
\=Chapter 356. ANCAMAN UNTUK LI YIAN\=
\=
\=
Waktu terus berjalan hingga beberapa menit berlalu, namun Baba Yaga masih menjerit kesakitan! Sedangkan Li Yian merasakan bahwa vitalitas hidup miliknya sedikit demi sedikit di serap oleh seruling giok hitam.
'Senjata yang sangat mengerikan, di tahap aku yang mempunyai tingkat kultivasi setinggi ini saja, vitalitas kehidupan ku masih saja bisa dia serap meskipun hanya sedikit tapi ini mengerikan!' ucap Li Yian di benaknya, sedangkan dia terus mengalunkan untaian nada tinggi dan rendah.
Alunan nada terdengar sangat indah namun bagi Baba Yaga itu seperti suara guntur yang menggelar di depan telinganya.
Jari-jari Li Yian bergerak lincah di setiap lubang seruling giok hitam, aura kuat yang keluar dari seruling giok hitam sangat kuat.
Deesss..!
"Aaakkkhh..!" jerit Baba Yaga hingga akhirnya dia langsung pingsan dan terkapar.
Namun ada siluet dari bayangan hitam yang memegang sabit yang sangat panjang keluar dari kepala Baba Yaga saat ini.
Li Yian menurunkan seruling giok hitam dari mulutnya, setelah itu dia memandang ke arah siluet hitam yang tinggi itu.
"Bocah kau memaksa aku untuk keluar ternyata!" ucap siluet hitam itu.
Dia terbentuk dari aura hitam yang keluar dari kepala Baba Yaga, namun itu bukan hanya aura biasa melainkan jiwa yang sudah melekat dengan aura hitam.
Li Yian menyipitkan matanya, dia tidak tahu dan juga rasanya dia belum pernah merasakan aura yang melekat dengan jiwa yang begitu kuat.
"Siapa kau sebenarnya?" ucap Li Yian ingin tahu.
Karena di dimensi jiwa miliknya, begitu terasa seperti dicabik-cabik padahal jika sesuatu masuk ke dalam dimensi jiwa seseorang itu adalah kendali mutlak.
Namun itu semua tidak berlaku untuk makhluk yang berdiri di hadapan Li Yian saat ini.
"Kau tidak pantas untuk tahu siapa aku, kau hanyalah semut di hadapanku kelak!" ucap makhluk itu dengan begitu sombong.
Li Yian sedikit bergetar hatinya, meskipun dia merasa sudah hampir mencapai puncaknya dalam kultivasi, namun di hadapkan dengan jiwa dari aura itu Li Yian cukup bergetar.
Li Yian akhirnya hanya diam saja, dia memegang erat seruling giok hitam di tangannya dia mencoba menekan kengerian yang di rasakan.
Dengan kejadian ini, Li Yian akhirnya sadar bahwa kekuatan yang tinggi bukanlah berada di tingkat dewa kaisar. Namun jauh melampaui perkirakan saat ini.
Akhirnya Li Yian menengok ke arah Baba Yaga yang masih terkapar di tanah, Li Yian menjadi penasaran sebenarnya siapa Baba Yaga ini. Bagaimana bisa menyimpan jiwa yang begitu mendominasi di kepalanya.
Siluet aura itu melirik ke arah Li Yian kembali, dia melihat seruling giok hitam dan akhirnya tertawa terbahak-bahak.
"Ha-ha-ha...! Bocah kau ternyata bisa menggunakan senjata terkutuk itu, tidak heran bisa memancing keluar kesadaran jiwa yang aku tanam selama ini!" ucap makhluk itu dengan bangga.
"Aku penasaran, apakah kau titisan dari orang itu? Ahhh rasanya tidak mungkin, baiklah jangan gangguan rencana yang sudah aku susun. Jika kau tidak ingin mati konyol!" lanjut makhluk itu berucap.
Namu kali ini penekanan kata itu sangat mengerikan, Li Yian sampai terbatuk-batuk karena merasakan guncangan hebat di jiwa miliknya.
"Siapa kau sebenarnya?" ucap Li Yian.
Braaakk..!
Li Yian langsung berlutut, di kepalanya terasa sakit di akibatkan oleh guncangan hebat di dalam jiwanya.
"Jangan sampai memaksa aku!"
"Jika kau tidak ingin mati, jangan ungkit lagi keberadaan ku!"
Wooooosss..!
Itu adalah kata-kata terakhir yang di ucapkan oleh makhluk itu, lalu menghilang dan memudar hingga menjadi samar, sesuatu yang samar itu kembali ke dalam kepala Baba Yaga.
Kata-kata terakhir itu seperti sebuah ancaman untuk Li Yian! Namun makhluk itu tidak melakukan sesuatu, hanya menggertak Li Yian melalui jiwa Li Yian saja, tidak menyerang secara fisik.
Li Yian masih berlutut, kini jiwa miliknya serasa langsung ringan! Padahal tadi dia merasa di tekan oleh gunung yang besar.
"Aku tidak tahu siapa dia, tapi aku tidak akan menggangu lagi untuk saat ini! Yang aku prioritaskan adalah membunuh Nam Lutu, untuk yang lain aku tidak begitu peduli!" gumam Li Yian.
Li Yian yang sudah merasakan kutukan para dewa yang menyerang jiwa maupun raga, namun tekanan tadi benar-benar hanya menyerang jiwa saja. Namun terasa begitu mengerikan.
*
*
*
Saat aura samar masuk ke kepala Baba Yaga kembali, dia akhirnya tersadar dari pingsannya.
Baba Yaga mengusap darah yang keluar dari hidung dan mulutnya, dia tidak terasa dan tidak sadar tadi sedang apa.
Setelah Baba Yaga bangun, dia melihat Li Yian yang berlutut dengan tatapan kosong dan sedikit tertekan.
Akhirnya Baba Yaga menghampiri Li Yian, dengan segera membantunya berdiri.
"Saudara Li Yian, apa yang terjadi kepada kau saat ini?" ucap Baba Yaga cukup khawatir.
"Aaahhhhh..!" keluh Li Yian, lalu dia kembali sadar.
"Apa yang terjadi terhadap kau saudara Li Yian?" ucap Baba Yaga kembali.
"Tidak-tidak, aku hanya kelelahan!" ucap Li Yian, lalu dia memandang Baba Yaga dengan sorot mata yang aneh.
"Apa kau sudah merasa baikan?" lanjut Li Yian untuk mengalihkan pembicaraan.
"Entah, namun aku memang tidak terluka maupun sakit! Namun sekarang perasaan dan kepala ku sedikit bertambah ringan." jawab Baba Yaga.
Li Yian hanya membuang nafas berat dan memasukkan kembali seruling giok hitam yang ada di tangannya, lalu dia memandang Baba Yaga kembali.
"Baiklah, mari kita mempersiapkan diri untuk menuju ke alam Tanasilam!" ucap Li Yian Kepada Baba Yaga.
Lalu merangkul Baba Yaga dan menghilang dari dimensi jiwa milik Li Yian.
*
Di alam Daulu.
Lingkari informasi di Kekaisaran Ming kini seperti sedang bergejolak karena banyaknya informasi yang tidak akurat.
Kini reputasi informasi bayaran sedang dalam masalah cukup besar, karena mereka menyebarkan informasi bahwa Kekaisaran Ming runtuh.
Sedangkan banyak kekuatan dan keluarga bangsawan yang ingin menguasai Kekaisaran Ming namun mereka di kalahkan dengan mudah. Keluarga-keluarga itu bergerak karena membeli informasi dari kelompok informasi bayaran, namun yang mereka dapatkan malah kerugian besar.
Sehingga kelompok informasi bayaran sekarang sedang di buru oleh beberapa keluarga bangsawan yang ada di Kekaisaran Ming, sehingga markas mereka kini di hancurkan oleh keluarga bangsawan.
Ketua kelompok informasi bayaran ingin mencari anggotanya yang menjadi kasim di istana Kekaisaran Langit, namun dia tidak pernah keluar lagi, entah apa yang terjadi mereka tidak tahu.
Sehingga terkena dampak besar dan tekanan kuat dari beberapa keluarga bangsawan, ketua kelompok informasi bayaran harus kabur menuju ke Kekaisaran Tang untuk menghilangkan jejak.
*
Xu Wuzao kini sedang duduk di meja kerjanya, dia sedang membaca surat pemberitahuan.
"Hemmm, pasukan bayangan nak Li Yian bekerja sangat bagus, aku tidak menyangka seseorang yang dulunya pembunuh berdarah dingin, hanya di gertak oleh nak Li Yian langsung patuh seperti itu!" gumam Xu Wuzao.
Dia menerima kiriman surat dari pasukan pasukan elit miliknya, beberapa orang itu tersebar di Kekaisaran Ming untuk mengawasi pasukan bayangan milik Li Yian.
Xu Wuzao inggin melihat seberapa setianya mereka terhadap Li Yian, Xu Wuzao merasa mereka hanya berputar-putar setia lalu menusuk mereka semua dari belakang.
Akhirnya Xu Wuzao hanya bisa mendesah pelan sambil terus melihat surat laporan lainnya.
\=
\=
...