Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
156 = KETERKEJUTAN


\=Chapter 156. KETERKEJUTAN\=


\=


\=


Bawahan tetua pertama tidak bisa menjawab pertanyaan tetua pertama itu, jangankan menjawab melihat sorot matanya saja, mereka tidak begitu berani.


Akhirnya setelah bangun dan membentak anak buahnya, tetua pertama langsung melangkah mendekati Li Yian.


Dia dengan cepat mencabut pedang yang di bawanya! Bagi tetua pertama setiap pedagang itu di cabut maka akan memakan korban.


"Nak, apa kau percaya? Jika pedang ini sudah keluar dari sarungnya maka akan menelan korban!" tetua pertama memberi tahukan itu kepada Li Yian, agar Li Yian takut dan gemetar.


"Ya aku percaya itu! Jika sebuah pedang sudah siap di ayunkan makan jatuhnya korban tidak akan terelakan lagi!" jawab Li Yian.


Li Yian juga mencabut pedang yang di bawa di pinggangnya saat ini, lalu mengangkat ke hadapan tetua pertama.


"Tapi korban itu bukan aku!" lanjut Li Yian dengan senyuman kecil di parasnya.


"Kalian sudah mulai, bagaimana dengan aku saudara Li?" tanya Baba Yaga.


"Ngapain tanya ke aku, kau pikir saja sendiri! Atau lawan mereka semua saja, karena mereka belum ada lawan, apa kau sanggup melawan mereka sendirian?" jawab Li Yian, sambil menunjuk ke arah bawah tetua pertama.


"Sial, kau meremehkan ku?" ucap Baba Yaga dengan geram.


"Tunggu teman, biar aku saja yang melawan mereka semua!" Li Yian akhirnya mencegah, dia khawatir orang-orang itu akan mati semua.


"Hehh! Kau tadi sudah menyerahkan ke aku, bagaimana sekarang berubah?" keluh Baba Yaga.


"Sudahlah, pertarungan ini di awal aku yang buat. Kau tonton saja di pinggiran!" jawab Li Yian, untuk Baba Yaga.


Tetua pertama dan anggota keluarga Yin lainnya langsung terkejut, keterkejutan mereka benar-benar terlihat di wajah mereka masing-masing.


"Bocah, kau begitu sombong!" ucap tetua pertama keluarga Yin.


"Jika tidak percaya, kenapa mereka tidak kau suruh bergabung saja dengan mu untuk melawan ku!" Li Yian langsung memberikan provokasi terhadap tetua pertama.


Amarah tetua pertama benar-benar sudah berada di puncaknya, sehingga dia langsung mengeluarkan tekanan intimidasi dari aura dirinya saat ini!.


"Bocah kurang ajar!" geram tetua pertama.


Wooss..!


Dia langsung menghilang dari hadapan Li Yian saat ini, dan muncul di belakang Li Yian dengan tebasan pedang miliknya mengarah ke leher Li Yian.


Serringg..!


Pedang dengan kecepatan tinggi, lewat di atas kepala Li Yian saat ini! Li Yian menghindari tebasan mematikan itu dengan mudah, dengan menundukkan kepalanya.


Slaazz..!


Kraakk... Baaammm..!


Serangan tebasan pedang tetua pertama membentuk sebuah bayangan perak, lalu melaju ke sebuah pilar penginapan dan pilar itu langsung terpotong dan ambruk begitu saja.


Li Yian menghindar dengan car menunduk, lalu balas menebas ke arah tetua pertama dengan tebasan biasa dan melapisi pedangnya dengan tenaga dalam miliknya.


Slaazz..!


Tebasan itu mengenai perut tetua pertama dengan telak, karena hanya tebasan pedang biasa luka itu tidak begitu berbahaya hanya mengalami robekan kecil saja.


Tetua pertama langsung mundur sesaat setelah tertebas, dia langsung memegangi sayatan itu dengan tangan kirinya! Sedikit darah keluar dari sayatan itu, setelah tetua pertama mengalirkan tenaga dalam miliknya darah itu langsung berhenti keluar.


"Ini sangat berbahaya, aku yakin jika dia serius perut ku akan berlubang besar!" ucap tetua pertama itu di benaknya, belum sadar serangan Li Yian ada yang salah.


Li Yian juga mundur beberapa langkah dan kini dia hampir sejajar berdirinya dengan Baba Yaga.


*


*


*


"Ahhhh, kau bodoh saudara Li Yian! Kenapa bisa sampai tumpul seperti itu tebasan mu?" ucap Baba Yaga.


"Pedang ini bagus, apa kau tidak menebas dengan sungguh-sungguh? Tapi seenaknya membual ingin melawan mereka sendirian!" ucap Baba Yaga.


Baba Yaga dengan cepat menyerahkan pedang itu kepada Li Yian kembali, dia mundur kembali meskipun Li Yian belum mengucapkan sepatah katapun.


"Bukan karena pedang ini tumpul, jelas pedang ini sangat tajam! Bahkan untuk menebas lengan dengan mudahnya akan terkutung!" ucap Li Yian.


"Namun, pendekar pedang berhak menentukan kapan pedang ini sangat tajam dan kapan pedang ini sangat tumpul! Karena jika menebas di perut itu tidak keren, seharusnya menebas yang bagus di leher. Karena membunuh tanpa rasa sakit!" lanjut Li Yian berucap pada Baba Yaga.


"Ooh, jadi seperti itu! Terserah kau saja lah." Baba Yaga sudah malas.


Tetua pertama melebarkan matanya, dia pernah mendengar ucapan seperti itu saat belajar menggunakan pedang dari masternya di keluarga Yin dahulu.


Bahwa ada pendekar pedang yang bisa merubah pedangnya sesuka hati dirinya, jika dia inginkan pedang di tangannya sangat tajam maka besi baja saja bisa terpotong seperti tahu, namun jika pendekar pedang itu ingin pedang dirinya tumpul maka sehelai rumput taka akan terpotong.


"Dia, bahkan master dalam penguasaan tebasan pedang!" gumam tetua pertama.


Memikirkan itu saja saat ini tubuh tetua pertama langsung bergetar karena rasa takut yang sudah lama hilang kini muncul dan menjalar ke hati dan pikirannya kembali.


Bahkan pedang dirinya seperti akan terlepas dari genggaman dirinya saat ini.


"Sial, perasaan apa ini? Bagaimana aku begitu bergetar seperti ini?" ucap tetua pertama di benaknya.


Melihat reaksi tetua pertama seperti itu bawahan dirinya sangat kebingungan, apa lagi Yin Zang! Dia langsung berucap dengan cukup lantang.


"Paman tetua pertama, apa yang paman lakukan. Kenapa anda tidak beri Li Yian pelajaran dengan cepat?"


Tetua pertama mendengar ucapan Yin Zang yang berbeda tidak jauh dari belakang dirinya saat ini, mulai paham.


Wooss..!


Baammm..!


"Uhukk..!" Yin Zang langsung terkapar di lantai depan penginapan itu.


Dia terkena tendangan sangat keras dari tetua pertama, bahkan Yin Zang langsung tidak sadarkan diri akibat serangan itu.


"Kau bocah pengacau bedebah!" bentak tetua pertama pada Yin Zang.


Li Yian yang melihat ini hanya tertawa kecil, lalu menyarungkan pedangnya kembali dengan cepat! Setelah itu dia menengok ke arah Baba Yaga.


"Teman, pertarungan selesai! Ayo bergegas sekarang, untuk menuju ke wilayah utara!" ucap Li Yian.


"Ya baiklah!" jawab Baba Yaga.


Setelah itu Li Yian menengok ke arah tetua pertama, dia langsung berucap dari jarak cukup jauh itu.


"Ajarkan keponakan mu itu tentang keberanian tuan, jangan hanya bersembunyi di ketiak pamannya saja!"


Belum juga di jawab oleh tetua pertama Li Yian sudah bergerak begitu cepat dan menghilangkan dari sana dengan cepat.


"Tetua pertama, apa kita akan melepaskan Li Yian begitu saja?" ucap salah satu anak buah tetua pertama.


"Apa kau tidak mengerti situasi saat ini?" ucap tetua pertama dengan sorot mata yang tajam.


Dia dengan tidak rela menuju ke arah perut dirinya yang tersayat pedang oleh Li Yian, setelah melihat luka itu anak buah tetua pertama langsung mengerti maksud tetua pertama.


"Maaf tetua pertama, sekarang aku mengerti!" ucapnya sambil membungkuk meminta maaf.


"Bawa anak ingusan ini kembali ke kediaman keluarga Yin! Aku akan menyusul kalian nanti!" ucap tetua pertama kepada mereka semua.


"Baik tetua pertama!" jawab mereka serempak.


Dengan cepat mereka naik ke kuda masing-masing, lalu mengikat Yin Zang ke pelana kuda yang di naiki Yin Zang sebelumnya dan mulai melaju untuk kembali dengan perlahan, sambil menunggu Yin Zang bangun.


Sedangkan tetua pertama langsung pergi menuju ke arah toko senjata perkasa milik keluarga Yin, karena dia penasaran dengan kejadian nyata sebenarnya.


\=


\=


..