berdua berangkat lah!" perintah Xu Wuzao, dengan cepat.


"Siap kepala sekte Xu!" jawab kedua langsung, membungkuk hormat dan segera bergegas pergi.


Xu Wuzao memikirkan apa yang sedang di lakukan oleh musuh di depan sana! Karena dia tidak tahu, akhirnya memilih untuk duduk di bawah pohon untuk memulai kultivasi ringan!.


Melihat Xu Wuzao bermeditasi, Xu Zao Yi hanya bisa berjaga lebih ekstra! Dia dan yang lainya memanjat ke pohon di pinggiran hutan kecil yang mengelilingi Kediaman Keluarga Wei.


*


*


*


Di tempat lain.


Sedangkan pasukan elit sekte Wuhan, sedang berhenti di sebuah kota kecil yang berbatasan langsung dengan daerah kekuasaan bekas milik keluarga bangsawan tersembunyi Wei.


Di kota itu mereka berhenti untuk bermalam sebentar, untuk merayakan kemenangan atas penyerbuan yang akan di lakukan.


Mereka sangat percaya diri akan bisa memenangkan pertempuran itu, para pasukan menurut saja karena ini godaan dari tetua yang sangat cantik di sekte Wuhan.


Tetua ini sudah berumur 50 ke atas, namun masih memiliki penampilan 26 tahun dengan kulit mulus sehalus giok, paras yang rupawan dengan polesan bedak yang pas dan tidak berlebihan! Bibir merah seperti delima yang baru di petik dari pohonnya, dengan di dukung tubuh yang mempesona, buah dada yang sintal dan membusung sempurna! Sangat memabukkan bagi laki-laki normal yang bergairah dengan wanita cantik.


Bahkan tetua kedua sekte Wuhan ini di juluki Dewi Penggoda, karena setiap senyum dan rayuan dirinya membuat siapa saja laki-laki akan bertekuk lutut dan memujanya.


Tidak terkecuali dengan semua tetua sekte Wuhan sudah pernah Dai Yao goda dan berakhir bermain panas di ranjang. Bahkan Yan Yin kepala sekte Wuhan juga sering bermain panas dengan Dai Yao, di tambah penampilan diri yang selalu memakai pakaian yang tipis dan begitu terbuka membuat semua laki-laki enggan untuk menoleh dari dirinya.


Jurus yang paling mematikan Dai Yao adalah jurus memabukkan asmara dan gelora laki-laki jika menghirup wangi dari tubuhnya.


Di tambah dia sudah berada di tingkat pendekar raja tahap awal, yang membuat dia lebih mematikan dari siapapun laki-laki di daerah selatan.


Dengan godaan dari Dai Yao, membuat tetua ketiga! Tetua keamanan bertekuk lutut dan sedang melakukan hubungan panas dengan Dai Yao di kamar penginapan yang ada di kota kecil perbatasan.


Sedangkan ratusan pasukan elit tersebar di hiburan malam di kedai yang menyediakan minuman arak wangi di sekitar penginapan di kota kecil itu.


"Hei, apa yang kau pikirkan dengan tetua cantik kita dengan tetua ketiga di kamar penginapan?" ucap salah satu murid elit yang sedang minum di penginapan yang di sewa.


"Bodoh, apa lagi jika bukan menyalurkan hasrat! Aku pun jika di goda oleh dewi penggoda akan langsung pasrah, dengan apa yang dia inginkan!" jawab temanya dengan muka mesumnya muncul.


"Ha-ha-ha, tidak mungkin dewi penggoda akan menyukai mu!" ledek temannya yang tadi bertanya pertama.


Mereka berdua sudah sedikit mabuk, sehingga ngelantur tidak jelas seperti itu! Meskipun umur mereka baru sekitar 30 tahun namun begitu tergoda dengan keindahan dari Dai Yao, sehingga sedang mabuk saja selalu teringat tetua kedua mereka.


Tanpa mereka sadari, saat sedang berbincang seperti itu Dai Yao keluar dari kamar penginapan yang di sewa sambil melemparkan tubuh tetua ketiga yang sudah tidak sadarkan diri karena kelelahan.


Karena mendengar ucapan dari dua pemuda yang menginginkan dirinya, Dewi penggoda langsung menghampiri dua murid elit sekte Wuhan itu.


Dengan pakaian yang benar-benar tipis Dai Yao berjalan dengan lenggok yang begitu menggoda mata yang melihatnya, lalu dia duduk dengan anggun di sela dua pemuda yang menggodanya.


Suar itu seperti sambaran petir di tubuh kedua pemuda yang duduk dan minim arak bersama! Setelah mengirup wangi dari tubuh dewi penggoda, hasrat mereka langsung mengelola.


Dengan tidak sadar keduanya langsung memeluk dengan rakus tubuh Dai Yao, padahal Dai Yao adalah tetua mereka! Namun mereka berdua seperti lupa akan itu semua.


"Aaahhh, anak muda memang sangat agresif!" ucap Dai Yao dengan manjanya.


Lalu dia menuntun keduanya, ke dalam kamar penginapan yang tadi di gunakan dirinya dan tetua ketiga bermain panas.


Karena yang memesan arak di penginapan itu hanya beberapa murid elit saja dan mereka juga meminum di tempat yang sedikit berjauhan sehingga mereka tidak tahu apa yang di lakukan dua rekannya dengan dewi penggoda! Jika mereka tahu, mereka juga akan ikut bergabung dengan keduanya.


Kamar yang tadinya sudah berantakan, kini semakin amburadul karena permainan dari dua pemuda dengan dewi penggoda.


*


*


*


Di atap bangunan, dua orang sedang mengintai dari kejauhan! Mereka adalah mata-mata yang sebelumnya mengintai dari sekte anggrek putih.


"Sial, kita berjaga di sana ketakutan! Takut serangan mengerikan dari mereka, malah mereka di sini berpesta!" ucap salah satu dari mereka.


"Yang penting kita tahu kondisinya! Sebaiknya kita laporkan ini dengan segera kepada kepala sekte Xu!" ucap temannya langsung mengusulkan.


"Baiklah, kau benar! Sepertinya kita harus melapor kejadian ini." jawab temanya yang tadi menghardik kepada pasukan elit sekte Wuhan.


"Cepat! Kita harus cepat." ujar temannya.


"Aku tahu itu!"


Kemudian keduanya mundur tanpa di ketahui oleh pasukan elit sekte Wuhan yang sedang berpesta, karena mereka sangat yakin dengan kekuatan kelompok itu sehingga tidak waspada akan segala sesuatu.


*


Karena jarak itu hanya beberapa puluh kilometer dari hutan kecil pinggiran yang melindungi Kediaman keluarga Wei! Mereka dengan cepat sampai ke tempat Xu Wuzao dan yang lainya bersiap siaga.


Keduanya langsung menghampiri Xu Zao Yi, lalu melaporkan apa yang mereka lihat di kota perbatasan itu.


Xu Zao Yi akhirnya mengganggu meditasi Xu Wuzao, karena menurut dia ada berita yang mendadak.


"Maaf kepala sekte Xu! Ada informasi penting!" ucap Xu Zao Yi.


Dengan cepat, Xu Wuzao membuka matanya dan langsung berucap kepada Xu Zao Yi.


"Katakan!" ucap Xu Wuzao.


Lalu Xu Zao Yi, menjelaskan apa yang dirinya dapatkan dari mata-mata yang mencari informasi! Setelah Xu Wuzao mendengar itu dia menyeringai senang.


"Kesempatan yang langka!" ucap Xu Wuzao.


"Semuanya! Kita serbu ke kota perbatasan! Ini adalah kesempatan langka!" ucap Xu Wuzao dengan lantang.


"Siap kepala sekte Xu!" jawab murid elit yang berkumpul di sana, tanpa berkata apa yang terjadi? Meskipun mereka tidak tahu apa rencana dari kepala sekte Xu sebenarnya, mereka tetap siap.


Lalau pasukan yang di bentuk Xu Wuzao, segera berangkat menuju kota kecil, kota yang berbatasan langsung dengan wilayah kekuasaan keluarga Wei.


\=


\=


...