
\=Chapter 335. MENUNTUT BALAS\=
\=
\=
Orang-orang dari kelompok Sabit Kematian sanggat tertekan, mereka yang masih kokoh berdiri di kerumunan langsung melihat senior mereka yang di hantam hingga terpental dan menabrak teman-teman.
"Apa kau melihat gerakan pemuda itu menyerang?" ucap orang yang ada di kerumunan.
"Tidak, apa itu seperti berpindah tempat, kenapa begitu cepat?" dia malah bertanya kembali, karena memang tidak tahu sama sekali dengan serangan anak muda yang di depan mereka semua.
Bisikan di belakang terus terdengar, hingga banyak yang saling bertanya! Orang yang tadinya di hantam Li Yian kini di bantu untuk bangun, karena dia masih mengerang setengah sadar.
Leng Peng masih saja tertegun, dia juga tidak melihat serangan pemuda di hadapannya itu! Setelah dia sadar akhirnya dia bertanya terhadap orang yang di sampingnya, karena dia adalah orang yang pernah ikut dalam penyerangan pertama.
"Apakah dia orang yang pernah di ceritakan Leng Yao?" ucap ketua kelompok Sabit Kematian sanggat ingin tahu.
"Bukan ketua, orang yang kemarin kita hadapi adalah orang tua! Bukan anak muda seperti dia!" jawab orang itu dengan gugup.
"Heii, kenapa kalian mengabaikan aku?" ucap Li Yian dengan suara berat.
"Aku bertanya, apa kalian akan menuju ke kota Wuhan?" lanjut Li Yian berucap.
Leng Peng menengok ke arah Li Yian, dia tidak takut namun hanya terkejut saja! Yang dia pikirkan tadi, mungkin serangan itu hanya kebetulan.
Atau mungkin saja anak di depannya menggunakan pusaka yang sangat mengerikan, sehingga Leng Peng tersirat niat ingin memiliki puaskan itu.
"Ya, kami semua akan pergi ke kota Wuhan! Apa ada masalah?" ucap Leng Peng sedikit angkuh, kepercayaan dirinya kembali bangkit.
Leng Peng angkuh karena dia sudah mencapai pendekar suci tahap puncak, bahkan bisa di bilang dia sudah membuka pendekar tingkat dewa, karena sudah bisa merasakan sedikit Energi Qi di dalam tubuhnya, bahkan bisa mengeluarkan aura kematian.
Sedangkan tadi serangan Li Yian tidak menggunakan Energi Qi, sehingga dia cukup terkejut. Li Yian hanya menggunakan tenaga fisiknya saja yang sudah sangat kuat.
"Untuk tujuan apa kalian ke kota Wuhan?" tanya Li Yian kembali.
"Bocah, apa perlunya kau memberitahukan kau?" balik tanya Leng Peng dengan sedikit marah.
"Jelas aku bertanya, karena rumah pelelangan anggrek putih sedang melakukan pelelangan hari ini, jika kalian ke kota Wuhan hanya membuat keributan. Lebih baik kembali lah!" ucap Li Yian lalu menggerakkan tangannya seperti mengusir.
"Bocah, banyak tingkah! Aku sudah cukup bersabar, namun kau minta kematian dengan cepat!" bentak Leng Peng.
Kemarahan dia sudah di ujung tanduk, karena rencana menuntut balas di ganggu oleh anak kecil yang sangat banyak tingkahnya.
"Terima kematian mu bocah!" lanjut Leng Peng berucap.
Wooooosss..!
Tubuh Leng Peng menghilang dari tempatnya berdirinya semula, semua orang dari kelompok Sabit Kematian tidak bisa melihat Leng Peng bergerak ke arah mana.
Setelah itu Leng Peng muncul di belakang tubuh Li Yian, dengan tinju yang mengarah ke belakang kepala Li Yian.
Wuutt..!
Baaammm..!
Pukulkan dari Leng Peng mengenai Li Yian dengan telak, debu berterbangan ke segala arah.
Orang-orang dari kelompok Sabit Kematian langsung mundur, karena serangan dari ketua mereka sangat mengerikan.
Wuuusss..!
Li Yian menggerakkan tangan kanannya, debu seketika hilang dari sekitaran Leng Peng dan Li Yian, debu itu menghilang karena gerakan tangan Li Yian ingin memukul balik Leng Peng, yang posisinya masih menggantung di udara akibat tangan kanan miliknya di cengkram okeh tangan kiri Li Yian.
Baaammm..!
Pukulkan Li Yian telak mengenai bahu Leng Peng, hingga dia terpental jauh ke belakang dan berguling-guling beberapa kali lalu di terkapar.
"Sial, bahu ku serasa remuk! Bagiamana ini bisa terjadi?" ucap Leng Peng tidak percaya.
Ini seperti pukulan telak bagi dirinya, yang sudah hidup cukup lama dan berlatih siang malam agar berada di puncak kekuatan, namun kali ini hanya di pukul sekali oleh seorang bocah langsung terkapar.
*
*
*
Melihat ketua kelompok Sabit Kematian yang paling di takuti dan di hormati maupun di segani kini terkapar, bahkan hanya dengan sekali serangan membuat orang-orang di sana langsung terdiam membisu.
Mereka tadinya ingin berteriak kegirangan, bahkan sudah ada yang berteriak karena mereka pikir yang terpental dari sana adalah pemuda yang tadi menghadang rombongan mereka.
Akan tetapi setelah jelas terlihat bahwa yang terpental jauh ke belakang adalah ketuanya, mereka semua terkejut. Saking tidak percayanya mulut mereka terbuka lebar.
Wooooosss..!
Baaammm..!
"Uhukk..!"
"Katakan yang sebenarnya, apa tujuan kau ke kota Wuhan! Kenapa kau menggunakan aura kematian yang sangat pekat?" ucap Li Yian dengan keras.
Leng Peng menggunakan aura kematian karena hasrat membunuh miliknya bangkit, Leng Peng ingin membantai orang yang telah membantai anggota kelompok Sabit Kematian, di tambah sekarang dia sangat marah dengan Li Yian sehingga aura kematian peda dirinya langsung meletus cukup besar.
Leng Peng memiliki aura kematian pekat, karena dia sudah banyak membunuh pendekar maupun orang biasa hanya untuk mencari tujuan yang di inginkan.
Jika mereka bukanlah kultivator yang kuat, sudah pasti mereka akan tertekan dengan adanya aura kematian yang keluar dari tubuh Leng Peng setelah dia begitu marah.
Kawah kecil terbentuk di bawah tubuh Leng Peng, tanah itu langsung amblas ke bawah karena di tekan begitu kuat oleh injakan Li Yian.
Leng Peng terbatuk sekali, lalu muntah darah segar, dia langsung meludah dan tangan kanan mencoba menggapai kaki Li Yian yang sedang menginjaknya.
Wuut..!
Serangan Leng Peng tidak mengenai kaki, Li Yian! malah langsung memegang senjata sabit tiga pisau yang di simpan di punggungnya.
Leng Peng langsung berjungkir balik ke belakang, lalu berdiri dengan tegak kembali! Dengan jubah tangan kirinya, Leng Peng menghapus darah yang tersisa di mulutnya, lalu meludah kembali.
"Cuuhhh..!"
"Kalian semua, bantai bocah tengik ini!" bentak Leng Peng pada bawahan yang sedari tadi beluk bergerak, dia sudah tidak punya kesabaran lagi.
"Haaahhh..!"
Teriakan panjang dari mereka, meskipun sebagian masih takut dengan kejadian tadi namun karena di sini mereka semua ingin balas dendam untuk teman-temannya, sehingga mereka langsung bersemangat.
Li Yian melihat ini hanya tersenyum saja, dia mengeluarkan pedang bayangan dari cincin samudra.
Seketika pedang berwarna hitam yang panjang berada di tangan kanannya, orang-orang tidak peduli pedang itu muncul dari mana, yang mereka pedulikan adalah membantai Li Yian.
Melihat anak buahnya langsung bersemangat, Leng Peng tersenyum menyeringai! Karena dirinya berencana jika semakin banyak anak buahnya mati, maka dia hanya perlu kabar.
"Haaaaahhh..!" Teriak banyak orang dari kelompok Sabit Kematian.
Mereka langsung menyerbu Li Yian dari berbagai arah, itu karena strategi formasi jika lawan lebih kuat dan mereka hendak mengeroyok.
Wooooosss..!
Orang-orang dari kelompok Sabit Kematian berlesatan ke segala arah untuk menyulitkan Li Yian dalam pandangan maupun serangan.
Gerakan mereka sangat cepat, karena cukup banyak dari mereka yang berada di tingkat pendekar suci, sedangkan sisanya di pendekar raja dari tahap awal hingga puncak.
Sehingga wajar saja, gerakan mereka sangat cepat dan begitu serasi.
"Tidak buruk..!" ucap Li Yian sedikit memuji formasi gabungan mereka, dia hanya memutar tubuhnya ke segala arah karena di kepung dengan sedemikian rupa.
Sedangkan, Leng Peng berada di luar kepungan dari anggota kelompok Sabit Kematian, dia menelan pil penyembuhan yang selalu di bawa olehnya.
Pil itu berkualitas tinggi, sehingga di anggap sebagai harta baginya! Karena nyawa adalah prioritas utama, sehingga perlu perlindungan ekstra.
Gerakan penyerangan dari kelompok Sabit Kematian berputar mengitari Li Yian, gerakan itu sengaja bergerak terus menerus tidak berhenti, bertujuan untuk mengecoh pergerakan dan serangan lawan.
Wuuuunng..!
Li Yian melepaskan aura penekanan yang sangat besar, terhadap susunan formasi yang mengurungnya saat ini.
Braaakk.. Braaakk..!
Banyak orang yang berjatuhan yang sedang menyerang Li Yian, karena merasa tekanan berat pada tubuhnya. Di tambah langkah mereka gontai seketika.
"Tebasan pedang melingkar..!"
Slaazz..!
Bayangan hitam berbentuk pedang menyerang formasi penyerangan yang sudah sedikit hancur oleh aura penekanan, bahkan serangan tebasan Li Yian memutari dengan sempurna dan hingga tembus sampai belakang.
"Aaakkkhh..!"
Banyak jeritan tertahan dari orang-orang yang terkenal serangan Li Yian.
Yang tidak terkena serangan langsung mundur sangat jauh, mereka berkeringat dingin melihat kiblatan bayangan pedang berwarna hitam yang hampir memotong tubuhnya.
\=
\=
...