Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
143 = DUA PENGINTAI


\=Chapter 143. DUA PENGINTAI\=


\=


\=


Di saat Li Yian dan Baba Yaga masuk ke dalam kediaman keluarga Bao, dari kejauhan tampak dua orang sedang mengintai dari kejauhan.


"Mereka benar-benar berani!" ucap salah satu orang itu.


"Kau menemukan orang yang tepat untuk di jadikan rekan kerja sama untuk kelompok kita Yin Shen!"


"Apa mereka bener-benar bisa memusnahkan keluarga Bao, ketua?" tanya Yin Shen.


Mereka adalah Yin Shen dan ketua kelompok informasi bayaran, karena penasaran dengan ucapan Li Yian siang tadi mereka langsung mengawasi keluarga Bao.


Tak menyangka di hari pertama mereka melakukan pengintaian, Li Yian benar-benar menyerang keluarga Bao.


Namun yang mereka berdua pikirkan, Li Yian akan membawa 20 apa 30 orang bersamanya untuk memusnahkan keluarga Bao, namun hanya berdua saja.


Maka dari itu, Yin Shen sangat kaget dan ketua kelompok informasi bayaran sangat kagum dengan Li Yian.


"Entahlah itu tergantung kekuatan mereka berdua, meskipun tetua pertama dan pemimpin keluarga Bao telah mati, tapi aku sangat mengerti bagaimana kehebatan kekuatan keluarga Bao itu!" jawab ketua pemimpin kelompok informasi bayaran.


Saat mendengarkan itu, Yin Shen sangat heran! Dia sampai menengok ke arah ketua kelompoknya tanpa sadar.


"Apa, ketua sangat tahu kekuatan keluarga Bao yang sebenarnya?" ucap Yin Shen di benaknya.


"Ya aku tahu, karena kelompok kita ada beberapa yang di sana! Untung kita langsung menarik mereka keluar dari kediaman keluarga Bao!" jawab Yin Shen.


"Bukan itu maksud ku!" jawab ketua kelompok informasi bayaran.


"Lalu?" Yin Shen kini mulai heran.


"Nanti kau akan tahu apa yang aku maksud, baiklah kita kembali dulu! Kirim beberapa orang umum melihat perkembangan pergerakan Li Yian!" ketua kelompok informasi bayaran tidak mau menjawab secara langsung.


Dia lebih memilih mengalihkan pembicaraan lain, lalu dia dengan cepat menutup mukanya lebih rapat dengan tudung yang di pakainya! Lalu dengan cepat melompat turun dari ketinggian dan berjalan tenang menuju markas dari kelompok informasi bayaran.


Yin Shen tidak tahu apa yang di maksud, akhirnya dia hanya mengikuti apa yang di perintahkan dan dia juga langsung mengejar ketuanya.


*


*


*


Li Yian dan Baba Yaga kini sudah masuk ke dalam halaman belakang kediaman keluarga Bao.


Halaman itu sangat besar, dua sosok mereka langsung mendarat di dekat tembok besar di belakang kediaman keluarga Bao.


Karena keluarga Bao sedang tegang dan dalam siaga penuh, sosok Li Yian dan Baba Yaga langsung ketahuan saat mereka mulai menginjakkan kaki di halaman belakang.


"Ada penyusup!" bentak salah seorang pasukan keluarga Bao yang sedang berjaga.


Setelah teriakan itu menggema di seantero halaman belakang, puluhan pasukan langsung berdatangan dari dalam.


"Cepat kepung mereka!" ucap orang yang baru keluar.


Dia adalah orang yang bertanggung jawab atas pasukan yang sedang berjaga kali ini, sehingga saat ada teriakan dia langsung bergegas dan memberikan perintah.


20 pasukan keluarga Bao langsung membentuk formasi serangan, karena yang di hadapi dua orang mereka langsung melakukan serangan cepat.


Li Yian melihat mereka berbaris dengan senjata pedang dan tombak langsung merogoh kantong di pinggangnya.


Wooooosss..!


Sepuluh besi lancip menyerupai ujung anak panah langsung melesat di kegelapan malam, dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat oleh mata biasa.


Tap..Tap..Tap..!


Besi kecil itu setengah lebih dari jumlahnya mengenai sasaran di titik fital, sedang sisanya melesat dan hanya menggores lengan maupun kaki saja.


"Aaakkkhh..!" jerit mereka langsung meledak.


Semua orang kaget dengan itu, karena 8 orang tumbang langsung meregang nyawa. Kepala dan dada mereka di tembus besi lancip ujung anak panah.


"Apa yang terjadi?" ucap ketua kelompok itu.


Dia langsung melihat ke arah bawahan dirinya yang paling dekat, dia langsung melihat apa yang terjadi.


"Apa, bagaimana ini mungkin? Lemparan orang itu melebihi tekanan anak panah!" gumam dia.


Dia terkejut, karena kepala yang di tembus besi itu langsung berlubang dan mengeluarkan darah segar. Bahkan panah saja tidak akan bisa masuk sedalam itu.


"Teman, kau masuk lah ke dalam terlebih dahulu!" ucap Li Yian pada Baba Yaga.


"Baiklah, aku tunggu kau di dalam!" jawab Baba Yaga.


Dia langsung bergerak dengan cepat, namun ada dua orang yang siap untuk menebas Baba Yaga.


Baammm..!


Baammm..!


Ketua kelompok itu langsung bergetar, karena Li Yian dan Baba Yaga sangat hebat! Hanya dengan sekali serang hampir setengah dari pasukan miliknya mati begitu saja.


"Siapa mereka berdua, apa dari kelompok Sabit Tunggal?" gumam dia.


Dia dalam kebingungan saat ini, karena merasa bukan lawan salah satu dari penyerangan malam ini.


Tapi karena tanggung jawab sebagai ketua pasukan, dia langsung bertekad.


"Meskipun harus mati, maka kita akan mati bersama!" ucap ketua pasukan itu lirih.


Dia mencabut pedangnya, lalu langsung bergerak dengan kecepatan maksimal miliknya menyerang Li Yian.


Wooss..!


Li Yian menghindar serangan itu, dia langsung melompat mundur beberapa langkah.


Lalu mencabut pedang yang ada di pinggangnya, kini Li Yian memilih menggunakan pedang biasa. Pedang itu Li Yian ambil dari pelelangan bulan sabit.


Karena sedikit tertarik dia mengambil dan menggantungkan di pinggangnya, lawan dirinya saat ini pendekar yang menggunakan pedang, maka saat ini adalah saat yang tepat untuk melihat kemampuan pedang yang baru di pungut itu.


Namun tangan kiri dirinya tidak tinggal diam, langsung mengambil kembali besi lancip dan di lemparkan dengan cepat ke arah pasukan di belakang ketua pasukan saat ini.


Wooss..!


"Aaakkkhh..!" jerit mereka kembali.


Tiga orang langsung mati kembali, terkena serengan barusan Li Yian.


"Sudah ku duga, masih lebih mengerikan menggunakan pisau terbang!" gumam Li Yian.


Ketua pasukan itu yang melihat anggotanya ada yang tumbang kembali kini sangat marah.


"Keparat, mampus saja kau!" bentak ketua pasukan itu kepada Li Yian.


Inilah hal yang mengerikan dari keluarga Bao, yang awalnya sedikit takut! Setelah melihat pasukan miliknya dan anggota keluarga lainnya mati mereka tidak takut lagi. Meskipun nyawa miliknya yang menjadi taruhannya.


Setelah membentak seperti itu, ketua pasukan menebas dengan cepat ke arah kepala Li Yian.


Taring..!


Baammm..!


Li Yian menangkis dengan cepat, lalu dia menendang ketua pasukan itu cukup kerasa.


"Uhukk..!"


Ketua pasukan itu langsung berguling di tanah cukup jauh, laku memuntahkan darah segar sangat banyak.


"Dia sangat kuat!" keluhnya.


Lalu dia bangkit kembali dengan cepat, hendak menyerang namun ambruk kembali.


Li Yian kini melawan 7 sisa dari anggota yang menghadangnya, dia menebas dengan cepat membunuh mereka semua.


Ketua pasukan itu yang hanya bisa melihat pembantaian di depan matanya yang hanya bisa terbaring tidak berdaya kini meneteskan air mata.


"Bagaimana ini? Apa salah keluarga Bao sampai mendapatkan serengan seperti ini?" ucapnya lirih.


Mereka para bawahan tidak mengetahui kebusukan para petinggi, sehingga saat ada kejadian seperti ini mereka hanya bisa bertanya-tanya.


Setelah selesai, Li Yian melangkah mendekati ketua pasukan itu dengan berjalan santai.


"Siapa kalian, apa salah keluarga Bao ku? Sehingga kalian berbuat hal mengerikan seperti ini?" bentak dia dengan berlinang air mata.


Li Yian berhenti beberapa langkah dari tubuh yang tergeletak itu, dia memandang ke bawah.


"Kalian tidak tahu kebusukan para petinggi keluarga Bao ternyata? Tapi ikut menanggung semua ini? Sungguh ironis."


"Tanyakanlah pada pemimpin kau di neraka!" lanjut Li Yian berucap.


Slaazz..!


Li Yian langsung menebas leher ketua pasukan itu, lalu memandang ke atas.


"Apa kalian bisa melihat ini? Seperti inilah kalian kelak, karena mengikuti pemimpin yang salah!" ucap Li Yian di benaknya.


\=


\=


...