Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
121 = MEMBEBASKAN BUDAK


\=Chapter 121. MEMBEBASKAN BUDAK\=


\=


\=


Li Yian cukup penasaran, karena sudah di peringatkan oleh Baba Yaga untuk mencari objek lainnya! Semakin di larang Li Yian semakin penasaran.


Akhirnya dia ikut masuk, setelah masuk Li Yian hanya bisa terdiam! Kemudian dia melihat ke sekeliling sambil bergumam.


"Sial, aku kira apa yang di sebut barang bagus!" Setelah memandang sekeliling Li Yian masih merasakan keberadaan lain.


Akhirnya dia lebih memilih masuk ke ruangan lain dari pada mata sucinya ternodai oleh pemandangan yang membuat Baba Yaga senang tiada tara.


Li Yian masuk ke dalam ruang berikutnya, ternyata di sana ada dua orang wanita dan satu orang pria paruh baya yang sedang duduk.


Mereka bertiga memandang Li Yian yang baru saja masuk dengan tatapan mata yang waspada!.


"Tenanglah paman dan bibi, aku di sini ingin menyelamatkan kalian dari perampok!" ucap Li Yian.


Mendengar kata akan di selamatkan, ketiga orang itu langsung berbinar sinar matanya! Pria paruh baya langsung menghampiri Li Yian.


"Tuan muda, apa anda datang untuk membebaskan kami?" ucap pria paruh baya itu dengan harapan tinggi.


"Ya, aku kan membebaskan kalian! Paman kau siapkan kereta kuda yang ada di sini, untuk mengangkut 10 orang!" ucap Li Yian.


"Apa tidak apa-apa, bagaimana jika para pemimpin rampok..!" ucapnya pria paruh baya itu terhenti.


"Mereka semua sudah aku kalahkan semua, di sini hanya tinggal kalian dan lima wanita yang telanjang di ruang tengah!" jawab Li Yian.


Dua wanita di sana langsung menutup mulutnya dan menangis tanpa suara, sedangkan pria paruh baya hanya bisa terbengong.


"Cepatlah siapkan kereta kuda!" lanjut Li Yian memberikan perintah.


"Baik tuan muda!" jawab pria paruh baya itu lalu keluar sambil mengajak kedua wanita yang terlihat cukup berumur.


Mereka bertiga adalah juru masak yang di sekap beberapa bulan lalu, sudah tinggal di sana cukup lama sehingga ada yang membebaskan membuat mereka sangat senang! Kini harapan hidup muncul kembali di hati masing-masing.


Setelah melihat mereka keluar dari pintu belakang, Li Yian mencari keberadaan dari ruang bawah tanah! Li Yian memeriksa beberapa ruangan di sana.


Setelah ruangan ke tiga Li Yian melihat ada tangga menurun yang cukup besar.


"Apak ini ruang bawah tanah itu?" ucap Li Yian di benaknya.


Li Yian memegang kunci yang di berikan sebelumnya, lalu membuka pintu itu dengan tenang.


Setelah membuka pintu itu Li Yian kembali melihat pintu besi yang tidak begitu tebal.


"Jika hanya pintu seperti ini, buat apa butuh kunci untuk membukanya! Sekali tendang saja aku yakin akan hancur!" keluh Li Yian.


Dia langsung masuk ke dalam untuk mencoba melihat ada sesuatu yang menarik apa tidak.


*


*


*


Sedangkan di tempat Baba Yaga.


Lima perempuan yang telanjang itu sudah tidak berekspresi lagi, seperti sudah pasrah akan hidupnya.


Ada Baba Yaga yang datang mendekat dan Li Yian yang langsung pergi juga tidak memperdulikan sama sekali.


Baba Yaga maju menuju ke wanita yang duduk dengan posisi ngangkang di kurasi yang panjang dan empuk karena di hiasi bulu binatang.


"Nona, apa boleh aku memegang punyamu?" ucap Baba Yaga tapi langsung menutup mulutnya rapat-rapat.


"Bukan-bukan itu maksudnya, apa yang terjadi dengan kalian di sini?"


Namun wanita itu tidak menjawab ucapan Baba Yaga sama sekali, dia seperti mayat hidup! Karena kejiwaan mereka hampir terganggu oleh pemimpin rampok.


"Dengar nona, kau akan bebas dari ini! Lebih baik cepat kenakan baju kalian!" ucap Baba Yaga.


Dia melihat itu menjadi cukup iba, yang tadinya semangat ingin berbicara dengan mereka malah yang di ajak bicara tidak merespon sama sekali.


Itu malah membuat Baba Yaga menjadi bingung sendiri, dia akhirnya mengikuti arah Li Yian pergi. Setelah memberikan pakaian kepada lima wanita itu, yang Baba Yaga temukan di pojok ruangan di sana.


Baba Yaga langsung menyusul ke arah Li Yian menghilang, dia mengikuti dengan merasakan aura milik Li Yian.


Setelah mengikuti tangga menurun Baba Yaga masuk ke dalam ruang bawah tanah, di sana dia melihat Li Yian yang sedang memandangi banyak harta yang bertumpuk.


"Saudara Li Yian apa yang kau temukan di sini?" ucap Baba Yaga cukup penasaran.


Li Yian yang sedang jongkok lalu berbalik memandang ke arah Baba Yaga yang datang! Dia langsung berbicara.


"Entahlah tidak ada yang menarik, hanya koin emas yang cukup banyak dan barang-barang hiasan maupun patung yang di buat dari emas!" keluh Li Yian.


Sejak masuk ke dalam ruang bawah tanah itu Li Yian memeriksa seisi sudut ruangan, namun tidak menemukan hal-hal menarik yang di simpan di sana, hanya ada barang-barang yang ada di masyarakat umum saja.


Sehingga dia memilih jongkok saja di sana sambil memandangi tumpukan koin emas, dan barang berharga lainnya.


Hingga Baba Yaga masuk menemuinya.


"Wah, ternyata perampok bisa mengumpulkan banyak koin emas seperti ini! Lalu mempunyai banyak wanita cantik. Apa kita jadi perampok saja?" ucap Baba Yaga setelah jongkok di samping Li Yian.


Peletak..!


"Jadi perampok gundul mu!" ucap Li Yian setelah memukul kepala Baba Yaga karena asal bicara saja.


"Aduh sakit..!" Baba Yaga langsung memegang kepalanya.


"Sudahlah, ayo kita segera bergegas keluar! Aku sudah tidak mau menunggu lama lagi untuk menghancurkan keluarga Bao!" ucap Li Yian.


Lalu dia melambaikan tangannya, mengalirkan tenaga dalam harta yang di sana Li Yian langsung di pindahkan ke cincin samudra miliknya.


Namun belum juga habis, Baba Yaga tidak mau kalah dia juga langsung bergerak gesit untuk memasukkan koin emas itu ke dalam tempat penyimpanan miliknya juga, namun dengan menggunakan energi hitam milik siluman.


Li Yian hanya diam saja, dia juga tahu bahwa Baba Yaga membutuhkan itu nantinya, setelah semua sudah di kuras habis Li Yian keluar lebih dulu lalu di ikuti oleh Baba Yaga.


Sesampainya di ruang utama, lima wanita yang tadinya telanjang bulat sudah di bantu menggunakan pakaian oleh dua wanita yang terlihat cukup berumur.


Setelah mereka mempersiapkan kereta kuda, mereka memeriksa sekitar memang benar, bahwa di sana tidak ada lagi perampok.


Karena saking senangnya, mereka akhirnya membantu lima wanita yang menjadi mainan pemimpin perampok.


Setelah di tenangkan oleh kedua wanita itu, lima wanita cantik itu sedikit tenang ada juga yang mulai menangis haru.


"Mereka sudah berpakaian lengkap, sial aku belum menyentuhnya sama sekali!" Baba Yaga mengeluh dengan suara pelan.


Li Yian hanya bisa membuang nafas tak percaya mempunyai teman siluman yang sangat mesum dan memiliki pikiran aneh.


"Cepat paman, bantu yang lainya untuk pergi dari sini! Bawa barang apa saja yang sekiranya di butuhkan!" Li Yian langsung memeringatkan.


Akhirnya mereka semua bergegas, segera keluar dari tempat itu! Dengan membawa barang-barang yang sekiranya di butuhkan.


\=


\=


...