Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
185 = MENGUSIR TUAN MUDA WEI


\=Chapter 185. MENGUSIR TUAN MUDA WEI\=


\=


\=


Mendengar tantangan dari pemuda yang terlihat begitu sombong itu, Li Yian hanya tersenyum saja. Kini semakin banyak orang yang menonton di halaman pelatihan itu.


Bahkan yang sedang sibuk dalam urusan masing-masing saja sampai ikut melihat halaman di sana langsung ramai oleh orang-orang.


"Kakak Li Yian, kau sudah kembali!" ucap salah seorang gadis yang baru datang.


Dia adalah Rhuo Ning, anak yang pernah di selamatkan oleh Li Yian kala di kota Kekaisaran Ming.


Li Yian langsung menoleh karena ada yang memanggilnya, saat tahu siapa yang memanggil itu dia langsung melangkah ke hadapan gadis cantik itu.


"Rhuo Ning, kau sudah tumbuh semakin dewasa!" ucap Li Yian setelah ada di hadapan Rhuo Ning.


"Kakak Li Yian, kapan kakak datang di sekte anggrek putih ini?" ucap Rhuo Ning sangat senang.


"Kira-kira, sekitar dua hari lalu! Maaf aku tidak menemui mu langsung, karena ada urusan dengan pak tua!" ucap Li Yian.


Rhuo Ning tahu, siap itu pak tua yang di maksud Li Yian! Namun orang-orang di sana tidak begitu tahu karena jarang melihat Li Yian berinteraksi dengan Xu Wuzao.


"Tidak apa-apa kak, urusan kakak lebih penting!" jawab Rhuo Ning dengan senyuman manisnya.


Saat Li Yian hendak menjawab lagi, dari belakang dirinya ada bentakan garang dari pemuda itu.


"Hai, Li Yian! Beraninya kau mengabaikan tuan muda keluarga Wei ini!" bentak pemuda yang tadi menantangnya.


Dia adalah tuan muda jenius dari daerah selatan kota Kekaisaran Ming, yang di kuasai oleh keluarga Wei, masuk ke sekte anggrek putih yang sangat jauh dari tempatnya berasal hanya ingin menantang Li Yian saja sebenarnya.


Karena dia tidak terima banyak jenius muda, malah yang menang dalam kompetisi generasi muda, anak yang tidak jelas asal usulnya.


Li Yian langsung membalikkan badannya, lalu mengerutkan keningnya! Karena semakin heran apa tujuan anak tengil yang ada di depannya kini.


"Haah, kau tuan muda keluarga Wei mana? Aku tidak tahu ada keluarga itu. Apa sebenarnya tujuan kau masuk ke dalam sekte anggrek putih ini?" Li Yian langsung bertanya karena mulai curiga.


"Aku tuan muda dari keluarga Wei, keluarga bangsawan penguasa bagian selatan kota Kekaisaran Ming! Masuk ke sekte kecil ini, hanya ingin menantang kau bertarung!" ucapnya dengan menunjuk Li Yian begitu arogan.


Orang-orang yang mendengar itu cukup kaget, karena dia selalu menyembunyikan identitas aslinya. Setelah terungkap anak-anak muda dan para guru pengajar langsung kaget, bahkan tidak mengerti dengan isi pikiran tuan muda Wei itu.


"Masuk sekte anggrek putih, hanya ingin bertarung dengan ku?" ucap Li Yian ingin memastikan.


"Ya, hanya itu! Apa yang bagus di pelajari dari sekte kecil seperti ini?" ucap tuan muda itu, dengan seringai ejekan.


"Kalau begitu, pulang lah kembali ke keluarga besar mu! Sekte ini tidak membutuhkan orang seperti mu." jawab Li Yian langsung mengusir tuan muda itu.


"Kau meremehkan ku Li Yian, lihat ini!" bentak dia, karena langsung bergerak cepat menyerang Li Yian.


Wooooosss..!


Tinju dari tuan muda Wei, langsung meluncur ganas ke arah dada Li Yian.


Baammm..!


Pukulkan itu mengenai telak ke dada Li Yian, namun Li Yian tidak terpental maupun merasa kesakitan.


"Apa ini, kenapa aku seperti memukul dinding yang sangat kerasa?" ucap tuan muda Wei cukup kaget.


Kraakk..!


"Aaakkkhh..! Tangan ku!" jerit tuan muda Wei, karena tangan dirinya di singkirkan oleh Li Yian.


Namun karena gerakan Li Yian sangat cepat dan kuat, sambungan siku lengan tuan muda Wei langsung patah.


"Serangan mu terlalu ringan!" ucap Li Yian.


Tuan muda Wei, tidak mendengarkan ucapan Li Yian dia langsung jatuh berlutut dan memegangi lengannya yang patah, sambil terus menjerit kesakitan.


Baammm..!


Kraaak..!


"Pulang lah ke keluarga kau, tuan muda!" ucap Li Yian, setelah menendang tuan muda itu di rahang bagian bawah.


Kini tidak ada jeritan lagi, karena tuan muda Wei sudah tidak sadarkan diri.


Orang-orang di sana hanya bisa diam mematung, bahkan anak yang datang bersama tuan muda Wei yang di tugaskan oleh keluarganya sebagai pelayan untuk dia kini ketakutan setengah mati.


Karena tuan muda dirinya, sangatlah kejam dan tidak kenal kasihan terhadap lawan! Karena kehebatan dirinya yang termasuk keluarga bangsawan tersembunyi dia memiliki kekuatan yang sukar di ukur.


Bahkan, sekte besar saja memandang keluarga Wei sangat misterius dan sulit di ukur kemampuan mereka.


Namun di hadapan Li Yian, tuan muda Wei seperti seorang amatiran dalam hal bertarung.


Setelah berucap demikian Li Yian langsung melangkah pergi dari sana, orang-orang langsung memberi jalan untuk Li Yian lewat.


"Ahh, Rhuo Ning! Ayo ikut aku makan, perut ku sudah kelaparan sejak dia hari lalu!" ucap Li Yian menengok ke arah Rhuo Ning setelah berjalan beberapa langkah.


"Baik, kakak!" ucap Rhuo Ning lalu melangkah menghampiri Li Yian.


Mereka berdua akhirnya pergi dari sana dengan santai.


*


*


*


Setelah Li Yian dan Rhuo Ning pergi dari sana, anak murid lainnya langsung berbisik-bisik membicarakan itu dengan heboh.


Mereka membicarakan tuan muda Wei yang baru terungkap identitasnya sekarang, apa lagi tuan muda Wei yang sering di rumorkan paling hebat di kalangan para pemuda keluarga bangsawan, kini di kalahkan oleh Li Yian dengan sekali pukul.


Bahkan di buat cacat tangannya, ini membuat kehebohan semakin besar.


"Anak-anak, bubar dari sini dengan cepat! Jangan membuat kehebohan yang tidak penting!" ucap guru pengajar.


Setelah instruksi itu, para anak murid sekte anggrek putih yang sedang berkumpul di sana langsung bubar.


Mereka mengerjakan apa yang mereka butuhkan, namun obrolan mereka tidak jauh dari tentang pertarungan tuan muda Wei dan Li Yian. Yang paling heboh malahan.


Seberapa kuat Li Yian ini, mereka rata-rata mengakui Li Yian kuat, karena dia adalah pemenang dari kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming.


Tapi tidak menyangka bahwa tuan muda Wei di buat seperti anak ingusan yang seperti baru belajar memukul tiang kayu latihan.


Setelah semua sudah sepi, kini hanya ada guru pengajar dan tuan muda Wei! Beserta teman yang sebagian pelayanannya.


"Cepat, bawa Zue ke ruang pengobatan! Sebelum lukanya semakin parah!" ucap pengajar latihan fisik itu.


Dengan cepat, dua pelayan tuan muda Wei langsung membawa Wei Zue ke ruang pengobatan sekte anggrek putih untuk segera di obati.


Kini halaman tempat pelatihan langsung sepi, karena semua orang sudah bubar.


\=


\=


...