Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
221 = RAMPOK BARU


\=Chapter 221. RAMPOK BARU\=


\=


\=


Yin Shen dan Qin Ling Su menatap waspada ke arah depan, arah datangnya lesatan anak panah yang sangat kencang dan cukup banyak.


Jika saja orang biasa maupun pendekar kelas bawah yang di serang seperti itu, maka akan mati seketika.


"Ha-ha-ha-ha...!" suara tawa yang melengking dan tinggi terdengar dari pohon yang berderet sedikit rapat di dua sisi jalan di sana.


"Ternyata kami berhadapan dengan pendekar yang sedikit memiliki kemampuan!" ucap orang itu setelah tertawa terbahak-bahak.


"Kakak, langsung saja lawan mereka dari dekat lalu rampok mereka, sepertinya mereka membawa barang yang lumayan banyak!" ucap orang yang ada di pohon satunya.


Wooooosss..!


Tap..tap..!


Dua sosok berkelebat dengan cepat dan mendarat tidak jauh dari kereta kuda milik kelompok informasi bayaran. Dua orang itu mengenakan penutup kepala dan topeng dari kayu yang cukup sederhana.


Biasanya topeng seperti itu di gunakan oleh pasukan khusus pengintai dari keluarga bangsawan, karena adat dari keluarga bangsawan Kekaisaran Tang dan Kekaisaran Ming sangat mirip.


"Siapa kalian sebenarnya, apa kalian perampok baru yang belum banyak di ketahui publik?" ucap Yin Shen.


Dia sangat tahu dari informasi yang di kumpulan oleh kelompok mereka, sehingga melihat perampok yang belum mereka kenal langsung menyebut perampok baru, di tambah topeng yang mereka kenakan.


Yin Shen tahu bahwa mereka adalah salah satu pasukan khusus dari keluarga bangsawan namun untuk mengetahui detailnya Yin Shen tidak tahu.


Di tambah mereka hanya berdua, biasanya perampok itu memiliki puluhan anggota dalam setiap sergapan mereka.


"Heemm, ternyata kau cukup cerdas juga! Kami memang rampok baru di kawasan ini." ucap salah satu orang yang menggunakan topeng.


Salah satu dari mereka tersenyum di balik topeng kayu yang di kenakan, lalu langsung menimpali.


"Baru kali ini, ada orang yang mengira kami rampok baru! Hanya kalian yang berucap demikian. Biasanya mereka hanya ketakutan setelah salah satu rekan mereka mati!" ucap seseorang yang satunya.


"Kalian pikir, kami orang yang akan takut hanya dengan kematian! Jika itu yang kalian pikirkan salah besar." Qin Ling Su menimpali ucapan mereka.


"Wah, gadis mungil ini ternyata mempunyai keberanian kakak! Bagaimana jika kita jadikan dia sebagai pemuas nafsu kita?" salah satu dari mereka mengusulkan.


"Ha-ha-ha-ha-ha...! Kau mempunyai selera yang bagu."


"Baiklah, kita tangkap gadis mungil itu hidup-hidup! Sedangkan yang lain kau habisi saja." yang di panggil kakak langsung memutuskan.


"Lancang..! Mampus saja kalian." ucap Qin Ling Su.


Wooooosss..!


Sraakk..! Triinng..!


Suara pedang yang sangat tipis di cabut dengan sangat kuat hingga menimbulkan bunyi yang memekakkan telinga lawannya.


Dentingan suara logam berbentuk karena serangan Qin Ling Su langsung di tangkis oleh salah satu dari dua rampok itu, setelah menangkis dua-duanya langsung mundur dengan cepat.


"Ling Su, jangan gegabah! Tetap hati-hati jangan sampai terpancing oleh mereka!" ucap Yin Shen langsung mengingatkan.


Qin Ling Su juga langsung mundur kembali, lalu dia langsung meminta maaf kepada Yin Shen.


"Maafkan aku senior Shen!" ucap Qin Ling Su.


Langsung membungkuk hormat karena telah salah dalam bertindak, padahal kepala dalam rombongan kali ini adalah Yin Shen.


"Tidak mengapa, yang penting kau tidak apa-apa!" jawab Yin Shen.


*


*


*


Dari arah belakang, tiga rekan lainnya dari kelompok informasi bayaran langsung menghampiri Yin Shen dan Qin Ling Su.


"Terimakasih, kalian cukup menjaga kereta kita saja itu sudah sangat membantu ku!" jawab Yin Shen.


"Baiklah kepala Shen, kami mengikuti pengaturan anda!"


Mereka bertiga akhirnya mundur dan menonton dari belakang Yin Shen dan Qin Ling Su, sambil menjaga kereta barang yang mereka kawal saat ini. Karena kereta itu memiliki batang yang bisa di bilang mahal dan cukup langka dalam mendapatkannya.


"Hahaha, kalian terlalu meremehkan kami berdua!" jawab salah satu dari rampok itu, tapi dia tidak bisa memungkiri bahwa serangan dari gadis mungil sangat berbahaya dan memiliki pelatihan cukup tinggi.


Dia langsung mengalirkan tenaga dalam ke dalam pedang miliknya, lalu segera melompat dengan kecepatan tinggi dan membentak.


Wooooosss..!


"Jaga kepala kalian!" ucapnya sambil melompat.


Padahal bentakan itu hanya sebuah tipu daya, karena fokus serangan itu adalah di bagian badan dan kaki lawan.


Street..!


Triinng..! Triinng..!


Yin Shen langsung menangkis dengan pedangnya yang baru saja di cabut, dia bergerak begitu cepat dan tidak terkecoh oleh ucap salah satu rampok.


Kedua langsung mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak aman, serangan masing-masing.


'Sial, bagaimana dia bisa membaca serangan andalan dari keluarga Wei?' ucap salah satu dari mereka cukup kaget.


Di tambah kekuatan Yin Shen cukup kuat, membuat dia sedikit gentar.


"Sepertinya, aku tahu siapa kalian?" ucap Yin Shen setelah melihat serangan dari salah satu perampok.


"Kalian ternyata dari keluarga bangsawan tersembunyi Wei, dari Kekaisaran Ming, apa yang akan inginkan dari kami?" lanjut Yin Shen.


Mendengar ucapan itu, dia perampok baru yang sedang menghadang Yin Shen dan yang lainya langsung kaget dan bertanya dengan lantang.


"Siapa kalian, bagaimana bisa tahu tentang kami?" yang di panggil kakak oleh rekannya langsung bertanya.


Mereka berdua benar-benar kaget, karena hanya dengan sebuah jurus lawan bisa langsung mengetahui! Memang setiap keluarga tersembunyi memiliki serangan andalan dan ciri khas mereka masing-masing yang susah untuk di tiru oleh keluarga bangsawan lain maupun sekte lain.


Akan tetapi keberadaan itu sangat tersembunyi, hanya orang-orang elit yang tahu tentang detai jurus mereka.


Sedangkan dua dari keluarga Wei yang selamat itu mengira bahwa rombongan yang di serang adalah rombongan pedagang biasa.


Karena dapat di lihat dari kereta kuda yang mereka kendarai, bukan berasal dari kalangan bangsawan! Jika saja mereka tahu bawah kereta itu berasal dari bangsawan dua orang dari keluarga Wei tidak akan menyerangnya.


"Heemm, ternyata benar! Kalian dari keluarga Wei. Apa yang kalian incar dari kami?" ucap Yin Shen dengan santai.


"Apa kalian dari keluarga bangsawan? Seharusnya bukan, karena kereta kalian sangat biasa dan tidak memiliki lambang bangsawan!" salah satu perampok dari keluarga Wei beratnya kembali.


Sebenarnya mereka merampok hanya untuk bertahan hidup dan bersembunyi, karena saat mereka kabur tidak membawa kekayaan sedikit pun! Karena mereka tidak berpikir akan kalah oleh beberapa orang saja, sehingga merampok untuk bertahan hidup di perbatasan seperti ini.


"Masalah kereta tidak penting, yang lebih penting kalian menargetkan kami, ada keperluan apa sebenarnya?" Yin Shen kembali bertanya dan sedikit menekankan.


Dua dari perampok itu saling lirik dan saling pandang satu sama lain, mereka seperti memberikan kode untuk segera mundur! Di tambah setelah berbenturan serangan salah satu dari mereka tahu bahwa Yin Shen memiliki pelatihan cukup tinggi, sehingga jika mereka di keroyok oleh kelima dari mereka.


Dapat di yakini mereka berdua akan terbunuh dengan mudah.


Wooooosss..!


Belum juga menjawab pertanyaan dari Yin Shen, dua orang itu langsung melompat kebelakang dan berniat untuk kabur dari Yin Shen dan Qin Ling Su.


"Kalian berdua tidak ada jalan kabur dari kami!" bentak Qin Ling Su, yang sudah marah karena sudah mereka targetkan untuk di jadikan barang pemuas nafsu mereka.


Jadi Qin Ling Su ingin mereka mati, jika tidak dirinya tidak bisa menahan malu dan tidak bisa di sebut sebagai pendekar, jika di hina seperti itu tetap diam.


Dia langsung mengejar mereka berdua, karena khawatir dengan Qin Ling Su! Akhirnya Yin Shen ikut mengejar juga.


\=


\=


...