Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
080 = LEBIH WASPADA


\=Chapter 080. LEBIH WASPADA \=


\=


\=


Di ruangan yang cukup remang-remang, Baba Yaga sedang di temani oleh beberapa seorang wanita muda yang cantik-cantik.


Dia sudah minum kembali dengan mereka semua, kembali lagi ke sana setelah meminta uang kepada Li Yian saat pulang dari kompetisi generasi muda.


Baba Yaga kembali lagi ke kedai minum itu, sebenarnya berniat ingin membayar tagihan yang lalu saja! Namun karena kecantikan dan godaan wanita-wanita di sana Baba Yaga menjadi hilang kendali.


Akhirnya berakhir minum kembali bersama, namun untuk sekarang Baba Yaga lebih waspada.


"Tuan, ayo minum lagi?" ucap salah satu gadis muda.


"Ah, iya-iya! Aku akan minum semuanya jika bersama kalian!" ucap Baba Yaga sambil tersenyum.


Dia menerima gelas yang di sodorkan lalu dalam sekali tegukan minuman itu langsung di teguk habis.


"Tuan tampan kau sangat hebat, bisa menghabiskan minuman arak ini dalam sekejap!" ucap gadis lain.


Dia langsung menyandarkan wajahnya di dada bidang Baba Yaga, karena inisiatif ini Baba Yaga langsung merangkulnya dengan cepat.


"Bener-benar surga!" ucap Baba Yaga sambil menahan pipinya yang sudah memerah.


Dia menengok ke kiri dan kanan, melihat semuanya! Karena jika tidak di lihat akan sangat merugikan.


Sambil sesekali, meraba bagian yang menonjol keluar! Yang begitu menantang penglihatan Baba Yaga! Di mana orang-orang sedang tidur Baba Yaga sedang bersenang-senang.


"Aku akan terjaga sepanjang malam ini, aku tak akan melihat pertarungan sampah itu lagi!" gumam Baba Yaga di sela-sela mabuknya.


Dia sudah mabuk berat namun masih saja terjaga tidak seperti kemarin Baba Yaga langsung tepar karena mabuk.


"Sial, orang ini sudah lebih waspada di banding malam sebelumnya!" keluh salah satu wanita yang ada di pelukan Baba Yaga.


Tapi meskipun tidak bisa melakukan aksinya lagi, dia sudah berhasil menjual arak yang cukup mahal begitu banyak.


"Ayo nona minum yang banyak! Arak ini masih cukup banyak!" ucap Baba Yaga.


"Baik-baiklah taun tampan!" jawab wanita yang ada di pangkuan Baba Yaga.


Sebenarnya dia sudah menyerah karena sudah tidak buat untuk minum lagi, jika di lanjutkan maka dirinya yang akan terkapar karena mabuk berat.


Namun Baba Yaga masih saja mengajak mereka bertiga minum, bukan hanya dirinya yang meminum lebih banyak namun mengajak mereka bertiga minum terus.


Akhirnya sampai larut malam ketiga wanita yang menemani Baba Yaga minum mabuk berat, lalu ketiganya terkapar di pelukan Baba Yaga begitu saja.


"He-he-he, sungguh nikmat! Bila setiap malam seperti ini!" ucap Baba Yaga dengan cekikikan tidak karuan.


"Untung saja aku menggunakan aura Siluman miliki ku, sehingga tidak mudah mabuk!" ucap Baba Yaga di benaknya.


Lalu dia langsung memejamkan mata menikmati setiap sentuhan yang selama ini dia impikan sebelum memiliki wujud sempurna itu.


*


*


*


Tiga orang berkelebat dengan kecepatan tinggi sedang berlari di kegelapan malam.


Mereka bertiga berlari seperti di kejar hantu, karena begitu kencangnya! Dari larinya saja sudah di lihat bahwa ketiganya adalah pendekar dengan kemampuan tinggi, karena bisa lari dengan kencang di sela-sela pohon, menunjukkan ilmu meringankan tubuhnya sangat tinggi.


"Apa kau melihatnya?" ucap salah satu dari mereka.


"Ya aku melihatnya ketua! Sepertinya kita mendapatkan informasi yang telah lama tuna kita cari!" jawab salah satu dari mereka.


"Ha-ha-ha, benar! Kita akan mendapatkan pujian yang tinggi dari pemimpin!" ucap ketua kelompok itu.


"Tidak menyangka, kita hanya mengawasi orang itu tapi menemukan yang lebih penting dari segalanya, lebih di percepat larinya kalian semua!" lanjut ketua kelompok itu.


"Baik ketua!" jawab keduanya dengan serempak.


Hari kini menjelang pagi.


Matahari mulai menampakkan dirinya, tiga orang itu masih saja berlari semalaman penuh! Tanpa memperdulikan istirahat meskipun sebentar.


Hingga kini mereka bertiga mencapai di hutan yang sangat lebat di sebelah selatan Kota Kekaisaran Ming! Jika perjalanan menggunakan kereta kuda, membutuhkan waktu seharian penuh.


Karena mereka menggunakan langkah angin keahlian mereka masing-masing sehingga hanya semalaman penuh.


*


Di dalam hutan lebat itu berdiri rumah kayu yang sangat besar.


Rumah itu di bangun keluarga Bao, keluarga yang berasal dari Kekaisaran Tang, mereka ingin memperlebar kekuatan keluarga Bao ke wilayah Kekaisaran Ming.


Ketiga orang itu kini berhenti di sebuah perbatasan dari wilayah aman rumah yang ada di dalam hutan lebat itu.


Mereka bertiga di periksa secara detail!


Meskipun hari masih sangat pagi, tapi penjagaan di sana masih sangat ketat. Saat mereka bertiga datang ke sana, mereka menunjukkan lambang dari keluarga Bao sehingga cukup mudah masuk ke wilayah di sana.


"Masuk!" ucap penjaga wilayah itu.


"Terimakasih, kerja kalian sangat bagus!" ucap salah satu dari mereka, yang di percaya sebagai ketu.


Namun mereka tidak merespon sama sekali, karena tidak butuh di puji oleh sesama rekan dari kerjaan mereka.


Salah satu dari mereka bergegas masuk untuk menemui tuan meraka dengan cepat, sedangkan dia lainnya menunggu di depan.


Di dalam rumah, seseorang sedang duduk di kursi menghadap ke meja! Sedang membaca laporan tentang kemajuan dari keluarga Bao di Kekaisaran Ming saat ini.


"Permisi tuan Bao Huo!" ucap orang itu dari luar ruangan.


"Masuk!" jawab Bao Huo.


Dengan cepat dia masuk ke dalam ruangan itu lalu meminta izin untuk duduk.


"Bagaimana, apa menemukan informasi yang bagus untuk mendesak mereka?" ucap Bao Huo.


"Maaf taun Bao, aku menemukan sesuatu yang anda selama ini cari!"


"Apa itu?" tanya Bao Huo dengan antusias.


Karena dia sangat banyak mencari informasi sejak lama, sehingga dia cukup penasaran! Barang kali salah satunya anak buahnya menemukan itu.


"Aku menemukan seseorang yang memiliki nama Li Yian! Dia benar anak didik dari sekte kecil bernama sekte anggrek putih, namun kemampuan dia sangat tinggi!"


Bao Huo mendengarkan dengan serius, karena dia sangat minim mengetahui orang yang bernama Li Yian ini! Bao Huo mengenal Li Yian hanya menggunakan penutup muka sehingga dia tidak melihat dengan jelas.


Anak buahnya menjelaskan dengan detail siapa Li Yian itu, sehingga membuat Bao Huo menjadi sangat penasaran dengan Li Yian yang ini dengan Li Yian yang di temui beberapa bulan yang lalu di kota provinsi Cao.


Meskipun sedikit lupa dengan aura dari Li Yian yang di temui di kota provinsi Cao tapi setidaknya jika dia menemui Li Yian dia bisa merasakan aura itu dan dapat mengenalinya.


"Bagus ini informasi yang ingin aku pastikan, baiklah kita berangkat ke kota Kekaisaran Ming sekarang, untuk menyaksikan kompetisi generasi muda itu!" ucap Bao Huo dengan semangat.


"Kita berangkat sekarang?" ucap orang itu dengan khawatir.


"Ya kapan lagi!" jawab Bao Huo.


"Tapi tuan, aku dan yang lainya baru saja sampai dan berlari semalaman dengan semua tenaga kami!" keluhnya.


"Baiklah tunggu di sini, aku bersama yang lain saja!" ucap Bao Huo.


Lalu melangkah keluar dari ruangan itu dengan cepat untuk menuju ke kota Kekaisaran Ming secepatnya.


\=


\=


...