Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
262 = KEDATANGAN TETUA PERTAMA SEKTE WUHAN


\=Chapter 262. KEDATANGAN TETUA PERTAMA SEKTE WUHAN\=


\=


\=


Tiga hari sebelum Li Yian dan Xu Wuzao berlatih tanding di hutan kecil luar dari sekte anggrek putih.


*


Kereta kuda bergerak dengan kecepatan sedang, di tarik oleh kuda besar berwarna hitam. Kereta itu baru saja memasuki wilayah Kekaisaran Ming dari wilayah Kekaisaran Tang! Kereta kuda di tumpangi oleh tetua pertama sekte Wuhan dan muridnya.


Tetua pertama pulang dengan cepat dari Kekaisaran Tang, karena menerima berita kehancuran sekte Wuhan yang di kuasai oleh Yan Yin dan Yan Jim, karena jika mereka berdua di kalahkan. Maka secara pasti dirinya yang memimpin tampuk kepemimpinan.


Sedangkan pemikiran dia saat ini bukan seperti itu, karena jika ada yang bisa mengalahkan Yan Yin dan Yan Jim, yang di dukung ribuan pasukan sekte Wuhan, maka kelompok yang mengalahkan bukanlah kelompok sembarangan! Sudah di pastikan sekarang sekte Wuhan berada di genggaman mereka.


Dia pergi menuju ke Kekaisaran Tang untuk memperebutkan herbal langka yang di lelang oleh pelelangan bulan sabit di kota Kekaisaran Tang bagian utara.


Tetua pertama sekte Wuhan adalah seorang pendekar seangkatan dengan Yan Yin! Bernama Bai Li, karena tetua pertama tidak begitu jenius sehingga dia tidak pernah mengambil murid langsung sejak muda.


Hanya setelah Bai Li sudah tua, dia di titipkan ponakan yang kedua orang tuanya sudah mati, akibat peperangan antar sekte! Setelah mendapatkan titipan itu, Bai Li baru mengambil murid langsung yang tidak lain adalah ponakannya sendiri, yaitu Bai Chan.


Guru dan murid duduk di dalam kereta kuda dengan tenang, mereka duduk saling berhadapan! Setelah berhasil mendapatkan herbal yang di inginkan, mereka langsung bergegas pulang.


"Guru, apa yang akan kita lakukan setelah kita sampai di sekte Wuhan? Dengan kabar itu, aku yakin sekte Wuhan berada di genggaman sekte anggrek putih!" ucap Bai Chan dengan wajah yang suntuk.


"Kita ikuti mereka, guru yakin! Jika mereka mampu mengalahkan ribuan pasukan sekte Wuhan dan kehebatan dari Yan Yin dan Yan Jim, maka kita bukan siapa-siapa baginya." jawab Bai Li.


"Jadi seperti itu keputusan guru! Aku mengikuti apa yang guru ikuti, karena aku tidak akan mengikuti siapapun tanpa ada guru di dalamnya!" jawab Bai Chan sedikit semangat.


"Chan'er, kau harus mengambil guru lainnya selain aku! Kau masih sangat muda, sedangkan guru sudah begitu tua, potensi mu masih sangat jauh!" jawab Bai Li dengan sedih.


Jika bukan karena, dulu pernah mengalami luka dalam yang sangat parah! Mungkin dirinya sudah bisa masuk ke pendekar suci, sedangkan sekarang dia tertahan di pendekar raja puncak sudah 40 tahun lamanya.


"Tidak guru, jika orang itu bukan guru yang menyarankan" jawab Bai Chan.


Sebenarnya Bai Chan adalah anak jenius generasi muda, satu angkatan dengan Yan Xiong! Krena dia jarang menunjukkan kekuatan dirinya di dalam sekte Wuhan, di tambah popularitas sudah di borong semua oleh Yan Xiong maka Bai Chan redup.


"Baiklah, jika seperti itu! Guru akan mencarikan siapa pengganti guru kelak untuk membimbing mu, untuk bersaing di dunia persilatan Kekaisaran Ming ini!" jawab Bai Li.


Mereka berbicaralah di sepanjang perjalanan, sedang kusir kereta fokus mengendarai kereta kuda.


*


*


*


Kembali ke waktu sekarang.


Xu Zao Yi sedang duduk di ruang kerja sekte Wuhan, dia sangat pusing karena laporan di sekte ini sangat menumpuk dan tidak begitu tertata rapi.


Menurut Xu Zao Yi, sangat berbeda jauh dengan sekte anggrek putih! Sekte anggrek putih laporan begitu rapi, meskipun memang perbedaan antara dua sekte ini sangat jauh tapi ini membuat Xu Zao Yi sangat kelelahan.


"Sial, apa serumit ini sekte besar?" keluh Xu Zao Yi.


Setelah menerima tugas ini dari kepala sekte Xu, dia sedikit menyesal karena tidak sesuai apa yang di pikirkan.


Memang berdiri saat ini seperti di hormati oleh ribuan pendekar dan anak murid, namun dia tidak bisa tenang dengan tugas yang baru ini.


*


Yan Xiong sendirian, menunggu kedatangan tetua pertama sekte Wuhan! Karena menurutnya tetua pertama lah satu-satunya harapan baginya untuk membalaskan dendam pamannya.


"Seharusnya mereka sudah tiba di wilayah sekte Wuhan ini!" ucap Yan Xiong begitu gelisah, dia sedang duduk di penginapan kota kecil yang dekat dengan sekte Wuhan.


Dia cukup gelisah, karena kelompok elit sekte anggrek putih dan Xu Zao Yi terus saja melakukan pembersihan besar-besaran terhadap anak murid sekte Wuhan. Maka dari itu dirinya dengan beberapa pasukan elit yang ingin memberontak langsung keluar sekte secara diam-diam.


Yan Xiong sedang memikirkan banyak hal, dari luar ruangan langsung ada ketukan pintu.


Tok..tok..tok..!


"Tuan muda! Kereta kuda tetua pertama sudah terlihat dan akan memasuki kota ini!" ucap seseorang dari luar.


Mendengar ucapan yang dirinya kenal, Yan Xiong langsung bergegas keluar! Setelah membuka pintu ruangan itu dia langsung berkata dengan gembira.


"Benarkah? Akhirnya penantian kita terselesaikan, cepat kita sambut tetua pertama untuk berdiskusi di ruangan ini!" ucap Yan Xiong.


"Baiklah tuan muda Yan!" jawab pasukan elit sekte Wuhan.


Mereka berdua langsung bergegas keluar dari penginapan itu!.


*


Keduanya berniat menghadang di jalan kota kecil ini, dan di sana sudah ada beberapa orang yang menunggu Yan Xiong.


Setelah keduanya sampai di jalan kota, kereta tetua pertama meluncur tidak jauh dari mereka di jalan yang mereka hadang! Dengan cepat Yan Xiong dan yang lainya menghentikan kereta itu.


Kereta berhenti seketika, karena jalan di blokir sepenuhnya! Kusir kereta yang mengenal siap Yan Xiong langsung terheran.


Di dalam kereta, Bai Li dan Bai Chan menjulurkan kepalanya karena menyadari kereta berhenti.


"Yan Xiong, apa yang kau lakukan di kota ini?" ucap tetua pertama dengan heran.


"Tetua pertama, keadaan sekarang sangat gawat! Mariah kita diskusikan di penginapan ini kami ingin mengambil pendapat anda!" ucap Yan Xiong dengan sedikit hormat.


Bai Li dan Bai Chan melihat ini sedikit heran, mereka mengerutkan keningnya karena sedikit heran dengan tingkah laku Yan Xiong sekarang.


Beberapa pasukan elit dan murid inti juga bersamanya, yang dari dulu ada di pihak Yan Jim kini berkumpul bersama Yan Xiong sambil ikut membujuk tetua pertama.


"Baiklah, aku ingin mendengar keadaan yang mendesak apa itu!" ucap Bai Li.


"Tapi guru?" ucap Bai Chan, lalu berhenti berbicara karena di hentikan oleh lambaian tangan Bai Li.


"Baiklah, aku mengerti!" ucap Bai Chan.


Akhirnya mereka berdua mengikuti arahan Yan Xiong dan yang lainya untuk merundingkan apa yang harus di lakukan dengan adanya tekanan pihak lain seperti sekarang.


Bai Li, mengikuti apa kemauan dari Yan Xiong yang tetua pertama anggap masih bocah ingusan, namun karena didikan yang salah dia menjadi besar kepada seperti saat ini!.


\=


\=


...