Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
088 = TUJUAN SEBENARNYA BAO HUO


\=Chapter 088. TUJUAN SEBENARNYA BAO HUO\=


\=


\=


Setelah bertarung, Li Yian langsung duduk kembali ke bangku peserta! Di sana hanya ada Lue Xuan yang sudah lolos secara langsung akibat keberuntungan dirinya.


Kini dua peserta yang akan memperebutkan posisi juara, saling menatap satu sama lain! Tatapan Lue Xuan sangat tidak senang terhadap Li Yian, karena Li Yian di anggap lemah.


"Sial bocah lemah dari sekte kecil ini benar-benar membuat ku muak! Bisa-bisa dia berada di final ini, cara licik apa yang dia gunakan!" ucap Lue Xuan di benaknya.


Dia tidak tahu, karena setiap kali Li Yian bertarung dia tidak bisa merasakan tenaga dalam miliknya! Sehingga dia tidak tahu berada di mana kekuatan dari Li Yian itu.


Karena tidak mau kalah dan repot-repot Lue Xuan anggap Li Yian adalah bocah lemah.


Lue Xuan menganggap Li Yian mempunyai alasan karena dirinya hampir 17 tahun, sedangkan Li Yian masih 13 tahun.


Menurutnya sangat memalukan, di tambah saat dirinya 13 tahun belum sehebat itu! Entah memalukan atau tidak terima Li Yian begitu hebat, perasaan Lue Xuan saat ini begitu campur aduk.


"Sial, aku benar-benar harus kejam terhadap bocah ini!" gumam Lue Xuan.


Dia mengepalkan tinjunya dengan sangat erat, sampai jari jemarinya berbunyi retakan karena sangat kuat remasan itu.


Sedangkan Li Yian yang memandang Lue Xuan tadi langsung mengalihkan pandangannya ke arah arena pertarungan, dia tidak peduli dengan Lue Xuan sama sekali.


*


*


*


Di atas arena pertarungan.


Cu Qing Fei sudah bertarung dengan anak didik dari sekte Wuhan, dia saat ini sedang unggul hebat! Karena senjatanya yang cukup menguntungkan untuk melawan lawannya saat ini.


Pertarungan terus berlanjut sampai akhirnya Cu Qing Fei menang dalam pertarungan itu.


Penonton sangat senang, karena banyak yang memegang taruhan untuk Cu Qing Fei! Sehingga mereka mendapatkan uang berlipat ganda hasil dari taruhan itu.


Meskipun yang mereka pasang adalah uang kecil namun tetap membuat mereka bahagia.


Bao Huo tidak memperhatikan pertarungan Cu Qing Fei, dia lebih fokus kepada Li Yian sambil memikirkan strategi agar bisa bekerja sama dengan Li Yian, dengan cara kasar maupun cara halus dia akan melakukannya.


"Aku tidak menyangka, Xu Wuzao yang memimpin sekte anggrek putih baru 15 tahun sudah membuka dan mendapatkan izin mengajak 10 tahun yang lalu bisa melahirkan jenius seperti Li Yian, anak ku akan ku masukkan ke sekte kecil itu!" ucap salah satu penonton kepada temannya.


"Apa sehebat itu Xu Wuzao?" tanya temannya tidak percaya.


"Entahlah, tapi reputasi dirinya di masa lalu cukup cerah di sekte pedang api!"


Beberapa dari mereka berdiskusi dengan lantang, seakan sedang berada di ruangan khusus untuk debat terbuka.


"Hem,, jika aku tidak bisa bekerja sama dengannya saling menguntungkan, sepertinya dengan cara memerah lebih baik!" ucap Bao Huo di benaknya.


Dia lalu memandang ke arah Xu Wuzao, Bao Huo melihat Xu Wuzao adalah orang yang sudah cukup tua! Dengan mengalahkan Xu Wuzao dan memeras mereka pasti cukup baik.


Bao Huo menyeringai, dia tidak ingin terus terpaku dengan aturan dari Kekaisaran Ming! Namun dia takut jika Kekaisaran Ming ikut campur dengan rencana dirinya saat ini.


"Sial, apa keluarga Bao dan kelompok Sabit Tunggal mampu untuk membendung kekuatan dari kekaisaran Ming! Jika mereka mampu aku lebih leluasa." keluh dari Bao Huo.


Bao Huo adalah orang yang berambisi besar, sehingga saat ada pemilihan dari pemimpin yang mengembangkan keluar Bao cabang Kekaisaran Ming, Bao Huo sangat bersemangat.


"Baiklah jika, tidak bisa menguasai bela diri di Kekaisaran Ming dengan cara baik! Cara buruk pun akan ku tempuh!" Bao Huo tersenyum karena pemikiran dirinya langsung berjalan lancar.


Setelah sibuk dari pemikiran sendiri, Bao Huo melih ke arah arena pertarungan! Di sana ada pembawa acara yang sedang berbicara dengan menggebu-gebu karena inilah inti dari kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming.


"Baiklah semuanya, kita sudah mencapai di puncak acara kompetisi generasi muda! Kita sudah mendapatkan tiga generasi muda yang akan bertarung setelah ini, mereka akan memperebutkan siapa di antara mereka yang paling unggul!" pembawa acara menjeda sebentar omongannya.


"Kita panggil, Lue Xuan dari sekte pedang emas! Cu Qing Fei dari sekte macan putih, Li Yian dari sekte anggrek putih, kita sambut mereka dengan tepuk tangan yang meriah!" lanjutnya.


Seketika tepuk tangan dan jeritan dari para penonton, terutama gadis muda mereka memanggil nama Lue Xuan lebih banyak.


Hampir di setiap penjuru sudut area penonton mereka memanggil nama Lue Xuan dan Cu Qing Fei! Yang meneriaki Li Yian hanya sedikit sekali.


Lue Xuan masuk ke arena pertarungan dengan anggun, karena dia adalah keturunan dari bangsawan yang setaunya cukup tinggi di Kekaisaran Ming.


Setiap dia berjalan seperti itu langkahnya anggun dan enak di pandang bagi orang-orang yang mempedulikan setatus, tapi bagi rakyat jelata cara berjalan seperti itu cukup merepotkan dan membuat mereka muak.


Di susul dari belakang oleh Cu Qing Fei dengan sorak-sorai yang hampir sama meriahnya! Kerena mereka sudah cukup mengenal dia pemuda itu.


Tapi saat Li Yian masuk, hanya segelintir orang yang bersorak gembira! Sebaliknya kebanyakan mereka banyak yang tidak percaya dengan kemampuan dari Li Yian.


Mereka menganggap Li Yian hanya beruntung saja, karena lawannya lemah.


Di tempat duduk pendamping peserta, Xu Wuzao memasang senyum bangga! Dia sangat senang karena anak nakal yang sudah di anggap anaknya itu bisa sampai sejauh ini.


Wang Yao bahkan lebih heboh saat, Li Yian masuk ke arena pertarungan! Menurutnya menunggu Li Yian saat hendak berangkat ke kota Kekaisaran Ming adalah keputusan yang tepat karena Li Yian bisa membuktikan masuk dalam 3 besar anak muda jenius.


Ini akan membuat nama sekte anggrek putih melambung tinggi di masyarakat Kekaisaran Ming, mungkin akan menjadi sekte yang bakal di minati banyak anak muda.


"Kepala sekte Xu, semoga Li Yian menjadi juara kompetisi generasi muda kali ini! Jika itu terjadi aku akan semakin percaya terhadap Li Yian!" ucap Wang Yao dengan semangat.


"Tetaplah seperti biasa saja tetua Wang, meskipun dia menjadi juara, anak itu sangat sulit di tebak!" jawab Xu Wuzao.


Dia langsung memandang ke arah arena pertarungan melihat ke arah Li Yian.


\=


\=


..