Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
344 = KESOMBONGAN BABA YAGA


\=Chapter 344. KESOMBONGAN BABA YAGA\=


\=


\=


Li Yian muncul di kamar pribadi yang kala itu di pakai Baba Yaga bermeditasi, karena dia ingin melihat perkembangan Baba Yaga namun baru saja dia sampai, Li Yian di kejutkan dengan dengkuran keras Baba Yaga.


"Dasar babi burik, di tinggal sebentar langsung ngorok!" keluh Li Yian setelahnya.


Baaammm..!


Li Yian menendang bokong Baba Yaga dengan keras, namun Baba Yaga belum juga bangun.


"Teman bangun, jangan kau malas-malasan lagi seperti ini!" bentak Li Yian.


Baaammm..!


Braakk..!


Li Yian kembali menendang Baba Yaga, sekarang lebih keras hingga Baba Yaga terpental jauh ke depan dan menabrak tembok dengan sangat keras.


"Aaakkkhh..!" keluh Baba Yaga dengan memegangi kepalanya yang menghantam tembok dengan sangat keras, sebenarnya tidak sakit hanya agar lebih dramatis saja.


"Apa yang kau lakukan saudara Li Yian?" ucap Baba Yaga, dia tahu itu adalah ulah Li Yian karena dari aura dan perilaku Li Yian terhadapnya, Baba Yaga sudah mengetahui dan memaklumi.


Namun karena masih capek dan mengantuk sehingga dia memilih untuk tidak memperdulikan Li Yian. Setelah mendapatkan kekuatan dari aura milik Long Chu, tubuh Baba Yaga lebih kuat dan sangat keras, meskipun Li Yian memandang Baba Yaga dengan sangat keras Baba Yaga tidak terluka sedikitpun.


"Kau baru memiliki kekuatan sedikit saja sudah sangat sombong!" ucap Li Yian setelah melihat Baba Yaga bangun.


"Jangan salah, kekuatan aku saat ini sudah sangat kuat! Aku yakin kau tidak akan pernah sanggup menghadapi aku lagi, jadi sebaiknya kau panggil aku kakak Baba Yaga! Ha-ha-ha-ha..!" ucap Baba Yaga dengan kesombongan lalu dia tertawa terbahak-bahak karena semakin senang.


Di sini kesombongan Baba Yaga langsung terlihat, dia ingin menantang Li Yian lagi karena sebelum pamer kekuatan miliknya dia tidak puas.


Dikarenakan setelah bertemu Li Yian dia selalu kalah dari segi apapun, jadi wajar setelah dia kuat ingin menyombongkan dirinya.


Li Yian hanya melongo mendengar itu, dia menatap Baba Yaga dengan tatapan kosong.


"Jangan banyak tingkah, kau sudah kalah dalam taruhan itu! Sebaiknya kita menuju ke alam Tanasilam secepatnya." ucap Li Yian dengan sedikit kesal.


"Baiklah-baiklah, aku tahu! Tapi tolong teman sekali lagi kita bertarung, kali ini aku tidak akan kalah!" ucap Baba Yaga dengan sang memohon.


Kesombongan yang tadi di tunjukkan hanya untuk terlihat tinggi di hadapan Li Yian, namun setelah di ungkit kekalahan waktu lalu Baba Yaga langsung menjadi rendah lagi.


"Baiklah, tapi jika kau kali ini kalah kembali maka kau harus memanggil ku dengan sebutan kakak!" tantang Li Yian kembali.


"Tidak masalah, asalkan jika kau yang kalah kau yang harus memanggil ku dengan sebutan kakak." jawab Baba Yaga dengan seringai tajam.


Dia sangat yakin bisa mengalahkan Li Yian dengan mudah, karena setelah selesai bermeditasi dan menyelaraskan kekuatan miliknya, tubuh Baba Yaga merasakan aliran kakuatan yang sangat besar, yang tidak pernah Baba Yaga bayangkan sebelumnya.


"Aku tidak keberatan sedikit pun tentang itu!" ucap Li Yian dengan tenang.


"Baiklah sekarang kita memilih tempat yang baik untuk kita bertarung, kau yang memilih tempat itu!" ucap Baba Yaga.


"Sial, kau seperti ini saja masih menyusahkan ku, sebenarnya dari sini sudah terlatih siapa yang menang!" ucap Li Yian.


"Jangan sombong dulu." ucap Baba Yaga langsung menyangkal Li Yian.


"Baiklah, ikut aku!" ucap Li Yian.


Wooooosss..!


Li Yian dan Baba langsung menghilang dari kamar pribadi yang ada di sekte Wuhan.


*


*


*


Di halaman belakang rumah pelelangan anggrek putih.


Xu Wuzao membuka matanya, dia tersenyum cerah karena merasakan bahwa kekuatan miliknya bertambah kuat, sehingga dia langsung merasa senang.


Namun setelah membuka mata Xu Wuzao tidak menemukan keberadaan Li Yian, akhirnya dia mencoba mencari Li Yian menggunakan persepsi miliknya, namun dia tidak menemukan keberadaan Li Yian kembali.


"Nak, kau sekarang berada di mana lagi, kenapa tidak bisa diam sebentar saja di tempat ini!" keluh Xu Wuzao sambil mendesah pelan.


Setelah Xu Wuzao masuk, Xu Wuzao ingin menemui Hau Lin dia ingin menanyakan apakah ada masalah besar saat pelelangan sudah selesai.


Xu Wuzao menuju ke ruangan manager.


Tok..Tok..Tok..!


"Manager Hau Lin, apakah aku boleh masuk? Ada keperluan dengan anda." ucap Xu Wuzao di balik pintu.


"Aahhh, masuk lah taun Xu Wuzao!" ucap Hau Lin dari dalam, setelah itu dia membukakan pintu ruangan itu dengan cepat.


Setelah pintu terbuka, Xu Wuzao masuk sambil mengucapkan terimakasih dan memberikan salam.


Keduanya duduk dengan cepat di kursi tamu, meja bunder berada di hadapan mereka! Manager Hau Lin langsung menuangkan arak murni untuk Xu Wuzao.


"Terimakasih manager Hau Lin!" ucap Xu Wuzao, lalu menenggak minuman itu dengan cepat.


"Sama-sama tuan Xu Wuzao!" jawab Hau Lin dia juga menenggak minuman itu langsung habis.


"Bagaimana, apa ada masalah setelah pelelangan selesai?" tanya Xu Wuzao.


"Hanya sedikit tuan Xu!" jawab Hau Lin dengan sedikit suram.


"Apa itu, katakanlah manager Hau!"


"Sebenarnya hanya satu, ada seorang pemuda yang sangat muda! Namun mereka membayar menggunakan token penyimpanan koin emas milik Kekaisaran Tang, sehingga kami kesulitan untuk menerimanya, namun karena dia berkata token penyimpanan itu sangat berpengaruh di Kekaisaran Tang kami menerimanya, apa menurut anda tidak apa-apa?" ucap Hau Lin dengan harapan Xu Wuzao tidak marah.


"Ahhhh, hanya seperti itu! Apa yang kau maksud seperti ini?" ucap Xu Wuzao sambil menunjukkan salah satu token penyimpanan koin yang di berikan oleh keluarga Bao.


"Benar tuan Xu, ternyata anda mempunyai yang seperti itu! Berarti sebaiknya anda saja yang menyimpan." ucap Hau Lin dengan sangat gembira.


Dia mengeluarkan token penyimpanan koin emas dari balik jubahnya dan di serahkan dengan cepat kepada Xu Wuzao, karena dia sangat jarang menyebrang antar Kekaisaran.


Xu Wuzao menerimanya, lalu dia menyimpan itu ke dalam cincin penyimpanan! Namun seperti hanya menyimpan di balik pakaiannya saja.


Keduanya melanjutkan obrolan yang perlu mereka selesaikan, karena meskipun tidak terlalu penting menurut Hau Lin bahwa Xu Wuzao wajib mengetahui semuanya.


*


Di perbatasan antara Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Tang dua kereta kuda meluncur dengan stabil.


Di dalam kereta paling depan, duduk seorang pemuda dengan pakaian mewah dan wajah yang tampan! Usia pemuda itu berkisar 19 tahun, namun aura wibawa sangat di pancarkan dari lekuk tubuh dan gerak tubuhnya.


"Aku tidak menyangka, akan mendapatkan herbal langka yang sangat aku inginkan!" ucap dia sambil memegangi kotak kecil di tangan kirinya.


Dengan wajah yang selalu tersenyum, dia memandang ke kotak itu dengan penuh minat.


"Pangeran berhak memiliki barang yang sangat penting itu! Ternyata perjalanan kita jauh-jauh sampai ke Kekaisaran Ming tidaklah sia-sia!" ucap seseorang yang ada di hadapannya.


Laki-laki yang tadi berbicara kisaran memiliki umur 55 tahun, dia adalah pengawal pribadi dari pemuda itu yang di sebut pangeran.


"Terimakasih paman sudah mengantarnya aku sampai sejauh ini! Anda memang sangat setia dan loyal terhadap keluarga Kekaisaran Tang!" ucap pemuda itu.


"Tidak perlu di pikirkan pangeran! Karena itu tugas hamba." jawab dia kembali dengan senyum cerah.


Mereka adalah orang-orang dari Kekaisaran Tang, laki-laki paruh baya itu adalah pengawal setia pangeran dari Kekaisaran Tang semenjak pangeran itu masih kecil hingga sekarang, sehingga bagi pangeran dia sudah seperti keluarga dekatnya.


Mereka adalah orang yang berada di balik ruang VIP no 1, hingg mereka mengambil barang yang sudah di tawar. Mereka tetap tidak menyebutkan identitasnya.


Namun Hau Lin tidak bodoh, karena dia membayar menggunakan token penyimpanan koin emas milik Kekaisaran Tang, sehingga dia langsung menduga mereka berasal dari Kekaisaran Tang, namun dari latar belakang mana Hau Lin tidak lah tahu.


Tanpa sepengetahuan dari orang-orang yang ada di dalam kereta, ada dua orang penunggang kuda yang mengikuti dari belakang cukup jauh jaraknya.


"Apa kau yakin dia orang yang memiliki barang penting dari pelelangan umum rumah pelelangan anggrek putih?" ucap salah satu dari mereka.


"Entahlah, namun tebakan ku yakin! Karena mereka keluar cukup lama dari kebanyakan orang! Apalagi di lihat dari pakaian mereka sangat mewah pasti mereka orang yang memiliki banyak uang." jawab temanya.


Dia tidak peduli, meskipun dia tidak mendapatkan barang langka! Koin emas pun jadi, sehingga pengejaran ini tidak akan sia-sia.


Namun keduanya tidak tahu apa yang ada di dalam kereta kuda itu, dan latar belakang apa yang mereka miliki.


\=


\=


...